Resensi Novel Terbaru Breaking Dawn

Resensi Novel Terbaru Breaking Dawn

Anda nan menggemari novel karangan Stephenie Meyer seri Twilight, niscaya tahu bahwa Breaking Dawn merupakan seri pamungkas dari tetralogi Twilight. Novel nan berkisah tentang percintaan makhluk nan berbeda jenis, manusia dan drakula, ini cukup banyak jadi bahan penulisan resensi novel terbaru oleh para blogger.

Novel ini merupakan novel best seller di banyak negara, termasuk Indonesia. Selain itu, kehadiran film layar lebar nan mengangkat cerita dari novel ini makin membuat penasaran para penggemar buku nan belum membacanya.

Bagi sebagian penggemar novel, membuat resensi novel terbaru seri Twilight itu sekaligus bertujuan membantu calon pembaca lain. Biar lebih mudah memahami jalan ceritanya nan memang agak rumit dan detail. Fungsi resensi novel terbaru memang menambah wawasan calon pembaca, agar tahu kelebihan dan kekurangan dari sebuah buku.

Dalam kasus novel berseri macam Twilight ini, resensi novel terbaru bisa pula membantu mereka memahami jalan cerita nan belum mereka baca di seri terdahulu. Tebalnya halaman novel dari setiap seri Twilight nan rata-rata mencapai lebih dari 400-500 halaman.

Bagi sebagian orang hal ini memang menjadi alasan keengganan membaca semua serinya. Akibatnya, banyak nan tidak paham jalan cerita kisah Bella dan Edward ini secara runut. Jalan keluarnya, ya membaca resensi novel terbaru dari setiap seri Twilight.

Resensi nan telah ditulis oleh pembaca nan telah khatam menikmati seri Twilight itu. Mudah bukan? Nah, berikut ini ialah sinopsis dan resensi dari seri pamungkas Twilight, Breaking Dawn. Bagi nan belum membaca atau lupa, semoga tulisan ini dapat menyegarkan kembali ingatan Anda.



Sinopsis Breaking Dawn

Bella punya mobil baru. Bukan lagi truk tua rona merah hadiah dari Charlie, melainkan sebuah mobil sport mewah hadiah pertunangan dari Edward Cullen. Bagi keluarga super kaya seperti keluarga Cullen, mobil mewah sudah jadi gaya hayati sehari-hari mereka. Jadi, Bella nampaknya harus mulai membiasakan diri dengan kemewahan, nan jelas bukan sifatnya.

Charlie nampaknya sudah mulai membuka hati dan menerima Edward sebagai calon mantunya. Hingga persiapan pernikahan putrinya, Bella, ia bantu dengan seadanya. Ibu kandung Bella nan tinggal di kota lain pun sangat senang dengan keputusan Bella dan Edward.

Hingga tanggal pernikahan pun telah ditetapkan. Orang nan tidak senang hanya Jacob Black. Manusia serigala nan selama ini juga menyayangi Bella. Ia memilih kabur sejauh mungkin dari Forks, dan berubah menjadi srigala agar tidak terlalu merasakan patah hati.

Penulis tidak akan panjang lebar menuliskan sinopsis dan resensi novel terbaru ini, karena niscaya akan menghabiskan berlembar-lembar halaman nan membosankan. Intinya mereka, Bella dan Edward akhirnya menikah. Jacob bahkan datang, walau berharap dengan kedatangannya Bella masih mau berubah pikiran.

Jacob hanya risi dengan pernikahan tersebut Bella akan berubah juga jadi vampir. Hal ini disebabkan oleh vampir dan manusia serigala ialah musuh abadi nan tidak mungkin dapat berteman. Ia takut nantinya harus bermusuhan juga dengan Bella. Tapi, Bella tetap menikah, dan langsung pergi bulan madu ke sebuah pulau terpencil bersama Edward.

Ujung-ujungnya, ia hamil. Edward tidak suka dengan kehamilan tersebut. Maka mereka lantas mempercepat kepulangan kembali ke Forks. Kehamilan Bella sangat parah. Ia menderita karena janinnya ternyata menuntut banyak nutrisi dari darah Bella, dan itu membuatnya lemah.

Akhirnya Bella nan masih manusia, bahkan harus meminum darah agar janinnya tetap tumbuh. Tidak butuh waktu 9 bulan, kehamilan Bella hanya memakan waktu 1 bulan saja. Kelahiran si jabang bayi nan dramatis hampir saja merenggut nyawa Bella, jika tidak langsung digigit oleh Edward hingga berubah menjadi vampir juga.

