Menjaga Kesehatan Kaki

Menjaga Kesehatan Kaki

Dalam menjalankan aktivitas keseharian, kaki menjadi penopang berat tubuh kita. Kaki nan mengantarkan kita menuju sekolah, kantor, mal, dan majemuk tujuan kita setiap saat setiap hari. Saat duduk atau pun tidur, kaki masih saja beraktivitas. Saat duduk kita sadar atau tak sering menggoyang-goyangkan kaki mengikuti alunan musik misalnya. Kita juga menggerakkan kaki dalam tidur. Tubuh kita tak diam. Kaki kadang bergerak ke berbagai arah mengikuti posisi nyaman tidur kita.

Selain menopang berat tubuh kita, kaki juga menopang berat benda nan kita bawa sebab berat itu menyatu dengan berat tubuh. Ransel berisi buku-buku dan notebook nan dibawa ke mana kita pergi dan berbagai benda kebutuhan lain nan memenuhi ransel menjadi beban bagi kaki. Lebih dari itu, saudara-saudara kita nan berprofesi sebagai kuli angkut barang di pasar, pengayuh ojek sepeda, pengayuh becak, atlet lari, pemain bola, dan atlet olahraga lainnya menggunakan kaki mereka sebagai sumber penopang kehidupan.

Secara anatomi, kaki merupakan bagian tubuh nan dibangun oleh 62 tulang nan menyatu dengan tulang bagian lain membentuk kerangka. Pada 62 tulang ini, inheren otot-otot nan menggerakkan kaki kita. Pada kaki, tepatnya pada bidang atas tulang kering juga menempel sendi lutut dan tempurung lutut. Pada bagian telapak kaki terdapat pusat-pusat syaraf nan menjadi titik akupunktur dan pemijatan relaksasi. Panjang rata-rata kaki laki-laki dewasa ialah sekitar 26,3 cm, sedangkan panjang kaki wanita dewasa sekitar 24 cm.

Anatomi kaki nan demikian menunjukkan kaki merupakan bagian tubuh nan kuat dan aktif. Kuat sebab merupakan bagian dari tulang-tulang nan membentuk kerangka nan bersifat melindungi. Aktif sebab memiliki persendian dan otot-otot sebagai daya gerak. Kuat dan aktifnya kaki menjadikan kaki memiliki tugas nan berat dalam membantu manusia menjalankan kehidupannya. Oleh sebab itu, kekuatan dan kesehatan kaki perlu kita perhatikan.

Karena letaknya nan berada di bagian bawah tubuh dan lebih sering tertutupi oleh baju dan sepatu, kaki menjadi sering terlupakan perawatannya. Untuk kekuatan dan kesehatannya, kaki membutuhkan proses latihan dan perawatan tertentu. Kulit kaki misalnya, memang tak lebih sensitif dari kulit paras terhadap produk perawatan, namun perawatan buat kulit kaki tak cukup hanya menggunakan lotion perawatan tubuh. Meski demikian, merawat kaki bisa dilakukan dengan cara-cara nan sederhana dan hemat.



Melatih Kekuatan Kaki

Untuk bisa menopang kegiatan kita sehari-hari, kaki membutuhkan latihan agar bertambah daya kekuatannya. Kekuatan kaki bertumpu pada kualitas tulang dan daya mobilitas otot-ototnya. Untuk mendapatkan kekuatan kaki, bisa dilatih dengan olahraga. Olahraga nan menguatkan otot kaki bermanfaat bagi kaki agar tak keberatan menopang berat tubuh dan beban nan dibawa oleh tubuh.

Jenis olahraga buat melatih kekuatan kaki bisa berupa latihan beban nan sebelumnya diawali dengan jogging dan treadmill sebagai pemanasan agar kaki tak cedera. Jogging dan treadmill dapat dilakukan selama 10-15 menit, sedangkan buat latihan beban pada otot kaki bisa dilakukan sebanyak 3 set, tiap set 25 detik.

