Axton Salim

Axton Salim

Pengusaha Sukses Muda di Indonesia kini menjadi angin segar di global bisnis. Jika biasanya kita mendengar nama Tomi Winata, Aburizal Bakrie, Bob Sadino, Budi Hartono, Liem Sioe Liong dan beberapa pengusaha berhasil lainnya, kini para pengusaha berhasil muda ini muncul dengan usaha dan kerja keras nan tak kalah dengan para pendahulunya. Berikut ini kita dapat mengenal beberapa pengusaha muda nan dikenal sebab kesuksesannya.



Raja Bilangan Oktohari

Ini dia pengusaha muda nan sejak 20 Oktober 2011 diberi kepercayaan buat menjadi Ketua Generik HIPMI periode 2011-2014. Raja Bilangan Oktohari, sebagai pria berdarah Minang–Bugis merupakan pengusaha muda nan kini menjadi pemilik OSO Group. Pria kelahiran Jakarta, 19 Oktober 1975 ini juga memiliki berbagai usaha nan bergerak di bidang perkebunan, pertambangan, perikanan, komunikasi, transportasi, perhotelan. Selama menjalani berebagai usaha dan menjalankan OSO Group, Okto juga terkenal dalam bidang olahraga tinju. Dalam bidang tinju, World Boxing Association telah memberinya gelar sebagai penganjur tinju global termuda.

Kesuksesan Okto ini tak didapatnya dengan mudah. Usahanya dirintis dari bawah, di mana ia berawal dengan menjadi pedagang beras, nan pada akhirnya bisa berkembang hingga ke Kalimantan. Tidak hanya itu, ia juga sangat suka mencoba peruntungannya dalam boding lain, seperti bidang perikanan dengan PT. Perikanan Teluk Batang nan telah membangun fasilitas dan prasarana buat paling besar dan modern di Kalimantan Barat. Tidak sampai di situ, usaha penerbangan juga dibangun Okto dengan bendera Enggang Air Service bersama teman-teman kongsinya, dan beberapa bisnis lainnya nan berdiri berhasil hingga saat ini.



Sandiaga Salahudin Uno

Ini dia salah satu pengusaha berhasil muda nan tak hanya berhasil menjadi pendorong para entrepreneurship muda dalam membuka peluang usaha , ia bahkan dikenal dengan wajahnya nan rupawan. Sandiaga Salahudin Uno ini sering memberikan pembekalan kepada para pengusaha muda mengenani jiwa kewirausahaan dana berbagai seminar. Kesuksesan bukanlah sesuatu nan mudah didapat oleh pria kelahiran Rumbai Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969 ini. Ia pernah menjadi pengangguran saat instansi atau perusahaan tempatnnya bekerja mengalami kebangkrutan.

Sebelum berhasil menjadi pengusaha, Sandi Uno sukses menyelesaikan pendidikannya dengan predika summa cum laude di Wichita State University, Amerika Serikat. Karirnya di awali pada tahun 1990 sebagai salah seorang karyawan di Bank Summa pada 1990. Kecerdasaan dan keuletannya, membuat Sandi mendapat beasiswa setahun kemudian dan bisa melanjutkan pendidikannya di George Washington University, Amerika Serikat. Di sini lagi-lagi ia lulus gemilang dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK), yaitu 4,00.

Pada 1993 keterlibatan Sadi di Seapower Asia Investment Limited di Singapura membuatnya diberi kepercayaan menjabat manajer investasi dan juga di MP Holding Limited Group. Akan tetapi ia mulai pindah dan menjabat sebagai Executive Vice President NTI Resources Ltd di NTI Resources Ltd di Kanada pada tahun 1995, dengan penghasilan perbulannya sebesar 8.000 dollar AS.

Nasib baik tak selalu berpihak padanya. Pada akhir 1997 dampak adanya krisis moneter, perusahaan loka ia bekerja pun bangkrut, dan Sandi terpaksa kembali ke Indonesia sebagai pengangguran.Masa-masa sulit nan dihadapainya membuat Sandi merubah cara berpikir, buat tak mencari pekerja tetapi menciptakan lapangan pekerjaan .

Akhirnya, bersama dengan rekannya, Sandi Uno mendirikan PT. Saratoga Advisor nan bidang usahanya dalam bidang keuangan. Perusahaannya terus berkembang, dan membuat Sandi sukses membeli saham beberapa perusahaan lain. Hal ini membuat Sandi menjadi orang terkaya ke-29 di Indonesia versi majalah Forbes di tahun 2009, dan peringkat ke-37 pada 2011 dengan total kekayaan mencapai US$ 660 juta.

