Sumbawa - Bencana Kuning (Rumah Kuning)

Sumbawa - Bencana Kuning (Rumah Kuning)

Berkunjung ke Sumbawa akan membuat siapa pun terpukau oleh keindahannya. Ada ratusan daerah wisata nan dapat dijelajahi buat mendapatkan eksotisme dan keindahannya nan menawan. Daerah nan menjadi bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat ini memang kaya dengan loka wisata nan unik dan menarik.

Sumbawa merupakan kabupaten dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan terletak di daerah timur Indonesia. Estetika panorama di pulau ini memang memukau siapa pun nan sudah bertandang ke sana. Namun, kurangnya eksplorasi budaya, pemanfaatan, serta manajeman dari pemerintah daerah buat menggali kekayaan dan keunikan Sumbawa menjadi tugas tersendiri nan perlu diperhatikan dengan baik.

Beberapa loka wisata di daerah Sumbawa sendiri sebenarnya bisa menjadikannya pulau wisata tujuan para turis selain Bali. Namun, kadangkala ada beberapa hambatan nan menghambat, selain tentunya sumber daya manusia nan mumpuni.

Namun di tahun ini, rupanya Pemerintah Daerah Sumbawa telah siap menjadikan pulau ini sebagai loka tujuan wisata nan unik dan tak akan dilupakan oleh siapa pun. Beberapa program pemerintah pun bergulir dengan cepat dan ditanggapi oleh masyarakat dengan antusias. Ini terutama buat mengangkat nama Sumbawa agar tak tenggelam dengan kemegahan dan keunikan Bali serta Lombok.

Padahal, nama Sumbawa sebenarnya telah mendunia dengan dikenalnya Pulau Moyo sebagai loka peristirahatan dan wisata nan eksotis. Beberapa tokoh global pun pernah melewatkan liburan di Pulau Moyo, di antaranya ialah mendiang Lady Diana, putri Kerajaan Inggris, Pangeran Henry dari Belanda, Mick Jagger, serta artis-artis Bollywood nan ternyata bertandang ke sana buat keperluan syuting film.

Beberapa estetika dan eksotisme Sumbawa tercermin dalam sketsa loka wisata berikut ini. Jika Anda ingin bertandang ke sana dan menikmati suguhannya nan khas, alangkah baiknya jika Anda memulainya dengan membaca review berikut ini.



Sumbawa - Pulau Moyo

Pulau Moyo memang telah mendunia. Gaungnya pun sudah melesat jauh, bahkan menanggalkan nama Sumbawa di belakangnya. Padahal, pulau cantik ini merupakan bagian dari Kabupaten Sumbawa. Pulau Moyo memiliki keunikan sebagai daerah perlindungan nan dikelilingi taman bahari yang cantik. Wisata laut inilah nan banyak memukau dan menarik wisatawan buat mengunjunginya.

Terletak di daerah utara Sumbawa, Pulau Moyo berada di antara mulut Teluk Saleh. Pulau Moyo mempunyai luas sekitar 30 hektare. Pulau Moyo menyajikan estetika alam darat dan wisata bahari. Dengan sajian pantainya nan berpasir putih dan estetika bahari berwarna toska serta taman bahari berterumbu karang yang indah, siapa pun terpikat dengan estetika Pulau Moyo yang memesona.

Wisata laut ini menjadi surga bagi penggemar snorkeling. Bahkan, estetika baharinya sudah menyapa Anda begitu merapat di dermaga, dengan sapaan khas dari ribuan ikan kecil nan memesona.

Selain itu, estetika hutan tropis dan fauna di dalamnya menjadi pelengkap tersendiri buat Pulau Moyo. Kijang, babi liar, sapi liar, dan burung-burung gosong membuat pulau kecil ini semakin menarik. Ditambah dengan sebuah air terjun bertingkat nan menawan, membuat estetika hutan Moyo tak tertandingi. Wisata Pulau Moyo memang layak buat dijadikan loka beristirahat. Oleh sebab itu, banyak kalangan menengah atas menghabiskan liburannya di pulau terpencil ini.



Sumbawa - Dalam Loka

Dalam Tempat merupakan sebuah istana antik nan sangat cantik dan indah. Terbuat dari kayu dan memiliki arsitektur nan khas, menjadikan Dalam Tempat merupakan loka tujuan wisata nan patut diperhitungkan. Dalam Tempat merupakan peninggalan dari Sultan Muhammad Jamaluddin Syah III (1885 M), salah satu kesultanan Islam nan memerintah di Sumbawa kala itu.

Kini, Dalam Tempat menjadi sebuah museum buat menyimpan berbagai barang antik. Benda-benda ini merupakan warisan budaya nan perlu dilestarikan dan dijaga peninggalannya. Adapun arsitektur istana, yaitu berupa dua buah bangunan nan kembar dan memiliki ornamen khas Sumbawa. Ditopang dengan kayu berjumlah 99 buah, sebagaimana nama-nama Allah dalam Asmaul Husna nan tercantum di dalam Al-Qur’an. Di dalamnya, Anda dapat menikmati estetika ornamen hias dari Dalam Tempat ini.



