Perawatan Kura-kura Ambon

Perawatan Kura-kura Ambon

Kura-Kura Ambon sekarang ini lagi naik daun dikalangan penggemar hewan eksotis. Memelihara binatang eksotis seperti reptil merupakan trend baru. Saat ini terdapat berbagai macam hewan nan dapat dipelihara seperti ular, hamster, katak, kadal dan masih banyak lagi termasuk juga reptil.



Sekilas Kura-kura Ambon


Reptil ini memilik nama latinnya Cuora amboinensis biasa disebut juga dengan kura batok, kura dada, kura kotak dan kura katup. Merupakan salah satu jenis kura-kura nan banyak dijual di pasaran.
Walaupun bernama kura-kura Ambon namun ditemukan juga di daerah Sulawesi, Sumatra dan beberapa Negara seperti Thailand, Pilipina, Malaysia dll.

Kura-kura ini termasuk kura-kura semi akuatik. Artinya hayati dengan habitat campuran antara darat dan air. Di habitatnya, kura-kura Ambon tinggal di dekat sungai atau sawah dengan berlindung pada rumput atau tumbuhan ada di sepanjang sungai.


Ketika mencari makan dia menyelam di air hingga beberapa jam. Air merupakan loka konservasi nan efektif dan menghindari sergapan dari hewan predator.
Kura-kura tidak begitu suka dengan hawa nan panas, ketika siang hari dia terjun keair buat mendinginkan suhu badannya. Kemudian naik lagi kedaratan buat berjemur.



Pakan


Reptile ini menyukai ikan kecil, udang dan cacing sebagai pakannya. Kura-kura peliharaan bisa ditambahkan makanan berupa sayuran ditambah pelet.
Bentuk fisik kura-kura ini mempunyai cankang (carapace) seperti kotak dengan berbagai variasi bentuk tinggi dan rendah. Mempunyai rona kekuningan di sekitar paras sampai leher dengan diselingi garis hitam pada wajah.



Perawatan Kura-kura Ambon


Sama dengan jenis kura-kura semi akuatik lainnya, memelihara kura-kura memerlukan ketelitian dan kesabaran. Mulai dari loka tinggal, loka makan dan perawatan harus dilakukan secara professional agar tak cepat wafat sebab sakit atau ‘kecelakaan’.


Anda dapat menanyakan cara perawatan nan tepat kura-kura Ambon pada penjualnya. Sebagai tambahan, Anda pun bisa mencari surat keterangan tentang perawatan dan pemeliharaan kura-kura agar bisa bertahan hayati lama dan sehat.


Kunci berhasil memelihara kura-kura ialah pada pemberian makan dan kebersihan kandang. Ketika kura-kura ini dipelihara pakan harus di berikan secara variatif. Ada dua jenis pakan kura-kura yakni pakan hidup, sayuran dan pellet.

Pakan hayati berupa ikan kecil antara lain anakan lele, wader. Selain itu Anda dapat memberikan ulat hongkong, jangkrik dan belalang. Pakan ini berfungsi buat meningkatkan pertumbuhan badan. Selain itu jangan lupa memberi pakan sayuran, berupa daun kangkung, selada, bayam dan irisan wortel. Sebaiknya sayuran dicuci dulu sebelum di sodorkan kepada kura-kura Anda.
Pellet merupakan pakan alternatif dapat diberikan buat selingan atau pengganti jika pakan alami tidak tersedia. Pellet ini terbuat dari bahan-bahan nan bernutrisi tinggi. Pakan ini dapat dibeli di toko ikan hias atau pet shop.



Perlindungan

Hal nan perlu diperhatikan selain perawatan ialah asal dari kura-kura Ambon nan akan dibeli. Kebanyakan kura-kura ini nan dijual berasal dari penangkapan di habitat aslinya. Hal ini tentu saja akan mengganggu ekuilibrium alam. Alangkah lebih baik jika Anda membeli kura-kura hasil penangkaran.

Untuk Anda nan ingin memilih kura-kura Ambon sebagai hewan peliharaan sebaiknya dipikirkan ulang antara budget dan perawatan kura-kura nantinya. Karena akan sia-sia saja jika sudah keluar uang cukup banyak namun kura-kura ini nan dipelihara wafat lebih cepat dari estimasi umur seharusnya.

Jika Anda termasuk orang nan tak sabar dan telaten dalam perawatan hewan, pilih saja hewan nan tak membutuhkan perawatan spesifik dan merepotkan



Jenis-jenis kura –kura lokal


Spesies kura-kura di Indonesia tidak hanya kuran-kura ambon saja. Ada beberapa macam reptile jenis ini nan hayati di Indonesia. Berikut ini ialah jenis-jenis reptile orisinil Indonesia.

  1. Kura-kura moncong babi

Salah satu jenis kura-kura orisinil Indonesia ialah kura-kura moncong babi / Carettochelys insculpta. Spesies ini habitat aslinya berada di perairan Papua dan perairan Maluku. Mengapa disebut moncong babi, sebab memang mulutnya bentuknya menyerupai moncong babi.
Tubuhnya berwarna hitam, tapi kura-kura dewasa berubah rona menjadi abu-abu. Termasuk kura-kura bertempurung lunak / soft shell. Bahkan lebih mirip kulit nan keras daripada cangkang pada umumnya kura-kura lainnya.

