Jenis Sayur Hijau

Jenis Sayur Hijau

Hingga saat ini, arti kata ‘organik’ terbatas pada tumbuhan segar nan diproduksi oleh petani dengan donasi sedikit pupuk dan pestisida. Dulu petani melakukan budidaya sayuran organik hanya terbatas pada sekelompok kecil orang-orang nan peduli pada kesehatan, nutrisi dan lingkungan.

Namun kini, budidaya sayuran organik mulai meluas, bahkan produk organik tidak hanya terbatas pada buah dan sayur saja. Kini ada telur organik, daging ayam organik, beras organik hingga susu organik.



Pengertian Sayuran Organik

Salah satu solusi menciptakan makanan sehat bebas racun ialah membudidayakan sayuran organik secara mandiri. Selama ini pertanian modern terlalu banyak memakai pupuk kimia, dan obat-obatan. Ternyata kedua unsur tersebut inheren pada sayuran dan buah-buahan.

Jika sayuran nan terdapat sisa kimia dari kedua unsur tersebut dikonsumsi dalam jangka panjang, efeknya bukannya menyehatkan malahan bisa memicu timbulnya kanker. Oleh sebab itu, disarankan mengonsumsi sayuran nan dibudidayakan secara alami tanpa ada unsur kimiawi. Baik dari proses pemumpukan dan pembasmian hama menggunakan bahan alami.

Sayuran dan buah-buahan itu dinamai bahan makanan organik. Sekarang mengonsumsi sayuran dan bahan makanan organik lainnya menjadi bagian dari pola hayati sehat secara holistik. Pola konsumsi sehat seperti ini perlu ditiru demi menjaga kesehatan.



Manfaat Budidaya Organik bagi Lingkungan

Menanam sayuran organik sangat mudah seperti menanam sayuran lainnya. Dapat di mana saja, termasuk di huma sempit seperti halaman rumah sekalipun. Mengolah tanah kosong menjadi kebun sayuran organik menciptakan peluang bisnis kecil-kecilan. Apalagi membudidayakan sayuran organik nan memiliki nilai ekonomis, selain dikonsumsi sendiri dapat dijual lagi di warung maupun restoran organik.

Cara bertanam sayuran organik sama seperti cara bertanam sayuran lainnya. Bedanya hanya terletak pada perawatan dan pemumpukannya nan menggunakan pupuk kandang dan media kompos sebagai pengaya unsur hara. Termasuk pestisida dengan menggunakan bahan-bahan nan natural tanpa ada unsur kimia sekalipun.

Budidaya sayuran organik sangat bermanfaat mengembalikan kondisi tanah nan tadinya rusak sebab berkali-kali ditanami sehingga unsur haranya habis. Cara bertanaman sayuran organik menggunakan pupuk kandang dan kompos, nan ramah dengan alam dan mampu memperkaya humus di tanah.

Tanah nan kaya akan humus dapat ditanami apa saja dan tanaman menjadi subur. Huma terbatas nan dapat dijadikan kebun organik Budidaya tanaman organik dapat menggunakan pekarangan rumah, sebagian halaman kantor, atau huma tidur. Bahkan kalau tidak punya lahan, pakai media pot juga tidak dilarang.

Berikut ini merupakan contoh-contoh huma nan dapat dipakai buat bertanam sayuran organik.



1. Halaman Rumah

Gunakanlah halaman rumah Anda buat bercocok tanam. Rumah nan penuh dengan hijau-hijau lebih nyaman dipandang dari luar. Cobalah menanam sayuran di sebagian halaman rumah nan kosong.

Kalau tidak ada halaman, Anda dapat menggunakan pot peralon-peralon pvc dengan diameter 5 Cm, dan pinggirnya dilobangi memanjang. Sedangkan di bawahnya di lobangi lagi buat saluran pembuangan air. Isi peralon tersebut dengan media tanam nan sudah dicampuri pupuk kompos, kemudian ditanam bibit sawi atau bayam. Pot-pot peralon ini digantung di tembok secara horisontal.



2. Halaman Kantor

Tak ada salahnya kantor Anda dihiasi tepatnya ditanami dengan aneka sayuran organik. Kantor merupakan loka tinggal kedua setelah rumah pribadi. Dengan kata lain sebagian hayati Anda dicurahkan di kantor.

Menanam sayuran di kantor merupakan kegiatan selingan, menghibur diri di tengah kepenatan kerja. sambil istirahat sejenak menyempatkan diri menyirami tanaman dengan air. Memandang tanaman hijau dipercayai bermanfaat meredakan stres.

Lahan nan dapat dipakai buat bertanam sayuran, dapat di belakang kantor atau lantai atas sendiri. Ketika panen sayuran organik dapat dipakai buat pesta kecil, masak-masak bersama teman sejawatnya.



3. Tanah Kosong

Lahan berikutnya ialah memanfaatkan huma tidur nan tidak terpakai. Terbesit rasa prihatin melihat huma kosong/lahan tidur nan tidak dipakai bertahun-tahun. Daripada nganggur lebih baik dipakai untuk bercocok tanam.

Sebenarnya tidak ada salahnya menyewa huma kosong guna diolah menjadi huma pertanian organik. Anda dapat menghubungi pemilik huma buat meminta izin memakai huma kosongnya, kalau perlu dikontrak setahun. Apabila penggunaan huma dipakai buat kepentingan bisnis.



