Kualitas dan Cara Merawat Uang Antik Kertas

Kualitas dan Cara Merawat Uang Antik Kertas

Tahukah Anda uang antik ? Sering kali, ketika ada pemberitahuan bahwa akan ada nilai uang tak berlaku lagi sebagai alat tukar, maka kebanyakan orang nan berlomba-lomba buat segera menukarkan uang tersebut baik ke bank atau kepada orang lain. Uang nan nilai tukarnya dihapuskan akan menjadi uang nan tak ada nilainya lagi dalam global perdagangan. Lama kelamaan uang nan tak berharga ini akan menjadi uang antik nan dianggap tak ada harganya.

Padahal, uang-uang antik nan dianggap tak ada harganya tersebut ternyata memiliki nilai jual nan sangat tinggi dibandingkan dengan nilai uang itu sendiri. Hanya sebagian kecil dari masyarakat nan mengetahui nilai tukar uang kuno. Orang-orang nan mengetahui dan biasanya sengaja menyimpan uang antik ini ialah orang-orang nan memiliki kegemaran sebagai kolektor nan mengoleksi mata uang kuno.

Salah satu cerita seorang kolektor nan akhirnya tertarik buat mengoleksi sekaligus berinvestasi di uang antik ini mengatakan bahwa dulu ia pernah membeli uang antik pecahan Rp10,- bergambar burung dan bunga. Harga uang antik pecahan Rp10,- itu dibelinya dengan harga tiga puluh juga. Pada awalnya, ia merasa menyesal telah mengeluarkan sedemikian besar uang buat membeli uang antik nan ia sendiri tak tahu kegunaannya.

Tetapi suatu ketika, ada seorang kolektor nan mengetahui bahwa ia memiliki uang antik pecahan Rp10. Kolektor itu teryata bersedia membeli uang antik miliknya tersebut seharga enam puluh juta. Dua kali lipat dari harga nan dulu dibayarkannya buat membeli uang antik tersebut. Sejak saat itu, ia akhirnya memutuskan buat mengkoleksi sejumlah uang antik dan membuatnya sebagai investasi jangka panjang dengan laba nan sangat besar dan menggiurkan.

Menjadikan uang antik sebagai barang koleksi sebagai barang investasi, tidaklah akan merugikan kita. Suatu saat, ketika kita sudah bosan dan tak ingin menyimpan uang antik nan kita miliki, maka kita dapat melelang semua uang antik tersebut. Atau kita juga bisa menukarkannya langsung ke Bank Indonesia. Inilah bedanya mengkoleksi uang antik dengan mengkoleksi perangko.

Kantor pos tak akan mau menerima perangko-perangko nan kita koleksi tersebut. Sedangkan Bank Indonesia akan sangat dengan bahagia hati menerima uang antik koleksi kita tersebut dan menukarnya dengan nilai tukar sebenarnya. Walaupun nilai tukar nan diberikan oleh Bank Indonesia buat koleksi uang antik kita ini tak sebesar jika kita menjualnya sendiri pada kolektor uang kuno.



Tipe Kolektor Uang Kuno

Di dalam global uang antik ini, dikenal tiga tipe kolektor nan mengkoleksi uang kuno.

  1. Kolektor sejati ialah kolektor nan benar-benar ingin mengkoleksi uang antik murni buat kesenangan dirinya sendiri. Kolektor sejati ini akan berusaha melengkapi uang antik koleksinya dengan berbagai cara baik dengan rajin mengikuti lelang maupun mempelajari katalog dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang tipe uang antik nan ingin dimilikinya.
  1. Ada lagi kolektor nan merangkap sebagai pedagang uang kuno. Kolektor nan masuk dalam kelompok kolektor ini akan mengumpulkan berbagai uang antik nan bernilai tinggi layaknya para kolektor uang antik lainnya. Namun koleksi-koleksi tersebut akan dijualnya kembali jika ada kolektor lain nan berminat dengan harga nan baku harga pasar atau harga jual uang antik nan mereka negosiasikan.
  1. Kelompok kolektor nan ketiga ialah kolektor nan berorientasi pada investasi jangka panjang. Koleksi-koleksi uang antik milik mereka dikumpulkan terlebih dahulu sebanyak-banyaknya. Kemudian ketika koleksi uang kunonya sudah banyak, maka koleksi uang antik mereka tersebut akan kembali dijual dalam acara lelang besar di mana hasil nan didapatkan akan jauh lebih besar dari harga nilai tukar uang antik kebanyakan. Biasanya koleksi uang antik nan dilelang dalam acara lelang besar ini ialah koleksi-koleksi langka nan bernilai tinggi.