Hidupnya dihabiskan di air, dia hanya naik tepi sungai hanya buat berjemur dan bertelur.
Kura-kura dewasa beratnya dapat mencapai 30 kg, dengan ukuran diameter tempurungnya 50 cm. Hidupnya dapat mencapai 30 tahun, jika di alam bebas. Namun kalau dipelihara manusia tidak asa hidupnya nisbi pendek.

Namun sayangnya jumlah populasi reptile ini di habitat aslinya banyak berkurang. Ini sebab faktor perburuan dan perdagangan ilegal dari Papua buat dijual di Cina dan Hongkong.
Pemerintah sudah memasukan spesies ini dalam daftar binatang nan dilindungi dan dilarang diperjualbelikan secara bebas.


Hewan ini diburu buat dijadikan bahan makanan. Permintaan pasar Cina dan hongkong akan kura-kura ini begitu besar. Selain diambil dagingnya buat dimasak. Tempurung dan empedunya dipakai buat ramuan obat-obatan.

  1. Kura-kura kepala ular


Kura-kura kepala ular merupakan spesies orisinil Papua. Populasinya terbanyak diperairan Papua dan Maluku. Ciri-ciri spesies ini ialah pada lehernya nan relative panjang, hingga sepintas menyerupai ular.
Kepala panjang itu sebenarnya hasil dari proses evolusi pada spesies ini. Hidupnya sepenuhnya berada di air, tapi terkadang dia hanya menyembulkan kepalanya buat bernafas saja, sedangkan seluruh badannya berada di dasar air.


Hidupnya berada di sungai-sungai dengan sembunyi dibalik kayu –kayu tua dan bebatuan.
Makan utamanya ikan-ikan kecil, udang, serangga dan buah-buahan nan jatuh disungai. Karakter ini hewan ini soliter dan pemalu, dia akan menghindar jika berjumpa manusia.
Bentuknya nan unik ini nan menjadi daya tarik sendiri bagi penggemar reptile eksotis ini. Harga jual kura-kura ini dipasaran cukup mahal, sebab memang sulit dicari. Selain itu pemerintah membatasi perdagangan hewan ini.

  1. Labi-labi

Labi-labi atau bahasa latinnya Trionychidae, hewan ini merupakan penghuni perairan air tawar di Indonesia, hidupnya di sungai, rawa-rawa dan muara. Rona tubuhnya coklat cerah, bentuk tempurungnya rata dan lunak.

Daerah penyebaran merata di seluruh Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, hewan ini ditemukan disemua daerah, dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Papua.
Labi-labi termasuk hewan malam / nocturnal, aktifitasnya dilakukan sepanjang malam. Di keluar dari sarangnya ketika hari mulai gelap. Di malam hari dia mencari mangsa seperti ikan kecil, udang dan serangga. Labi-labi betina ketika akan bertelur naik ke darat, dan menggali tanah nan berpasir buat menaruh telur-telurnya.

  1. Penyu

Penyu termasuk kerabat jauh dari kura-kura. Yang membedakan ialah pada habitat dan bentuk fisiknya. Penyu seluruh aktifitas dan hidupnya berada di air, dan sama sekali tidak pernah naik ke daratan kecuali penyu betina. Anakan penyu / tukik begitu menatas secara instink dia kembali ke air.

Penyu memilik empat sirip nan didesain sebagai pengayuh di air. Sedangkan kura-kura kakinya dipakai buat berjalan dan berenang. Kepala penyu tidak dapat masuk ke dalam cangkang ketika terancam.
Penyu hijau merupakan reptile penghuni perairan Indonesia, hewan ini lebih menyukai hayati diperairan tropis. Hidupnya di antara terumbu karang masih sehat dan alami.

Maka dari itu penyu dipakai sebagai indicator kondisi terumbu karang di suatu perairan. Jika di suatu perairan dijumpai banyak penyu berenang di situ, berarti kondisi terumbu karang dan kwalitas airnya baik.
Namun jika perairan bahari nan tercemar polusi, bakalan tidak ada penyu nan hayati disitu.

  1. Penyu belimbing


Penyu belimbing merupakan spesies pengaruh samudera pasifik. Populasi penyu jenis ini sekarang sangat sedikit, sebab perburuan massal dan faktor lingkungan nan rusak.
Penyu belimbing memiliki karakteristik khas pada bentuk tempurungnya nan menyerupai buah belimbing. Tubuhnya bagian atas berwarna hitam kelam, sedangkan pada bagian bawah berwarna cerah. Uniknya penyu jenis ini mempunyai tempurung nan lunak.


Bentuk tubuhnya didesain buat mengimbangi gaya berenangnya nan cepat dan mampu menahan nafas berlama-lama di air. Reptil jenis ini hanya naik ke pantai buat bertelur saja. Setelah itu kembali lagi ke laut. Masa bertelur dilakukan ketika malam bulan purnama saja. Hewan ini hanya naik ke pantai nan sepi saja.

Demikianlah sedikit tentang cara merawat kura-kura ambon, semoga tidak hanya memelihara saja tapi diusakan dapat membudidayakan agar populasinya terjaga. Semoga bermanfaat.