Peran Program KB dalam Masyarakat

Peran Program KB dalam Masyarakat

Keluarga Berencana atau nan biasa disingkat KB ialah salah satu program nan digalakkan pemerintah buat menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia. Hal ini disebabkan jumlah penduduk Indonesia menduduki posisi nomor empat terbanyak di dunia. Jika tak dikendalikan, maka ledakan penduduk ini akan menjadi sebuah masalah sosial nan dapat mengganggu pembangunan bangsa.

Program Keluarga Berencana ini merupakan sebuah program nan berada di bawah supervisi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Forum inilah mengelola dan mengatur aplikasi program Keluarga Berencana bagi masyarakat Indonesia.

Salah satunya dengan mengkampanyekan program Keluarga Berencana atau KB. Masyarakat diajak buat mengikuti program KB, agar jumlah keluarga dapat dikendalikan. Program ini dimaksudkan buat membatasi jumlah anak nan dimiliki oleh sebuah keluarga. Kalau dapat dalam keluarga hanya memiliki dua anak saja.

Pemerintah juga meniupkan asumsi kepada masyarakat Macam-macam alat KB diperkenalkan dan masyarakat diberikan keleluasaan buat memilih alat kontrasepsi mana nan sinkron dengan pilihan mereka.

Beberapa macam alat kontrasepsi dalam program keluarga berencana ini di antaranya ialah pil KB, Spiral, vasektomi, suntik, IUD dan juga Kondom. Target penggunaan alat KB ini ialah para pasangan muda dan ibu nan baru melahirkan. Kepada mereka, program keluarga dikenalkan sejak dini dengan asa mereka dapat ikut mensukseskan program tersebut.

Dengan slogan nan telah berubah dari “dua anak cukup” menjadi “dua lebih baik”, program keluarga berencana ini kembali dipromosikan kepada masyarakat. Presiden soeharto nan pada masa pemerintahan dinilai telah sukses menjalankan program ini, ingin dicontoh oleh pemerintah sekarang dalam mengatasi masalah ledakan penduduk di Indonesia.



Manfaat Program Keluarga Berencana

Kepada masyarakat, sosialisasi program keluarga berencana ini dikenalkan sejak dini. Setiap pasangan calon pengantin pun, akan diberikan pengarahan tentang program keluarga berencana ini. Dengan demikian, mereka akan memahami seluk beluk program tersebut. Mulai dari manfaat, cara melakukan serta alat kontrasepsi apa nan akan mereka pilih.

Dengan memperkenalkan kegunaan program keluarga berencana, diharapkan akan muncul pencerahan dari masyarakat buat mengikuti program tersebut. Jika pencerahan ini sudah muncul, maka pemerintah tak perlu lagi bekerja keras buat memaksa masyarakat melakukan program keluarga berencana. Beberapa kegunaan mengikuti program keluarga berencana di antaranya ialah :

  1. Mengatur angka kelahiran dan jumlah anak dalam keluarga. Jika seseorang dapat mengatur dan merencanakan jumlah anak, diharapkan akan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga tersebut.

  2. Membantu pemerintah mengurangi resiko ledakan penduduk atau baby boomer.

  3. Penggunaan kondom akan membantu mengurangi resiko penyebaran penyakit menular melalui interaksi seks.

  4. Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Sebab, aturan keuangan keluarga akhirnya dapat digunakan buat membeli makanan nan lebih berkualitas dan bergizi.

  5. Menjaga kesehatan ibu dengan cara pengaturan waktu kelahiran dan juga menghindarkan kehamilan dalam waktu nan singkat.

Itulah beberapa kegunaan dari program keluarga berencana nan dicanangkan kembali oleh pemerintah.



Ironi dalam Keluarga Berencana

Sejatinya dalam program restriksi anak ini sebenarnya banyak sekali hal-hal nan bisa kita cermati lebih mendalam. Seperti kenapa pemerintah lebih suka rakyatnya memiliki anak nan sedikit dibandingkan dengan anak nan banyak. Kita membahas tentang bagaimana tindakan pemerintah dalam program ini sebab memang berkaitan erat dengan tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam mengurusi urusan rakyatnya.

Pemerintah seakan melihat bahwa semakin banyaknya bayi nan dilahirkan akan semakin menambah jumlah penduduk Indonesia. Jumlah penduduk nan saat ini sudah besar, akan bertambah lebih besar lagi. Dan ini akan semakin menambah “beban” pemerintah dalam mengurusi rakyatnya.

Pemerintah memang menganggap ini sebagai beban, ya sebab memang akan semakin banyak orang nan diurusi sehingga semakin banyak waktu, tenaga dan biaya nan dikeluarkan. Maka haruslah segera diatasi masalah ledakan penduduk ini dengan mencanangkan kembali program Keluarga Berencana buat menekan jumlah pertumbuhan penduduk Indonesia. Dengan semakin sedikitnya jumlah penduduk nan ada maka semakin sedikit pula biaya nan harus dikeluarkan dalam penanganan urusan masyarakat ini.

Sasaran primer program ini ialah penduduk pedesaan. Karena mereka dianggap masih memiliki informasi nan sedikit tentang keutamaan dan kegunaan nan bisa diperoleh dari program pemerintah ini.

