Kiat Memelihara Anak Kucing

Kiat Memelihara Anak Kucing

Memelihara kucing sudah tak aneh lagi di telinga kita. Mayoritas orang suka dengan hewan lucu nan satu ini, sehingga mau merawat anak kucing . Kucing lebih higienis bila dibandingkan dengan anjing. Hal nan jelas, memelihara dan merawatnya lebih halal bagi umat Islam daripada anjing.

Melihat kelucuan dan manjanya anak kucing, hati siapa nan tak terpincut dan ingin merawatnya di rumah. Seringkali kita melihat anak kucing nan terdampar atau meraung-raung mencari induknya nan hilang entah ke mana.

Kondisinya nan masih kecil dengan tenaga seadanya. Menimbulkan rasa iba kita buat mengambil dan merawatnya.



Kucing, Hewan Kesayangan Rasulullah

Kucing ialah satu hewan kesayangan Rasullah Muhammad SAW. Hal tersebut dibuktikannya dengan suka merawat kucing di rumahnya. Memang merawat kucing bukanlah hal nan wajib, meskipun Rasulullah menyayanginya.

Hanya Rasulullah sebagai panutan kita saja menyukainya, tak mungkin kita malah tak menyukai kucing. Kucing dapat kita ajak bermain dan bila kita pandai merawat dan memeliharanya, kucing pun dapat menjadi hewan nan pintar.

Kucing ini dikenal sebagai hewan nan penurut. Oleh sebab itu, kucing dapat kita ajarkan sebagaimana kita berperilaku. Misalnya, kita jijik dengan kucing sebab suka buang air sembarangan.

Jika diajarkan buat buang air di closet atau kamar mandi, kucing akan sanggup melakukannya. Contoh lainnya, jika kurang suka merawat atau memelihara kucing di rumah sebab suka mencuri makanan. Kita dapat mengajarkannya buat tak mencuri dengan memberikannya makanan secara berkala.

Termasuk juga ketika akan tidur. Kucing dapat kita ajari buat tidur di loka nan sudah disediakan spesifik untuknya, sehingga tak akan mengganggu kita di loka tidur.

Banyak hal nan dapat kita ajarkan pada hewan nan lucu dengan bulunya nan menggemaskan ini. Bagi mereka nan memang penyayang hewan , niscaya akan sangat menyenangkan merawat dan memelihara kucing semenjak masih anak kucing nan kecil.

Bahkan, ada nan memelihara anak kucing dari berbagai jenis. Mulai kucing kampung sampai si cantik kucing persia. Mengingat kucing dapat berperilaku seperti manusia bila diajari. Rasanya itulah alasan mengapa Rasulullah Muhammad SAW. menyayanginya.

Namun, meskipun kucing halal buat kita rawat dan pelihara, tetap saja jika kita terpegang kotorannya tak boleh. Karena itu najis. Selain itu juga kucing ini termasuk hewan nan setia dengan majikannya, tak kalah juga dengan anjing.



Kucing dan Mitos

Ada mitos nan berkembang di masyarakat, jika melihat kucing berbulu hitam melintas di depan kita, akan mengalami sial. Benarkah demikian?

Sebenarnya mitos ini dapat dikatakan percaya atau tak dan kembali lagi ke individu nan memercayainya atau tak tadi. Bagi nan memercayainya mungkin sebab memang faktor kebetulan saja mengalami insiden setelah melihat kucing berbulu hitam.

Pada dasarnya mitos itu ialah sugesti nan ada dalam pikiran kita sendiri. Sugesti nan sudah tertanam inilah nan mempengaruhi pencerahan dalam otak. Seolah-olah memang itulah nan akan terjadi.

Ingat, otak nan memberikan perintah pada kita buat dapat melakukan berbagai aktivitas. Nah, jika sugesti masuk, refleks otak juga akan ikut memberikan “perintah”.

Itulah mengapa ada anggapan, jika sebaiknya kita mengucapkan dan memikirkan hal-hal nan positif saja daripada hal-hal nan negatif. Itu sebab kemampuan atau daya sugesti tadi nan sangat berperan.

Jadi, jika kita mengatakan dan memikirkan hal-hal nan positif otak akan memerintahkan kita buat melakukannya. Demikian sebaliknya.

Sering juga ada nan mengatakan jika kita melihat ada seekor anak kucing nan sedang sekarat diserempet mobil. Bila tak segera kita tolong, akan mengalami musibah.

Ini juga harus diperhatikan lagi, mengingat kondisi lalu lintas nan padat membuat kita tak memungkinkan buat segera menolongnya. Jika memungkinkan, nan dapat kita lakukan ialah menyingkirkannya di tepi jalan.

Sama saja halnya dengan kita tak dapat segera memberikan pertolongan pada orang lain mengingat suatu hal nan tak dapat kita perbuat buat menolongnya. Hanya, hati siapa nan tak iba melihat kondisi kucing nan sedang sekarat? Niscaya orang mau menolongnya.