Cara Menjadi Kolektor Uang Kuno

Biasanya, orang-orang nan ingin menjadi kolektor uang kuno memang harus memiliki Norma buat mengkoleksi berbagai benda unik termasuk mengkoleksi uang antik ini. Menjadi kolektor uang antik dituntut kesabaran, ketelitian, dan telaten dalam merawat uang antik nan dimilikinya agar tak mudah rusak di makan waktu.

Berikut ini ialah cara-cara buat menjadi kolektor uang kuno.

  1. Cara pertama nan harus dilakukan calon kolektor uang antik ialah mencari berbagai informasi tentang uang antik nan beredar di masyarakat. Mengetahui sejarah masing-masing uang antik beserta nilainya serta harga jual kembali di pasar kolektor uang kuno. Calon kolektor uang antik tersebut juga harus tahu kondisi uang antik itu sebelum memutuskan buat membeli atau memilikinya. Uang antik nan stigma tak akan memiliki nilai jual kembali nan tinggi.
  1. Bagi para kolektor uang kuno, setelah mendapatkan berbagai informasi tentang uang antik nan beredar beserta harga beli, harga jual kembali dan kondisinya, juga harus memiliki sebuah katalog nan memuat berbagai informasi tentang uang kuno. Katalog uang antik tersebut bisa dilihat atau didapatkan di perpustakaan-perpustakaan nan ada di kota atau bisa pula melihat katalog secara online . Kemudahan informasi di global internet memungkin para kolektor uang antik mencari sebanyak-banyaknya informasi nan dibutuhkannya akan uang antik nan ingin dimilikinya.
  1. Jangan segan buat berburu uang antik nan ingin dimiliki atau memang belum dimiliki. Usahakan buat memiliki sering lengkap dari uang antik tersebut agar nilai jual uang antik tersebut semakin tinggi.
  1. Untuk investasi jangka panjang, maka semakin langka uang antik tersebut maka akan semakin tinggi harganya. Mendapatkan uang antik nan langka tersebut juga cukup sulit sehingga dibutuhkan kerajinan dalam mencari informasi akan uang antik langka tersebut serta rajin berburu uang antik nan langka tersebut.
  1. Para kolektor harus mengetahui pula ke mana harus membeli uang antik ataupun loka buat menjual kembali uang antik nan dimilikinya. Banyaknya penggemar dan kolektor uang antik ini membuat semakin banyaknya pasar uang antik nan dapat kita temukan, baik di pasar-pasar eksklusif maupun pasar online nan terdapat pada forum-forum jual beli di internet.
  1. Uang antik tersebut tak saja didapatkan dari dalam negeri. Banyak pula uang antik nan berasal dari luar negeri nan diburu oleh para kolektor uang kuno. Jika ingin menjadikan uang antik sebagai investasi, maka sering-seringlah buat mencari berbagai informasi uang antik baik uang antik dalam negeri maupun uang antik nan berasal dari mata uang asing milik negara lain.
  1. Perluas pergaulan antar para kolektor uang kuno. Semakin luas jaringan pergaulan sesama kolektor uang kuno, maka akan semakin mudah buat mendapatkan berbagai informasi nan menyangkut uang antik baik harga beli terkini, harga jual kembali maupun uang antik langka nan baru saja ditemukan.
  1. Yang perlu diingat oleh para kolektor uang antik ialah semakin banyak jumlah uang antik nan beredar buat seri tertentu, maka nilai jual uang antik tersebut semakin kecil. Karena itu carilah uang antik nan memiliki jumlah edar nan sedikit sebagai koleksi dan investasi jangka panjang. Uang antik seri eksklusif nan jumlah edarnya sedikit inilah nan akan memiliki jual nan tinggi di pasar uang kuno.


