Sekilas Sejarah Sapir

Sekilas Sejarah Sapir

:

Seringkali, batu sapir disimbolkan dengan kemewahan, kecantikan, dan keabadian. Maka tidaklah mengherankan, jika banyak orang nan terpikat dengan batu permata berwarna biru ini.

Coba tengok kisah cincin pernikahan mendiang Putri Diana, dengan Pangeran Charles. Sang Putri dengan anggun mengenakan cincin bermata sapir di jari manisnya. Saat sang Putri Diana meninggal, cincin penuh sejarah itu kembali dikenakan oleh Kate Middleton saat bertunangan dan menikah dengan putra sang putri, Pangeran William.

Ketika Putri Diana hendak bertunangan dengan Pangeran Charles, ia mendapatkan beberapa tawaran buat memilih cincin dari berlian dengan zat oksidasi dan harga nan mahal. Namun, putri nan menyenangi hayati sederhana ini malah memilih sapir. Salah satu batu permata biru, nan kala itu belumlah menjadi sebuah tren buat pesta pertunangan.

Siapa sangka, ternyata pilihan Putri Diana buat memilih sapir bermata biru dengan empat berlian kecil mengelilinginya dalam sebuah cincin pertunangan kemudian menjadi lambang cinta nan abadi. Walaupun memang pernikahan mereka tidaklah abadi. Namun, pesona sapir sebagai cincin pertunangan pun meroket sejak itu. Seluruh global mencintai sapir, sebagaimana sang putri nan mencintainya setengah mati.

Salah satu batu nan paling berharga dan memikat ialah sapir. Sebagian orang mungkin menuliskannya dengan safir atau sapphire . Sapir merupakan salah satu batu nan paling berharga dan banyak dicari orang, selain batu ruby , dan emerald . Untuk mengkaji lebih lanjut tentang sapir ini, mari kita mengulik sedikit mengenai sejarah dan segala hal mengenai sapir.



Sekilas Sejarah Sapir

Sapir identik dengan batu nan memiliki sebuah ”kekuatan”. Hal ini ialah mitos. Namun, rona biru sapir nan menenangkan, memang akan membuat siapapun nan memakainya merasa damai dan tenang. Sapir memang lebih membumi dengan rona biru. Seperti langit nan higienis akan tampak biru dan cerah. Demikian halnya dengan lautan nan memiliki rona dasar biru, selalu dingin dan menenangkan.

Sapir memang identik dengan rona biru. Sejak abad ke-18, kaum bangsawan di Inggris telah banyak nan terpikat dengan batu ini. Batu permata biru ini menjadi lambang kemewahan dan status. Banyak kaum bangsawan nan memburunya buat dibuat sebagai perhiasan. Kalung, cincin, gelang, dan lain-lain, menjadi semakin berharga dan nampak mahal jika bermatakan sapir.

Saat ini, sapir memang tak hanya berwarna biru saja. Ada berbagai macam rona batu sapir ini nan ditemukan kemudian, seperti rona kuning, pink, ungu, ataupun oranye. Ketika itu, kaum bangsawan memanfaatkan sapir buat lambang kemewahan dan gengsi sedangkan kaum rohaniawan lebih memilihnya sebab biru melambangkan surga.

Selain itu, kaum penyihir, mengenakannnya sebab menganggap bahwa sapir akan menolak segala kutukan jahat. Menawannya batu permata ini, sehingga tak lekang oleh zaman. Pengaruh sapir tak berhenti saat itu saja. Kini, semakin banyak orang nan mengagumi keindahannnya. Sapir telah menjadi permata terkemuka, sehingga saat seseorang membelinya, ia harus memastikan keaslian sertifikatnya.



Memahami Kualitas Batu Sapir

Batu sapir, semakin lama semakin banyak dicari. Apalagi, saat ini kesamaan seseorang buat mengenakan sapir sebagai salah satu batu permata nan mewakili rasa cinta dan kasih sayang. Banyak pasangan nan memilih sapir sebagai batu permata saat bertunangan ataupun menikah.

Sapir dapat dilihat kualitasnya dari potongannya, ukuran, perawatannya, hingga sinarnya. Kualitas sapir ini dapat dilihat dari kejernihan sinarnya, dan proses pemotongannya nan harus tipis, dan halus.

Sapir nan dapat muncul dalam berbagai warna, haruslah dicermati bagaimana warnanya, kejernihannya, hingga derajat kejenuhannya. Rona baku dari batu permata ini ialah biru gelap hingga kehijauan.

