1970-an

1970-an

Sepatu merupakan salah satu item dalam fashion nan selalu diperhatikan orang. Letaknya memang di bagian paling bawah tubuh, tetapi tak berarti luput dari perhatian. Saat ini, berbagai merek sepatu banyak beredar di pasaran dengan model nan beraneka ragam. Artikel ini membahas sejarah sepatu Vans .



Sejarah

Pada 16 Maret 1966, Paul Van Doren dan tiga orang temannya membuat perusahaan baru bernama Van Doren Rubber Co. (sekarang dikenal Vans). Vans ialah produsen sepatu, pakaian, dan aksesoris buat olahraga skateboard, snowboard, BMX, dan selancar.

Pada awalnya, Paul Van Doren bekerja di pabrik sepatu bermerek Randy's sebagai buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai. Setelah 20 tahun bekerja di sana, ia sudah beberapa kali naik jabatan sebab ketekunannya. Sampai akhirnya, Paul menjabat sebagai Vice President di Randy's.

Akhirnya, ia memutuskan buat keluar dari perusahaan sepatu tersebut dan pindah ke Southern California. Di sana, Paul dan temannya mendirikan perusahaan sepatu baru pada 1966 (merupakan cikal bakal Vans).



Toko dan Pabrik

Paul mengawali perusahaannya dengan membuka sebuah toko dan pabrik dalam satu sistem. Toko ini dibuka pada tanggal 1 Maret 1966 dan hanya memajang contoh-contoh sepatu. Paul baru akan membuat sepatu jika ada nan memesan sepatu. Setelah mendapat order, Paul segera masuk ke pabrik dan langsung membuat order nan dipesan. Di hari pertama, toko ini hanya dikunjungi oleh 16 orang.

Vans semakin populer saat membuat sepatu buat sekolah-sekolah, tim-tim olahraga, dan cheerleader di seluruh California Selatan. Kontemporer juga, Vans meluncurkan Vans #44 atau lebih dikenal dengan nama Vans Authentic. Penjualan pertama sepatu ini cukup berhasil sebab produk ini habis terjual.



1970-an

Pada 1975, Tony Alva dan Stacy Peralta (skater ternama waktu itu) mendesain Vans #95 atau dikenal dengan Vans Era dan diberi label "Off The Wall". Era ini ialah puncak kejayaan Vans sebab sepatu Vans menjadi pilihan primer bagi para skater dan para pemain BMX.

Di akhir 1970-an, Vans membuat sepatu slip-on checkerboard rona putih berbahan kanvas dan rona item berbahan karet. Di saat nan sama, Universal Studios Hollywood meminta pasokan sepatu buat kebutuhan membuat film. Vans kemudian mengirim stock checkerboard slip-ons dengan jumah cukup besar. Sejak saat itulah, Vans kebanjiran order dari seluruh Amerika sehingga menjadikannya sepatu paling laku di global sampai saat ini.



1980-an

Pada awal 1980-an, Jim, adik Paul Van Doren nan menjabat sebagai president , memutuskan membuat sport shoes buat menyaingi Nike, Adidas, Reebok, dan Puma. Menurut Paul, tak mungkin kita menyaingi perusahaan-perusahaan sepatu tersebut. Namun, Jim tak peduli dan tetap melanjutkan proyek barunya.

Akhirnya, proyek ini gagal dan Vans pun mengalami kerugian dengan jumlah utang mencapai 12 juta dolar. Paul memutuskan buat mengeluarkan Jim sehingga Vans hanya dimiliki oleh pemilik tunggal, yaitu Paul Van Doren.

Beberapa waktu kemudian, Vans dibeli oleh perusahaan McConval Deluit Corp. Hak kepemilikan Vans berada di tangan mereka selama 10 tahun ke depan. Artinya, kelangsungan perusahaan diatur oleh mereka, seperti membuat pabrik nan lebih besar di seluruh Amerika.



Vans di Indonesia

Di Indonesia, khususnya di Kota Jakarta, sepatu Vans tak hanya dipakai oleh para skater, tetapi oleh personil band dan sneakers freak (orang nan hobi mengoleksi sepatu). Di sini, sepatu ini termasuk barang langka sebab tak memiliki toko resmi. Namun, ada beberapa toko nan menjual produk Vans, mulai sepatu, pakaian, dan aksesoris dengan harga nan lebih mahal sebab harus memesan dari luar negeri.

Dari awal kemunculannya sampai sekarang, Vans tak pernah ketinggalan tren. Walaupun modelnya selalu klasik, Vans menjadi barang nan selalu diburu. Klasik ialah daya tarik sepatu ini. Jadi, apakah Anda tetarik buat ber-Vans?