Resensi novel terbaru Breaking Dawn ini belum berakhir dengan berubahnya Bella jadi vampir. Kisah selanjutnya, Jacob menjadi marah dengan perubahan Bella tersebut dan berniat membunuh bayi hasil pernikahan Bella dan Edward. Namun saat melihat tatapan mata si bayi ajaib nan ternyata pertumbuhannya sangat cepat itu, Jacob konfiden bahwa ia telah melihat imprint atau jodohnya.

Jacob merasa bayi itu ialah calon pendamping hidupnya. Alih-alih hendak membunuh, ia malah lantas menjadi pelindung si bayi dan juga Bella dan keluarga vampirnya. Bahkan saat keluarga Cullen hendak ditantang oleh dedengkot vampir dari Italia, keluarga Volturi, Jacob membawa keluarga serigalanya buat turut melindungi.

Di akhir kisah, tentu saja keluarga Cullen menang dalam pertarungan nan tidak seimbang antara The Volturi dan The Cullen. Happy ending buat semua orang. Bella senang dengan kehidupan barunya sebagai vampir, dan Jacob senang dengan jodohnya, nan ialah anak dari Bella bernama Renesmee.



Resensi Novel Terbaru Breaking Dawn

Menulis resensi novel terbaru Twilight Breaking Dawn ini sebenarnya susah-susah gampang. Hal ini terjadi sebab novel ini ditulis oleh Stephenie Meyer dengan detail-detail nan rumit. Mungkin di satu sisi hal ini baik. Hal ini menunjukkan betapa khayalan dari si pengarang sangat kuat. Hingga data-data nan detail dapat ia kumpulkan.

Hal ini juga membuat pembaca bisa membayangkan kehidupan sebenarnya dari makhluk jenis vampir dan werewolf. Namun di sisi lain, kerumitan dan kedetailan ini dapat jadi bumerang nan dibenci oleh pembaca nan tidak suka dengan novel nan bertele-tele. Alhasil mereka niscaya akan melompati bagian-bagian nan dirasa tak masuk dalam inti cerita.

Sebagai novel fiksi, Breaking Dawn membawa ide baru nan menarik perhatian pembaca. Percintaan drakula dan manusia, serta ditambah cinta segitiga dari golongan werewolf, ide nan luar biasa. Gaya Stephenie Meyer menuliskan romansa segitiga itu pun begitu manis dan melibatkan perasaan. Maklum penulis wanita biasanya memang begitu.

Hal ini membuat para pembaca wanita tergila-gila dengan keromantisan Edward dan kegagahan ala Jacob. Namun, sebagai sebuah novel fiksi, rasanya dalam beberapa bagian agak terlalu tak masuk akal dan dipaksakan. Misalnya tentang kehamilan nan dialami Bella.

Mungkinkah makhluk nan berlainan sistem dan fungsi tubuh dapat terjadi kehamilan? Atau kehamilan Bella nan sangat cepat. Terlihat sekali pemaksaan kehendak dari Stephenie agar cerita ini bisa segera berakhir.

Terakhir, tentang imprint Jacob terhadap bayi Bella. Aduh, maksa banget . Masa hanya buat memuaskan pembacanya nan tidak ingin Jacob menderita di atas kebahagiaan tokoh lain, maka Jacob harus berjodoh dengan seorang bayi? Memang diceritakan bahwa bayi Bella itu pertumbuhannya sangat cepat hingga bisa menyusul Jacob. Namun tetap saja, terkesan maksa.

Mungkin resensi novel terbaru seri Twilight ini tak terlalu dalam mengulik karya Stephenie Meyer. Namun, semoga saja bisa memberi citra bagi pembaca nan ingin mengetahui jalan cerita dari novel pamungkas seri Twilight.

Breaking Dawn dibagi menjadi 3 bagian bab nan memisahkan sudut pandang tokoh pencerita. Bab 1 Bella, bab 2 Jacob, dan bab 3 Bella kembali. Ini juga menunjukkan betapa piawainya Stephenie dalam masuk ke sudut pandang para tokoh dalam novel tersebut.

Demikian resensi novel terbaru Breaking Dawn dari seri Twilight nan merupakan bagian pamungkasnya. Secara keseluruhan, novel ini memang layak buat diberi jempol. Luar biasa.