Apakah Gogel Eksis?

Apakah Gogel Eksis?

Antara Gogel dan Google jelas sekali berbeda. Dilihat sekilas saja, keduanya memiliki disparitas nan sangat mencolok dari cara penulisan. Namun, jika dua kata tersebut dibaca dan didengarkan, telinga kita mungkin tidak akan mampu membedakan, mana nan Gogel dan mana nan Google. Terkadang, kesalahan ini hingga menjalar ke jemari tatkala mengetikkan kata Google.

Entah sebab terburu-buru atau tak sadar, maka kata Gogel lah nan tertulis. Hal tersebut sangat wajar karena bahasa kita antara pengucapan dan penulisan rata-rata senada. Namun tak dalam bahasa Inggris.



Gogel dan Google

Antara Gogel dan Google memiliki disparitas nan sangat kentara. Pertama , dari tulisannya saja sudah beda. Meski dalam pelafalannya mirip. Kedua , dari maknanya juga sangat lain. Google berasal dari kata googol nan bermakna angka satu (1) nan kemudian diikuti angka nol (0). Googol menunjukkan sebuah angka sapta nan sangat besar jumlahnya.

Lantas mengapa tidak menamakan mesin penelusuran tersebut Googol saja? Menurut salah satu sumber, Google mencoba buat merefleksikan bisnisnya serupa dengan Googol. Mereka mengelola bisnis nan sangat luas dan tanpa batas. Ingat, Google bukan Gogel atau googol. Menurut sumber nan lain, Google memplesetkan kata googol menjadi Google. Ada pula sumber nan menuliskan jika Google salah mendaftarkan domain. Mulanya mereka ingin mengambil alamat Googol.com, namun terdaftar Google.com.

Jika Larry Page dan Sergey Brin memilih nama Gogel, apakah Google akan mampu besar seperti sekarang? Dapat saja hal itu terjadi karena nan menjadi andalan Google bukanlah nama mereka. Namun produk serta layanannya. Seperti arti kata Googol tadi, sapta nan sangat besar dan tidak terbatas. Sekarang, Google memiliki bisnis nan tidak ternilai. Mereka mampu menghasilkan puluhan milyar dolar dalam setahun. Seandainya Larry Page dan Sergey Brin terpeleset memilih Gogel daripada Google dalam mendaftar domain, mesin penelusuran mereka tetap akan sukses.



Mengapa Harus Gogel

Tidak sedikit pengguna internet nan salah mengetikkan Google menjadi Gogel. Kesalahan ini menurut Alexa.com dalam sehari dapat mencapai ribuan kali. Apa nan menyebabkan mereka begitu tertarik dengan Gogel.com?

Pertama, soal kemiripan kata. Antara Google dan Gogel hanya memiliki satu disparitas huruf yakni ‘o’. Apabila orang terburu-buru mengetikkan alamat Google.com, niscaya mereka akan menulis Gogel.com. Kedua dalam pelafalan. Telinga kita akan mendengar kata nan sama antara Gogel dan Google. Di kedua kata tersebut pengucapannya sangat mirip. Terlebih jika menggunakan lidah Indonesia. Kita akan susah membedakan pelafalan Gogel dan Google. Kebiasaan berucap Gogel tatkala menyebut Google akhirnya menular ke jemari ketika ingin menuliskan Google.

Tahukah Anda jika situs Alexa.com bahkan mencatat pengguna internet mencari topik Gogel di mesin penelusuran Google. Kata kunci nan sering dicari yakni www.gogel.com, gogel.com, dan gogle. Pada ketiga keyword tersebut justru memiliki impact nan tinggi ke situs Google. Dan situs Gogel malah tidak mendapatkan apa-apa (visitor).

Mengapa Gogel justru tidak mendapatkan pengunjung? Sebab pada hasil penelusuran, Google langsung bertanya ulang dan menyarankan, apakah nan Anda maksud Google? Nah, mereka nan salah ketik atau memang sengaja mengetikkan alamat Gogel secara otomatis akan menyadari kekeliruannya bukan?

Masih menurut Alexa.com, situs Gogel.com memiliki pengunjung rata-rata pria dan berumur antara 25 – 34 tahun. Situs Gogel nan berlokasi di New York, Amerika Perkumpulan memang tak sekelas Google. Namun, Gogel bukan situs abal-abal.



Apakah Gogel Eksis?

Situs Gogel ada. Di atas telah dijelaskan data dan faktanya. Namun, jika Anda mencoba buat mengaksesnya di URL Gogle.com maka akan dialihkan ke alamat WebFile.com. Entah mengapa hal ini terjadi. Mungkin sang pemilik domain sengaja ingin mengarahkan pengguna internet nan salah menuliskan URL Google (Gogel) ke WebFile.com

Menurut GoDaddy.com, domain Gogel dimiliki oleh Fabulous Pty Ltd. Domain ini eksis sejak 28 Maret 2002 silam. Hanya beda lima tahun dari domain Google nan didaftarkan sejak tahun 1997. Lantas, apa isi situs WebFile.com nan menjadi acum situs Gogel.com? Tidak jelas apa isi situs alihan Gogel.com ini. Namun, jika Anda masuk ke laman situs WebFile, maka akan tertampil beberapa kategori nan mengarah pada topik penelusuran. Sebut saja kategori bisnis, pendidikan, lowongan pekerjaan, travel , kuliner, keuangan, dan lain sebagainya.

Lantas, sampai kapan Gogel.com akan diarahkan ke WebFile.com? Entahlah, ini ialah kewenangan sang pemilik domain. Dapat sementara atau selamanya. Tergantung admin web tersebut dalam pengaturan pengalihan URL. Apakah ada maksud lain pengalihan alamat URL tersebut? Dapat saja ada. Mungkin saja WebFile.com ingin menaikkan trafik pengunjungnya dengan berharap jatah visitor dari pengguna nan secara kebetulan salah mengetikkan alamat Google.com menjadi Gogel.com. Logis bukan?



Apakah Gogel Bagian dari Google?

Tentu saja bukan. Gogel bukanlah bagian perusahaan atau produk dari Google. Google tak memiliki layanan Gogel. Layanan atau produk Google antara lain Youtube, Gmail, Google Maps, Google Docs, Google Calender, Blogspot, dan masih banyak lain. Jika ada nan beranggapak Gogel bagian dari Google ialah salah besar. Gogel ialah sebuah situs internet nan secara pelafalan sangat mirip dengan Google. Namun situs tersebut sangat berbeda dengan Google. Baik dari isi, tampilan, maupun produk serta layanan.

Untuk mesin penelusuran atau pencari di internet hanyalah Google bukan Gogel. Jika Gogel banyak nan mengakses atau pengunjung, hal tersebut murni dampak kesalahan dalam penulisan alamat di URL peramban.



Googleplex dan Gogelplex

Tak hanya kesalahan dalam penulisan kata Google, penguna internet kerap salah ketika mengetikkan Googleplex di kotak penelusuran. Apa itu Googleplex? Googleplex ialah kantor pusat Google di California, Amerika Serikat. Kantor ini menjadi loka idaman buat bekerja bagi karyawan di seluruh dunia. Ingat, Googleplex bukan Gogelplex.

Maksud hati ingin menulis Googleplex justru jemari mengetikkan Gogelplex. Jika Anda pernah mengalami kesalahan ini jangan khawatir. Google akan langsung menyarankan Anda buat menelusuri topik Googleplex bukan Gogelplex.



Masa Depan Gogel

Lantas, bagaimana dengan masa depan Gogel? Situs tersebut akan tetap ada. Menurut GoDaddy.com, domain Gogel.com akan habis masa berlakunya pada 28 Meret 2012. Jika sang pemilik domain tidak memerpanjangnya, maka Gogel.com akan diparkir dan dilelang. Untuk urusan rangking, Alexa.com mencatat domain Gogel.com berada di peringkat 4 jutaan dunia dan 82 ribu di negara Iran. Lantas, mengapa pemiliki Gogel.com tidak mengisi situsnya dengan konten berkualitas sehingga mampu menarik pengunjung?

Mungkin pemiliknya beranggapan jika tidak mungkin bisa mengalahkan kedigdayaan Google. Lagipula, sumber visitor primer Gogel.com ialah mereka nan salah mengetikkan kata Google menjadi Gogel. Sangat sporadis terjadi pengunjung nan langsung menuju Gogel.com. Pendek kata, jika situs Gogel.com nantinya jika terisi konten niscaya hanya menjadi bayang-bayang Google.com.

Masa depan Gogel di internet masih bisa ditebak. Setidaknya, situs ini akan tetap ada dan eksis meskipun hanya sekadar parkir tanpa konten apa pun. Namun, jika Anda bertanya masa depan Google, tidak ada nan mampu menjawabnya. Situs ini terus berkembang dan berkembang. Google sepertinya tidak memiliki rem dalam berinovasi dan berinoasi. Sekali lagi, mesin penelusuran itu bernama Google bukan Gogel.