Sumbawa - Bencana Kuning (Rumah Kuning)

Tempat ini merupakan peninggalan dari kejayaan Islam di pulau ini. Bencana Kuning ialah peninggalan dari Sultan terakhir. Di dalam Bencana Kuning terdapat berbagai pusaka kesultanan nan sangat berharga dan perlu dilestarikan, seperti tombak lembing, bodong, mushaf Al-Qur’an dengan tulisan tangan Muhammad Ibnu Abdullah Al-Jawi, nan ditulis oleh beliau saat masa kesultanan Sultan Harun Ar-Rasyid. Semua benda pusaka itu terpelihara hingga saat ini.



Sumbawa - Wisma Praja

Bangunan peninggalan Belanda ini ialah Istana Belanda dengan bentuk khas dan arsitektur nan unik. Dibangun pertama kalinya pada tahun 1932. Istana ini juga merupakan kediaman Sultan Kaharuddin III. Saat ini, bangunan tersebut terawat dengan baik dan menjadi sebuah loka agung spesifik buat menjamu tamu dan melakukan kegiatan seremonial pemerintah.



Sumbawa - Dusun Tepal

Desa dengan perbedaan makna etnik dan tradisional ini mencuri perhatian para wisatawan sebab keunikannya. Terletak sekitar 38 kilometer dari pusat kota, desa dengan perbedaan makna alam ini memang berbeda dan menyuguhkan atmosfer nan lain. Desa Tepal ialah wilayah dari Kecamatan Batu Lanteh. Karena tempatnya nan sedikit terpencil maka buat mengunjunginya dipersilakan agar berjalan kaki ataupun menunggang kuda.

Desa Tepal juga kaya dengan perbedaan makna budaya nan orisinil dan eksotis. Masyarakat Desa Tepal masih memegang teguh prinsip budayanya secara kental dan kuat. Desa Tepal juag terkenal sebagai desa adat, layaknya desa suku Badui di Banten.



Sumbawa - Desa Poto

Desa ini mempunyai eksotisme tersendiri dengan aneka ragam kerajinan dan ciptaan masyarakatnya. Beberapa ciptaan kerajinan dan atraksi tradisional terpelihara dengan baik di sini. Desa Poto akan mengajak Anda buat berkreasi dalam aneka gerabah, tenunan, sarung ikat, dan aneka ciptaan lainnya. Selain itu, beberapa permainan tradisional juga bisa Anda nikmati, misalnya pacuan kuda, aneka karapan seperti karapan kerbau, dan lain-lain.

Letak Desa Poto berada di Kecamatan Moyo Hilir. Bisa Anda jangkau dengan transportasi darat sebab letaknya tidaklah begitu terpencil serta ada beberapa trayek nan secara spesifik melayani daerah tersebut.



Sumbawa - Pulau Bungin

Pulau Bungin ialah pulau nan memiliki kepadatan nan tinggi. Sekitar 14 ribu jiwa penduduk ada di sana. Pulau ini menyimpan beribu eksotisme dari segi wisata alam dan sosial budayanya. Ada majemuk pertanian, perkebunan, dan peternakan di sana. Lahan-lahan nan ada di pulau ini terawat dengan baik. Masyarakat bergotong royong buat memajukan desa.

Rumah pun dibangun dengan cara saksama dan atas swadaya masyarakat. Menyusun batu, menegakkan kayu, dan memasang pancang ialah beberapa usaha nan dilakukan di sana. Di dalam Pulau Bungin juga terdapat kambing nan unik sebab memangsa kertas, ikan, dan potongan kain. Hal ini dikarenakan rumput sangat sporadis ditemui. Untuk mencapai Desa Bungin, Anda perlu mengendarai bahtera motor dan menggunakan kendaraan bermotor buat menjelah di darat.



Sumbawa - Pantai Ai Manis

Pantai ini memiliki keunikan tersendiri dengan estetika alamnya nan eksotis, serta mempunyai pemandangan bawah bahari nan luar biasa indah. Bahari dengan rona toska dan terumbu karangnya, menggoda siapa pun buat menjelajah di bawahnya. Sangat sinkron bagi Anda nan berkeinginan buat snorkeling.

Untuk Anda pecinta sunset, Anda bisa menikmati indahnya matahari terbenam di pinggir pantai nan berpasir putih. Selain itu, hutan di sekitar Pantai Ai Manis juga menjadi daya tarik nan tak dapat dipandang sebelah mata. Ada majemuk fauna seperti babi liar, sapi liar, burung-burung kecil seperti burung gosong, koak, dan lain-lain. Terdapat pula gua kelelawar nan dihuni ribuan kelelawar di malam hari. Ai Manis ialah pantai dengan estetika nan menggoda.

Tidak hiperbola rasanya, jika pada liburan kali ini Anda melewatkan waktu buat berkunjung ke Sumbawa dan menikmati keelokan alamnya nan menawan.