Satu lagi mitos nan berkembang di masyarakat seputar kucing dan hampir sama dengan mitos di atas, yaitu jika kita menabrak kucing di jalan dan meninggalkannya begitu saja tanpa memberikan bantuan. Kita pun akan mendapatkan musibah.

Meskipun ada sebagian orang nan pernah mengalami sugesti dari mitos ini. Namun, secara ilmiah hal itu tidaklah dapat dibuktikan. Jelasnya, jika kita melakukan kesalahan sudah seharusnya kita bertanggung jawab.

Banyaknya mitos nan beredar, tak menyurutkan orang buat mmelihara dan merawat anak kucing di rumah. Bahkan ada di antaranya mau memelihara kucing berbulu hitam.

Jangan mitosnya nan kita tanamkan. Tetapi, kecintaan kita terhadap hewan manis ini nan menjadikan alasan kuat buat memeliharanya.



Kiat Memelihara Anak Kucing

Banyak orang nan memutuskan buat memelihara kucing. Baik itu kucing dewasa ataupun anak kucing di rumah. Malah sebagian lagi memang memiliki peternakan kucing buat segala jenis dan keluarga kucing.

Apakah Anda juga tertarik buat memeliharanya di rumah? Jika tertarik, sebelum memelihara kucing, sebaiknya Anda lakukan beberapa kiat berikut ini.



1. Jenis Kucing nan Dipelihara

Jenis kucing nan dipelihara ini krusial buat Anda pertimbangkan. Jenis kucing nan berbeda tentu saja perawatannya juga berbeda. Misalnya, kucing kampung tak akan mau diperlakukan sama dengan kucing persia .

Pertimbangkan juga kemampuan Anda ketika akan memeliharanya. Jika mau nan praktis dan tak merepotkan, sebaiknya pilih kucing lokal saja.



2. Imunisasi Kucing

Sama halnya dengan kita, kucing juga rentan akan penyakit. Selain itu, kucing mengandung virus nan jika tertular dengan kita akan menyebabkan penyakit nan berbahaya.

Contohnya virus toksoplasma nan ada dalam tubuh kucing, terutama bulunya. Virus ini sangat berbahaya, terutama bagi wanita, sebab dapat menyebabkan kelainan janin jika diserang pada waktu hamil.

Demikian juga bagi wanita nan belum menikah, akan terganggu sistem reproduksinya. Jadi, sebaiknya lakukan imunisasi berkala buat mematikan virus toksoplasma dalam kucing sehingga kondusif buat dipelihara.



3. Kandang Kucing

Sekalipun kucing itu lucu dan bersih, sebaiknya tempatkan ia di kandang khusus. Jangan bersama Anda di kamar. Bulu kucing dapat menyebabkan beberapa gangguan penyakit.

Paling umum, bulu kucing dapat menimbulkan alergi kulit serta alergi lainnya. Seperti bersin-bersin jika mencium bulu kucing, sampai sesak nafas.

Jadi, pertimbangkan biaya nan harus Anda keluarkan buat menyiapkan kandang kucing di rumah. Biasanya kandang kucing berupa jeruji besi nan disusun bertingkat. Selain itu tentu saja faktor kebersihannya juga harus Anda perhatikan.



4. Makanan Kucing

Jangan Anda kira kucing cukup diberi makan seperti kucing kampung biasanya, ikan asin dan nasi atau tulang. Jenis kucing nan berbeda akan berbeda pula jenis makanannya.

Pakan spesifik ternak kucing ini terbuat dari bahan-bahan pilihan dan sangat higienis. Harganya pun cukup mahal, sebanding dengan kualitasnya. Bahkan ada sebagian kucing nan cukup hanya diberi makan dari jenis sayur-sayuran.



5. Kebersihan Kucing

Kebersihan sangatlah krusial buat diperhatikan. Terutama memelihara anak kucing nan belum dapat berdikari seperti kucing dewasa. Kebersihan di sini dalam arti kucing harus dimandikan juga secara berkala.

Memang kucing takut dengan air. Namun, ada cara spesifik memandikannya, yaitu tak diguyur tetapi diusap dengan menggunakan sabun spesifik buat kucing.

Bersihkan juga kandangnya secara rutin, setiap hari. Kebersihan kandang sangat krusial sebab kucing banyak melakukan aktivitasnya dalam kandang. kebersihan kandang pun akan berpengaruh pada kesehatannya.

Itulah beberapa kiat spesifik nan harus Anda perhatikan dan lakukan jika akan memelihara anak kucing di rumah. Jangan takut akan terserang penyakit atau mendapati sial sebab terlalu fokus dengan mitos seputar kucing.

Hewan ini dapat Anda arahkan dan latih layaknya manusia, sehingga dapat dikendalikan. Selamat mencoba!