Mobil Jogja dan Banjir VW

Mobil Jogja dan Banjir VW

Dalam tataran sejarah, Jogja punya ceria tersendiri. Mataram pernah berdiri kukuh di sini. Jogja pernah pula menjadi ibu kota negara. Dalam tataran kesenian, Jogja menjadi salah satu kota tujuan para artis dari majemuk jenis kesenian buat menempa sekaligus mempromosikan diri. Dalam tataran global pendidikan, Jogja menjadi salah satu kota pendidikan nan mana majemuk sekolah tinggi dan universitas berdiri di kota. Bahkan saat ini Jogja juga identik dengan mobil Jogja .

Di Kota Gudeg ini berdiri salah satu universitas tertua di Indonesia, Universitas Gadjah Mada. Dan kini bertambah satu, buat para pemburu mobil antik, Jogja menjadi surga tersendiri. Mobil Jogja menjadi arahan bagi siapapun saja nan ingin mengetahui urusan global otomotif khas kota ini. Ketika bicara mobil Jogja maka orang akan semakin menyadari betapa Jogja tidak dapat dipisahkan dari geliat perkembangan mobil. Sahih seperti lukisan syair lagu “Jogjakarta” dari Kla Project di bawah ini:

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat
Penuh selaksa makna
Terhanyut saya akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana jogja


Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring langkahku kehilanganmu
Merintih sendiri ditelan deru kotamu


Bagi pecinta global otomotif boleh saja syair lagi di atas diubah sedikit menjadi: " pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu, masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh mobil antiknya… " Mobil Jogja memang antik. Majemuk informasi tentang otomotif dari nan paling gres sampai tahun jadul, mobil Jogja menjadi semacam garansi bagi siapa saja nan mencari informasi seputar mobil akan dengan gampang diperoleh di kota ini.

Jangankan mobil Jogja keluaran baru nan masih dengan gampang dicari manualnya, mobil Jogja keluaran tahun lawas nan sudah tergolong kuno pun, akan mudah pula mencari informasinya baik secara tertulis maupun secara lisan dari para penggemar mobil kuno atau anggota komunitas mobil Jogja tertentu.



Mobil Jogja dan Coroners

Bicara mobil Jogja maka sepatutnya pula bicara tentang komunitas pecinta otomotif, dari mulai penggila mobil kuno sampai kepada hal-hal kecil dari merek mobil tertentu. Mobil Jogja dapat dianggap menjadi satu trend baru dalam global otomotif tanah air. Di dalamnya banyak cerita, banyak suka duka dan tentu saja menjadi pasar terbuka bagi siapa saja nan mau mencari atau melego kendaraan kesayangannya.

Salah satu komunitas mobil Jogja ialah mereka para penggemar kendaraan jenis sedan merek Corona. Ada Corona Indonesia Community (CIC) di Jojgakarta. Bicara mobil Jogja tidak dapat dipisahkan dari kiprah CIC. Komunitas mobil Jogja nan sesama anggotanya saling sapa dengan kata ‘coroners’, kerap bikin kegiatan. Corona nan identik dengan orang tua tersebut memang ada benarnya. Anggota CIC mobil Jogja rata-rata memang sudah tak muda lagi, paling tak sudah di atas 30 tahun.

Namun jangan tanya soal selera dan jiwanya, mereka para anggota CIC mobil Jogja ialah berselera muda, sekalipun memiliki mobil sudah di atas 10 tahun. Mobil Jogja menjadi merek nan merujuk pada keadaan mobil dan kotanya, Jogja. Ada mobil antik, banyak komunitas, dan tentu saja pasar nan terbuka buat segala macam dan jenis otomotif. Mobil Jogja ialah mobil dan Jogja sebagai sebuah kota.

Kota ini pun menjadi bertambah bergeliat dengan majemuk kegiatan baik nan secara langsung berhubungan dengan mobil maupun tidak, namun mobil dari majemuk merek dan tahun, menghiasi geliat kota ini. Silakan tanya pada teman, ke mana kalau kita mau cari mobil Jogja antik? Hampir dipastikan salah satu jawabannya niscaya akan menyebut nama Jogja. Jogja pun pernah terdengar bergaung ketika kota ini memproklamirkan diri sebagi surga bagi para pecinta dan penggemar sepeda motor Vespa dari majemuk jenis dan tahun produksi.

