Tips Sebelum Melakukan Olahraga Renang

Tips Sebelum Melakukan Olahraga Renang



Informasi tentang Olahraga Renang

Renang ialah olahraga air nan disukai oleh semua kalangan dan semua umur. Namun ternyata tidak semua orang nan datang ke kolam renang dapat berenang. Bahkan tidak semua orang tahu apa kegunaan olahraga renang dan bagaimana caranya melakukan olahraga renang nan benar.

Olahraga nan biasanya diperlombakan buat menilai kecepatan atlet dan gaya renang nan dikuasainya ini memberikan kesenangan tersendiri bagi si atlet dan penontonnya. Selain itu, renang juga merupakan salah satu wahana nan tepat buat dapat membuat tubuh menjadi sehat.

Gaya renang nan biasanya diperlombakan dalam ajang kejuaraan renang antara lain ialah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada. Atlet nan dapat memenangkan perlombaan ini ialah mereka nan dapat menyelesaikan jeda lintasan dengan durasi paling cepat dibandingkan dengan kompetitornya. Pemenang akan masuk babak penyisihan, lalu masuk ke babak semifinal hingga akhirnya masuk ke babak final dan ditetapkan sebagai juaranya.

Selain renang dengan menggunakan gaya nan ditetapkan di atas, cabang olahraga air lainnya juga dapat dipertandingkan seperti halnya loncat indah, renang indah, renang perairan terbuka, polo air, dan beberapa olahraga air lainnya nan telah ditetapkan oleh Federasi Renang Internasional (FINA).



Sejarah Olahraga Renang

Olahraga air ini pertama kali dilombakan di Eropa, yakni pada tahun 1800-an dengan sebagian besar atlet renang menggunakan gaya dada pada saat pertandingan. Lantas pada tahun 1973, John Arthur Trudgen kemudian memperkenalkan gayanya dalam berbagai perlombaan renang setelah sebelumnya meniru gaya bebas suku Indian.

Namun, sebagian besar masyarakat Inggris tak menyukai gaya renang seperti itu sebab harus memercikan air ke segala arah. Oleh karena itu, Trudgen kemudian mengganti gerakan kakinya dengan menggerakkan kaki gunting seperti gaya samping.

Perlombaan renang ini diselenggarakan di global sejak Olimpiade Athena pada 1896, sedangkan nomor renang putri diperlombakan sejak Olimpiade Stockholm 1912. Gaya bebas diperkenalkan oleh Richard Calvill pada tahun 1902, sedangkan gaya kupu-kupu dikembangkan pertama kali pada tahun 1930-an sebagai bentuk variasi dari gaya dada. Sampai akhirnya pada tahun 1952, gaya kupu-kupu menjadi gaya tersendiri nan lepas dari variasi gaya dada.



Tips Sebelum Melakukan Olahraga Renang

Kalau Anda ingin berenang, sebaiknya mengetahui kiat-kiat berenang nan benar. Hal ini semata agar dapat mendapatkan kegunaan dari olahraga renang nan Anda lakukan. Cukup dengan berada di sekitar kolam renang dan berendam dengan air kolam saja pun niscaya akan terasa menyenangkan.

Namun aktivitas ini tak berpengaruh banyak pada kegunaan nan akan didapatkan oleh tubuh Anda. Karena anda hanya sekedar bermain-main bersama di kolam renang. Berikut ialah beberapa tip nan dapat diikuti sebelum melakukan olahraga renang.

