Rekreasi Ekonomis di Kebun Binatang Ragunan

Rekreasi Ekonomis di Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang Ragunan merupakan loka wisata nan terdapat di Jakarta, tepatnya daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Indonesia sendiri memiliki banyak kebun binatang, seperti Gembira Tempat di Yogyakarta, Kebun Binatang Bandung, Kebun Binatang Medan, Kebun Binatang Surabaya, Taman Safari di Bogor, dan lain-lain. Dari semua kebun binatang tersebut, tentu saja kebun binatang ini merupakan salah satu kebun bintang nan punya sejarah panjang dan populer menjadi tujuan wisata para pelancong.



Sejarah Kebun Binatang Ragunan

Kebun binatang atau nan sering disingkat orang dengan sebutan bonbin merupakan loka hewan dipelihara dalam lingkungan nan telah direkayasa (buatan), serta dipertunjukkan kepada pengunjung. Kebun binatang berawal dari kandang-kandang berisi koleksi binatang liar nan disebut menagerie .

Di abad ke-2 SM, Mahaani Tanki dari Cina membangun rumah rusa, dan Aja Wen dari Zhou memiliki kebun binatang Ling-Yu (Taman Kecerdasan) dengan luas area 600 hektare. Zaman dulu banyak orang-orang terkenal nan juga hobi memelihara binatang, misalnya Raja Solomon dari Kerajaan Israel dan Yehuda Bersatu, Raja Nebukadnezar dai Babilonia, dan Raja Semirami dari Assyria.

Pada abad ke-4 SM, hampir semua kota-kota besar di Yunani mempunyai Kebun Binatang. Di Romawi, kaisar-kaisarnya memiliki koleksi binatang pribadi buat penelitian dan diadu di arena. Sekarang, selain sebagai loka rekreasi, kebun binatang berfungsi sebagai loka riset dan perlindungan satwa nan terancam punah.

Kebun Binatang Ragunan nan memiliki luas area 140 hektare ini berdiri pada 1864. Eksistensinya dimulai dengan berdirinya kebun binatang pertama di Indonesia, Planten En Dierentuin di daerah Cikini, Jakarta Pusat pada 1864.

Ketika itu, Planten En Dierentuin dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia ( Cuturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia ). Pelukis legendaris Raden Saleh tidak lepas dari sejarah kebun binatang ini. Ia menghibahkan 10 hektare tanahnya buat kebun binatang itu.

Pada 1949, Planten En Dierentuin berubah nama menjadi Kebun Binatang Cikini. Pada 1964, tepat seabad perayaannya dan seiring perkembangan kota Jakarta, kebun binatang ini dipindahkan ke kawasan Ragunan, Jakarta Selatan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Hal ini juga dilakukan buat menjamin kehidupan satwa.

Pada 22 Juni 1966, Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, meresmikan kebun binatang ini. Kebun Binatang Ragunan dikenal pula dengan nama Taman Margasatwa Ragunan. Kebun binatang ini sekarang memiliki koleksi sekitar 295 spesies satwa dan 4.040 spesimen, di tanah seluas 140 hektare.

Berbagai koleksi di kebun binatang ini bukan hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari berbagai negara. Contohnya saja rusa totol ( axis axis erxleben ). Rusa tersebut berasal dari India dan Sri Lanka. Awalnya, rusa ini didatangkan ke Istana Bogor oleh Thomas Stanford Raffles pada sekitar 1814.

Selain itu, ada berbagai macam unggas, primata, ular, beruang, gajah, unta, kuda nil, banteng, harimau, singa, buaya, dan lain-lain. Pada 19 September 2005, Kebun Binatang Ragunan sempat ditutup sebab hewan nan ada di dalam ada nan terinfeksi flu burung. Tapi, kembali dibuka buat generik pada 11 Oktober 2005.

Keberhasilan dalam program penangkaran menjadi keistimewaan kebun binatang ini. Penangkaran nan sukses di kebun binatang ini antara lain penangkaran harimau Sumatra, harimau putih, orang utan, ular piton, komodo, dan beberapa jenis burung, seperti kasuari, kakatua, bayan. Udaranya nan sejuk dan teduh juga menjadi keistimewaan lainny. Hal ini sebab kebun binatang terdapat danau nan cukup luas dan dikelilingi sekitar 50.000 pohon nan rindang.



Rekreasi Ekonomis di Kebun Binatang Ragunan

Lokasi Kebun Binatang Ragunan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun umum. Akses tranpostrasinya nan strategis membuat kebun binatang ini mudah dijangkau. Jika menggunakan kendaraan umum, kita cukup naik TransJakarta atau Busway jurusan Ragunan, nan berakhir tepat di depan gerbang kebun binatang. Selain itu, banyak mikrolet, angkutan kota, dan metro mini nan melintasi kebun binatang ini.

