Kegemilangan Salam Rindu

Kegemilangan Salam Rindu

Saat bulan purnama bersinar
Terangi malamku teringat padamu
Dan kukirimkan salam tentang rasa rinduku
Bersama angin malam, kusetia menunggu ...

Siapa nan tak kenal lagu Tipe X berjudul Salam Rindu tersebut. Tampaknya, pada 2001, lagu tersebut menjadi raja tangga lagu Tanah Air. Ya. Dari sekian banyak lagu Tipe X, Salam Rindu merupakan lagu nan cukup fenomenal. Alunan musik SKA nan riang dipadu lirik nan ringan membuat lagu tersebut meledak.



Berselimut Rindu

Mengapa setiap ada lagu tentang rindu, selalu disuka? Kerinduan itu milik semua orang. Bahkan rasa rindu ini mampu membuat semangat hayati menjadi drop ketika orang nan dirindu tidak kunjung dijumpai. Kisah Sriyono nan berjualan siomay mungkin dapat menjadi bukti betapa kerinduan telah membuatnya terpuruk dan kerinduan jua nan membuatnya bangkit.

Sriyono bukan seseorang nan tidak mempunyai ilmu. Ia ialah mantan seorang miliader nan sangat sukses. Kesuksesannya luar biasa sehingga pada saat krisis moneter melanda Indonesia pun ia tak mengalami bangkrut malah dapat terus mengembangkan sayap bisnisnya. Sayang kehidupan rumah tangganya berantakan dan ia akhirnya tidak dapat berjumpa dengan anak-anaknya. Ia jatuh miskin. Ia bahkan menjadi gelandangan. Berbagai usaha ia lakukan buat sekedar menyambung hidup. Tetapi kerinduan nan mendalam kepada kedua buah hatinya membuatnya tidak mampu berkonsentrasi. Ia bangkrut lagi. Kerinduan membuatnya lelah dan tidak tahu apa nan harus dilakukan.

Ketika akhirnya ia menyadari satu hal nan harus dilakukan ialah terus bekerja dan terus berupaya mencari di mana anak-anaknya berada. Ia pun menjadi pedagang siomay keliling dengan penampilan nan sangat beda. Serba pink ialah satu karakteristik nan sangat menonjol. Ejekan dan hinaan sempat ia rasakan. Namun, smeua itu ia tepiskan dan tidak ia hiraukan. Pikirannya terfokus bagaimana menemukan anak-anaknya nan begitu ia rindukan. Di berbagai kesempatan seperti adanya peristiwa krusial ia berusaha menjadi nan paling menonjol agar dapat diliput.

Kalau dapat masuk televisi, ia berharap anak-anaknya melihat dan ia dapat berjumpa dengan mereka. Apa nan dilakukannya memang tak sia-sia. Akhirnya ia dapat berjumpa dengan anak-anaknya. Kehidupan seolah hadir lagi dan hidupnya kini terasa makin semangat. Ia telah menemukan jati dirinya lagi. Ia mulai menata hayati dan menjalankan bisnisnya dengan tujuan nan semakin jelas. Ia mau anak-anaknya bangga dengan dirinya. Ia ingin anak-anaknya melihat betapa ia sangat menyayangi mereka.

Kisah kerinduan nan sangat mendalam itu ternyata tak hanya milik seorang Sriyono. Rasa rindu itu ialah milik semua orang. Tak heran kalau lagu tentang kerinduan itu sangat diminati oleh semua orang. Seorang penulis mampu menghasilkan satu karya nan sangat bagus hanya dalam waktu 2 minggu saja sebab didorong oleh rasa rindu nan menadalam. Novel Tanjung Cinta, karya Heriyati nan diterbitkan oleh Republika, ialah satu contoh betapa kerinduan telah menjadi inspirasi nan tidak pernah bertepi.

Kerinduan telah juga menjadi inspirasi banyak orang melakukan sesuatu nan tidak pernah terbayangkan. Seorang anak perempuan baru lulus SMP berani pergi menyeberangi pulau demi melepaskan rindu kepada ibunya. Ia tidak peduli kesusahan nan akan dialaminya selama perjalanan. Ia juga tidak peduli betapa lamanya perjalanan nan harus ditempuhnya. Baginya, berjumpa sang bunda ialah sesuatu nan sangat penting. Semua perjuangan ialah satu pengharapan. Perjuangan itu ialah proses mendapatkan hadiah, yaitu menatap mata dan memeluk ibu nan sangat dicintainya.



Lagu Rindu jadi Lucu

Lagu Tipe-X memang seru. Lagu nan harusnya melankolis itu mampu membuat banyak orang merasa terwakilkan perasaannya. Kerinduan nan mendayu dibuat cukup bersahaja. Kerinduan ternyata tidak harus dilinangi dengan air mata. Kerinduan tidak harus diresapi sebagai bagian dari rasa nan memakan energi. Kerinduan dapat juga dibuat sebagai pembakar semangat dan menjadi energi tidak henti nan membuat para perindu menjadi kuat dan terus merasakan kekuatan itu hingga sukses membuat satu karya nan indah.