Jogja pernah mencatat kegiatan langka ketika sekitar 500 pengendara mobil Jogja antik berpakaian tradisional dan memerankan tokoh-tokoh sejarah republik ini. Mereka memenuhi Gedung DPRD dalam gelaran acara kirab budaya 66 tahun Jogja Kota Republik. Kegiatan ini diselenggarakan dalam memperingati Kota Jogja nan pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia.

Dari gedung DPRD kirab budaya mobil Jogja lalu berjalan melalui Jalan Malioboro buat selanjutnya memasuki Gedung Agung. Salah satu peserta kirab budaya mobil Jogja ialah pengendara nan memakai mobil dari jenis dan merek nan pernah dipergunakan Bung Karno. Luar biasa. Kegiatan ini semakin mengukuhkan mobil Jogja, Jogja dengan geliat dan peminat mobilnya.



Mobil Jogja dan Banjir VW

Para penggemar mobil keluaran Jerman, Volkswagen (VW) juga menjadi bagian nan tidak terpisahkan ketika kita bicara mobil Jogja, mobil dan Jogja. Kota ini pernah pula mencatat sejarah ketika para penggemar mobil VW dari seputaran Jawa dan Bali, menyerbu kota ini.

Para penggemar mobil VW ini menyerbu Kota Jogja bukan sebab sebagai salah kota tujuan wisata, tapi ketika bicara mobil Jogja, maka di dalamnya terdapat komunitas para penggemar mobil VW nan tak saja tetap eksis tapi siap berbagi dan memburu kendaraan tua ini. Para penggemar mobil VW ini kemudian berkumpul dan berdesakan di kawasan Sleman, tepatnya di Stadion Maguwohardjo.

Jogja memang menjadi loka nan fertile buat tetap tumbuhnya para penggemar mobil VW. Tidak mengherankan saking akrabnya dengan nama mobil ini, para pembuat joke dalam majemuk implementasinya, memelesetkan VW menjadi Vasti Wareg alias niscaya kenyang.

Plesetan ini menjadi kaya tafsir. Wareg atau kenyang, tak hanya buat urusan perut, tapi kenyang pengalaman atau aktivitas di komunitas mobil Jogja, kenyang pengetahuan lewat Jogja sebagai kota pendidikan, dan tentu saja kenyang jalan-jalan sebab Jogja salah satu daerah tujuan wisata nan tidak pernah kekurangan para wisatawan baik domestik maupun wisatawan asing.

Ini juga tidak dapat dipisahkan ketika kita bicara mobil Jogja. Pada saat penggemar mobil VW menggelar acara “Semarak Mobil Rakyat”, majemuk jenis mobil keluaran Jerman ini muncul ke permukaan dengan segala kelebihan dan hasil olah kreativitasnya. Tentu saja kegiatan ini menjadi penyedot perhatian pengunjung serta pecinta mobil Jogja dan menjadi agenda krusial ketika siapapun bicara mobil Jogja. Pada acara tersebut dapat disaksikan VW Golf MK1 nan dimodif oleh Yudi Yumos dari Semarang menjadi Hellaflush. Jenis mobil ini memang menjadi cikal bakal Hellaflush.

Semarak Mobil Rakyat juga menjadi ajang para pemburu aksesori, onderdil, dan tentu saja majemuk baju nan VW bangets . Para pengunjung nan memadati Stadion Maguwohardjo tersebut semakin betah ketika panitia mempersembahkan acara slalom VW Kodok dan Lomba Dorong VW Combi. Lebih menakjubkan lagi dalam rangkaian acara ini terlahir “Naskah Deklarasi Maguwo” nan salah satu isinya ialah disediakan informasi sejarah nan berkaitan dengan global otomotif. Acara ini benar-benar akan mengingat orang pada kreativitas mobil Jogja, mobil dan Jogja.

Untuk mendukung Jogja sebagai salah satu sentra jual beli mobil, di beberapa media baik cetak, elektronik maupun media maya, bertaburan lapak para penjual mobil, dari nan menyediakan berbagai jenis mobil sampai kepada nan secara spesifik menyediakan mobil eksklusif dari tahun lawas sampai keluaran terbaru bila mobil tersebut memang masih diproduksi. Tak ketinggalan para pengecer onderdil kendaraan tertentu, bertebaran pula di Jogja ini, dari nan membuka lapang di gang-gang sampai menempati pusat perbelanjaan ternama. Inilah bagian tidak terpisahkan dari ingatan orang ketika bicara mobil Jogja.