Kebun binatang ini buka mulai pukul sembilan pagi hingga delapan belas sore. Tiket buat masuk ke Kebun Binatang Ragunan cukup terjangkau. Hanya membayar Rp 4.000 buat dewasa dan Rp 3.000 buat anak-anak. Kita sudah dapat jalan-jalan dan melihat aneka satwa di dalamnya.

Di dalam Kebun Binatang Ragunan , kita dapat menikmati berbagai fasilitas dengan harga sewa masing-masing sebagai berikut :

  1. mobil Rp 5.000 per hari
  1. bus atau truk Rp 10.000 per hari
  1. motor Rp 2.500 per hari
  1. sepeda Rp 1.000 per hari
  1. kuda tunggang Rp 3.000 per orang
  1. unta tunggang Rp 5.000 per orang
  1. gajah tunggang Rp 5.000 per orang
  1. taman satwa anak Rp 1.500 per orang
  1. panggung Rp 150.000 per hari
  1. gedung informasi Rp 200.000 per hari
  1. gedung auditorium Rp 1.000.000 per hari
  1. sound system Rp 100.000 per hari
  1. pemutaran film satwa Rp 100.000 per judul
  1. penyewaan satwa jinak buat berfoto Rp 2.500 per foto

Di dalam Kebun Binatang Ragunan terdapat sebuah pusat primata bernama Pusat Primata Schmutzer (PPS). Untuk masuk ke dalamnya, kita cukup membayar tiket Rp 5.000. Pusat Primata Schmutzer menampilkan berbagai macam primata dengan suasana nan berbeda. Terdapat pula museum primata buat menambah wawasan anak-anak. Kita dapat melihat gorila, kera putih, simpai, siamang, dan aneka jenis primata lainnya.

Pusat Primata Schmutzer ini pertama kali dibuka pada Agustus 2002. Sejak pembukaannya itu sampai Juli 2004, tercatat sarana primata ini telah dikunjungi sekitar 830. 239 orang. Keberadaannya telah membantu mengangkat gambaran Kebun Binatang Ragunan dengan merubah pandangan masyarakat tentang kebun binatang.

Selain itu, ada pula Global Orang Utan. Kita memasuki terowongan panjang dan gelap nan serupa goa. Di setiap bagiannya dipisahkan oleh tali-tali semacam akar pohon. Di sini-sini terowongan itu akan tampak kaca tebal nan tembus ke arah orang utan. Setelah menjelajah terowongan, kita dapat menaiki pohon atau berjalan di antara pohon lewat jembatan gantung. Di bagian lain terdapat Taman Bali nan menawarkan suasana seperti di Bali dan berbagai loka mainan anak-anak.

Lantas, apa saja kepuasan dan rekreasi nan kita dapatkan dari Kebun Binatang Ragunan? Banyak sekali di antaranya:

  1. Pemandangan hijau nan bisa memanjakan mata dan menenangkan pikiran kita dari hiruk-pikuk kota besar.
  1. Olahraga sehat berjalan kaki. Kebun binatang nan punya areal luas dapat membuat kita berjalan santai dengan tidak risi tersenggol kendaraan.
  1. Bercengkerama dengan hewan tunggang, seperti kuda, gajah, dan unta, sambil berkeliling kawasan Kebun Binatang Ragunan.
  1. Interaksi anak-anak dengan hewan dengan memberi makan.
  1. Kawasan bermain buat anak-anak di setiap sudutnya, seperti bom bom car , ayunan, perosotan, dan lain-lain.
  1. Latar belakang nan baik buat kita nan hobi memotret. Banyak view nan dapat kita bidik di sini.
  1. Bisa bersepeda santai atau memilih mendayung rakit di danau kecil.

Selain banyak keseruan di Kebun Binatang Ragunan nan dapat kita dapatkan, rekreasi di sini juga salah satu pilihan wisata ekonomis nan dapat Anda dan keluarga pilih di hari libur. Tak heran, jika liburan sekolah, hari raya, atau akhir pekan tiba kebun binatang ini selalu dipadati pengunjung dari berbagai daerah, tidak cuma dari Jakarta saja.

Terbukti, pada saat libur panjang seremoni Tahun Baru Imlek pada 22 Januari 2012 lalu, seperti dilaporkan oleh Liputan6.com, pengunjung Kebun Binatang Ragunan mencapai 50.000 orang. Kalau Anda belum pernah ke sini, sekali-sekali boleh lah Anda jadwalkan buat berkunjung.