Bahaya Minuman Instan

Bahaya Minuman Instan

Pop Ice merupakan salah satu jenis minuman instan nan mulai muncul pada akhir tahun 2002. Kehadirannya tak membutuhkan waktu lama buat dapat dengan segera menarik perhatian konsumen. Minuman ini diproduksi dengan target anak-anak nan memang menyukai minuman segara nan memiliki aneka rasa pop ice .

Jenis minuman siap saji ini, memiliki taktik nan cukup unik dalam memasarkan produk mereka. Salah satu taktik nan digunakan ialah dengan menyediakan berbagai macam pilihan rasa nan diinginkan. Inilah nan membedakan produk pop ice dengan produk minuman siap saji lainnya.

Produk minuman siap saji lain, biasanya hanya memberikan pilihan rasa tak lebih dari sepuluh jenis saja. Sedangkan variasi rasa pop ice nan ada, mencapai lebih dari 20 varian. Hal ini membuat konsumen benar-benar dimanjakan dan dapat memenuhi selera nan mereka inginkan.

Oleh produsennya, yaitu PT. Florisa Nusapersada, pop ice merupakan produk milkshake powder instan pertama nan ada di indonesia. Produk ini dibuat dalam 21 jenis pilihan rasa. Pilihan rasa dari Pop Ice ini antara lain Strawberry, Melon, Orange, Moccacino, Vanilla Latte dan Doger. Juga tersedia pilihan rasa seperti Mangga, Durian, Taro/ Talas, Grape, Vanilla Blue, Cokelat serta Choco Cream. Rasa Alpukat, Blackcurrant, Coklat Susu, Cappucino, Sirsak, Permen Karet dan Cokelat Biskuit juga disediakan buat memenuhi selera mereka nan menyukai rasa tersebut.

PT Florisa Nusapersada sendiri merupakan perusahaan nan banyak memproduksi berbagai macam minuman instan. Selain memproduksi pop ice, perusahaan ini juga memiliki varian produk lain seperti teh Sisri, Nutrijell, Pop Drink dan berbagai jenis minuman instan lainnya. Namun demikian, Pop Ice tetap menjadi produk andalan dari perusahaan tersebut, selain tentunya Nutrijell nan sudah lebih dahulu hadir.

Hal ini didukung dengan kondisi iklim nan ada di Indonesia nan cenderung tropis. Sehingga banyak orang nan menyukai jenis minuman menyegarkan. Apalagi minuman instan seperti Pop Ice ini tak membutuhkan proses spesifik dalam membuatnya. Sehingga bila kita menginginkan kesegaran terutama pada siang hari, minuman seperti pop ice merupakan pilihan nan tepat buat mendapatkan kesegaran dengan praktis.

Unsur praktis ini pula nan banyak dijadikan alasan oleh para ibu-ibu atau kaum perempuan nan ingin menyediakan minuman segar buat keluarga atau tamu. Sehingga daripada harus repot mengaduk berbagai macam bahan buat dibuat milkshake, menggunakan minuman instan ialah sebuah jalan keluar nan dapat digunakan.

Selain itu, di kawasan perkotaan dimana banyak menjamur para pendatang nan hayati di rumah kos, menjadi salah satu alasan mengapa perkembangan minuman instan terjadi dengan cepat. Karena, para penghuni kos nan sebagian besar mahasiswa, memiliki banyak keterbatasan buat dapat mendapatkan minuman segar. Pilihan membuat minuman instan merupakan cara agar dapat memuaskan keinginan mereka serta buat menghilangkan dahaga dengan mudah.

Keberadaan minuman instan ini, secara tak langsung memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat. Karena buat membuka usaha minuman instan ini, tak dibutuhkan ketrampilan spesifik atau latar belakang pendidikan tinggi. Apalagi, kapital nan harus disediakan pun tak terlalu banyak sehingga masih dapat dijangkau oleh masyarakat.



Bahaya Minuman Instan

Di sisi lain, masyarakat tak boleh terlena akan semakin maraknya minuman instan nan menggugah selera tersebut. Harus diakui, bahwa banyak minuman instan nan dikemas secara menarik dengan tampilan menggoda dan rasa nan membuat air liur menetes. Karena di balik penampilannya nan menggoda selera tersebut, menyimpan ancaman bahaya nan cukup fatal dalam minuman instan.

Salah satu ancaman bahaya nan dapat disebabkan ialah kandungan Aspartame nan banyak digunakan dalam berbagai jenis minuman instan tersebut.

