Pantai Pariaman Nan Elok, Sepi Dampak Tsunami

Pantai Pariaman Nan Elok, Sepi Dampak Tsunami

Pariaman ialah sebuah kota di provinsi Sumatera Barat. Disparitas dengan kota-kota lainnya, Pariaman atau sering disebut Piaman Laweh ini memiliki pantai nan sangat latif dan masih belum banyak dijamah. Sementara di kota lain, nan banyak ialah perbukitan dan gunung. Itulah sebabnya, jika kita berjalan di sepanjang Pariaman, nan tampak ialah biru putih pantai Pariaman .

Anda pecinta pantai? Pantai ini dapat Anda jadikan sebagai objek berikutnya. Pasirnya nan putih dan masih alami menjadikan pantai ini sangat latif dipandang. Ditambah lagi dengan deburan ombaknya nan biru semakin menambah keelokan pantai kebanggaan orang Pariaman. Estetika pantai ini berati menambah kekayaan alam latif di Indonesia.

Biru Putih

Birunya ialah bahari nan landai dan tenang. Ombaknya tak terlalu besar sehingga tak berbahaya jika Anda bermain air. Bahkan, berenang dalam lautnya. Putihnya ialah pasir putih nan membentang di sisi pantai Pariaman. Jika dilihat dari dekat, sebetulnya rona nan tampak ialah pasir putih pantai nan mendekati abu-abu. Kandungan garamnya mengkilat-kilat saat terkena matahari.

Pantai ini membentang dari Ulakan sampai ke Tanjung Mutiara. Di pingiran pantai, terdapat banyak sekali pepohonan nan berdaun nyiur. Melambai-lambai jika tertiup angin perlahan. Menambah kesejukan saat Anda menikmati estetika pantai ini.

Pohon cemara bahari juga bisa kita lihat di sisi pantai lainnya. Di sisi lain, ada pula perkebunan semangka milik warga sekitar. Jika sedang berbuah, mungkin Anda dapat mampir buat menikmati segarnya buah semangka nan dipetik langsung dari pohonnya.

Pesona Pantai Pariaman

Padahal, coba duduk-duduk di pinggir saat matahari akan tenggelam. Apabila langit cerah, akan terlihat rona kekuningan latif memulas langit, lalu terpantul di permukaan bahari nan tenang, sungguh sebuah panorama nan menakjubkan. Begitu pula pada pagi hari atau siang, di sepanjang pantai nan rimbun, kaki leluasa menapaki pasir putih.

Berbeda dengan kebanyakan kota di Sumatera Barat nan didominasi perbukitan, danau, dan pegunungan, Pariaman justru didominasi pantai nan memanjang puluhan kilometer. Jika langit cerah, dari atas pesawat sebelum mendarat di landasan, kita akan menyaksikan garis pantai nan memanjang dari Tanjung Mutiara sampai ke Ulakan. Itulah pantai Pariaman.

Udara di sepanjang pantai berpasir putih dan latif ini terasa sejuk, sebab pepohonan nan tumbuh fertile tak hanya pohon kelapa melainkan cemara laut. Berbeda dengan kondisi pantai di daerah lain. Pasir putih berwarna agak kecokelatan nan tidak menyilaukan mata, semakin menambah suasana sejuk.

Pantai nan membujur di sepanjang kota Pariaman tidak cuma pantai berpasir putih nan latif ini saja, tapi juga ada pantai lain seperti pantai Ketaping, pantai Cermin, pantai Gandoriah, pantai Kata, dan pantai Ulakan. Ombak nan tidak terlalu besar, sebenarnya cukup kondusif baik buat berenang maupun jalan kaki menyusuri sepanjang pantai.

Fasilitas Pantai Pariaman

Pantai dengan hamparan pasir putih nan latif ini terdiri dari pantai Ketaping, pantai Ulakan, pantai Sunur, pantai Kata, pantai Cermin, dan pantai Gondoriah nan berada di jantung kota Pariaman. Untuk sampai ke pantai Pariaman, tidaklah sulit. Saat ini, telah dibuka bandara internasional Minangkabau di daerah Ketaping. Beberapa pantai sudah mulai dijadikan loka wisata sehingga sudah mulai dilengkapi fasilitas-fasilitas wisata, seperti penginapan dan restoran.

Dengan kemudahan itu, Anda dapat lebih nyaman berwisata ke pantai pasir putih nan higienis ini. Selain buat menikmati pantainya nan menyejukkan dan asri, kebutuhan Anda dan keluarga dapat didapatkan. Harga nan dibandrol masih terjangkau, tak seperti kota wisata lain nan memang sudah diakui dunia, seperti Bali. Namun, ada kemungkinan pantai berpasir putih ini nantinya akan seperti Bali nan dijadikan tujuan wisata masyarakat dunia.

Banyak sekali pantai nan ada di Pariaman ini dan itu semua dapat Anda kunjungi dalam sekali kunjungan. Praktis bukan? Pantai nan latif tak hanya menjadi milik Bali saja, tetapi di Sumatera bagian barat ini juga menyimpan pantai nan tak kalah indahnya. Anda dapat bermain di bibir pantai bergaul hamparan pasir putihnya nan latif dan elok, ditambah lagi Anda dapat menikmati matahari nan akan terbit dan mulai terbenam. Semuanya merupakan pemandangan nan indah.