Sepatu Vans, Pelopor Sepatu Skate

Sederhana tapi gaya sepertinya menjadi kriteria nan selalu diterapkan jiwa-jiwa muda dalam kehidupannya sehari-hari. Hal-hal simpel, tak terlalu "merepotkan" lebih menarik perhatian serta minat mereka, termasuk dalam hal berbusana. Berdandan atau bergaya secara hiperbola justru dianggap tak wajar jika diterapkan dalam gaya sehari-hari.

Pemilihan model baju atau sepatu nan sederhana mencerminkan kepribadian mereka nan rata-rata lebih menyukai bergaya "apa adanya". Barang-barang penunjang gaya nan sederhana selalu dipilih buat menemani aktifitas mereka sehari-hari. Sepatu sneaker atau model kets selalu menghiasi kaki-kaki muda mereka. Sepatu Vans pun menjadi salah satu merek sepatu nan cukup banyak diminati oleh kaum muda.



Sepatu Vans, Skateboard , dan Remaja

Selain selara berpakaian, anak muda cenderung memiliki selera terhadap olahraga berbeda. Olahraga-olahraga nan menantang adrenalin menjadi pilihan mereka. Mereka seolah ingin berkeringat bukan hanya sebab banyak bergerak, tapi juga keringat nan dihasilkan sebab ketegangan.

Salah satu jenis olahraga nan memacu adrenalin dan cukup diminati kaum muda ialah skateboard . Menyediakan berbagai perlengkapan olahraga skateboard pun menjadi ladang bisnis tersendiri bagi mereka nan pandai melihat keadaan. Produsen sepatu Vans ialah salah satu nan jeli melihat peluang ini.

Sepatu Vans menjadi pelopor dalam produksi sepatu-sepatu nan digunakan dalam permainan olahraga skateboard . Sepatu nan biasa digunakan buat berdiri dan meluncur bersama papan beroda itu biasa juga dikenal dengan istilah sepatu skate.

Sebenarnya, produsen sepatu ini tak hanya memfokuskan hasil produksinya pada sepatu-sepatu skateboard. Sepatu model kets, sepatu buat BMX atau bersepeda, dan sepatu buat snowboarding pun menjadi sepatu-sepatu nan mereka produksi. Saat pertama kali memproduksi sepatunya, Vans memang telah membidik para remaja sebagai konsumennya.

Remaja nan identik dengan jiwa kreatif dan khayalan menjadi inspirasi bagi produsen sepatu Vans buat memperbanyak sepatu buatannya. Maka tidaklah mengherankan jika hampir seluruh model serta motif gambar nan digunakan pada sepatu Vans bertema "jiwa muda".



Sejarah Vans

Vans ialah perusahaan sepatu nan berasal dari Amerika. Perusahaan ini dimulai pada beberapa puluh tahun lalu. Di Broadway, Anaheim, California, Paul Van Doren bersama dengan ketiga temannya membuka sebuah toko. Toko pertama mereka dibuat pada 16 Maret 1966.

Toko tersebut menjual produksi sepatu unik hasil karya mereka sendiri. Mereka memproduksi sekaligus memasarkan sepatunya secara swadaya. Konsumen pertama mereka sebanyak 12 orang. Pelanggan tersebut membeli sepatu Vans dek, sekarang sepatu model ini dikenal dengan tipe Authentic. Paul Van Doren memproduksi sepatunya setiap hari dan selalu siap di sore hari.

Beberapa tahun kemudian, perusahaan rumahan tersebut berkembang dan menghasilkan banyak model-model sepatu baru. Pada 1970-an, Vans memroduksi sepatu dengan menggunakan kanvas bergambar dan karet di bagian bawah sepatunya. Penemuan tersebut rupanya berbuah manis bagi mereka.

Perusahaan sepatu itu kemudian menandatangi kontrak dengan pihak Departemen Pertahanan As dan Us Air Force. Para pemain skateboard juga lebih menyukai menggunakan sepatu ini ketika bermain skateboard. Permukaan karet pada alas sepatu memudahkan mereka buat berolahraga. Penggunaan sepatu Vans pun hampir merata diseluruh wilayah California Selatan. Di akhir 1970-an, perusahaan ini telah memiliki 70 toko di California.

Sepuluh tahun kemudian, Vans telah berubah menjadi sebuah perusahaan besar. Sepatu nan diproduksipun berkembang. Mereka tak hanya memroduksi sepatu buat olahraga skateboarding, tetapi juga untuk wakeboarding, cross motor , dan berselancar.

Meskipun hasil penjualannya mencapai angka nan cukup baik, nyatanya Vans tak sukses mengatasi permasalahan keuangan intern mereka. Pada 1983, Vans tak mampu mengatasi hutang mereka sehingga perusahaan itu terpaksa berganti status menjadi "perusahaan bangkrut."

Kebangkrutan nan dialami Vans tak berlangsung lama. Lima tahun kemudian, 1988, Vans sukses membayar dan bangkit dari kebangkrutannya. Vans menjual beberapa sahamnya pada perusahaan investment banking . Semenjak itu, Vans kembali "menghentak" global fesyen dunia.