Makanan nan Bisa Menurunkan Kadar Kolestrol

Makanan nan Bisa Menurunkan Kadar Kolestrol

Gaya hayati masyarakat nan semakin tinggi dan konsumtif ternyata berlaku pula dengan pola makan. Bagaimana tidak? Dengan banyaknya aneka menu makanan membuat lidah tergiur buat mencicipinya. Namun, perlu hati-hati pula dalam menyantap makanan, jangan-jangan makanan nan setiap hari Anda konsumsi ialah makanan nan mengandung kolestrol. Zat ini nan dapat menyebabkan penyakit dan berbahaya bagi tubuh.

Kolestrol adalah zat nan dapat ditemukan pada setiap sel tubuh. Zat ini termasuk dalam kelompok lemak nan dibutuhkan oleh tubuh sama seperti halnya zat lainnya. Sebut saja vitamin, mineral, karbohidrat, protein dan lain sebagainya.

Tubuh pada dasarnya membutuhkan asupan kolestrol sebab bisa membantu memproduksi hormon dan mengandung vitamin D nan diproduksi oleh hati. Namun, jika makanan nan mengandung kolestrol nan sangat tinggi dan dikonsumsi terlalu hiperbola akan menyebabkan kolestrol dalam tubuh menjadi semakin banyak. Dengan demikian, tak menutup kemungkinan menjadi sebuah penyakit.

Berikut ialah makanan nan mengandung kolestrol dan kandungan kolestrol di dalamnya. Makanan nan mengandung kolestrol tak jenuh (memiliki kadar nan kecil), ialah sebagai berikut.

  1. Putih telur ayam, teripang, susu sapi non fat, ubur-ubur, (0 mg).
  1. Daging ayam dan daging bebek tanp kulit (50 mg).
  1. Ikan-ikan air tawar seperti ikan mas, mujair, ikan mujair dan lain-lain (55 mg).
  1. Daging sapi tanpa lemak (60 mg), daging kambing tanpa lemak (70 mg), daging kelinci (65 mg).
  1. Ikan ekor kering (85 mg)

Makanan nan mengandung kolestrol dengan kadar sedang (sesekali dapat dikonsumsi), ialah sebagai berikut.

  1. Ham atau daging asap (98 mg)
  1. Iga sapi (100mg)
  1. Daging sapi (105 mg)
  1. Burung dara (110 mg)
  1. Ikan bawal (120 mg)
  1. Daging sapi dengan lemak (125 mg)

Makanan nan mengandung kolestrol cukup tinggi dan harus berhati-hati dalam mengkonsumsinya, ialah sebagai berikut.

  1. Gajih sapi dan kambing (130 mg)
  1. Keju (140 mg)
  1. Sosis dari daging dan kepiting (150 mg)
  1. Udang, kerang/siput (160 mg)

Makanan nan mengandung kolestrol nan sangat tinggi dan masuk dalam kategori berbahaya, perlu hati-hati dalam mengkonsumsinya ialah sebagai berikut.

  1. Belut, santan kelapa (185 mg)
  1. Susu sapi (250 mg), susu sapi mengandung cream (280 mg)
  1. Coklat (290 mg)
  1. Margarin/mentega (300 mg)
  1. Jeroan sapi (380 mg)
  1. Makanan hewan bahari seperti kerang putih/tiram/remis (450 mg)
  1. Telor ayam (500 mg)
  1. Jeroan kambing (610 mg)
  1. Cumi-cumi (1170 mg)
  1. Kuning telur ayam (2000 mg)
  1. Otak sapi (2300 mg)
  1. Telur burung puyuh (3640 mg)


Gejala Kolestrol nan Dapat Mengakibatkan Bahaya

Jika Anda dikonsumsi beberapa makanan di atas, lalu mengalami gejala-gejala penyakit kolestrol perlu diwaspadai atau diperiksa ke dokter. Terutama jika nan anda konsumsi ialah makanan dengan kadar kolestrol nan sangat tinggi. Beberapa gejala penyakit nan disebabkan oleh kandungan kolestrol lemak jenuh, ialah sebagai berikut:

  1. Pegal-pegal atau rasa sakit pada bagian tengkuk kepala bagian belakang.
  1. Pegal-pegal di bagian pundak.
  1. Kaki bengkak-bengkak.
  1. Badan mudah lelah dan capai.
  1. Kondisi badan indolen dan mudah mengantuk.

Kandungan kolestreol nan normal pada tubuh sebesar 160-200 mg, sedangkan kolestrol tinggi dengan jumlah 240 mg. Jumlah kolestrol tersebut dapat menyebabkan stroke. Kolestrol juga dapat menyebabkan penyakit jantung, pembuluh darah dan hipertensi

Makanan memang dapat menjadi faktor penyebab kolestrol dalam tubuh meningkat. Namun, ada beberapa faktor lain nan menjadi penyebab penyakit ini. Beberapa di antaranya antara lain :

