Berkebun Emas

Berkebun Emas

Setiap prang tentunya menginginkan sebuah laba nan cukup menggiurkan dalam waktu nan nisbi singkat. Beberapa carapun dilakukan oleh sebagian orang, baik dengan cara nan baik maupun dengan jalan pintas seperti korupsi, mencuri, dan mencompet. Cara lain buat dapat mendapatkan laba dalam waktu nan cukup cepat ialah dengan cara berkebun emas .

Berkebun emas tidaklah sama seperti berkebun sayuran nan mampu menghasilkan sayur buat kita makan. Tetapi berkebun emas ialah benar-benar bermain logam mulia buat mendapatkan laba nan nisbi besar.

Keuntungan nan didapatkanpun dapat dibilang tak main-main sebab ketika bermain logam mulai seseorang dapat maraup untung hingga puluhan juta rupiah. Meskipun demikian, permainan dalam logam mulia ini bukannya tak mengandung resiko.

Risiko nan diberikan juga amat besar dan berbanding lurus dengan laba nan akan didapatkannya tersebut. Oleh sebab itu, perlu sebuah kehati-hatian ketika hendak melaksanakan permainan dalam logam mulia.



Berkebun Emas

Setiap orang niscaya ingin dapat berkebun emas dan bukan berkebun singkong jika hal tersebut dapat dilakukan. Dengan berkebun emas maka seseorang dapat memanen hasil nan dapat dibilang tak sedikit sebab cukup hanya menanamnya dan kita tinggal ambil atau panen di kemudian hari.

Berkebun emas ialah sebuah istilah nan digunakan oleh kebanyakan orang saat ini buat investasi emas . Cara investasi nan dilakukannya pun terbilang cukup unik dan mengandung resiko nan tak kecil juga. Namun oleh sebagian orang, resiko itu tidaklah nampak atau hanya nampak kecil sekali sebab besarnya angan-angan dan bayang-bayang akan laba nan didapatkannya.

Memang tak semua orang dapat berinvestasi dengan cara berkebun emas . Hanya orang nan benar-benar memiliki kekayaan berlebih saja nan dapat melakukannya. Namun ada juga orang nan nekad buat tetap melakukan investasi dengan gaya berkebun emas meskipun kantongnya tipis alias kemampuan finansialnya rendah.

Berkebun emas merupakan cara seseorang nan berinvestasi emas dalam jumlah nan banyak dengan uang nan sedikit. Caranya yakni dengan membeli emas lalu digadaikan kepada pegadaian dan uang dari hasil pegadaian dibelikan emas lagi dan begitu seterusnya. Cara nan seperti inilah nan dipahami oleh sebagian orang sebagai cara nan murah dan cepat buat berkebun emas.

Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa setiap usaha nan dilakukan oleh manusia niscaya memiliki resiko nan harus ditanggungnya. Termasuk juga dengan berkebun emas nan memiliki resiko nan cukup tinggi dan kebanyakkan orang tak mengetahuinya.

Resiko nan tinggi tersebut ialah ketika harga emas nan diprediksikan naik tetapi tak naik bahkan merosot tajam turun ke bawah. Jika hal tersebut nan terjadi maka kerugian nan sangat besar tentu nan akan dialami oleh seseorang nan menginstasikan kekayaannya dengan jalan berkebun emas.

Pada kenyaataannya emas memang harganya cenderung selalu naik tetapi nan patut kita pertanyakan ialah apakah kenaikan itu tetap ataukah kenaikkan dari emas itu sendiri masih tak stabil. Pada kenyataannya harga emas sering naik dan turun dan kenaikkan memang akan terjadi. tetapi dalam waktu nan cukup lama. Oleh sebab itu, bagi mereka nan menginginkan kekayaan dalam waktu nan cukup cepat patut berpikir ulang. Secara sederhana mimpi nan ditawarkan oleh berkebun emas ialah sebagai berikut.


Ketika harga emas atau logam mulia dengan berat 5 gr ialah 2 juta rupiah. Dengan anggapan bahwa harga per gram dari emas ialah empat ratus ribu rupiah. Lalu kita akan menggadaikan emas tersebut ke pegadaian. Biasanya besarnya pinjaman nan akan diberikan oleh pegadaian kepada kita ialah sebesar 80% dari nilai emas tersebut.

Jika dihitung maka 80% dari 2 juta rupiah ialah Rp1.600.000. Uang nan kita dapatkan ini tentu belum cukup buat membeli lagi logam mulia dengan berat 5 gr tersebut sebab harga 5 gr emas ialah 2 juta rupiah. Jadi kita harus merogoh uang saku lagi sebagai tambahan buat membeli logam mulia nan baru. Hal ini kita lakukan terus hingga kita sudah merasa cukup buat berinvestai.