Anda tak perlu risi dengan fasilitas nan disediakan di pantai ini, sebab tersedia fasilitas nan dapat menunjang kebutuhan wisata Anda. Anda ingin lebih lama menikmati estetika pantai pasir putih nan latif ini? Anda dapat memilih penginapan buat bermalam sampai Anda puas menikmati estetika pantai ini. Anda akan menikmati hidangan bahari nan tentunya sangat lezat, nan diambil dari pantai nan latif ini.

Tips Wisata Pantai

Anda berencana atau juga ingin menikmati estetika pantai dengan hamparan pasir putih nan latif ini? Tidak salah jika Anda memilih pantai Pariaman. Estetika pantai ini tak kalah dengan pantai-pantai lainnya nan ada di Indonesia. Di sana Anda juga dapat mengunjungi pantai-pantai cantik lainnya nan membentang sepanjang kota Pariaman.

Berwisata ke pantai tak sama dengan berwisata ke daerah pegunungan atau wisata budaya dan sejarah. Wisata ke pantai ada tips spesifik nan harus Anda lakukan. Panasnya terik matahari terutama di siang hari dapat menjadi hambatan terutama bagi Anda nan memiliki kulit nan sangat sensitif. Berikut ada beberapa tips nan dapat Anda ikuti jika berwisata ke pantai.

  1. Gunakan pakaian berbahan katun nan tipis dan mudah menyerap keringat agar Anda bisa menikmati wisata dengan nyaman.
  2. Gunakan sandal agar mudah dibuka ketika Anda ingin menyusuri pantai. Bahkan, berjalan sampai ke pinggir laut.
  3. Bawa kaca mata hitam agar tak silau.
  4. Bawa handuk kecil buat mengelap keringat atau mengeringkan badan nan terkena air.
  5. Bawa makanan ringan atau berat secukupnya agar Anda tak kelaparan.
  6. Bawa pakaian ganti lengkap, siapa tahu Anda bermain air sehingga pakaian basah semua.
  7. Gunakan sun block agar tak terkena imbas jelek sinar matahari berlebih.
  8. Bawa kantung plastik buat loka sampah atau pakain basah.


Kendala dan Isu Tsunami

Kota Pariaman nan terletak di pinggir Samudera Hindia, memiliki potensi laut nan menjanjikan. Setelah dimekarkan dari kabupaten Padang Pariaman, ditambah telah dibukanya Bandar Udara Internasional Minangkabau nan terletak di Ketaping, pesona Pariaman nan terus bersolek semakin mengundang para pelancong buat datang.

Akan tetapi, sebelum benar-benar didatangi para pelancong, dua kali gempa kuat nan menyebabkan tsunami, hiruk-pikuk para pelancong nan didambakan itu mulai surut kembali. Kekayaan alam dan potensi pariwisata nan menjanjikan ini memang layak mendapat perhatian dari pemerintah. Terutama dalam menangkal dan memberi pemahaman kepada para pelancong, jangan sampai gampang termakan isu nan tak sahih seperti akan munculnya tsunami, seperti nan pernah melanda pantai Pariaman dan Mentawai.

Masalah keamanan inilah nan memang seharusnya menjadi fokus pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi pariwisata, jangan gampang termakan akibat pemberitaan nan belum teruji kebenarannya. Tapi sayang, seperti nan dialami daerah lain nan sebenarnya memiliki potensi wisata alam nan menjanjikan, namun dalam pengembangannya nan terkesan sporadis, dalam lima tahun selanjutnya kondisi mulai tak terawat dampak tak diperhatikan. Akhirnya, kekayaan alam nan sungguh menakjubkan itu hanya memberi kegunaan dalam waktu sementara.



Pantai Pariaman Nan Elok, Sepi Dampak Tsunami

Dampak dari tsunami nan menghempas kepulauan Mentawai, 25 Oktober 2010, juga dirasakan warga dan para pedagang di pantai Pariaman . Pantai pasir putih nan asri menjadi tak menarik para pelancong terutama sebab diliputi kekhawatiran akan muncul hempasan tsunami nan serupa.

Perlu antisipasi dari pemerintah setempat buat menyelamatkan potensi wisata di pantai ini. hempasan tsunami memang membuat masyarakat trauma, dan takut peristiwa tersebut akan terulang kembali. Bila ada kerjasama dari pemerintah dengan masyarakat setempat dalam tanggap tsunami, kita tak perlu risi jika berwisata ke pantai berpasir putih ini.

Jangan sampai ancaman tsunami dapat membuat kawasan pantai di sepanjang Pariaman ini seakan wafat suri. Sangat sayang sekali jika keindahannya tak dapat kita nikmati lagi, sedangkan tak setiap waktu tsunami terjadi. Dari sini kita dapat belajar terutama bagi wisatawan nan sedang berlibur ke pantai ini, terutama buat menjaga kelestariannya dengan tak merusak keindahannya baik estetika panoramanya maupun estetika kehidupan di dalamnya.