Ketika kita melihat kepada global Barat terutama beberapa negara nan ada di Eropa, mereka justru tidak menerapkan program restriksi jumlah anak nan dimiliki dalam sebuah negara. Justru pemerintah nan ada di loka itu berlomba-lomba buat mengiming-imingi rakyatnya buat mempunyai anak.

Hal ini dilakukan terutama di negara-negara dengan jumlah pertumbuhan penduduknya nol atau nan lebih disebut dengan Zero Population Growth. Pemerintah negara tersebut sadar betul bahwa dengan tak adanya pertumbuhan penduduk nan ada di dalam negaranya atau jika kebanyakan wanita di loka itu tak mau hamil dan punya anak-karena kebanyakan wanita di negara-negara tersebut lebih suka berkarier daripada membangun sebuah rumah tangga-maka nan terjadi ialah negara tersebut tak memiliki generasi penerus bangsa. Dan ini ialah ancaman tersendiri bagi bangsa tersebut.

Untuk itu maka diajaklah para wanita tersebut buat mau hamil dan punya anak. Hal ini dilakukan dengan banyak penyuluhan atau pun bahkan penghargaan berupa materi atau pun nan bukan materi bagi wanita nan mau punya anak.

Hal ini tentulah bertentangan dengan apa nan ada di Indonesia. Pemerintah kita justru melakukan hal nan berlawanan. Kita rakyat Indonesia malah diajak buat membatasi jumlah anak nan ingin kita peroleh. Bahkan kita hanya diharapkan buat memiliki dua anak saja.

Pemerintah beranggapan bahwa dengan semakin sedikitnya anak nan dimiliki oleh penduduk kita maka akan semakin sedikit pula biaya nan akan dialokasikan buat mengurusi segala urusan kita sebagai rakyatnya.

Bukankah tugas dan tanggung jawab dari pemerintah ialah buat mengurusi rakyatnya?! Seberapa pun banyak atau sedikit jumlah penduduk nan ada. Bukankah ini berarti pemerintah tak suka buat memiliki lebih banyak tugas mengurusi penduduknya nan jumlahnya semakin hari semakin banyak.



Peran Program KB dalam Masyarakat

Pelaksanaan program KB nan dilaksanaan oleh BKKBN dirasakan telah membuahkan hasil. Walaupun masih belum sukses sahih tetapi telah mengalami kemajuan nan cukup besar. Banyak sekali Norma nan ada di masyarakat nan telah berubah.

Program KB bertujuan buat mengontrol jumlah penduduk nan ada di negara ini. Jumlah penduduk nan ada di negeri ini sudah lumayan cukup besar. Untuk suatu negara, penduduk kita termasuk besar yakni lebih dari dua ratus juta jiwa. Angka nan cukup tinggi. Oleh sebab itu pemerintah berusaha menekan laju pertumbuhan penduduk dengan program KB.

Berbagai cara dilakukan oleh BKKBN dalam mensukseskan program KB. Macam-macam cara nan ditempuh oleh BKKBN dalam pensuksesannya ialah melalui penyuluhan, iklan televisi, dan penyebaran opini akan pentingnya KB melalui bidan-bidan atau tenaga medis lainnya.

Perjuangan nan dilakukan oleh BKKBN pun tak sia-sia. Apa nan diharapkan terjadi pengontrolan penduduk di masyarakatpun dapat terpenuhi. Sebuah pola pikir nan menyatakan bahwa “banyak anak banyak rejeki” pun mulai sedikit terkikis.

Masyarakat nan ada di dalam masyarakat sekarang mulai berpikir lain. Pikiran tentang “banyak anak banyak rejeki” sekarang lambat laun telah berubah. Pola pikir masyarakat tak seperti itu lagi, sekarang pola berpikir nan ada di masyarakat berubah menjadi “banyak anak banyak susahnya”.

Jika pada waktu dulu Norma masyarakat nan memiliki anak banyak ialah hal biasa. Dulu dalam satu pasangan suami istri memiliki anak dengan jumlah delapan, tujuh, sepuluh, atau bahkan sebelas ialah hal nan biasa. Pandangan masyarakat pun pada waktu itu biasa saja bahkan sangat bahagia sebab banyak anak banyak rejeki.

Beberbeda dengan nan ada saat ini. Merawat anak nan masih kecil dengan jumlah nan banyak adala suatu hal nan melelahkan. Sesuatu hal nan sangat membebani. Banyak sekali hal nan harus dilakukan buat mampu menghidupi banyak sekali anak. Tidak hanya biaya hayati tetapi juga biaya pendidikan nan semakin lama semakin meninggi.

Oleh sebab itu, maka tak heran jika saat ini banyak orang nan buat tak berpikiran memiliki anak banyak. Mereka lebih memilih memiliki sedikit anak, yakni satu atau dua saja. Semua itu sebab biaya nan ada di kehidupan sehari-hari sangatlah tinggi. Mulai dari biaya hayati sampai biaya pendidikan semuanya sangat tinggi.

Sebenarnya semua masalah sosial nan ada di masyarakat nan ada dapat di atasi. Penyelesaian nan ada dapat diatasi jika adanya pemerataan kesejahteraan sosial nan benar-benar merata. Namun semua itu tak dapat dilakukan sebab masih belum meratanya kesejahteraan sosial masyarakat nan ada di negeri ini. Maka tak heran jika program kb lah nan dipilih demi mensejahterakan masyarakat negera ini.