Kualitas dan Cara Merawat Uang Antik Kertas

Untuk menjadi seorang kolektor uang antik maka ada berbagai hal nan harus diperhatikan dan dipelajari dalam penyimpanan uang antik nan dimiliki terutama uang antik nan berbentuk kertas. Sebelum melakukan penyimpanan uang antik nan berbentuk kertas tersebut, terlebih dahulu kita harus melakukan grading buat menentukan kualitas uang antik nan berbentuk kertas tersebut.



Uang Antik dan Grading

Grading ialah istilah nan dikenal di kalangan para kolektor uang antik terutama uang antik nan berbentuk uang kertas. Grading atau kualitas uang antik memiliki standarisasi tersendiri nan ditentukan bersama oleh para kolektor uang antik buat menyamakan pendapat akan nilai dan kualitas uang antik terutama uang antik berbentuk uang kertas.

Karena itulah akhirnya The International Bank Note Society atau nan dikenal dengan singkatan IBNS akhirnya menerapkan suatu standarisasi tentang kualitas uang antik berbentuk uang kertas buat menghindari disparitas pendapat di antara para kolektor uang kuno. Grading tersebut dibagi menjadi beberapa yaitu:



1. Grading Uang Antik - UNC

UNC atau singkatan dari Uncirculated ialah keadaan uang antik berbentuk uang kertas nan sangat sempurna. Keadaan uang antik dalam bentuk uang kertas nan termasuk dalam kelompok sangat paripurna ini memiliki keadaan sebagai berikut yaitu:
Ujung-ujung pada setiap bagian uang kertas masih berbentuk tajam, tak ada nan terlipat. Keadaan uang kertas tersebut dalam keadaan bersih.Permukaan uang kertas berkilau dan tak ditemukan kecacatan sama sekali pada uang kertas ini.2. Grading



Uang Antik - AU

AU Almost Uncirculated ialah kelompok uang antik dalam bentuk uang kertas nan hampir sama dengan keadaan UNC hanya saja pada kelompok uang antik ini ada sedikit lipatan pada bagian sudut atau lipatan pada bagian tengah uang antik berbentuk kertas ini. Hanya saja, lipatan nan ditemukan pada uang antik berbentuk kertas ini hanya salah satunya saja. Tidak boleh ada dua lipatan atau lebih pada selembar uang antik berbentuk uang kertas nan sama.



3. Grading Uang Antik - EF/XF

Dikenal pula dengan sebutan Extremely Fine. Kondisi uang antik terutama uang antik berbentuk kertas nan termasuk dalam kelompok ini ialah uang antik berbentuk kertas nan masih berkilau permukaannya dan hanya memiliki maksimum tiga lipatan tipis pada lembaran uang. Kondisi uang antik kertas ini masih dalam keadaan baik dan higienis serta sudut pada uang antik kertas ini sedikit membundar.



4. Gradiang Uang Antik - VF

VF singkatan dari Very Fine. Uang antik kertas nan termasuk dalam kelompok uang antik ini ialah uang-uang antik nan telah terpakai pada masanya. Terlihat sedikit kotor dengan beberapa lipatan vertikal dan horizontal tetapi tak ada bagian uang antik kertas nan robek.



5. Grading Uang Antik - F

Uang antik bentuk uang kertas nan masuk dalam kelompok standard F atau Fine ialah uang antik kertas nan sudah terlalu sering dipakai pada masanya sehingga banyak terdapat lipatan baik lipatan vertikal maupun lipatan horizontal. Selain itu, gambar nan tercetak pada uang antik ini masih terlihat jelas walaupun ditemukan beberapa bagian uang antik nan sedikit kotor atau mungkin juga ditemukan sedikit sobekan pada uang antik bentuk uang kertas tersebut.



6. Grading Uang Antik - VG

Kelompok uang antik nan masuk dalam standart Very Good memiliki ciri-ciri yaitu uang antik bentuk uang kertas ini terlihat lusuh sebab sering dipakai pada masa ketika uang antik itu masih berlaku. Memang ditemukan beberapa sobekan namun tak banyak dan tak terlalu parah. Terlihat ada bekas zat oksidasi serta bentuk sudut-sudut pada uang kuno. Bentuk kertas ini sudah tak tajam lagi.