Ketika sudah merasa cukup buat menggadaikan emas maka uang dari hasil gadai nan terakhir tetap kita belikan emas tetapi tak kita gadaikan. Emas terakhir nan dibeli tersebut akan kita simpan sebagai kapital buat membayar berbagai biaya nan akan dikeluarkan buat menebus emas nan lainnya dari pegadaian.

Namun nan patut dijadikan sebagai catatan ialah semakin besar nan kita gadaikan maka akan semakin besar pula kerugian nan kita dapatkan jika harga emas turun. Namun sebaliknya jika harga emas naik maka laba nan kita dapatkan.

Di loka kita menggadaikan emas juga terdapat biaya tambahan nan dihitung berdasarkan berat dari emas nan kita titipkan tersebut.

Kita anggap saja biaya buat menitipkan emas ialah sekitar 2,6% dari uang nan dicairkan oleh bank tersebut selama sebulan. Jadi biaya penyimpanan emas nan kita gadaikan ialah 2,6%/bulan. Contohnya ialah jika uang nan cair atau nan kita terima dari pegadaian ialah 1.600.000 maka biaya buat penyimpanan emas di pegadaian tersebut selama sebulan ialah Rp41.600,-

Secara kasar maka didapatkan perhitungan sebagai berikut.
- Emas 5 gr harga Rp 2.000.000
- Biaya penyimpanan Rp41.600/blan
- Dana tambahan ialah Rp400.000 setiap beli emas baru.

Jika dalam waktu enam bulan didapatkan kenaikkan emas sebesar 30% maka barulah kita jual. Dan selama waktu itu kita telah menyimpan emas sebanyak 5 batang dengan berat masing-masing 5 gr maka akan didapatkan perhitungan sebagai berikut.
a. Kapital nan dikeluarkan
- Beli emas pertama Rp2.000.000
- Beli emas ke dua sampai ke lima (Rp400.000 x 4) = Rp 1.600.000
- Biaya penitipan emas (4 x Rp41.600) = Rp 166.400
- Penebusan di loka gadai (Rp1.600.000 x 4) = Rp6.400.000
b. Keuntungan Kotor nan didapatkan
- Penjualan 5 batang emas (Rp2.000.000+(Rp.2.000.000 x 30%) ) x 5 = Rp13.000.000
c. Keuntungan bersih
Keuntungan kotor – kapital = 13.000.000 – (2.000.000 + 1.600.000 + 166.400 + 6.400.000)
= 13.000.000 – 10.166.400
= 2.833.600

Inilah keuntungan nan kita dapatkan dalam enam bulan terakhir jika kita mau berinvestasi sebesar 3.600.000 nan merupakan penjumlahan dari pembelian emas pertama sampai emas ke lima. Jika ternyata dalam tiga bulan harga emas sudah naik dengan cepat maka laba nan diperoleh pun dapat datang dengan cepat pula. Namun nan perlu jadi perhitungan nan lainnya ialah ketika harga emas dalam kondisi terpuruk selama kita menyimpan emas di pegadaian tersebut. Bukannya untung nan kita dapatkan malah utang nan semakin besar nan kita dapatkan.

Bisa dibayangkan jika harga emas menurun maka harga jualnya pun menurun. Sedangkan kita tetap harus membayar biaya penyimpanan terhadap emas nan kita titipkan di pegadaian tersebut. Belum lagi kita juga harus mengembalikan uang nan telah dipinjam dengan menggadaikan emas tersebut. Jadi jika ingin investasi emas maka harus dapat cermat dalam menghitung dan juga hati-hati.

Berikut ini beberapa hal nan mesti diperhatikan, jika Anda ingin melakuan investasi emas.

  1. Seringlah memantau perkembangan harga emas global dan kurs rupiah terhadap dolar.
  2. Belilah emas batangan, jangan emas perhiasan. Karena laba nan didapat sudah bisa diprediksikan dan tak bakal ada pengurangan disebabkan bulatannya.
  3. Usahakan membeli emas batangan nan bersertifikat. Karena emas nan bersertifikat ketika ingin dijual di luar negeri pun berlaku dengan harga nan tinggi. Salah satu nan diakui sertifikatnya ialah PT. Antam.
  4. Jika Anda ingin membeli mas, belilah di toko mas nan memang bisa dipercaya. Dapat juga membelinya di bank atau di PT. Logam Mulia. Bahkan, buat menjamin keaslian emas, beli di pegadaian juga bisa.