Sejarah Keren TVRI Yogyakarta: Dari Menara Bambu Sampai Siaran 24/7
Daftar Isi
Siapa yang tau, TVRI Yogyakarta itu udah ada sejak 1965? Tahun itu jadi momen sejarah buat stasiun televisi daerah pertama di Indonesia. Dibangun sama Ir. Dewabrata, si “bapak” TVRI Jogja, yang semangatnya ngga kalah sama superhero zaman dulu.
Program Hits yang Ngehits
Meski udah berpuluh‑puluh tahun, TVRI Yogyakarta tetep ngasih konten yang nyantol di hati penonton. Beberapa acara yang masih jadi favorit antara lain:
- Gladi Kawruh (kuis)
- Pionir (dialog)
- Special Event (informasi)
- Obrolan Sembada (dialog)
- Plengkung Gading (talkshow)
- Dialog Balaikota (talkshow)
- Taman Gabusan (talkshow)
- Pangkur Jenggleng (komedi)
- Pesona Nusantara (informasi)
- Era Techno (dialog)
- Gigih (informasi)
- Pelangi Desa (informasi)
- Bangsal Kepatihan (talkshow)
- Obrolan DPRD (dialog)
- Dari Jogja Untuk Indonesia (talkshow)
- Obrolan Publik (dialog)
- Berani Bicara (talkshow)
- Aspirasi (informasi)
- Daerah Membangun (informasi)
Manajemen & Tim Keren
Walaupun TVRI Yogyakarta berdiri sendiri, mereka tetap dapet dukungan penuh dari TVRI Nasional. Karena model penyiaran masih sporadis waktu itu, standar utama tetep diambil dari stasiun pusat. Berikut susunan manajemen yang lagi aktif:
- Mujianto – Kepala Bidang Program
- Yani Rahmanti – Kepala Bagian Umum
- Dwie Mahenny – Kepala Stasiun
- Supomo – Kepala Bagian Keuangan
- Hary Susanto – Kepala Seksi Pengembangan Usaha
- Agus Kismadi – Kepala Seksi Current Affair
- Mayanta – Kepala Seksi Program
- Dewanto – Kasubbag Perlengkapan
- Sri Retno Cahyani – Kasubbag SDM
- Suyamto – Kepala Seksi Transmisi
- Surata – Kasubbag Perbendaharaan
- Totok Subroto – Kasubbag Akuntansi
- Sumedi – Kepala Seksi Fasilitasi Transmisi
- Ariento – Kepala Seksi Berita
- Bambang Satmoko – Kepala Bidang Berita
- Miskidi – Kepala Bidang Teknik
- Hery Abdul Hakim – Kepala Seksi Teknik Produksi dan Penyiaran
Jangkauan Siaran yang Luas
Waktu itu, frekuensi TVRI Yogyakarta bisa nyampe hampir seluruh Jawa Tengah dan DIY. Artinya, siaran mereka bukan cuma milik warga Jogja, tapi juga jadi bagian dari koneksi media di wilayah yang lebih luas.
Awal Mula TVRI Yogyakarta
Stasiun ini awalnya dibangun di sekitar Jalan Hayam Wuruk dengan menara pemancar yang terbuat dari bambu (iya, bambu!). Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono IX liat semangat ini terus ngasih donasi, sampai akhirnya TVRI Jogja pindah ke Jalan Magelang Km 4,5 dan dapet menara pemancaar yang lebih megah.
Siaran Perdana yang Bikin Bangga
Layaknya bayi baru lahir, TVRI Yogyakarta mulai “ngomel” lewat siaran perdana pada 17 Agustus 1965—upacara Hari Kemerdekaan RI ke‑20. Saat itu, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam VII menyampaikan sambutan. Siaran ini jadi siaran perdana pertama yang mengudara di Jogja.
Di minggu‑minggu awal, TVRI Jogja cuma tayang tiga kali seminggu, masing‑masing dua jam, masih hitam‑putih. Tapi pada 1973, durasi siaran naik jadi tiap hari, menandakan pertumbuhan yang cepat.
Visi & Misi yang Bikin Bangkit
Visi: Menjadikan TVRI Yogyakarta sebagai media publik yang independen, profesional, terpercaya, dan pilihan utama warga Jogja. Dengan ragam program, mereka berupaya melayani kepentingan masyarakat, memajukan kesejahteraan, serta melestarikan budaya lokal.
Misi:
- Mengembangkan TVRI Yogyakarta menjadi perekat sosial yang dinamis.
- Menyajikan informasi primer dan hiburan sehat dengan memaksimalkan potensi daerah.
- Memberdayakan platform sebagai pusat pembelajaran demokratis dan transparansi.
- Menjaga keseimbangan informasi serta memperhatikan komunitas terabaikan.
- Mengukir citra positif Yogyakarta sebagai pusat budaya, pendidikan, dan pariwisata di tingkat nasional hingga internasional.
Kepala Stasiun Sepanjang Masa
Sejak 1965, posisi Kepala Stasiun udah diganti beberapa kali. Berikut daftar singkatnya:
- Ir. Dewabrata (1965‑1971)
- R.M. Soenarto (1971‑1975)
- Drs. Darjoto (1975‑1983)
- M. Djaslan, B.A (1983‑1985)
- Drs. Ishadi SK, M.Sc (1985‑1988)
- Drs. Semyon Sinulingga (1988‑1990)