Lokasi

Lokasi

Gunung Tangkuban Bahtera merupakan salah satu gunung nan terletak di Provinsi Jawa Barat. Bila dari arah Kota Bandung menempuh jeda 20 km. Ketinggian dari gunung ini mencapai 2084 meter. Di sekitar gunung tersebut terdapat hamparan kebun teh nan luas serta banyaknya pohon pinus nan rimbun.

Pusat erupsinya ialah nan terjadi perpindahan dari arah timur ke arah barat. Letusan nan terjadi di gunung ini biasanya mengeluarkan jenis batuan sulfur maupun larva. Untuk mineral nan keluar saat letusan, yaitu sulfur belerang.

Bila gunung dalam keadaan tak aktif maka uap belerang akan keluar dari gunung ini. Perum perhutani nan mengelola daerah gunung tangkuban bahtera ini. Suhu normal nan ada di gunung ini pada siang hari ialah 17 derajat celsius sedangkan bila pada malam hari ialah 2 derajat celsius.

Memang Gunung Tangkuban Bahtera dijadikan sebagai loka wisata para keluarga baik nan ada di luar kota maupun dari kota Bandung sendiri. Kalau dilihat dari nama gunungnya sendiri mungkin kedengarannya aneh. Gunung ini dinamakan Tangkuban Bahtera sebab gunung ini memiliki bentuk nan persis dengan bahtera nan sedang dalam posisi terbalik.

Jika dilihat dari sejarah, pada sekitar tahun 1910 telah terjadi letusan pada gunung ini dengan kekuatan 2 skala richter. Letsan ini membawa banyak perubahan salah satunya yaitu timbulnya kaldera nan mengeluarkan banyak asap nan berasal dari belerang.



Asal Mula Gunung Tangkuban Perahu

Banyak sekali asal usul mengenai keberadaan gunung ini. Salah satunya ialah sebagai berikut.

Berdasarkan cerita dari masyarakat nan tinggal di daerah tersebut, gunung ini terbentuk sebagai legenda dari Sangkuriang. Sangkuriang merupakan anak laki-laki nan tampan. Ibu dari Sangkuriang ini yaitu Dayang Sumbi nan mempunyai kecantikan tiada tara.

Awal mulanya, Dayang Sumbi menikah dengan seorang anjing bernama Tumang. Anjing tersebut merupakan manusia nan berubah menjadi seekor anjing. Mereka menikah bukan sebab direncanakan, akan tetapi sebab ucapan dari Dayang Sumbi.

Waktu itu Dayang Sumbi sedang merajut sebuah pakaian hangat, namun entah mengapa jarum nan dia pakai selalu saja lepas dari genggamannya. Jarum itu berkali-kali jatuh ke tanah. Lama kelamaan Dayang Sumbi lelah mengambil jarum tersebut. Lalu, dia berkata "siapa saja nan mengambilkan jarum itu untukku maka saya akan menikah dengannya." Namun tak di sangka-sangka nan mengambil bukanlah sosok pria nan tampan melainkan hanya seekor anjing.

Dayang Sumbi terkejut saat sadar jika itu ialah seekor anjing. Namun, sebab sudah terlanjur berucap maka dia menikah dengan anjing tersebut. Setelah mereka menikah hadir seorang anak nan diberi nama Sangkuriang tampannya memang sangat rupawan. Namun Sangkuriang tak pernah tahu bahwa anjing nan ada di rumahnya ialah ayahnya sendiri.

Suatu ketika Sangkuriang bersama anjing itu pergi buat berburu. Namun malang sedang datang, tak ada satu ekor hewan pun nan didapatkan. Sangkuriang nan kesal memutuskan buat membunuh anjing tersebut dan membawa hatinya buat dimasak oleh ibunya.

Setelah pulang ke rumah ibunya memasak hati hewan buruannya tersebut. Ketika hendak makan Dayang Sumbi bertanya, anjingmu mana? Sangkuriang menceritakan semuannya kepada Dayang Sumbi. Dayang Sumbi marah dan mengusirnya.

Sangkuriang dan Dayang Sumbi berpisah namun suatu hari bertemu. Ternyata Sangkuriang jatuh cinta pada ibunya sendiri. Dia nekat melamar ibunya. Namun Dayang Sumbi mempunyai ide buat membatalkan niat Sangkuriang dengan cara memberi syarat buat membuat bahtera dalam satu hari. Namun ternyata, sangkuriang gagal dan menendang bahtera tersebut hingga terbalik dan jadilah Gunung Tangkuban Perahu.



Keunikan

Gunung ini memang sama denga gunung nan ada lainnya. Namun, gunung ini memiliki keistimewaan, yaitu puncaknya berbentuk datar serta memanjang persis dengan posisi bahtera saat terbalik. Bukan hanya itu saja, keistimewaan juga terdapat pada letak dari gunung ini nan memberikan pemandangan luas berupa hamaparan kebun teh.