Semakin kuat rona sapir maka semakin mahal harganya. Sebab itulah, kita dapat memahami seberapa mahal harga cincin bermata sapir nan kini dikenakan oleh Kate Middleton. Sapir, sepertinya halnya batu permata berharga lainnya, selalu terkait dengan kualitas dan keaslian.

Pada beberapa daerah di dunia, kualitas sapir memang luar biasa, namun di beberapa loka lainnya sapir tidaklah memiliki kualitas sebagus itu. Contohnya, sapir nan berasal dari daerah Kashmir, merupakan sapir dengan rona beludru nan memukau dan berkualitas tinggi.

Sebab itulah, jika kita hendak membeli sapir. Perhatikan betul keaslian sertifikatnya, warnanya, pemotongannya, hingga kejernihan sinar batunya. Untuk itu, simaklah beberapa tips berikut ini sebelum membeli perhiasan dari sapir.

1. Memilih toko dengan dapat dipercaya nan baik

Saat kita hendak membeli perhiasan, maka pastikanlah bahwa penjual atau toko nan kita datangi memiliki dapat dipercaya nan baik. Walaupun mungkin tarif nan diberikan tidaklah semurah toko lainnya. Namun, membeli perhiasan sangat perlu buat memperhatikan kualitas dan keaslian.

2. Carilah informasi sebanyak-banyaknya

Sebelum kita melangkahkah kaki ke toko perhiasan, sebaiknya kita telah mengetahui beberapa hal mengenai sapir. Mulai kualitas hingga cara membelinya. Informasi ini akan menuntun kita agar tak sampai tertipu. Sebab, sapir bukanlah batu permata nan murah. Selain itu, tak semua pedagang memiliki niat nan baik. Sebaiknya, kita memang berjaga-jaga sebelumnya.

3. Pilih rona nan sinkron dengan pribadi kita

Sapir tersedia dalam berbagai pilihan warna. Nah, saat kita hendak memilih rona eksklusif jangan lupa buat menyesuaikannya dengan rona kulit serta dengan kepribadian kita. Tidak semua orang cocok dengan cincin bermata sapir biru sebagaimana nan dikenakan oleh Kate Middleton.

Mungkin saja, pasangan kita lebih menarik dengan sapir bermata kuning atau merah muda. Hal nan harus dipastikan ialah jika kita masih tertarik dengan rona biru polos, rona tersebut harus pekat dan kuat, sebab jenis inilah nan mahal dan baik kualitasnya.

4. Cermati permukaan sapir

Untuk mendapatkan kualitas sapir nan baik, Anda bisa memperhatikan secara saksama permukaan sapir tersebut. Apabila, kita menemukan goresan, segera saja urungkan niat buat membelinya, karena sapir nan baik ialah nan tak memiliki goresan di permukaannya.

5. Cermati potongannya

Cutting atau mutilasi pada sapir, akan sangat mempengaruhi kejernihan dan kualitasnya. Sebab itulah, mutilasi sapir nan halus dan tak sampai menggores bagian-bagian krusial sangatlah mempengaruhi kualitas sapir.

6. Bandingkan

Jika menginginkan sapir terbaik, sebaiknya tak membelinya secara online . Sebab, kita tak dapat merasakan permukaannya, atau meraba potongan dan mencermati sinarnya. Belilah secara langsung, kemudian bandingkan beberapa sapir di hadapan kita. pilihlah nan terbaik di antaranya.

7. Belilah dengan kritis

Kita tak dilarang buat bertanya. Sebab itu, tak perlu sungkan jika harus menanyakan apakah sapir nan ada di hadapan kita itu telah mendapatkan perlakuan nan baik atau tidak. Perlakuan nan dimaksud ialah adanya pencelupan, iridasi, ataupun adanya penyepuhan.

8. Jangan percaya astrologi

Rasanya tak perlu merumitkan diri dengan mempercayai aturan-aturan spesifik mengenai astrologi dan kesesuaiannya dengan kepribadian kita. Memakai perhiasan ialah hal nan menyenangkan. Tidak ada kaitannya dengan kesialan ataupun berbagai hal nan bersifat takhayul. Bukankah mempercayai takdir Tuhan ialah hal terbaik bagi kita?

Nah, demikianlah sapir dan segala nan berkaitan dengannya. Semoga bermanfaat.