Luasnya jaringan dan interaksi nan terjalin dengna baik dengan perusahaan dan forum keuangan nan berada di dalam sertan luar negeri ialah salah satu kunci kesuksesan Sandi Uno. Dengan kesuksesannya itulah Sandi pernah dipercaya menjabat ketua generik atau pimpinan Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada 2005-2008.

TIdak hanya itu, sejak tahun 2004, Sandi Uno juga dipercaya buat menjabat Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).



Axton Salim

Pengusaha muda nan satu itu dikatakan sebagai Putra Mahkota dari Salim Group. Axton Salim nan lahir sebagai anak dari Presiden dan juga CEO Indofood, Anthony Salim 35 tahun nan lalu ini, tentu membuat banyak orang nan iri dengan kehidupannya. Selain menjadi cucu dari Taipan nan paling disegani di jaman Pak Harto, ia juga terkenal sebagai direktur muda nan rupawan. Sebelum bergabung dengan PT. Indofood, Axton sebelumnya menjadi karyawan Credit Suisse Singapura.

Pada 2004, kedatangan Axton di Indonesia disambut dengan menganggkatannya sebagai Marketing Manager PT Indofood Fritolay Makmur, dan menjabat sebagau asisten CEO Indofood Sukses Makmur Tbk dua tahun kemudian. Akhirnya, sejak tahun 2009 hingga saat ini, Axton menjadi direktur paling muda dari semua anggota dewan direksi dari Indofood. Tidak hanya itu, ia juga diberi kepercayaan menjadi Direktur Indofood CBP Sukses Makmur serta komisaris di PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Tbk (LSIP).



Michael Sampoerna

Michael Sampoerna ialah salah satu pangeran dari salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Sebagai anak bungsu dari Keluarga Sampoerna, pria nan lahir 23 Agustus 1978 ini menempuh pendidikan di luar negri. Setelah lulus dari Millfield School, Somerset, Inggris, ia menempuh pendidikan dalam bidang bisnis dan keuangan di di London School of Economics. Pada 1998, ia pulang ke Indonesia buat memulai karir bisnisnya.

Selain meraih kesuksesan , Micahel pernah menjadi direktur di 9 perusahaan berbeda di Singapura. Kemudian pada 2002-2005, ia diberi kepercayaan menjadi CEO PT Hanjaya Mandala Sampoerna. Pada akhirnya, saat ini ia memiliki jabatan di PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia sebagai Presiden Direktur.

Tidak hanya itu, ia juga menjadi Direktur PT Sampoerna Strategic dan Presiden Komisaris PT SGS. Kemudian pada 2007, ia memegang tampu kepemimpinan Sampoerna Agro Tbk sebagai Presiden Komisaris dan menjadi anggota dewan direksi non eksekutif Samko Timber Ltd.



Armand Wahyudi Hartono

Jika Sampoerna memiliki Michael, maka di Grup djarum ada Sam Putra nan merupakan putera bungsu dari Rudi Hartono. Berbeda dengan putra mahkota perusahaan besar lain di Indonesia nan menjabat sebagai direktur di perusahaan keluarga. Pria nan baru saja menginjak kepala tiga ini sejak 14 September 2009 mendapat kesempatan sebagai Direktur BCA.

Pria nan memiliki gelar Master of Science di bidang Engineering Economic-System and Operation Research di Stanford University, AS mengawali karirnya pada tahun 1997 hingga 1998 sebagai analis di Dunia Credit Research and Investment Banking, JP Morgan Singapura. Setelah itu, ia sempat bergabung di PT Djarum hingga 2004, dan mendapat kepercayaan menduduki berbagai jabatan manajerial, seperti Kepala Sumber Daya Manusia, Direktur Keuangan dan Deputy Purchasing Director .

Pada akhirnya 2004, ia bergabung dengan BCA dan menduduki Jabatan sebagai Kepala Perencanaan dan Pembinaan Wilayah BCA hingga tahun 2009. Saat ini, sebagai Direktur, ia memilik tanggung jawab terhadap operasional wilayah dan cabang di luar area Jabodetabek dan Surabaya dan berbagai divisi operasional, yaitu Operasi Pembayaran Domestik, Operasi Perbankan Elektronik serta Operasi Perdagangan dan Pembayaran Internasional.

Demikianlah pembahasan mengenai pengusaha berhasil muda nan bisa disampaikan, semoga bermanfaat.