  1. Berat badan nan hiperbola atau obesitas bisa meningkatkan trigliserinda di dalam tubuh dan menurunkan kolestrol nan baik.
  1. Kurang bergerak bisa meningkatkan bertumpuknya kolestrol di dalam tubuh.
  1. Faktor jenis kelamin dan umur bisa mempengaruhi kolestrol cepat meningkat. Pada perempuan kandungan kolestrol cepat meningkat pada masa menjelang menopause. Sedangkan lelaki pada umur 50 tahun. Saat ini faktor umur bukan menjadi alasan meningkatnya kolestrol. Dengan banyaknya pilihan makanan nan menggiurkan, banyak anak muda berumur 20 tahun terkena penyakit jantung, stroke dan gangguan jantung.
  1. Mengidap penyakit lain, seperti diabetes. Penyakit ini bisa menjadi penyebab kolestrol dalam tubuh menjadi tinggi.
  1. Jika ada keluarga baik dari pihak ayah atau ibu nan pernah terkena penyait atau masalah dengan kolestrol, maka perlu berhati-hati. Ada kemungkinan risiko cepat terkena kolestrol nan tinggi.
  1. Pola dan gaya hayati nan tak baik, seperti minum minuman berakohol dan merokok bisa menjadi faktor kolestrol nan tinggi dan menurunkan kolestrol nan baik bagi tubuh.


Makanan nan Bisa Menurunkan Kadar Kolestrol

Kolestrol dapat diturunkan kadarnya. Hal ini buat menghindari plak di pembuluh darah dan meningkatkan bagaian kolestrol nan baik, nan dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Jika banyak mengkonsumsi makanan nan mengandung kolestrol lemak jenuh, sebaiknya diimbangi dengan mengkonsumsi pula makanan nan anti-kolestrol. Berikut ialah makanan nan dapat menurunkan kadar kolestrol lemak jenuh di dalam tubuh.

  1. Ikan

Dengan menggantikan mengkonsumsi daging dengan ikan seperti ikan salmon, sarden dan sebagainya bisa menurunkan kadar kolestrol dursila dalam tubuh.

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dapat menurunkan kandungan kolestrol. Jadi, baik sekali mengkonsumsi kacang-kacangan nan dapat dikonsumsi utuh atau sudah diolah menjadi menu masakan.

  1. Kacang Kedelai

Kacang kedelai nan sudah diolah dapat menjadi tahu, tempe dan tepung kedelai. Namun, perlu diperhatikan jika tahu dan tempe diolah menjadi menu makanan dengan campuran santan atau minyak goreng, maka tahu dan tempe sudah tak efektif buat menurunkan kandungan kolestrol jahat.

  1. Bayam

Kandungan nan bisa membantu menurunkan kolestrol dalam bayam ialah lutein. Kelebihan lain mengkonsumsi makanan nan mengandung lutein (bayam) ialah menjaga kesehatan mata, jantung. Ini disebabkan oleh lutein nan dapat mencegah lemak nan akan menempel di pembuluh darah.

  1. Bukan hanya makanan, minuman seperti teh dan coklat juga dapat membantu menurunkan kandungan kolestrol dursila dalam tubuh. Kandungan antioksidan di teh bisa mencegah oksidasi nan dapat menyebabkan lemak menumpuk di pembuluh darah,

Sama halnya dengan teh, coklat juga banyak mengandung antioksidan juga flavanoid. Namun, perlu diperhatikan memilih coklat. Saat ini banyak coklat nan dicampur susu nan banyak mengandung lemak. Sedangkan buat coklat putih tak mengandung antioksidan sehingga tak dapat menurunkan kolestrol.

  1. Cabai

Kandungan zat di dalam cabai, yaitu zat capcaisin ternyata mampu menurunkan tekanan darah nan secara langsung bisa menurunkan kadar kolestrol nan terdapat di dalam darah.

  1. Bawang Putih

Mengkonsumsi bawang putih dapat menurunkan kadar kolestrol sebanyak 14% jika dikonsumsi dengan teratur selama enam bulan. Bawang putih juga bermanfaat mencegah terjadinya pembekuan pada darah serta bisa melindungi tubuh dari infeksi. Mengkonsumsi bawang putih jangan terlalu banyak sebab bisa menyebabkan bau tidak sedap pada tubuh.

  1. Buah Alpukat

Buah alpukat mengandung lemak tak jenuh (baik). Namun, jika banyak mengkonsumi alpukat perlu dikombinasikan dengan makan makanan berupa sayur mayur nan dapat menekan kalori. Hal ini sebab kandungan kalori dalam alpukat ialah sebesar 300 gram dan lemak sebesar 30 gram.

  1. Mentega dan Minyak Goreng

Beberapa jenis mentega banyak nan mengandung kolestrol lemak jenuh (jahat). Namun, ada jenis minyak atau mentega nan bisa menurunkan kolestrol dalam tubuh, misalnya minyak atau mentega nan berasal dari biji kembang kanola.

Tubuh pada dasarnya membutuhkan zat ini. Tidak ada embargo buat menikmati makanan nan mengandung zat ini. Namun, sebaiknya Anda mulai mengatur pola makan nan mengandung kolestrol lemak jenuh dengan tak mengkonsumsinya secara berlebihan. Anda juga sebaiknua melakukan olah raga secara teratur, dengan dibarengi mengkonsumsi makanan nan mengandung serat dan kaya dengan kandungan antioksidan.