Indahnya Rajutan

Indahnya Rajutan

Anak-anak belajar kerajinan rajut ? Mungkin Anda merasa heran. Sepertinya suatu hal nan mustahil. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja susah unuk belajar merajut. Sesuatu nan kelihatannya susah di mata orang dewasa, kadangkala tidaklah susah bagi anak-anak. Malah ada nan menggunakan kerajinan satu ini sebagai salah satu terapi buat anak-anak autis atau berkebutuhan spesifik lainnya.



Manfaat Merajut

Belajar kerajinan merajut pada anak-anak secara berkelanjutan bisa dijadikan wahana terapi buat melatih kesabaran, pengendalian diri dan konsentrasi. Terutama pada anak nan mengalami ADHD (Attention-Deficit/Hiperactivity Disorder), nan membuat anak mengalami gangguan dalam berkonsentrasi.

Anak cenderung buat hiperaktif dan impulsive. Dengan merajut, mereka dapat duduk diam atau sambil berdiri dengan tangan nan tetap menggerakan jarum spesifik merajut. Mereka akan terpesona dengan benang nan berwarna-warni dan bentuk nan mungkin dapat tercipta dari benang-benang tersebut.

Walaupun pada penderita ADHD tak bisa langsung diajarkan teknik rajut, ketrampilan satu ini tetap saja menarik buat dikenalkan kepada anak-anak istimewa itu. Yang harus dipikirkan ialah bahwa Anda perlu melakukan termin sosialisasi dulu agar anak menyukai aktifitas ini. Termin ini juga harus dilakukan secara perlahan-lahan. Usahakan jangan sampai ada unsur paksaan sama sekali. Tunjukan kalau merajut itu mengasyikan dan dapat membuat hati senang.

Perlihatkan benar-benar nan berwarna-warni kepada anak. Mintalah ia buat menarik dan memilin atau mengikat dengan benang itu. Jangan putus harapan kalau mereka terlihat menghindar dan beralih pada kegiatan lainnya. Kalau tak ingin konsentrasi mereka pecah, disarankan tak menyediakan banyak peralatan di ruangan merajut. Hal ini buat membuat anak hanya terfokus pada satu hal. Kalau terlau banyak nan dapat dilihatnya, masa sosialisasi dapat lama dan sangat menguras tenaga.

Perlihatkan bagaimana menyenangkannya merajut itu. Beri contoh dan ajak beberapa orang nan sedang asyik merajut. Lambat laun sang anak akan tertarik dengan sendirinya. Perdengarkan musik nan lembut. Akan lebih baik kalau suasana ruangan buat merajut itu ada kolam ikan dengan genre air nan gemericik sehingga suasana begitu tenang.

Bila perlu sediakan kursi goyang nan empuk dengan sandaran nan nyaman. Kalaupun tak ada kursi goyang, dapat beberapa bantak besar atau sofa agar punggung anak tak sakit sebab lama duduk. Taman nan penuh dengan kembang dan dedaunan hijau juga dapat membuat mata lebih segar setelah menatap rajutan nan cukup rumit.

Bila anak telah tertarik dengan teknik merajut itu, perkenalkan barang nan akan dibuat. Biarkan ia memilih akan membuat apa. Sekira 2-5 bulan, akan akan mulai mahir merajut dan konsentrasinya pun akan semakin lama sehingga ketika ia telah terbiasa berkonsentrasi lama, ia dapat diajari pelajaran nan lainnya. Agar anak semakin bahagia dan merasa bahwa karyanya dihargai, pajanglah karya itu. Bila perlu buatlah malam pertunjukan nan juga mempertontonkan berbagai karya rajutan anak.

Rajutan itu juga dapat dijual sebagai wahana menambah semangat anak. Tanyailah mereka apa nan akan mereka lakukan dengan uang nan terkumpul. Ajak mereka buat berbagi dengan sesama agar mereka semakin mengerti bahwa mereka tak hayati sendirian. Ada lingkungan nan mungkin memiliki anak-anak nan sama dengan mereka.

Walaupun mungkin mereka terlihat tak terlalu peduli ketika diajak berbagi, percayalah bahwa rangsangan nan mereka dapatkan ketika berkumpul dengan orang lain itu akan membuat mereka semakin paham bahwa mereka ada dan mereka disayangi oleh orang lain.

Anak-anak istimewa ini terkadang akan memberikan kejutan nan luar biasa. Tidak sporadis ketika mereka menyembunyikan sesuatu nan nantinya akan diberikan kepada orang nan mereka sayangi. Bentuk rajutan nan latif dengan komposisi rona nan menawan akan membuat orang nan menerima hadiah itu menjadi terharu dan tak pernah mengira bahwa akibat kerajinan nan diajarkan itu akan mampu membuat seorang anak autis mendapatkan sesuatu.

Merajut juga dapat dilakukan sebagai terapi buat memulihkan penderita luka pada otak. Selain melatih konsentrasi juga buat melatih koordinasi jari-jari tangan dengan otak. Cara ini dapat mempercepat penyembuhan pada anak, sebab bisa merangsang sel-sel otak. Sama seperti ketika memberikan pelajaran awal kepada anak-anak autis atau nan menderita ADHD, mengajarkan merajut kepada para penderita luka pada otak ini juga harus dengan afeksi dan berhati-hati.