Dalam porsi latihan selanjutnya, jumlah beban dan jumlah set latihan bisa ditambah, namun penambahan dilakukan jika porsi latihan penguatan otot kaki sudah dilakukan 3 kali dalam seminggu. Latihan penguatan otot kaki ini bisa kita lakukan di rumah maupun di loka fitnes.

Jika kita melakukannya di rumah, alat beban latihan penguatan otot kaki dengan sederhana bisa kita untuk dari botol air minum kemasan ukuran 600ml atau 1500ml nan diisi air, kerikil, atau pasir sinkron berat nan kita inginkan. Perlu diingat bahwa nan terpenting bukanlah beratnya latihan nan kita jalani, tetapi rutinitas waktu latihan nan kita lakukan.



Penyakit nan Menyerang Kaki

Beratnya aktivitas nan dilakukan oleh kaki bisa menimbulkan masalah pada kaki atau secara tak langsung kaki menjadi target penyakit nan disebabkan oleh kerusakan organ lain atau virus. Berikut ialah beberapa penyakit ringan hingga berat nan menyerang kaki dan cara pengobatannya.



1. Kaki Bengkak dan Pegal-pegal

Kaki nan bengkak dan rasa pegal-pegal nan menyerang biasanya ditimbulkan oleh cara berjalan nan salah, jauhnya jeda nan ditempuh kaki, atau penggunaan alas kaki nan tak sehat seperti high heels (sepatu hak tinggi) nan sering digunakan kaum wanita sebagai penunjang penampilan.

Untuk mengatasi kaki bengkak dan pegal ini, cukup dengan merebahkan kaki di atas bantal. Buat posisi kaki lebih tinggi dari posisi tubuh kita nan terlentang. Posisi ini berguna buat melancarkan peredaran darah pada kaki. Istirahatkan kaki dan tubuh selama 20-30 menit. Setelah itu, pijat-pijat ringan kaki dengan menggunakan minyak herbal nan menghangatkan, bengkak, dan pegal-pegal akan berangsur pulih.



2. Kaki Berjamur atau Kutu Air

Kulit kaki memang tak terlalu sensitif seperti kulit wajah. Namun konduite nan tak sehat pada kaki akan menimbulkan jamur, bau pada kaki, atau kutu air. Jamur dan kutu air pada kaki ini sangat mengganggu sebab selain tak sedap dipandang juga menimbulkan rasa gatal dan perih nan bisa mengganggu aktivitas keseharian kita.

Untuk mengatasinya, biasanya kita bisa menggunakan obat-obatan penghilang jamur dan kutu air nan tersedia di pasaran. Namun, nan terpenting ialah mengubah konduite kita terhadap kaki dengan cara menghindari penggunaan alas kaki nan lembab, kaos kaki nan kotor, membiarkan kaki terendam air cucian nan kotor, dan selalu menjaga kebersihan kaki.



3. Nyeri Sendi Kaki

Rasa nyeri pada sendi kaki biasanya diidentikkan dengan penyakit rematik atau asam urat. Asam urat nan menyebabkan nyeri sendi dikarenakan adanya peradangan pada sendi. Meski demikian, tak semua nyeri sendi merupakan asam urat sebab nyeri nan ditimbulkan asam urat hanya menyerang nyeri sendi pada pangkal ibu jari kaki.

Nyeri sendi pada kaki disebabkan oleh Plantar fasciitis yang menyebabkan nyeri pada telapak kaki dan Achilles tendonitis nan menyebabkan nyeri pada ujung belakang tumit. Untuk mengatasi nyeri sendi kaki perlu diagnosa dari dokter pakar sebab pengobatannya bergantung pada hasil diagnosa dokter. Pada beberapa kasus perlu dilakukan penyuntikan pelumas sendi bahkan operasi penggantian sendi.

Agar dokter tak salah dalam melakukan diagnosa, kita perlu memberi keterangan dengan tepat posisi rasa nyeri nan muncul pada kaki. Dengan demikian, penanganan nan dilakukan pun tepat target dan menyembuhkan.



4. Kaki Gajah (Elephantiasis)

Penyakit kaki gajah merupakan penyakit berat nan bisa menyerang kaki, penyakit ini disebabkan oleh cacing filaria nan menular melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini menyebabkan kaki membesar seperti layaknya kaki gajah dan bisa bertahan bertahun-tahun lamanya jika sudah kronis dan tak mendapat penanganan dengan benar.