7. Grading Uang Antik - G

G atau singkatan dari kata Good ialah salah satu standarisasi uang antik nan bentuk uang kertasnya terlihat lusuh dengan rona nan memudar dampak pemakaian di zaman uang itu masih berlaku. Terdapat bekas lipatan nan berkali-kali pada permukaan uang kuno, bentuk uang kertas ini bahkan membuat sobekan dan lubang pada permukaan kertas. Uang terlihat kotor dan ada bagian-bagian uang antik kertas ini nan hilang dampak sobek atau aus



8. Grading Uang Antik - Fair

Yang termasuk dalam standarisasi fair ialah uang antik kertas ini sudah rusak berat, kertas pada uang antik itu terlihat sangat kotor dan lusuh. Ada sobekan besar di permukaan uang antik kertas bahkan ada bagian-bagian nan hilang dari uang antik kertas tersebut.



9. Grading Uang Antik - P

Ini ialah kondisi terparah nan dimiliki oleh sebuah uang kuno. Uang nan termasuk dalam standarisasi kelompok Poor ini bentuknya sudah sangat tak teratur dengan kerusakan nan cukup parah. Sobekan besar terjadi di beberapa bagian uang antik kertas ini.

Bentuk uang antik kertas ini terlihat lusuh, kotor, penuh dengan lubang bekas lipatan nan terlalu dalam. Uang antik nan masuk dalam kategori standarisasi kelompok uang antik ini sangat tak layak buat dikoleksi kecuali memang uang tersebut merupakan uang antik kertas nan sangat langka dan hanya ada satu-satunya di dunia.



Grading Uang Antik Tambahan

Standarisasi nan telah ditentukan di atas masih ada tambahan standarisasi lain buat menentukan kualitas uang antik terutama uang antik nan berbentuk uang kertas. Ada kalanya para kolektor akan sangat kesulitan jika ada satu uang antik nan ternyata termasuk dalam dua kategori standarisasi nan telah ditentukan.

Untuk itu, akhirnya para kolektor menambahkan lagi istilah buat menentukan kualitas uang antik nan masuk ke dalam dua kategori. Penambahan tersebut berupa penambahan tanda Plus (+) atau tanda Minus (-). Dapat pula dengan menambahkan tanda a.

Berikut ini penentuan kualitas uang antik nan berada dalam dua kelompok kategori sekaligus:



1. Grading Uang Antik Tambahan - VF+

VF+ (Very Fine Plus) artinya ialah bahwa uang antik bentuk uang kertas tersebut berada di antara kelompok kategori Very Fine dengan Extremly Fine tetapi dengan kesamaan mengarah ke Very Fine.



2. Grading Uang Antik Tambahan - VF ++

VF++ (Very Fine Plus Plus) artinya yaitu keadaan uang antik bentuk uang kertas tersebut berada pada kelompok kategori uang antik Very Fine dengan Extremly Fine namun lebih cenderung ke Extremly Fine.



3. Grading Uang Antik Tambaha - aEF

aEF (About Extremly Fine) artinya yaitu uang antik bentuk uang kertas tersebut hampir masuk dalam standarisasi Extremly Fine, namun tak masuk seluruhnya menjadi standard Extremly Fine.



4. Grading Uang Antik Tambahan - UNC (-)

UNC (-) atau Uncirculated Minus artinya ialah bahwa uang antik berbentuk uang kertas tersebut hampir termasuk dalam kategori Uncirculated namun masih ditemukan sedikit kekurangan.



Cara Menyimpan Uang Antik Bentuk Uang Kertas

Uang antik berbentuk uang kertas ini harus diperlakukan dengan baik buat mencegah kerusakan nan mungkin terjadi.Uang antik berbentuk uang kertas ini harus dimasukkan ke dalam plastik pelindung agar terhindar dari debu, air, panas dan cahaya serta agar bentuk kekakuan kertas tak hilang.Plastik nan digunakan buat menyimpan uang antik bentuk uang kertas tersebut haruslah plastik nan tak mengandung bahan asam agar uang kertas nan disimpan di dalam plastik tersebut tak mudah berubah rona dan bisa terlindung dalam jangka waktu nan lama.Pada keempat sisi plastik nan membungkus uang antik bentuk uang kertas tersebut haruslah di segel dengan alat pemanas sehingga menjadi rapat udara. Dengan rapat udara inilah maka kondisi uang antik kertas ini akan tetap terjaga.