  1. Sebelum berenang lakukan pemanasan terlebih dahulu. Misalnya dengan berjalan kaki secara perlahan selama lebih kurang sepuluh menit di sekitar kolam renang.
  2. Lakukan aktivitas peregangan otot ringan. Peregangan ini merupakan antisipasi buat menghindari kram pada otot-otot tubuh anda.
  3. Setelah itu baru menyebur ke kolam. Berenang sebaiknya dilakukan secara bertahap. Jangan langsung nonstop berenang hingga lebih dari setengah jam tanpa henti. Kecuali jika anda ialah seorang atlit renang nan sedang berlatih.
  4. Awali dulu dengan satu kali putaran melintasi kolam. Setelah itu istirahat sejenak selama satu menit. Kemudian lanjutkan kembali. Untuk anda nan masih pemula dianjurkan buat menggunakan gaya berenang nan bhineka supaya semua otot tubuh ikut bergerak.
  5. Akhiri sesi renang anda dengan cooling down alias pendinginan. Caranya ialah dengan berenang secara perlahan selama lebih kurang lima menit.
  6. Bagi anda nan ingin menjaga stamina tubuh, berenang selama tiga kali hingga lima kali seminggu baik dilakukan. Manfaatnya hampir sama dengan aerobik nan dapat menjaga kesehatan paru-paru dan jantung anda.


Berenang dan Asma

Namun ternyata olahraga renang bukan hanya bagus buat mempertahankan stamina bagi mereka nan sehat saja. Para penderita asma justru dianjurkan dokter buat menjalani terapi lewat renang. Karena berenang dapat melatih pernafasan penderita asma hingga menjadi lebih teratur. Sehingga dengan berlatih renang secara rutin dan teratur, para penderita asma kemungkinan besar akan dapat sembuh secara berangsur-angsur.

Mungkin olahraga lain tak terlalu disarankan buat penderita asma, tapi olahraga renang malah dianggap bagus secara ilmiah buat para penderita asma. Karena selain melatih pernapasan, olahraga renang juga membuat otot dada menjadi lebih terlatih. Anda masih menunda-nunda buat keinginan buat pergi berenang? Think it over!



Informasi tentang Olahraga Renang

Berita olahraga renang tak hanya emngenai apa itu berenang dan bagaimana sejarah memunculkan konsep olahraga air tersebut. informasi lain nan dapat didapatkan ialah beberapa peraturan nan mesti dipatuhi dalam mengikuti perlombaan berenang.

1, Kolam Renang

Panjang lintasan kolam renang nan mesti dilalui ialah sepanjang 50 meter dengan lintasan penedek setengahnya dari itu. Lebar kolam ialah setengah dari panjang kolam. Kedalaman minimum ialah 1,35 meter dengan lintasan pertama 1 sampai akhirnya lintasan 6 meter.

2. Lintasan Kolam

Lebar lintasan paling sedikit ialah 2,5 meter dengan jeda minimum 0,2 meter dari luar lintasan pertama dan terakhir. Tiap lintasan dipisahkan dengan tali lintasan nan terdiri atas rangkaian pelampung berukuran kecil pada tali.

3. Pengukur Waktu

Papan pengukur waktu nan dapat bekerja secara otomatis diperlukan terutama dalam perlombaan internasional. Tebal papan sentuh ini ialah sebesar 1 cm. Perenang mencatatkan waktunya di papan tersebut pada saat pembalikan dan finish.

4. Block Start

Pengeras suara disuarakan dengan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu buat memulai catatan saat perenang mulai meloncat dari balok start. Balok tersebut berukuran o,5 sampai 0,75 meter di atas permukaan air dengan panjang 0,5 x 0,5 m nan di atasnya dilapisi antilicin.

5. Peraturan Perlombaan

Peraturan nan digunakan ialah meletakkan block start, lalu para perenang diam di atasnya dan membungkukkan badan ke arah air dengan lutu nan ditekuk sedikit. Pada gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap dinding kolam.

Wasit akan memanggil para perenang dengan melakukan tiupan peluit nan panjang sebagai tanda buat naik ke atas balok. Perenang berada dalam posisi siap nan kemudian diperintahkan buat turun oleh wasit nan sama. Start akan menjadi tak absah jika perenang masuk ke dalam kolam sebelum ada aba-aba.