Saat penyakit kaki gajah ini menyerang, penderitanya akan merasakan demam selama 3-5 hari dan munculnya bengkak-bengkak pada kaki serta daerah lipatan kulit seperti ketiak. Jika dibiarkan, penyakit ini akan menyebabkan kecacatan pada kaki dan bagian tubuh lain nan ikut membengkak.

Untuk mengatasi penyakit ini, para dokter telah memiliki obatnya. Namun, penyakit ini berkembang cukup lama dalam tubuh. Untuk itu, kita perlu menggali informasi guna mengenali ciri-ciri penyakit ini agar penanganan tak terlambat. Selain itu, kita juga perlu melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan membasmi nyamuk-nyamuk dengan rutin buat menghindari penularan penyakit kaki gajah.



Menjaga Kesehatan Kaki

Setelah mengetahui beberapa penyakit nan bisa menyerang kaki dan sebelum penyakit-penyakit tersebut datang menghampiri, kita perlu melakukan tindakan preventif dengan melakukan perawatan kaki agar kaki kita terjaga kesehatannya. Perawatan kaki tak harus dilakukan dengan cara-cara nan sulit dan mahal. Utamakan terlebih dahulu niat kita buat menjaga dan menyayangi kaki kita nan telah setia menopang beban berat tubuh kita sehingga banyak membantu kita buat menjalani kehidupan.

Perawatan kaki nan kita lakukan bisa dimulai dengan memerhatikan hal-hal berikut.

  1. Kebersihan kaki. Kita perlu memperhatikan kebersihan kaki sebab kebersihan kaki menjadi kunci buat menghindarkan kita dari munculnya bau tak sedap pada kaki, jamur maupun kutu air. Selain itu, kaki nan higienis akan semakin latif buat dipandang. Untuk membersihkan kaki, kita bisa melakukannya sebelum beraktivitas ketika mandi pagi misalnya, di sela-sela aktivitas, atau setelah selesai beraktivitas. Sebelumnya, siapkan ember nan berisi air hangat, rendam kaki di dalamnya selama 5 menit. Air hangat akan memberikan sensasi relaks dan membunuh kuman-kuman nan menempel pada kaki.
  1. Kulit kaki. Agar kulit kaki selalu terlihat segar dan sehat, kita bisa memberikan lotion atau pelembab spesifik kaki. Pemberian pelembab ini bertujuan agar kulit kaki tak kering dan pecah-pecah. Selain itu, kita juga perlu memerhatikan alas kaki nan kita gunakan. Gunakanlah alas kaki nan tak hampa udara, ringan, nyaman, dan sehat. Untuk berolahraga, gunakan sepatu spesifik olahraga. Hindari penggunaan sepatu dengan hak nan terlalu tinggi sebab alas kaki jenis ini akan menambah beban tumpuan pada kaki.
  1. Berjalan kaki. Berjalan kaki akan membuat kaki kita terlatih dan terjaga kesehatannya. Biasakan jangan bergantung pada kendaraan nan kita miliki. Jika jaraknya cukup dekat dan waktu nan kita miliki cukup banyak, lebih baik berjalan kaki. Berjalan kaki 2-3 km setiap hari bisa menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit seperti diabetes, agresi jantung, dan osteoporosis. Namun, berjalan kaki juga harus dilakukan dengan benar. Saat berjalan kaki, usahakan badan tegak. Langkah kaki disesuaikan dengan ekuilibrium tubuh. Fokuskan pada kecepatan langkah bukan pada panjangnya langkah. Jangan membuat langkah nan diseret-seret dan bantu ekuilibrium tubuh dengan ayunan tangan nan cukup.

Demikian beberapa hal nan bisa kita perhatikan buat perawatan kaki. Cukup sederhana dan tak sulit, namun bermanfaat bagi kesehatan kaki kita. Dengan memiliki kaki nan sehat, kita bisa menjalani aktivitas hayati dengan positif dan bersemangat.