Keistimewaan Taman Pintar

Keistimewaan Taman Pintar

Taman Pintar berada di Yogyakarta, tepatnya di Jalan Panembahan Senopati. Taman ini menempati bekas lokasi shopping centre nan sudah direlokasi. Mengapa taman ini disebut dengan “Taman Pintar”? Mungkin ada baiknya kita melakukan sedikit kilas balik nan meliputi alasan pembangunan taman ini.

Siapa pun tentu mengetahui bahwa belakangan ini ilmu pengetahuan sudah berkembang begitu pesat, terutama dengan semakin majunya teknologi informasi nan kemudian mengantarkan manusia buat lebih mengenal global nan seolah tanpa batas ini. Masyarakat saat ini harus siap menghadapi kemajuan teknologi nan luar biasa. Apa kaitan hal ini dengan Taman Pintar?

Untuk mengantisipasi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap ilmu pengetahuan terutama sains, digagaslah Taman Pintar ini. Di sini, anak sekolah akan mendapatkan informasi nan sangat bernilai dan sejalan dengan pengetahuan di sekolah.

Tujuan nan mulia pun sudah ditetapkan sejak awal. Taman ini akan memberi anak kesempatan buat mengenal global sains lebih jauh sekaligus sebagai loka buat mengasah kreativitas sehingga diharapkan Indonesia tak hanya menjadi penikmat teknologi, melainkan juga menjadi pencipta teknologi.



Maskot dan Logo Taman Pintar

Taman Pintar mempunyai maskot nan unik, yaitu seekor burung hantu nan memakai blangkon sambil mengepakkan sayapnya. Tentu pemilihan ini tak dilakukan dengan asal-asalan. Blangkon merupakan bagian dari baju adat Yogyakarta nan biasa dikenakan oleh laki-laki sebagai epilog kepala.

Burung hantu ialah hewan malam nan memiliki kepekaan nan tinggi sekaligus lambang kebijaksanaan. Burung hantu juga melambangkan hewan nan mampu belajar dan merasakan perubahan nan terjadi di sekitarnya. Burung hantu identik dengan ilmu pengetahuan sehingga diharapkan mampu mewakili fungsi dari Taman Pintar sebagai wadah bagi para pelajar terutama di kota Yogyakarta buat mengembangkan serta mengekspresikan diri lewat ciptaan sains.

Sayap nan mengepak menjadi ucapan selamat datang bagi semua pelajar buat berproses mencari ilmu tanpa kecuali. Mata burung hantu pun terbuka lebar, mengisyaratkan asa buat mencari ilmu tanpa mengenal kata lelah. Rona cokelat nan mendominasi maskot ini melambangkan kehangatan nan akan menyambut para pelajar dalam proses belajar mereka.

Lalu, bagaimana dengan logo Taman Pintar? Di atas tulisan nama taman ini, terdapat beberapa garis tebal nan memanjang dan membentuk pola lingkaran. Logo itu merupakan bentuk dari bunga api, hanya saja dalam bentuk nan lebih sederhana. Kembang barah sengaja dipilih sebab melambangkan khayalan dan intelegensia. Kembang barah ialah sesuatu nan menyenangkan bagi banyak orang.

Harapan itu pula nan disematkan pada taman ini, buat membuat suasana belajar di sini menjadi menyenangkan. Gambar bunga barah nan miring ke kanan merupakan wujud pengharapan akan konvoi ke arah nan lebih baik. Sementara, rona hijau dan biru nan mendominasi melambangkan pertumbuhan nan tak terbatas.



Peresmian Taman Pintar

Setelah menyelesaikan relokasi dan pembangunan beberapa gedung, akhirnya Taman Pintar diresmikan oleh Mendiknas saat itu, Bambang Soedibyo. Peresmiannya atau soft launching kesatu diadakan pada 20 Mei 2006. Kemudian, setahun kemudian dilakukan soft launching kedua. Selanjutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan grand opening pada 16 Desember 2008.

Taman ini dibuka setiap hari kecuali hari Senin dengan jam layanan antara pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB. Harga tiket masuk ke taman nan diperkirakan menghabiskan dana sekitar 53 miliar ini pun sangat murah. Kita hanya perlu membayar lima belas ribu rupiah buat orang dewasa dan delapan ribu rupiah buat anak-anak. Sementara, buat tiket gedung PAUD hanya dua ribu rupiah.

Jika ingin masuk ke teater tiga dimensi, kita harus membayar tiket masuknya. Untuk generik dan orang dewasa, biayanya sebesar dua puluh ribu rupiah. Sementara, buat pelajar hanya lima belas ribu rupiah. Gedung teater tiga dimensi memiliki kapasitas 140 buah kursi dengan durasi pertunjukan selama lima belas menit.



