untuk Aksesori

untuk Aksesori

Tahukah Anda Batu Kecubung Kalimantan? Batu Kecubung Kalimantan atau disebut juga dengan ametist ialah jenis batuan mineral kuarsa. Ametist ini banyak dipercaya sebagai batu lahir bagi orang nan lahir di bulan Februari. Seperti apa rona batu ini? Biasanya, ametist ini berwarna ungu dan ada juga nan berwarna merah muda.

Berdasarkan sejarah, rona ungu ialah rona nan dipakai oleh raja, ratu, dan keluarga kerajaan nan lainnya. Oleh karena itulah, penguasa-penguasa umumnya mempunyai berlian nan terbuat dari batu ini.



Sejarah Batu Kecubung Kalimantan

Sejarah batu ini akan membawa kita semua melihat kembali cerita mitologi Yunani-Romawi. Berdasarkan mitologi Yunani, sang dewa anggur bernama Bacchus dikisahkan mempunyai dendam kepada Diana. Untuk membalas dendamnya itu, dewa anggur ini mengatakan bahwa orang pertama nan ditemuinya dalam perjalanan di hutan akan dimakan oleh seekor harimau miliknya.

Ternyata, orang pertama nan berjumpa dengan dewa anggur di hutan ialah seorang wanita cantik. Wanita nan sedang dalam perjalanan buat menyembah di kuil Diana ini bernama Amethyst. Ketika diserang oleh Bacchuss, wanita cantik ini memanggil Diana buat menolong dirinya. Diana akhirnya mengubah wanita cantik ini menjadi batu putih, berkilau, dan bersih.

Sadar akan kesalahannya, dewa anggur ini lalu menuangkan anggur pada batu putih tadi hingga mengakibatkan batu tersebut berwarna keunguan. Itulah sejarah dari amethyst.

Pada zaman Roma Kuno, batu amethyst ini sering dimasukkan ke dalam gelas anggur agar si peminum anggur tak terlalu mabuk. Selain itu, orang-orang Mesir Antik konfiden bahwa batu ini mempunyai kekuatan nan dipakai buat menjaga kuburan Fir’aun.

Pada periode abad pertengahan, batu ini sering dimanfaatnkan sebagai obat buat mengusir rasa kantuk, melindungi pemiliknya dari sihir, buat mempertajam kecersdasan, dan bisa meraih kemenanagan saat peperangan. Sementara itu, berdasarkan mitologi Arab, amethyst mampu melindungi penggunanya dari asam urat dan mimpi buruk. Batu ini pun dipercaya sebagai bagu kekuatan dan kekuasaan.



Mengenal Batu Kecubung Kalimantan

Batu Kecubung Kalimantan merupakan salah satu jenis batu dengan wara ungu nan memiliki harga murah tetapi kualitasnya sama dengan permata. Batu ametist ini termasuk jenis semi permata nan nilai kekerasannya 7 pada skala Mohs. Batu ini juga termasuk jenis batuan kuarsa.

Berdasarkan etimologinya, kata amethyst ini berasal dari bahasa Yunani nan artinya ‘jangan mabuk’. Istilah ini sangat berhubungan dengan kepercayaan di Yunani, yaitu batu ini mampu menjaga orang dari mabuk minum alkohol. Artinya, orang Yunani Antik ingin member tahu bahwa rona batu ametist ini hanmpir sama dengan rona minuman anggur.
Sebagai salah satu jenis batuan mineral kuarsa, batu ini warnanya begitu populer.

Bentuk kristalnya nan cantik, menawan, dan berkilauan pun begitu disukai banyak orang. Semua kwarsa nan memiliki rona ungu niscaya disebut ametist. Warnanya bermacam-macam. Ada nan berwarna ungu muda, ungu pucat, dan ada juga nan berwarna ungu tebal kemerahan. Ametist nan berwarna ungu kuat kemerahan ialah salah satu batu ametist dengan kualitas tinggi dan harganya pun cukup mahal.

Batu ametist ini banyak ditemukan di berbagai negara seperti Uruguay, Brazil, Argentina, Bolivia, Namibia, Zambia, dan negara Afrika lainnya. Sementara itu, batu ametist nan warnanya gelap banyak ditambang di negara Australia. Batu ametist nan kualitasnya terbaik ada di penambangan Siberia dan dikenal dengan Uralian amethyst.

Selain di beberapa negara nan telah disebutkan tadi, Indonesia pun ternyata memiliki deposit batu ametist dengan kualitas bagus. Di Indonesia, Batu Kecubung Kalimantan banyak terdapat di Pulau Kalimantan. Di sinilah banyak ditemukan batu ametist nan berwarna ungu kemerahan.

Di sisi lain, ada sebagaian orang percaya bahwa batu ametist ini memiliki tuah pengasihan nan kuat. Batu ini dipercaya dapat membuat orang lain bersimpati kepada si pemakai batu. Selain itu, bambu hitam biasanya digunakan buat pengasahan batu ametis.

Walaupun proses pengasahan dengan bambu hitam ini memakan waktu nan lama, tetapi tuah nan didapat akan semakin maksimal. Itulah kepercayaan nan beredar di Indonesia seputar Batu Kecubung Kalimantan.

Arti Metafisik dan Makna Spiritual dari Batu Kecubung Kalimantan
Sebagai varian violet, yaitu ungu, dari kuarsa alami, amethyst bisa dikatakan sebagai salah satu permata terpopuler dan tersohor. Seperti nan telah dibahas sebelumnya bahwa nama amethyst ini diambil dari bahasa Yunani nan artinya ‘keadaan tak mabuk’. Ini ialah sebuah nama nan tepat karena batu ini diyakini bisa mementahkan imbas alkohol.

Pada abad-abad awal, batu ini disebut sebagai salah satu batu permata paling bernilai dan diangga sebanding dengan zamrud, safir, ruby, dan berlian. Tapi, setelah ditemukan banyak cadangan, amethyst ini hampir kehilangan nilainya sebagai batu permata bernilai tinggi.

Sementara itu, dilihat dari makna metafisiknya, batu ametis ini mempunyai rumus kimia SiO2 atau silicon dioksida dan dianggap sebagai batu nan berefek menenangkan. Ya, batu ini memang sangat identik dengan ketenangan, kedamaian, keseimbangan, dan daya tahan. Sebagian orang percaya bahwa jika sedang mengalami banyak masalah, gunakanlah batu ini buat memperoleh aura ketenangan. Batu ini pun mempunyai imbas menenangkan terhadap orang-orang mempunyai tekanan emosional.

Siapa saja nan memakai batu ini, dipercaya pemakainya akan mendapat kepuasan dan kebahagiaan. Ametis juga diyakini oleh sebagian orang bisa menjadi penyembuh sakit kepala, diabetes, insomnia, arthritis, dan lain-lain. Batu ini juga dipercaya bisa membantu meringankan rasa lelah, meningkatkan ketenangan pada ibu hamil, dan bisa mengatasi masalah-masalah kesehatan lainnya. Amethyst pun dipercaya bisa melindungi diri dari perampok atau pencuri.



Batu Kecubung Kalimantan buat Aksesori

Setiap orang nan mendengar nama batu nan satu ini niscaya akan mengasosiasikannya langsung ke batu ungu berkristal. Hal ini kuranglah tepat. Tapi, walaupun begitu, amethyst ini memang mempunyai rona dasar ungu dan termasuk batu mineral supercomposite.

Ada nan dinamai lamella menyerupai belang nan berselang-selang di antara bagian kanan dan kiri. Struktur seperti ini terbnetuk sebab adanya tekanan mekanikal di dalam lapisan bumi selama jutaan tahun. Oleh sebab itu, dihasilkanlah amethyst dengan corak berbelang-belang. Namun, ada juga amethyst nan tidak memiliki corak dan membentuk krsital bening. Dilihat dari taraf kekerasan, amethyst ini berada di skala 7 pada skala Mohs. Inilah alasan mengapa batu ini sering dikenal seabgai batu mulia kelas 2.

Memang bukan sesuatau nan aneh lagi jika di Indonesia batu ini dipercaya memiliki khasiat pengasihan. Banyak orang nan percaya akan hal ini. Terlepas dari semua mitos nan ada dalam amethyst ini, batu ini pun banyak dimanfaatkan menjadi batu aksesori atau perhiasan. Di mana kita dapat mendapatkannya? Apakah sulit mendapatkannya?

Mendapatkan batu ini tidaklah sulit sebab di beberapa daerah banyak ditemukan seperti di Kalimantan, tepatnya di Martapura. Bagaimana dengan Pulau Jawa? Di pulau ini, kita dapat mendapatkannya di berbagai tempat. Di Jakarta Timur, batu ini banyak ditemukan di Pasar Batu Rawa Bening. Di Yogyakarta, batu ini dapat ditemukan di Malioboro. Sementara itu, di Bandung, batu ini dijual di kawasan Otista.

Batu-batu ini dijual dengan majemuk kualitas. Harganya juga sangat bervariasi, misalnya ada nan menjual satu batu dengan harga Rp50.000 sampai di atas Rp750.000. Tapi, semua itu bergantung pada kualitas dan ukuran batu. Sebelum membelinya, ada baiknya kita bertanya kepada orang nan mengerti. Jangan sampai kita tertipu.

Itulah serba-serbi Batu Kecubung Kalimantan. Anda berminat membelinya?