Sungai Cidadap

Sungai Cidadap

Gununghalu ialah salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan Gununghalu menyimpan pesona alam pengunungan nan asri, dengan hawa nan sejuk. Suhu udara rata-rata di wilayah Kecamatan Gununghalu berkisar antara 18 hingga 25 derajat Celcius.

Udara nan sejuk dan dingin bisa membuat badan rileks, serta pikiran kembali segar setelah bekerja penuh selama seminggu. Di hari libur ada baiknya Anda mengajak keluarga buat pergi ke wisata Gunung Halu. Banyak pesona menarik nan bisa dinikmati di kawasan agrowisata ini. Masyarakat sekitar nan ramah akan menjadikan hati kembali luluh sesudah ditempa kerasnya kehidupan di perkotaan.

Jika rekreasi ialah kegemaran Anda dan keelokan alam pegunungan terasa begitu memikat serta mampu membahagiakan Anda, Gununghalu bisa menjadi salah satu alternatif tujuan pariwisata Anda dan keluarga.

Di Kecamatan Gununghalu, Anda akan disuguhi kesuburan tanah nan menjelma dalam hamparan hijau sawah, perkebunan teh, perkebunan jeruk, dan hutan. Gemericik air sungai nan sangat jernih, melengkapi estetika alam bumi Gununghalu. Di daerah ini akan ditemui banyak petani dengan macam-macam kebun dan ladang mereka. Anak-anak akan banyak belajar dari kenyataan penggarapan sawah tersebut. Ajari dan bimbinglah anak buat bisa berkomunikasi dengan penduduk setempat.

Pesona hijau alam ini menghadirkan kedamaian bagi siapa pun nan mampu menikmatinya. Kecamatan Gununghalu juga memiliki makanan khas nan bisa Anda jadikan buah tangan dari aktivitas rekreasi Anda. Maka, kesegaran jiwa, ketenangan, dan kesenangan nan ingin didapatkan setiap orang dari kegiatan berwisata bakal diberikan oleh wilayah ini.



Kebun Teh Montaya

Kebun teh Montaya ialah perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara VIII. Perkebunan teh ini telah berdiri lebih dari satu abad nan lalu, yaitu pada tahun 1908. Ketika baru didirikan, perkebunan ini bernama NV Cultuur. Pemiliknya ialah seorang pengusaha berkebangsaan Belanda.

Setelah melewati berbagai perubahan seiring bergulirnya zaman, dengan beberapa catatan sejarah nan mewarnai, kebun teh Montoya akhirnya menjadi milik pemerintah Indonesia. Kebun teh Montoya membentang dalam areal seluas lebih kurang 1.194,00 hektar.

Berwisata di areal ini, mata bisa dengan lahap menikmati sajian permadani hijau pohon teh nan menyelimuti bukit dan lembah. Para pemetik teh, dengan caping lebar dan keranjang di punggung, menambah eksotika pemandangan. Kebun teh Montaya bisa dikatakan cukup unik.

Di wilayah ini, Anda tak melulu akan berjumpa dengan pohon-pohon teh nan tumbuh subur, tetapi juga sawah dengan tanaman padi. Kebun teh Montoya membaur dengan areal persawahan.

Jadi, kadang Anda akan berada di antara pepohonan teh. Namun, sebentar kemudian sudah menemukan sawah, lalu kebun teh lagi, selanjutnya sawah lagi. Keunikan ini membuat estetika loka ini terasa makin sempurna.

Bagian lain nan tidak terpisah dari areal perkebunan teh Montaya ialah hutan industri nan ditanami bermacam-macam pepohonan, antara lain suren, mahoni, albazia, dan akasia.

Kebun teh merupakan salah satu loka wisata nan sangat pas buat dikunjungi oleh keluarga. Di area nan penuh dengan dedaunan hijau ini akan membuat perasaan dan pikiran menjadi santai dan tenang. Semua kepenatan dalam keluarga bisa direfresh dengan wisata di kebun teh. Akan lebih mengasyikkan bila anak-anak bisa berlatih buat memetik daun teh, membantu tugas para petani dan berkomunikasi dengan mereka.

