Manfaat dan Risiko Berenang

Manfaat dan Risiko Berenang

Berenang ialah salah satu aktivitas mobilitas tubuh di dalam air. Hampir seluruh orang menyukai kegiatan nan satu ini, meski tak semua orang nan dapat melakukannya sungguh-sungguh. Pada dasarnya berenang bukan saja sekedar olah raga, tapi juga semacam kegiatan nan dimanfaatkan sebagai rekreasi di dalam air. Itu sebabnya terasa agak rugi bila tak mencoba melatih diri dengan teknik berenang sejak dini.

Sekilas olahraga nan satu ini tak terlihat seperti olah raga umumnya nan membuat tubuh berkeringat. Tapi, yakinlah bahwa olah raga renang sesungguhnya olah raga nan dapat membakar lemak tubuh dalam jumlah nan cukup besar, serta pembentukan otot dada, lengan, dan kaki nan baik.

Untuk dapat melakukan gerakan renang, nan perlu dilakukan ialah menggerakkan kaki dan tangan secara bersamaan, sehingga tubuh mengambang di permukaan air. Ada empat gaya gerakan nan biasa dilakukan saat berenang, yaitu gaya punggung, gaya dada, gaya bebas, dan gaya kupu-kupu. Ingin mencoba melakukan ketiga gaya tersebut? Berikut cara nan dapat dipraktikkan.



Teknik Berenang

1. Gaya Punggung

Ciri khas gerakan gaya punggung ini ialah gerakan berenang dengan posisi punggung berada di permukaan air dan bagian depan tubuh menghadap ke atas. Ini gaya renang tertua setelah gaya renang bebas nan lebih dulu diperkenalkan.

Gaya punggung ialah teknik dalam berenang nan memungkinkan si perenang dapat mengambil dan membuang nafas sebanyak-banyaknya sebab posisi paras nan menghadap ke atas.

Gerakan ini pun terkesan santai dengan tangan nan mengayuh hingga batas pinggang secara bergantian. Sedangkan kaki mendorong air agar tubuh dapat meluncur di air.



2. Gaya Bebas

Sesuai namanya, teknik berenang gaya bebas sebenarnya gaya berenang nan paling bebas berekspresi di dalam air. Teknik klasiknya ialah dada menghadap ke permukaan air sedangkan punggung berada di atas. Kedua tangan digerakkan jauh ke depan dengan teknik gerakan mengayuh air secara bergantian kiri dan kanan.

Sepasang kaki bergerak dengan teknik gerakan menggebuk air agar tubuh bisa terus bergerak ke depan dan mengambang. Sementara itu, kepala di tolehkan antagonis dengan gerakan tangan. Ini ialah gaya renang tertua dan dijadikan dasar latihan setiap perenang sebelum sampai pada teknik dalam berenang lainnya.



3. Gaya Kupu-Kupu

Konon, gaya renang nan paling latif ialah gaya kupu-kupi atau ada juga nan menyebutnya dengan gaya lumba-lumba. Gaya kupu-kupu juga merupakan gaya berenang nan paling banyak menguras energi dibandingkan teknik gaya berenang lainnya.

Ciri khas dari gerakan gaya kupu-kupu ini atau lumba-lumba ini ialah gerakan seperti melompat dalam air persis, seperti gerakan lumba-lumba dalam air dan kupu-kupu saat lepas landas.

Posisi dada, paras tangan menghadap ke permukaan air. Kaki menekuk menahan agar tubuh tak tenggelam. Untuk memulai gerakan kaki dihempaskan dengan sedikit tendangan melompat serta tangan mendorong air secara bersamaan. Pengaturan nafas dapat dilakukan saat kesempatan kepala menyembul ke permukaan.



4. Gaya Dada

Gaya dada diadaptasi dari gaya katak nan berenang di dalam air. Tekniknya ditandai dengan dada dan kepala berada di permukaan air persis seperti gaya bebas.

Namun bedanya, posisi punggung tetap merentang dan teknik ayunan kaki mekar seperti katak berenang. Sedangkan tangan lurus ke depan menggunakan teknik membelah air. Gaya dada ialah gaya nan santai dan lambat dibanding gaya berenang lainnya.



Manfaat dan Risiko Berenang

Seperti nan disebutkan sebelumnya bahwa berenang sangat baik buat pembentukan otot dan membakar lemak tubuh, olah raga renang juga membawa kegunaan postif buat tubuh antara lain sebagai berikut.



