Medium Tumbuh Bakteri Acetobacter Xylinum

Medium Tumbuh Bakteri Acetobacter Xylinum

Apa hubungannya nata dengan bakteri Acetobacter Xylinum ? Nata sering kita temukan sebagai hidangan epilog dalam sebuah jamuan makan. Bentuknya kenyal seperti jeli berwarna putih. Nata mengandung kadar serat tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan, terutama pencernaan. Tapi, tahukah Anda bahwa nata dibentuk oleh satu jenis bakteri nan bernama bakteri Acetobacter Xylinum ?

Ya, nata ialah produk nan dihasilkan dari fermentasi nan melibatkan bakteri tersebut. Kita mengenal "nata de coco" nan artinya krim kelapa. Nata de coco pertama kali dikenal di Filipina, merupakan hasil fermentasi santan kelapa dengan bakteri Acetobacter Xylinum.

Dalam proses fermentasi tersebut, bakteri Acetobacter Xylinum menghasilkan enzim nan akan menyusun zat gula membentuk ribuan rantai serat selulosa. Lembar-lembar selulosa itulah nan menyusun padatan kenyal berwarna putih transparan nan disebut nata.



Sekilas Tentang Bakteri Acetobacter Xylinum

Bakteri Acetobacter Xylinum termasuk dalam kelompok genus Acetobacter, yakni genus bakteri nan memiliki kemampuan mengubah etanol (alkohol) menjadi asam cuka. Dalam proses itu, bakteri menggunakan oksigen.

Koloni Acetobacter bisa dengan mudah dikenali dengan medium tumbuh nan mengandung kadar etanol 7%. Kalsium karbonat nan ditambahkan pada medium tersebut akan memburamkan sebagian medium. Dan, ketika koloni Acetobacter mulai membentuk asam asetat, maka kalsium karbonat akan larut dan meninggalkan daerah bening pada permukaan medium.

Bakteri ini berbentuk batang pendek atau kokus. Panjangnya sekitar 2 mikron dengan permukaan berlendir, dan dapat membentuk rantai pendek terdiri dari 6-8 sel. Dilihat dari caranya memperoleh oksigen maka termasuk dalam kelompok bakteri aerob, yakni bakteri nan memerlukan oksigen bebas.

Jika dilihat dari pewarnaan gram, bakteri Acetobacter Xylinum termasuk dalam kelompok bakteri gram-negatif, yaitu bakteri nan berwarna merah saat diamati dengan mikroskop, sebab saat pewarnaan gram, bakteri Acetobacter Xylinum nan tak mempertahankan zat rona kristal violetnya. Biasanya, bakteri gram-negatif memiliki sistem membran ganda, yakni membran plasma dan membran permeabel nan menyelimuti membran plasma. Bakteri jenis ini memiliki dinding sel tebal nan terletak di antara membran dalam dan membran luar.



Fase Pertumbuhan Bakteri Acetobacter Xylinum

Ada beberapa fase pertumbuhan dalam siklus bakteri Acetobacter Xylinum , di antaranya adalah: fase adaptasi, fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan eksponensial, fase pertumbuhan lambat, fase pertumbuhan tetap, fase menuju kematian, dan fase kematian. Sel muda bakteri Acetobacter Xylinum berwarna putih transparan, sedangkan sel tua mengelompok membentuk rantai dan lapisan nan menyerupai gelatin.

Fase adaptasi ialah fase di mana bakteri berada dalam medium baru. Saat itu, bakteri tak langsung tumbuh tapi menyesuaikan diri dulu dengan medium tersebut. Pada fase ini, bakteri menjalani aktivitas metabolisme dan pembesaran sel, tetapi belum dapat disebut fase pertumbuhan.

Jarak antara 0-24 jam semenjak fase adaptasi, bakteri memasuki fase pertumbuhan awal, ditandai dengan aktivitas pembelahan sel dalam kecepatan rendah. Selanjutnya, pada fase eksponensial, bakteri mulai mengeluarkan enzim ektra-seluler-polimerase nan menyusun glukosa menjadi serat nata. Biasanya, fase ini berlangsung pada hari ke-1 sampai ke-5.

Selanjutnya, nutrisi mengalami pengurangan sehingga bakteri memasuki fase pertumbuhan lambat. Selain itu, sel sudah mulai tua dan pertumbuhannya terhambat. Setelah terjadi ekuilibrium antara jumlah sel tumbuh dan sel mati, bakteri tersebut mengalami fase pertumbuhan tetap. Pada fase inilah matriks nata banyak dibentuk.

Selanjutnya, bakteri mengalami fase menuju kematian saat nutrisi pada medium tumbuh semakin berkurang bahkan nyaris habis. Dan, saat nutrisi benar-benar habis, bakteri pelan-pelan mengalami fase kematian.