Bagi para ibu akan lebih paripurna jika menyiapkan makanan dan minuman buat berpiknik. Di kebun teh banyak lokasi nan bisa digunakan buat menggelar tikar guna berpiknik. Saat tubuh mulai lelah dan haus, sudah saatnya melakukan pemberhentian dan makan bersama keluarga dimulai. Kebersamaan anggota keluarga akan semakin erat dengan senyuman dan canda dari ibu dan bapak mereka.

Rakyat Indonesia sepertinya tak dapat dilepaskan dari wanginya aroma teh. Lihat saja setiap pagi mereka terbiasa disuguhi teh oleh para ibu di rumah. Namun sedikit diantara kita nan mengetahui bagaimana sebuah teh bisa diproduksi, mulai dari penanaman hingga proses pengemasan. Berwisata ke kebun teh akan bisa memberikan informasi nan menarik bagi anak. Mereka dapat melihat langsung seperti apa tanaman teh, sekaligus memetiknya.

Lakukan kunjungan ke rumah warga sekitar atau perusahaan nan mengolah daun teh. Hal tersebut akan menambah pengalaman berwisata Anda.



Pabrik Teh Ortodoks Montaya dan Pabrik Teh CTC Harendong

Keduanya ialah pabrik pengolahan teh hitam milik perkebunan Montaya. Berwisata di pabrik pengolahan teh ini akan membuka wawasan Anda mengenai bagaimana teh diproses dari daun segar hingga siap dinikmati sebagai minuman berasa lezat.

Di sini, Anda akan memahami betapa buat sampai ke rumah Anda, teh harus melalui perjalanan nan cukup panjang, melibatkan teknologi dan orang-orang penuh dedikasi nan terlibat dalam proses produksi. Memahami proses ini akan membuat pencinta teh lebih menghargai minuman favoritnya.

Di area pabrik ini, hidung Anda akan dimanjakan oleh aroma teh nan menguar dari proses produksi. Sayangnya, buat bisa masuk area pabrik teh ini, pengunjung harus mengajukan izin tertulis beberapa hari sebelumnya.

Hal ini sebab pabrik teh perkebunan Montaya memang tak dibuka buat umum. Perkebunan teh Montaya sendiri belum dikelola buat tujuan agrowisata.



Sungai Cidadap

Sebuah sungai mengalir melalui wilayah Kecamatan Gununghalu. Itulah Sungai Cidadap. Salah satu desa nan dilewati genre sungai ini ialah Desa Bunijaya. Di Desa Bunijaya, Sungai Cidadap mengalir membelah areal persawahan.

Beberapa jembatan kecil membentang di atas sungai ini. Ada nan terbuat dari besi, ada pula nan terbuat dari bambu. Konon, jembatan besi disini telah ada sejak zaman Belanda.

Anda bisa menikmati estetika loka ini dari atas jembatan. Atau, jika ingin lebur dengan alam Bunijaya, Anda bisa menyusuri pematang sawah, menikmati lebih dekat hamparan padi dan gemericik air sungai. Anda bisa juga bertegur sapa dengan para petani.

Sungguh, perbedaan makna alam pedesaan ini akan menghadirkan berjuta rasa damai bagi segenap jiwa nan biasa terimpit kesibukan kota.



Dodol Jawadah

Jika Anda telah merasa cukup menikmati pesona alam bumi Ganunghalu dan semua tujuan rekreasi telah didapatkan, janganlah terburu-buru meninggalkan wilayah kecamatan ini sebelum berkenalan dengan makanan khasnya.

Kecamatan Gununghalu memiliki makanan khas bernama dodol jawadah. Dodol jawadah dibuat dari campuran gula merah, beras ketan, dan kelapa parut. Legit ialah kata nan tepat buat menggambarkan rasa dodol jawadah nan tak terlalu manis.

Warna cokelat gula merah pada penganan ini sungguh menggoda. Dodol jawadah berbentuk seperti rollade, dengan kelapa parut nan digulung dengan dodol. Masyarakat setempat juga menyebut dodol jawadah dengan sebutan dodol keureut (potong) sebab makanan ini disajikan sudah dalam bentuk potongan-potongan.

Membawa dodol jawadah sebagai buah tangan akan melengkapi kegiatan rekreasi Anda menjelajahi bumi Gununghalu. Perjalanan dari Bandung menuju Gununghalu memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam.