Tip Jual Burung Perkutut

Tip Jual Burung Perkutut

Memelihara binatang merupakan kegiatan sampingan sebagai hiburan di kala senggang. Memiliki hobi di luar pekerjaan memang dianjurkan, sebab dapat meredakan stres dan sedikit melupakan rutinitas pekerjaan nan menghimpit hayati Anda. Misalnya memelihara burung perkutut nan memang sudah dikenal sebagai burung klangenan .

Merbuk atau perkutut dalam bahasa latin Geopelia striata nan termasuk familia Colimbidae ialah homogen burung berukulan kecil, berwarna abu-abu nan banyak dipelihara orang sebab memiliki estetika dalam suaranya .

Burung perkutut terkenal memiliki suara nan merdu, dan dapat mebikin sang pemiliknya merasa terhibur hatinya. Jual burung perkutut pun dapat menjadi bisnis nan menjanjikan.



Jenis Perkutut

Dalam tradisi Indonesia, terutama masyarakat Jawa, burung ini sangat terkenal bahkan digemari oleh masyarakat. Bahkan burung ini oleh beberapa orang kedudukannya di "muliakan" dibanding dengan burung peliharaan lainnya nan generik mereka miliki.

Perkutut ini masih berkerabat dekat dengan tekukur, puter dan merpati. Perkutut ini bisa dikawinan silang dengan tekukur. Di dalam global burung hias hasil perkawinan ini disebut sebagai "sinom" (dalam bahasa Jawa) dan memiliki kekhasan sendiri dalam pola suara nan dimiliki.

Sudah sejak zaman dahulu kalau burung perkutut itu merupakan hewan kesayangan para priyayi Jawa, bahkan dijadikan sebagai peliharaan keramat. Dahulu, perkutut ditangkap dari alam buat dijadikan hewan peliharaan sebagai simbol dari keagungan.

Namun sekarang ini rupanya burung perkutut sudah biasa diternakan oleh pecinta konkurs. Selain melindungi dari kepunahan, kualitas burung dan anakannya pun tetap terjaga. Para peternak biasanya getol menyilang jenis perkutut unggulan dengan jenis lain, nan nanti diharapkan dapat menurunkan burung perkutut nan kualitas suaranya lebih baik dari induknya.

Melihat gairah global konkurs nan tetap stabil dengan kata lain tidak mengenal istilah pasang surut, menjadikan jual burung perkutut menjadi peluang bisnis nan menggiurkan. Kalau tertarik jual burung perkutut hasil ternak sendiri, itu lebih baik sebab dapat menciptakan kualitas produk Anda sendiri dan diminati konsumen.

Bahkan jika mampu memainkan serta memiliki burung perkutut dengan suara nan sangat bagus dan indah, harga burung perkutut dapat mancapai ratusan juta rupiah bahkan lebih dari ini. Pada umumnya mereka nan memiliki perkutut tersebut akan mengikut sertakan burungnya dalam perlombaan.

Hal ini dimaksudkan agar daya jual dari perkutut tersebut akan mahal. Hal ini sebab burung perkutut nan sering menang dalam perlombaan memiliki pengakuan serta memiliki kualitas nan teruji dari segi suara, bahkan dari segi-segi nan lainnya nan menjadi faktor pendukung burung perkutut tersebut menang dalam suatu perlombaan.

Sebelum Anda terjun dalam global peternakan perkutut, sebaiknya harus mengenal dulu jenis-jenis perkutut dan pakannya. Dalam artikel ini akan dijelaskan sedikit tentang perkutut. Ada beberapa jenis perkutut di muka bumi, namun nan biasa dipelihara oleh pecinta konkurs hanya dua yakni, perkutut lokal dan perkutut bangkok.

  1. Perkutut lokal. Burung perkutut jenis ini memiliki karakteristik khas nan dapat dilihat mata, yakni postur tubuhnya nan kecil, rona bulunya agak gelap, memiliki suara nan nyaring dan dalam. Burung jenis lokal banyak digemari sebab karakter suaranya nan pendek, tapi memiliki keunikan tersendiri.
  2. Perkutut Bangkok. Perkutut bangkok dapat dilihat dari bentuk badannya nan besar, rona pada kaki agak terang, memiliki suara nan keras, tapi agak dangkal. Perkutut bangkok banyak dipelihara bagi penggemar konkurs pemula.
  3. Perkutut Bali. Perkutut ini habitat aslinya ada di daerah Pulau Bali, Sumbawa, dan Flores. Yang membedakan dengan perkutut lain ialah perkutut bali ini memilik rona kuning pada kelopak matanya.

Dari klasifikasi perkutut diatas tersebut ialah klasifikasi dari mereka nan umumnya berada di global burung perkutut. Adapun nan lain ialah pembagian jenis-jenis perkutut dari sub ilmiah. Adapun pembagian perkutut tersebut dibagi menjadi tujuh jenis yaitu:

1. Geopelia Striata Striata

Burung perkutut jenis ini yaitu perkutut nan umumnya kita kenal dan biasa dipelihara oleh masyarakat pada umumnya. Perkutut lokal dan perkutut bangkok merupakan salah satu jenis perkutut nan masuk jenis Geopelia Striata Striata. Pada umumnya habitat mereka ialah habitat orisinil mereka nan umumnya mereka tinggali. Seperti Jawa, Bali dan Sumatra.

2. Geopelia Striata Mangeus

Perkutut jenis ini lebih dikenal sebagai perkutut bali atau perkutut sumba. Habitat dari perkutut jenis Geopelias Striata Mangeus ada di Bali, Lombok, Sumba, Sumbawa dan pulau Timor. Perkutut jenis ini memiliki karakteristik khas pada kelopak matanya nan berwarna kuning.

3. Geopelia Striata Audacis

Perkutut jenis ini memiliki habitat orisinil pada kepulauan Kei dan Tanimbar

4. Geopelia Striata Papua

Perkutut jenis Geopelia Striata Papua ini memiliki habiat orisinil seperti pada nama nan dimiliki yaitu pada pulau Papua.

5. Geopelia Stirata Placida

Perkutut jenis Geopelia Striata Placida ini memiliki habitat orisinil di Pulau Papua dan Australia Utara

6. Geopelia Striata Tranqualia

Perkutut jenis Geopelia Striata Tranqualia ini memiliki habitat orisinil di Australia tengah

7. Geopelia Striata Clelaudi

Perkutut jenis Geopelia Striata Tranqualia ini memiliki habitat orisinil di Australia Barat.



Membidik Pasar Potensial Burung Perkutut

Bagaimana membidik pasar potensial burung perkutut ini merupakan pertanyaan bagi beberapa pemula dalam menjual burung perkutut. Sejauh ini pasar perkutut terbilang masih terbuka lebar dan banyak sekali perluang buat berjualan burung perkutut.

Menurut perhitungan rasional, bila ada sekitar 10% dari 210 juta penduduk Indonesia nan memiliki hobi memelihara burung, jumlahnya sama dengan 21 juta penduduk. Mungkin taruhlah sekitar 3 % dari penduduk nan memiliki hobi memelihara burung getol memelihara burung perkutut. Maka terdapat pasar sebesar 7 juta orang getol memelihara perkutut.

Berdasarkan dari data daro Persatuan Pelestarian Perkutut se Indonesia (P3SI), jumlah peternak burung perkutut saat ini ada 5 ribuan dengan 50 ribu kandang, sedangkan produksi perhain hanya sekitar 500 ribu ekor. Dan bila dirata-rata maka setiap peternak menghasilkan 4.400 ekor senilai 220 juta. Dari data diatas kita dapat melihat betapa besar peluang berjualan burung perkutut.

Dari peluang tersebut harga perkutut memiliki harga nan sangat bervariasi, namun secara generik kita bisa membaginya menjadi 5 segmen yaitu:

1. Segmen Pertama yaitu segmen pasar nan menekankan permintaan burung perkutut buat kepentingan lomba, konkurs atau sejenisnya.

Dari kebutuhan segmen ini tentu membutuhkan burung perkutut nan memiliki kualitas nan sangat baik dan memiliki kreteria seperti nan telah ditetapkan oleh P3SI. Burung perkutut pada segmen ini memiliki harga hingga ratusan juta rupiah.

2. Segmen pasar nan kedua pada sisi perternakannya.

Pada pasar jenis ini diutamakan buat budidaya burung perkutut. Dimana pasar ini nan dicari ialah indukan nan mampu menghasilkan anakan secara optimal dengan suara dan irama nan anggun dan baik. Pasar jenis ini juga memiliki harga jual nan sangat tinggi.

3. Segmen pasar nan ketiga ini menekankan pada daya jangkau masyarakat penggemar perkutut.

Segmen ini pada umumnya lebih mengutamakan unsur gengsi antara penggemar perkutut. Jadi burung perkutut harus memiliki suara nan latif dan di sukai pemiliknya. Harga perkutut pada segmen ini mencapa puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

4. Segmen keempat ini berorientasi pada keberuntungan bagi pemiliknya.

Jadi perkutut jenis ini mampu membuat pemilik konfiden akan mendapat kebahafian dan rezeki nan berlimpah atau tanda-tanda nan lainnya. Orang nan mampu mengetahui peruntungan dari burung perkutut ini akan membelinya dengan harga berapapun nan dikehendaki.

5. Segmen pasar nan kelima ini mempertimbangkan pada keunikan serta keeksotisan dari burung perkutut.

Jika burung perkutut nan dijual memiliki estetika serta eksotisme nan menarik, maka pembeli tidak akan segan-segan membeli dengan harga mencapai ratusan juta rupiah.



Tip Jual Burung Perkutut

Untuk menjual bibit perkutut ke pasaran, sebaiknya pilihlah bibit perkutut dari indukan nan bagus. Selain mendongkrak harga perkutut, juga memberikan kepuasan kepada pelanggan. Berikut ini tips mudah buat menjual burung perkutut.

  1. Menjaga kualitas burung. Jika ingin barang dagangan Anda dicari oleh konsumen, sebaiknya hanya menjual bibit-bibit nan dijamin kualitasnya. Pilihlah dari indukan perkutut nan unggul. Ini dapat ditelusuri dari silsilahnya.
  2. Jemput bola. Menjual produk nan berbasis hobi, sebaiknya jangan tidak aktif di rumah saja. Sebaiknya sering-sering mendatangi sejumlah komunitas pecinta konkurs. Sambil sharing informasi, Anda dapat menawarkan barang dagangan.
  3. Kebersihan dan kesehatan. Produk ialah benda hayati nan harus diberi pakan dan dirawat serta dibersihkan secara berkala. Agar produk sehat dan tidak mengecewakan sebaiknya rajin membersihkan kandang, memandikan burung, dan menjaga pakan burung agar tetap penuh, serta memberi makanan suplemen.

Dari klarifikasi diatas bisa dijadikan pembelajaran bagi nan berjualan burung perkutut. Dan mungkin Anda tergiur dengan berjualan burung perkutut. Hal primer nan harus dimiliki ialah niat nan kuat. Semoga sukses!