1. Menambah tinggi badan.

Ini bukan mitos. Berenang memang terbukti dapat menambah tinggi badan asalkan dilakukan saat dalam masa pertumbuhan. Kegiatan berenang secara rutin dapat memperbaiki kontur tubuh serta tulang punggung bagian belakang agar tak membungkuk.



2. Meningkatkan fungsi paru-paru dan jantung.

Ketika berenang, pengaturan nafas nan teratur terlatih dengan baik. Begitu pula dengan gerakan tangan mendorong dan kaki mengayuh terbukti membantu kelancaran sirkulasi darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Itu sebabnya olah raga berenang bisa juga dikatakan sebagai aerobik dalam air.



3. Mengurangi stres dan menurunkan taraf kecemasan berlebih.

Air ialah media nan paling ampuh buat mengusir kejenuhan, stres, dan kecemasan. Menurut ahli kesehatan kesejukan airlah nan memengaruhi cara berpikir seseorang menjadi lebih baik dan memicu produksi hormon endorfin. Hormon endorfin inilah nan akan membantu memperbaiki suasana hati seseorang.

Dibalik kegunaan nan diberikan oleh olahraga berenang, ternyata ada pula resiko nan dapat ditimbulkannya, antara lain sebagai berikut.



1. Risiko terjangkitnya penyakit kulit.

Di dalam kejernihan air kolam renang, sesungguhnya ada bakteri nan tak kasat mata di dalamnya. Apalagi bila berenang di dalam air laut, danau, atau sungai. Bagi sebagian orang nan memiliki sensitif kulit lebih tinggi, dapat terserang Cercarial Dermatitis atau “ swimmer itch ”.

Penyakit kulit ini disebabkan sebab parasit nan terdapat di dalam air. Bisanya parasit tersebut disebabkan oleh hewan air seperti keong. Gejala nan ditimbulkannya berupa rasa panas pada kulit, gatal, bintil, terkelupas dan terkadang dapat sampai lepuh berair.



2. Risiko terjangkitnya penyakit mata.

Resiko iritasi pada mata terjadi dua kali lipat dibanding mereka nan sporadis berenang. Iritasi mata nan dapat sampai hingga termin infeksi biasanya terjadi sebab mata terkontaminasi moluskum kontagiosum dan konjungtivitis (adenovirus) nan ada dalam air.



3. Diare

Berenang juga ternyata dapat menimbulkan resiko diare pada perenang. Hal ini dapat saja terjadi sebab tanpa kita sadari saat berenang ada air nan turut tertelan oleh kita. Sementara air tersebut telah banyak terkontaminasi kuman E-coli nan berasal dari kotoran kulit perenang lainnya.



4. Infeksi otak, infeksi pernafasan, dan kerusakan rambut.

Kandungan klorin dalam jumlah eksklusif dalam kolam renang ternyata berpengaruh jelek terhadap paru-paru, kerusakan rambut, dan kulit kepala, pemicu terjadinya asma, radang otak, hingga kanker. Oleh sebab itu, pemberian klorin dalam kolam renang haruslah mengikuti anggaran penggunaan dan takarannya disesuaikan denggan ukuran kolam.



5. Infeksi telinga

Ini ialah keluhan terbanyak nan sering terdengar dari para perenang. Ketika berenang, dapat saja air ikut masuk ke dalam telinga dan mengendap lama hingga sulit dikeluarkan tanpa donasi medis. Akibatnya terjadilah infeksi nan dipengaruhi oleh kerja Pseudomonas aeruginosa dari air kolam renang.

Saran keamanan buat meminimalkan resiko saat berenang ialah dengan cara menggunakan skin protector , kacamata renang, serta baju nan sebisa mungkin menutupi sebagian besar bagian tubuh. Sekarang ini, banyak model pakaian renang nan berlengan panjang dan menutupi tungkai hingga mata kaki namun tetap terasa ringan dan nyaman.

Demikianlah seputar teknik berenang lengkap dengan manfaat, serta resiko nan dapat ditimbulkan dari olah raga air ini. Selama melindungi diri dengan perlengkapan berenang nan sesuai, kemungkinan terkena resiko jelek tentu akan semakin kecil dan khasiatnya dapat tetap didapatkan. Selamat berenang.