Kandungan ini dapat mengakibatkan bagian otak atau sumsum tulang belakang menjadi keras. Aspartame juga mengakibatkan penyakit lupus pada manusia.

Pengerasan otak, sumsum tulang belakang dan penyakit lupus merupakan jenis penyakit nan pada saat ini banyak dijumpai. Belum banyak orang nan mengetahui, apa nan menjadi penyebab munculnya penyakit tersebut. Terlebih penyakit ini terjadi secara menyebar di seluruh wilayah di berbagai belahan global secara merata.

Penggunaan pemanis protesis dituduh sebagai penyebab maraknya penyakit-penyakit nan disebutkan di atas tersebut. Hal ini seiring dengan adanya kampanye di berbagai media nan menyatakan bahwa gula memiliki akibat kurang baik bagi kesehatan seseorang. Akibatnya, banyak orang nan kemudian memilih meninggalkan penggunaan gula sebagai pemanis makanan atau minuman mereka.

Sayangnya, hal ini dilakukan dengan salah. Bahwa gula merupakan salah satu sumber penyakit di dalam tubuh, memang merupakan sebuah fakta nan tak dapat dipungkiri. Namun, beralih pada pemanis protesis buat memaniskan makanan atau minuman, juga bukan sebuah pilihan nan bijak. Karena gula protesis juga memiliki akibat nan lebih membahayakan bagi kesehatan tubuh, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Salah satu pemanis protesis nan banyak digunakan oleh masyarakat ialah Aspartame. Pemanis protesis ini sering digunakan sebagai pengganti gula buat menciptakan rasa manis dalam berbagai makanan atau minuman. Padahal, Aspartame merupakan salah satu zat nan digolongkan sebagai bahan kimia berbahaya.

Aspartame ialah bahan kimia nan dibuat oleh perusahaan Kimia nan bernama Mosanto. Perusahaan ini sendiri sering dituduh sebagai perusahaan nan banyak menyebabkan pencemaran lingkungan dimana perusahaan itu berada. Mosanto membuat Aspartame sebagai pemanis protesis serta sudah memasarkannya ke berbagai wilayah dunia. Jenis pemanis ini banyak digunakan dalam minuman instan nan dimaksudkan buat diet, misalnya saja Diet Coke atau Diet Pepsi.

Meski ditujukan buat minuman berlabel minuman Diet, namun pada kenyataannya, Aspartame justru tak membuat seseorang berkurang berat badannya. Yang ada justru sebaliknya, dimana berat badan orang nan mengkonsumsi Aspartame ini akan bertambah. Sebab, Aspartame akan memicu seseorang mengalami kecanduan karbohidrat.

Selain itu, Aspartame juga merupakan sebuah bahan kimia nan mengandung racun. Dimana kandungan racun dalam Aspartame ini mambu mengubah proses kimiawi otak dan akan menyebabkan kematian bagi penderita penyakit Parkinson seperti nan diderita oleh Muhammad Ali.

Oleh sebab itu, buat mereka nan memiliki riwayat penyakit diabetes, sebaiknya menghindari segala jenis makanan atau minuman nan di dalamnya terkandung unsur Aspartame. Sebab, jika dikonsumsi dalam jangka panjang, Aspartame mampu memicu terjadinya koma pada penderita diabetes. Bahkan jika tak mendapatkan penanganan nan memadai, hal ini dapat menimbulkan kematian sebab konsumesi Aspartame tersebut.

Untuk itu, sebaiknya kita jangan mudah mempercayai apabila ada suatu produk nan mengklaim bebas dari kandungan gula . Telitilah lagi apakah ada unsur Aspartame dalam produk tersebut. Bila menemukan unsur tersebut, sebaiknya segera hindari buat mengkonsumsinya, dan beralihlah pada makanan atau minuman nan sudah kita ketahui komposisinya dengan pasti.

Di Indonesia sendiri, masih cukup banyak beredar produk nan mencantumkan kandungan Aspartame dalam komposisi produknya. Hal ini sebab belum adanya peraturan pemerintah nan dengan tegas mengatur pelarangan penggunaan Aspartame dalam berbagai produk makanan atau minuman tersebut.

Oleh sebab itu, sebaiknya kita sendirilah nan menjaga buat tak mengkonsumsi makanan atau minuma nan mengandung Aspartame buat menghindarkan diri dari ancaman nan mematikan.