Keistimewaan Taman Pintar

Taman ini memungkinkan para pelajar mendapat ilmu dengan cara nan sangat menyenangkan. Sudah bukan misteri lagi kalau masyarakat kita memiliki minat baca nan sangat rendah sehingga jika hanya disodori buku saja tak akan sukses membangkitkan minat mereka. Oleh sebab itu, taman ini mencoba pendekatan lain.

Taman ini menyediakan alat peraga nan akan memberi anak informasi dan pengetahuan nan sangat menarik. Karena terlibat langsung dalam prosesnya, anak akan lebih mudah mengingat ketimbang hanya membaca teori. Hanya saja, orang tua harus bijak memilih sarana nan sinkron dengan usia anak sehingga mereka memainkan peralatan nan memang sinkron dengan perkembangan usia dan pengetahuannya.

Di taman ini, ada enam jenis zona nan disesuaikan dengan subtema. Tiap zona memiliki sarana unggulan nan menarik perhatian. Mungkin sebab menyajikan ilmu pengetahuan nan dikemas dalam bentuk permainan, taman ini menjadi kenyataan baru di global pariwisata.



Pengunjung Taman Pintar dari Segala Kalangan

Jumlah wisatawan nan datang ke taman ini sangat besar, menunjukkan animo masyarakat nan cukup tinggi. Tentu ini menjadi suatu hal nan menggembirakan sebab menunjukkan besarnya minat masyarakat buat belajar sains dengan cara nan menyenangkan sehingga pelan-pelan mereka menyadari bahwa global sains itu menyenangkan dan tak sulit.

Pengunjungnya pun tak hanya pelajar, tapi juga masyarakat awam nan merasa penasaran ingin tahu tentang global sains. Mereka berdatangan tak hanya dari wilayah Yogyakarta, tapi juga dari daerah dan negara lain. Taman ini selalu mencatat penambahan jumlah pengunjung dengan jumlah nan cukup signifikan. Mungkin ini sebab faktor Kota Yogyakartanya sendiri.

Selain dikenal sebagai kota pelajar, Yogyakarta ialah kota nan sangat nyaman buat didatangi. Meski udaranya panas, warganya nan ramah dan sederhana membuat hati pendatang merasa betah di kota ini. Selain itu, berwisata ke kota ini tak akan membuat kantung bolong sebab semua biaya tergolong murah. Di sini, kita dapat menyaksikan kota nan semakin maju tanpa meninggalkan karakteristik khas budayanya, suatu hal nan sudah sangat sporadis terlihat di kota-kota lainnya di Indonesia.

Taman ini mengungguli jumlah pengunjung dibandingkan taman homogen nan ada di Indonesia, seperti Puspa Iptek Bandung atau Graha Teknologi Jakabaring di Palembang. Tentu saja hal ini menjadi prestasi tersendiri nan cukup mengagumkan.

Taman Pintar bisa dikatakan sebagai penunjang pendidikan dasar dan menengah. Itulah sebabnya peraga nan ada di dalamnya mengacu pada kurikulum nasional nan berlaku di Indonesia. Pengemasannya lewat permainan atau sarana nan menyenangkan ternyata membuat loka rekreasi ini menjadi sangat menarik. Bahkan, ada nan mengatakan kalau taman ini merupakan wujud dari museum, tapi dengan pengelolaan nan menyenangkan.

Tak hanya menyajikan sains dan teknologi, taman ini juga menyajikan tradisi, budaya, dan seni tentang kota Yogyakarta secara ringkas. Ini sungguh menjadi nilai tambah nan sangat bermanfaat bagi pengunjung, terutama bagi mereka nan tak berasal dari Yogyakarta. Taman istimewa ini mempunyai lebih dari 170 zona sarana nan dibagi lagi menjadi lebih dari 6.000 satuan wahana.



Pembangunan Planetarium di Taman Pintar

Kini, taman ini sedang melakukan pembangunan planetarium guna melengkapi sarana nan sudah ada. Planetarium ini akan menjadi planetarium pertama nan ada di kota gudeg ini. Nantinya, para pengunjung dapat melihat dan mempelajari tata surya, mulai dari Teori Big Bang hingga visualisasi utuh kondisi langit di malam hari. Taman ini selalu mengupayakan penambahan zona baru setiap tahunnya demi menarik minat pengunjung. Planetarium hanyalah salah satunya.

Jika Anda kebetulan sedang berwisata ke Yogyakarta, jangan lupa buat mampir ke Taman Pintar. Loka ini dianggap layak dijadikan sebagai ikon pariwisata kota Yogyakarta dan merupakan loka nan paling banyak dikunjungi. Selain berwisata, alangkah asyiknya jika dapat menambah ilmu dengan cara nan sangat menyenangkan.