Perkenalan nan menyenangkan akan memberikan rangsangan nan sangat baik kepada mereka. Otak akan bahagia diajak buat bersenang-senag. Ketika mereka melihat banyak orang nan merasa tenang ketika merajut, mereka juga akan merasa tertarik dan ingin juga terlihat tenang dengan merajut. Analoginya ialah ketika kita melihat orang nan menguap, kita pun akan ikut menguap. Hal ini sebab otak terangsang melihat kondisi orang nan menguap nan terlihat damai dan nyaman itu.



Bekal Mengajari Anak

Beberapa hal nan patut Anda perhatikan sebelum mengajari anak merajut ialah jangan paksa anak. Jika anak terlihat tak menyukai kerajinan satu ini jangan dipaksakan. Biarkan anak menyukai dengan sendirinya. Bila anak merasa terpaksa, dikuatirkan akan meninggalkan luka traumatis pada dirinya kelak.

Hormati mood anak. Adakalanya anak-anak tiba-tiba tak tertarik sama sekali dengan sesuatu hal nan dia pernah suka. Bila anak sedang tak mau merajut biarkan saja. Suatu saat kalau dia sedang ‘mood’ niscaya akan asyik merajut tanpa henti. Dapat jadi lupa dengan aktivitas nan lain. Ajari perlahan-lahan.

Dalam bidang apapun, mengajari anak membutuhkan kesabaran. Begitu juga dengan merajut. Setiap anak mempunyai kadar kemampuan nan berbeda. Ajarkan anak sinkron dengan kemampuannya. Jangan pernah bandingkan antara anak nan satu dengan nan lain.

Pergunakan buku panduan. Jika Anda kesulitan buat menjelaskan pada Anak. Pergunakan buku belajar kerajinan rajut spesifik buat anak-anak. Dalam buku ini ada gambar termin demi termin dengan rona warni meriah. Dapat jadi dengan adanya buku ini, anak lebih semangat belajar kerajinan rajut. Rajutan nan mudah. Sebagai termin awal. Ajari anak membuat rantai tunggal.

Bimbinglah anak buat membuat rajutan nan mudah, seperti syal panjang, taplak meja kecil atau biarkan saja anak Anda membuat kerajinan rajut sesuka mereka. Gunakan jarum rajutan nan besar. Tangan mereka akan kesulitan kalau menggunakan jarum rajut kecil. Biarkan anak mencoba sendiri ukuran jarum rajut nan nyaman di jari-jari mereka.

Berilah pujian. Yang terakhir ini ialah nan terpenting. Apabila hasil kerajinan rajut anak Anda terlihat tak rapi, besar kecil rantai tak rata ataupun bentuknya tak lurus, biarkan saja. Apapun hasil rajutan Anak, berikanlah pujian. Biarkan Anak berproses dengan sendirinya.

Bagaimanapun dia sudah bekerja keras buat menghasilkan karya buatannya sendiri. Jangan bandingkan karya mereka dengan karya anak nan lain. Mereka akan sangat sensitif. Kalaupun mereka mengatakan bahwa rajutannya lebih buruk dibandingkan dengan nan lain, tenangkanlah hatinya.

Berilah ia waktu buat mendapatkan kepercayaan dirinya lagi bahwa merajut itu menyenangkan dan tak peduli apakan hasilnya lebih bagus atau tak lebih bagus dibandingkan rajutan orang lain. Kalau mereka mengamuk sebab rajutan nan mereka inginkan ternyata pola atau desainnya lebih sulit, peluklah dan katakan bahwa tak harus mencapai kesempurnaan buat merasa bahagia. Kalaupun belum dapat seperti itu, biasakan buat memahami kalau segala sesuatu itu butuh proses.



Indahnya Rajutan

Keindahan rajutan anak akan membuat orangtua kadang tanpa sadar melontarkan pujian nan berlebihan. Begitupun ketika mereka melihat rajutan nan kurang indah. Kadang ketika orang nan melihat rajutan nan tak berbentuk, mereka akan melontarkan kata-kata nan dapat menyakitkan.

Inilah nan harus diperhatikan ketika akan memamerkan hasil rajutan anak-anak. Beri pengarahan kepada para orangtua dan orang-orang nan akan menonton pameran itu. Beri mereka pengertian bahwa nan membuat rajutan itu ialah anak-anak istimewa.

Jangan sampai kata-kata nan tak menyenangkan anak akan membuat mereka berhenti merajut dan tak mau lagi terlibat dalam kegiatan nan menggunakan kerajinan rajut sebagai wahana belajar. Untuk lebih memberikan pendidikan kepada masyarakat luas, tampilkan juga gambar anak nan merajut benda nan dipamerkan.

Berilah keterangan usia dan sejak kapan ia mulai merajut. Dengan melihat penampilan anak-anak istimewa itu, orang akan lebih memberikan apresiasi nan bagus terhadap usaha nan telah dilakukan.