Medium Tumbuh Bakteri Acetobacter Xylinum

Nata de coco dihasilkan oleh proses bakteri Acetobacter Xylinum nan menggunakan medium tumbuh berupa santan kelapa. Dalam perkembangan berikutnya, mulai ditemukan medium lain, di antaranya ialah bekatul. Bekatul ialah salah limbah penggilingan padi nan memiliki kandungan gizi dan komposisi kimia cukup tinggi, salah satunya ialah karbohidrat sebagai sumber nutrisi bakteri.

Pada bekatul, bakteri Acetobacter Xylinum tumbuh membentuk selulosa sebagai produk metabolit sekunder di samping asam asetat. Selulosa tersebut dapat diatur ketebalannya dan difungsikan dalam produksi kertas.

Bakteri Acetobacter Xylinum juga dapat dikembangkan dengan medium ampas nanas buat menghasilkan nata de pina. Medium ini biasanya digunakan dalam pengembangbiakan bibit bakteri. Selain itu, bakteri Acetobacter Xylinum juga dapat berkembang dalam medium kedelai buat menghasilkan nata de soya, medium tomat buat menghasilkan nata de tomato, dan sebagainya.



Proses Pembuatan Biakan Murni Bakteri Acetobacter Xylinum

Bakteri Acetobacter Xylinum merupakan bakteri gram negatif nan mampu mensistesis selulosa dari fruktosa. Selulosa ini mempunyai pori melintang nan terletak di kristal mini glukan dan selanjutnya terkoalisi di dalam mikrofibril. Cluster mikrofibril nan terdapat di dalam struktur senyawa dengan bentuk menyerupai pita-pita ini dapat diamati secara langsung memakai mikroskop.

Bakteri Acetobacter Xylinum ialah model sistem eksklusif buat menganalisis enzim dan gen nan terlibat di dalam biosintesis selulosa. Sementara itu, jumlah inokulum nan diberikan ialah 10-20% dari bakteri berumur enam hari.

Di manakah biakan murni bakteri Acetobacter Xylinum bisa ditemui? Biakan murni bakteri Acetobacter Xylium bisa ditemui di berbagai balai-balai penelitian kimia. Biakan murni bakteri Acetobacter Xylinum biasanya ditumbuhkan dalam media tertentu. Dari sinilah pada akhirnya akan didapat biakan starter nan dipakai buat mengokulasi air kelapa.

Komponen-komponen buat pembuatan biakan murni bakteri Acetobacter Xylinum hanya bisa ditemui atau diperoleh di toko-toko kimia sebab tak di beredar luas di pasaran atau bisa dikatakan tak dijual bebas. Yeast Extract Agar merupakan salah satu media buat pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum . Media buat pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum terbuat dari:

  1. yeast extract agar 0,2504 g;
  2. K2HPO4/KH2PO4 0,50/0,3908 g;
  3. MgSO4 0,0640 g;
  4. gula pasir/sakarosa 10 g;
  5. agar-agar 2 g; dan
  6. air kelapa 100 ml.

Berikut cara pembuatan biakan murni bakteri Acetobacter Xylinum .

  1. Pertama, semua komponen nan telah disebutkan tadi ditimbang dan dicampur. Setelah itu, diencerkan menggunakan air nan bersih. Agar bahan-bahan tersebut cepat larut, dibutuhkan proses pemanasan.
  1. Selanjutnya larutan didinginkan serta ditambah asam cuka hingga pH-nya mencapai 4,5. Lalu, dilakukan sterilisasi dalam autoklaf pada suhu 121 derajat Celcius, tekalan 15 lbs selama kurang lebih 15 menit. Jika alat ini tak ada atau tak tersedia, dapat juga diganti dengan menggunakan alat lainnya, misalnya dandang. Saat masih dalam keadaan panas, masukkan ke dalam botol atau tabung reaksi steril dan didiamkan miring hingga membeku. Media beku ini dikenal dengan istilah media agar miring.
  1. Proses pembuatan biakan murni bakteri Acetobacter Xylinum selanjutnya ialah diinokulasi dengan biakan murni bakteri Acetobacter Xylinum . Jumlah nan dipakai kurang lebih dua mata ose (dawai), yakni melalui cara menggoreskannya di atas permukaan media secara zig-zag (berliku-liku). Setelah itu, dibiarkan di dalam keadaan suhu kamar selama kurang lebih lima hari. Kemudian, bakteri kan tumbuh di atas permukaan mdia agar. Agar tetap hidup, biakan murni bakteri Acetobacter Xylinum wajib dipindahkan ke dalam media yeast extract agar nan baru setiap satu bulan sekali. Caranya seperti nan telah dijelaskan sebelumnya.