Letak gunung ini memang strategis sehingga kita dapat melihat pemandangan nan ada di sekitar. Apalagi ditemani suasana nan latif dengan hawa nan sejuk. Inilah nan membuat gunung ini sebagai pilihan wisata nan tepat.

Di sekitar gunung ini juga terdapat kawah. Kaldera tersebut terdiri atas 10 macam, antara lain Pangguyangan Badak, Kaldera Jurig, Kaldera Domas, Kaldera Ecoma, Kaldera Lanang, Kaldera Baru, Kaldera Ratu, Kaldera Jarian, Kaldera Siluman, dan Kaldera Upas. Di kawah-kawah tersebut akan tercium bau belerang nan berasal dari sela-sela batuan nan ada di sekitarnya.

Bagi para wisatawan, kaldera nan paling digemari ialah Kaldera Domas, Kaldera Ratu, serta Kaldera Upas. Kaldera nan memiliki bentuk mirip mangkuk nan besar ialah Kaldera Ratu. Estetika kaldera akan dapat Anda nikmati dengan jelas jika cuaca sedang cerah. Letak Kaldera Upas dan Kaldera Ratu ternyata bersebelahan satu sama lain.

Di Gunung Tangkuban Bahtera ini kaldera nan terbesar ialah Kaldera Ratu. Kaldera Upas dan Kaldera Ratu mempunyai disparitas pada bagian bentuknya. Kalau Kaldera Ratu itu dalam seperti mangkuk, maka Kaldera Upas bentuknya datar atau dangkal. Jadi tak mengherankan bila di sekitar Kaldera Upas terdapat banyak pohon liar.

Ada lagi kaldera nan mempunyai bentuk cekung, yaitu Kaldera Domas. Kaldera ini merupakan sumber air panas. Para pengunjung nan datang ke Tangkuban Bahtera pastinya tak akan melewatkan Kaldera Domas begitu saja. Air panas nan ada dipercaya sangat bermanfaat buat berbagai macam penyakit kulit. Hal ini dikarenakan ada kandungan belerang di air panas tersebut.

Bagi Anda nan ingin datang ke sini tak usah takut kelelahan dampak perjalanan nan jauh. Karena jeda nan diperlukan buat menempuh kaldera satu dengan kaldera lainnya lumayan dekat. Namun, bila Anda menginginkan cara mudahnya, Anda dapat menyewa kuda buat membantu Anda berjalan-jalan di sekitar kawah-kawah tersebut.



Lokasi

Bila Anda tertarik buat berwisata ke Tangkuban Bahtera tinggal datang saja. Lokasi gunung Tangkuban Bahtera itu di Bandung, tepatnya di Kecamatan Palembang, Desa Cikole, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi nan masih dalam keadaan aktif. Maka tak heran Direktorat Vulkanologi Indonesia melakukan supervisi secara terus menerus.

Gunung ini aktif sebab terdapat kaldera nan melakukan aktivitasnya. Hal ini ditandai dengan keluarnya sumber air panas dari kaldera serta gas belerang nan bermunculan.

Namun akhir-akhir ini bermunculan isu tidak sedap mengenai keadaan gunung ini. Bahkan ada peringatan nan dimuat di kawasan Tangkuban Bahtera bahwa gunung dalam keadaan siaga I. Hal ini dikarenakan gunung ini banyak mengeluarkan lava pijar sampai dengan mencapai ketinggian 3 meter. Jadi buat mencegah terjadinya bahaya bagi para pengunjung, sementaraa waktu objek wisata ini ditutup.

Berdasarkan catatan dari Pusat Vulkanologi, tremor nan terjadi merupakan gempa tektonik lokal dan vulkanik. Hal ini terjadi saat tengah malam sampai dengan pagi. Amplitudo pada gempa tremor ini antara 4 milimeter sampai dengan 6 milimeter. Gempa ini terjadi sekitar 4 september 2012 antara jam 12 malam sampai dengan pukul 4 pagi.

Gempa nan terjadi ini diperkirakan akan menyebabkan menyebarnya gas beracun di sekitar kawasan gunung tersebut sinkron dengan arah angin nan sedang terjadi. Meskipun kemungkinan besarnya angin akan bergerak ke arah utara. Warga diminta buat berhati-hati. Bila keadaan semakin parah, warga harus mengungsi ke loka nan lebih aman.

Sekarang gunung ini sudah kembali normal. Maka loka wisata ini dibuka kembali buat para pengunjung. Jadi, tak perlu risi sebab keamanan berwisata disini akan selalu terkendali. So, selamat berwisata.