Meskipun Salam Rindu terdapat dalam album kedua Tipe X, lagu tersebut boleh dikatakan sebagai awal kemunculan Tipe X di blantika musik Indonesia. Saking terkenalnya, lagu Salam Rindu dihafal oleh anak-anak. Bahkan, dengan syair nan dipelesetkan seperti berikut ini.

Saat bulan purnama bersinar
Aku dilahirkan di kebun binatang
Dipeluk dan dibelai sama orang utan...

Kreativitas terkadang sering diapresiasi dengan berbagai cara. Ketika lagu Tipe-X itu dibuat menjadi satu lagu nan terkesan lucu, itulah bentuk penghargaan nan diberikan oleh para pendengarnya. Ini ialah satu bukti bahwa masyarakat menerima lagu itu sebagai bagian dari kehidupan mereka. Ketika satu lagu menjadi bagian dari kehidupan, pada saat itu pencipta dan semua orang nan terkait dengan lagu tersebut akan merasa bangga dan bahagia walaupun secara finansial mereka dirugikan.



Kegemilangan Salam Rindu

Salam Rindu memang merupakan salah satu lagu jagoan nan tak salah dipilih Tipe X dalam album kedua mereka berjudul “Mereka Tak Pernah Mengerti” (2001). Video klip lagu ini digarap oleh pengarah adegan terkenal Indonesia, Dimas Djayadiningrat. Album kedua ini meraih berhasil besar di pasar musik berkat lagu andalan Salam Rindu . Album ini pun dianugerahi Triple Platinum.

Semua personil Tipe-X tentu saja sangat senang dengan pencapaian itu. Tidakmudah menebak lagu apa nan disenangi oleh publik tanah air. Apalagi dengan musik nan tidak biasa. Musik nan hanya mempunyai penggemar nan tak banyak. Musik baru nan berbeda dengan musik pop nan mudah didengar. Ska ialah satu konsep nan terdengar tak terlalu akrab di telinga para penikmat musik. Lagu ini dinilai tidak romantis. Tetapi ternyata ketika syair lagu berhubungan dengan rasa rindu, kerinduan itu memang sangat dahsyat pengaruhnya.

Lagu nan sangat fenomenal bagi grup band nan masih tergolong baru. Apalagi harus bersaing dengan lagu-lagu berlatar belakang kerinduan nan juga dinyanyikan oleh para penyanyi nan mempunyai bakat nan bagus. Tipe-X menyadari hal itu. Yang dapat mereka lakukan hanyalah berdoa, bekerja, dan pasrah. Mereka memang sangat berharap album ke-2 ini akan menuai kesuksesan nan cukup memberikan penghasilan nan lumayan. Tuhan memang tak tidur. Tuhan paham kebutuhan umat-Nya. Tuhan tahu kapan harus memberikan apa nan telah lama diminta oleh umat-Nya dan kapan menunda permintaan itu.



Profil Tipe X

Tipe X merupakan sebuah band beraliran SKA nan terbentuk sejak September 1995 dengan nama Head Master. Pada awal terbentuk, Tipe X digawangi oleh 4 personel, yaitu Tresno (vokal), Micky ( bass ), Yoss (gitar), dan Hendro ( drum ). Saat itu, Tipe X kerap membawakan lagu-lagu Red Hot Chilli Peppers. Penampilan mereka cukup nyentrik. Walau begitu, ternyata ditahun-tahun awal kehadiran mereka belum mampu menarik perhatian para penikmat musik Indonesia.

Beberapa waktu berselang, Tipe X menambah satu personel baru sebagai gitaris, yaitu Irul. Setelah Irul bergabung, Tipe X mencoba membawakan satu genre musik nan kala itu masih tergolong asing di Indonesia, yaitu SKA. Mereka pun berhenti menyanyikan lagu-lagu RHCP dan berganti membawakan lagu-lagu band SKA luar, Voodoo Glow Skull dan Operation Ivy.

Tipe X pun mulai menciptakan lagu sendiri serta sering tampil pada pentas musik dan anjung underground . Tidak hanya itu, Tipe X pernah menjadi kampiun sebagai band favorit di Festival Musik Alternatif. Sebagai band beraliran SKA, tentu Tipe X ingin perbedaan makna SKA lebih hadir dalam grupnya sehingga mereka merekrut Andi (terompet) dan Billy ( trombone ).



Awal Rekaman

Setelah Andi dan Billy bergabung, Tipe X semakin gencar memperkenalkan genre musik dan lagu nan mereka ciptakan. Salah satunya, mereka mengirim demo lagu Frustasi ke program Aktualisasi diri nan ditayangkan Indosiar. Selain ke Indosiar, Tipe X mengirim demo lagu Bebas Pusing ke IndieLapan Prambors dan sukses meraih peringkat kelima.

Sejak itu, Tipe X semakin sering tampil di panggung-panggung hingga Dodo Abdullah, pemimpin Pops, merasa tertarik. Akhirnya, Tipe X rekaman dengan judul album “Ska Phobia” pada (1999). Hingga 2009, Tipe X sudah menghasilkan 5 album. Sebagai gebrakan baru, pada lagu Ciuman Pertama (2009), Tipe X berkolaborasi dengan penyanyi asal Kanada, Chelssie Baker. Lagu Tipe-X pun akhirnya semakin sering terdengar baik di radio maupun di televisi.