Jenis Sayur Hijau

Hampir semua sayuran dan buah-buah dapat dibudidayakan secara organik, asalkan Anda mengerti karakter tanaman. Di bawah ini merupakan macam-macam sayuran nan dapat dibudidayakan secara organik, antara lain:



1. Bayam

Bayam merupakan tanaman nan mudah tumbuh di mana saja, di tanah maupun di pot. Bayam tidak suka tanahnya kebanyakan air, sebab dapat membusukan akar. Bayam banyak disukai petani organik sebab masa panen bayam sangat cepat. Masa panen bayam yakni selama 1,5 bulan saja. Selain itu, hasil panennya cepat diserap pasar. Bayam mengandung banyak zat besi, sangat bermanfaat mencegah anemia.



2. Sawi Hijau

Pilihan tanam kedua ialah sawi hijau, sayuran jenis ini mudah sekali dibudidayakan di huma terbatas. Hanya menggunakan pot dari peralon saja, sayur jenis ini dapat tumbuh subur. Sawi merupakan sayuran semusim nan masa panennya pun cukup singkat.

Sawi banyak dipakai sebagai sayuran tambahan buat mie ayam, bakso, tomyam dan lain sebagainya. Kandungan nutrisi pada sawi hijau antara lain kalsium, fiber, Vitamin A, B1, dan masih banyak lagi. Jenis lain sawi ialah pakcoy, sawi putih, sawi merah, semua jenis sawi dapat ditanam secara organik. Permintaan sawi organik datang dari restoran organik, hotel dan catering diet.



3. Selada

Selada merupakan sayuran hijau nan banyak diminati konsumen. Karakteristik daun selada bergelombang atau kriting kecil-kecil, warnanya hijau muda. Menanam selada sangatlah mudah, tanah loka tanaman, jangan terlalu kering, maupun terendam air. Asal rajin disiram air selada dapat tumbuh subur.

Jika banyak serangga nan bersarang di daun tanaman selada, dapat disemprot dengan pestisida herbal. Petisidan ini terbuat dari bahan alami. Tanaman sayur semusim ini dapat dipanen setelah dua bulan. Karakter daun selada jika dimakan ada sensasi renyah dan segar. Selada lebih enak dikonsumsi dalam keadaan segar tanpa harus dimasak. Tak heran pada sajian kuliner Sunda, selada dijadikan sayur lalapan.



Keunggulan Tanaman Organik

Tanaman organik lebih segar dan lebih sehat. Bila dilakukan dengan agak serius, tanaman ini dapat memberikan laba ekonomi nan tak sedikit. Coba perhatikan singkong nan ditanam secara organik.

Daunnya lebih gurih dan ubinya lebih besar. Begitupun dengan wortel, kentang, dan jenis sayuran lain nan banyak dibutuhkan oleh masyarakat buat menu makan sehari-hari, ternyata hasilnya sangat menyenangkan.

Jadi buat satu bisnis, bidang budidaya tanaman organik ini sangat perlu dicoba. Tanah akan lebih berbau segar dan tak tercium bau bahan kimia. Niscaya sangat menyenangkan ketika sukses makan tanaman sendiri.

Cukup buat memasak semangkuk sayur sederhana dengan bahan satu siung bawang merah dan bawang putih, garam, gula sedikit. Menu sederhana itu akan tercium cukup menggoda. Cobalah buat mencicipinya dan Anda mungkin akan ketagihan.



Budidaya Sayuran Organik

Mengapa budidaya sayuran organik kini makin populer dan bahkan produknya banyak dicari orang? Alasannya seperti telah disebutkan di atas ialah sebab masyarakat sekarang lebih peduli pada kesehatan, nutrisi atau gizi dari sayuran tersebut.

Seperti kita semua ketahui, budidaya tumbuhan organik merupakan cara membudidayakan tumbuhan dengan menggunakan cara nan alami, dimana petani menyuburkan tanah loka tanaman tersebut ditanam.

Sementara budidaya tanaman dengan cara lama bisa merusak tanah sebab pemakaian pupuk dan kimia nan ada pada pestisida dengan tujuan menyuburkan tanaman, bukan tanahnya.



Kontaminasi Pestisida pada Sayur dan Buah

Berikut 12 buah-buahan dan sayuran nan paling banyak terkontaminasi pestisida, menurut kelompok peneliti lingkungan Environmental Working Group (EWG):

  1. Stroberi
  2. Paprika
  3. Bayam
  4. Buah ceri
  5. Buah peach
  6. Semangka (yang berasal dari Mexico)
  7. Seledri
  8. Apel
  9. Aprikot
  10. Kacang hijau
  11. Anggur (yang berasal dari Chile)
  12. Ketimun

Produk lainnya cenderung memiliki sisa pestisida nan rendah. Bahkan sebenarnya tak perlu membeli pisang organik, sebab sisa-sisa pestisida nan menempel di kulitnya tak akan termakan. Sayuran lain nan pestisidanya rendah termasuk brokoli, kentang, kol, bawang, asparagus, dan blueberry.

Di Indonesia, budidaya sayuran organik masih tergolong langka. Sayuran dan buah-buahan organik hanya dapat di bisa di supermarket besar. Tak heran jika harganya pun termasuk mahal buat kalangan pembeli di Indonesia nan masih banyak menyukai membeli sayuran di pasar.

Mungkin jika budidaya sayuran organik ini makin meluas dan dikenal di kalangan petani Indonesia, sayur dan buah-buahan organik akan bisa dinikmati dengan harga murah. Karena tentu saja, sayuran dan buah-buahan organik akan lebih baik bagi kesehatan kita, juga buat lingkungan kita.