Kelemahan Kursus Bahasa Online

Kelemahan Kursus Bahasa Online

Kursus bahasa online merupakan sebuah terobosan baru dalam global pendidikan non formal. Proses pendidikan ini berbasis pada pemanfaatan teknologi informasi , khususnya internet. Dengan cara ini, antara peserta kursus dan para pengajar tak harus selalu berjumpa secara fisik. Karena komunikasi dan penyampaian materi ajar dilakukan secara tertulis melalui layar monitor.

Meski belum terlalu akrab di masyarakat, namun keberadaan kursus bahasa online ini sangat membantu bagi masyarakat nan ingin meningkatkan ketrampilan mereka di bidang bahasa. Apalagi, mereka nan tak memiliki banyak waktu luang atau berada di lokasi nan jauh dari lokasi kursus bahasa konvensional.



Waktu Fleksibel dan Praktis

Para peserta kursus bahasa online ini dapat memiliki kebebasan dalam memilih waktu belajar mereka. Ini nan membedakan dengan konsep kursus bahasa konvensional nan terikat pada jadwal nan sudah ada. Sehingga tidak sporadis ada peserta kursus nan memiliki kendala dalam memilih waktu, sebab terbentur kesibukan lainnya.

Selain itu, dengan konsep digital secara online ini memiliki nilai kepraktisan. Karena materi pembelajaran nan diberikan, tak lagi memerlukan kertas. Sehingga semua materi cukup didapatkan dalam bentuk data digital. Selain lebih menghemat biaya, materi kursus seperti ini juga akan lebih awet dan juga praktis dalam masalah penyimpanan.



Kelemahan Kursus Bahasa Online

Selain beberapa laba di atas, keberadaan kursus bahasa online juga memiliki beberapa kelemahan. Beberapa kelemahan dari kursus bahasa modern ini di antaranya ialah :

    1. Tidak ada ekuilibrium kemampuan antara keterampilan berbahasa secara lisan, tertulis dan mendengarkan. Dengan keterbatasan media perantara, peserta akan kurang terbiasa buat melatih kemampuan lisannya.
    2. Tidak ada kontrol dalam masalah pengucapan. Hal ini sebab proses pengucapan bahasa hanya disampaikan melalui media tulisan saja.
    3. Bagi mereka nan kurang disiplin dalam belajar, biasanya cenderung lambat dalam menyelesaikan sebuah tahapan. Hal ini sebab waktu belajar dan materi nan diinginkan dapat dipilih oleh peserta secara individu. Jika pada kursus konvensional, tahapan belajar sudah ditentukan oleh tim pengajar.
    4. Membutuhkan media seperti komputer dan jaringan internet. Sehingga apabila komputer dan jaringan internet nan tersedia kurang mendukung, akan menghambat kelancaran proses belajar.