Hidup Sehat

Hidup Sehat

Hidup tanpa sakit, duh terbayang betapa nyamannya. Ada sebagian dari kita memang selalu sembrono dalam kehidupan ini. Ada banyak kelakuan jelek nan selalu menghiasi perjalanan hayati kita. Seringkali kita menjalani hayati ini tanpa ada upaya pencegahan penyakit. Segala hal bisa dilakukan tanpa harus bersusah payah melakukan pengobatan, bila sebelumnya kita sudah melakukan pencegahan pada penyakit.



Gaya Hayati Sehat

Pola kehidupan nan salah mengakibatkan banyak orang nan terjebak dalam gaya hayati tak sehat. Padahal gaya hayati sehat merupakan salah satu cara pencegahan pada penyakit. Untuk bisa menerapkan pola atau gaya hayati sehat, setidaknya kita harus tahu hal-hal terkait dengan gaya hayati sehat. Dalam hal ini kita bisa mengatakan bahwa gaya hayati sehat bisa kita terapkan dengan langkah-langkah berikut ini.



1. Makan makanan secara proporsional

Makan ialah satu langkah konkrit buat menjaga eksistensi diri kita. Dengan makan, maka tubuh kita memperoleh suplay tenaga karena makanan nan kita masukan ke dalam tubuh akan mengalami proses metabolisme. Proses metabolisme ini ialah proses nan terjadi dalam tubuh kita, sehingga makanan nan kita makan diubah menjadi energi dan panas tubuh.

Makanan memang komponen krusial bagi tubuh kita karena pada saat makanan mengalami metabolisme, pada saat itulah energi nan dihasilkan dipergunakan sebagai tenaga buat memperbaiki bagian tubuh kita nan rusak atau letih. Hal ini berarti tubuh telah melakukan pencegahan pada penyakit secara otomatis.



2. Menerapkan konsep, makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang

Makanlah saat kita lapar dan berhentilah sebelum kita kekenyangan. Konsep ini sangat perlu kita lakukan agar organ tubuh kita bekerja secara proporsional. Jika kita makan saat lapar, maka seluruh makanan akan diproses oleh tubuh dan dipergunakan secara maksimal buat tubuh.

Berhenti makan sebelum kenyang memungkinkan tubuh bekerja sinkron dengan kemampuannya. Oleh sebab itulah, kita harus menerapkan konsep ini sebaik-baiknya.



3. Istirahat nan cukup

Istirahat ialah saat nan dibutuhkan oleh tubuh buat melakukan refreshing. Hal ini menjadi krusial karena pada saat istirahat tersebut berbagai komponen tubuh kita mengendorkan syarafnya. Dengan demikian, tubuh telah melakukan pencegahan pada penyakit secara otomatis.

Istirahat buat mengendurkan ketegangan nan diderita oleh bagian tubuh kita sehingga bisa rileks. Dalam kondisi rileks tersebut, maka seluruh komponen tubuh terhindar dari keletihan nan berlebihan. Dan, jika komponen tubuh terlalu letih, maka hal tersebut sangat memungkinkan menjadi penyebab sakit, keletihan nan sarat menyebabkan tubuh tak mempunyai kemampuan pencegahan penyakit secara maksimal.

Kita memerlukan istirahat nan cukup agar seluruh bagian tubuh selalu fresh. Kondisi inilah nan memungkinkan kita bisa melakukan aktivitas hayati secara maksimal. Dalam kondisi fresh, berarti upaya pencegahan penyakit bisa dilakukan oleh seluruh bagian tubuh kita.

Selain istirahat nan cukup, olahraga nan cukup, minimal 30 menit setiap harinya juga penting. Anda dapat jogging atau senam buat menjaga kebugaran tubuh. Bila Anda tipe orang sibuk nan benar-benar tak punya waktu buat olahraga, setidaknya lakukan peregangan tubuh saat menjelang tidur. Hal ini akan membantu tubuh Anda lebih rileks dan dapat bangun tidur dalam keadaan segar.



Hidup Sehat

Anak-anak sekolah usia SMP sangat memerlukan gizi seimbang. Tapi, kegiatan mereka nan begitu padat, dari kursus ke kursus lainnya, membuat asupan makanan mereka kadang tak beragam. Dengan uang jajan nan cukup, mereka lebih memilih makanan cepat saji nan mengandung kalori tinggi. Akibatnya ialah kegemukan nan dialami sebagian remaja nan tak banyak gerak.

Di rumah pun sebab kesibukan orang tua, makanan seisi rumah tak jauh dari makanan olahan nan sudah penuh dengan bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. Tapi, anehnya seisi rumah merasa bahwa mereka sudah makan makanan nan bergizi.

Tingginya garam dalam produk olahan itu membuat beberapa penyakit mengintai. Darah tinggi, vertigo, gagal ginjal, jantung, hepatitis, dan penurunan imun tubuh. Kalau sudah begini, sepertinya taraf pendidikan seseorang tak bisa dijadikan agunan bahwa makanan nan dikonsumsinya sudah bergizi.

Mekanisme tubuh tak dapat ditipu. Lambat laun, asupan makanan nan tak bergizi itu akan menjadi bumerang bagi tubuh. Letih, lesu, lemas, loyo ialah tanda-tanda tubuh nan tidak mampu lagi menahan buat tak mendapatkan makanan bergizi seimbang, kaya serat, dan rendah lemak.

Mungkin akan sangat sulit mengatur menu makanan bagi nan super sibuk, tapi tidak mempunyai koki spesifik nan dapat memasakan makanan khusus. Paling tidak, pilihlah makanan nan beragam, penuh warna, dan tak terlalu asin atau gurih sebab bahan olahan nan sudah banyak mengandung pengawet.

Keadaan ini tak hanya terjadi di perkotaan, tapi juga di pedesaan. Penderita darah tinggi akan sangat banyak di daerah nan masyarakatnya mengkomsumsi ikan asin. Penderita hipertensi dan jantung juga akan sangat banyak di daerah nan masyarakatnya biasa memakan makanan bersantan, tapi tidak diimbangi dengan olah raga atau minum air putih dan makanan nan bisa mengimbangi makanan bersantan tersebut.

Orang Indonesia sangat suka makanan nan gurih, gorengan, dan kaya bumbu. Tapi, surga makanan enak ini dapat menjadi neraka bila tak dibiasakan menyantap makanan seimbang. Adalah tugas orang tua membiasakan anak-anak buat makan makanan nan tak kaya lemak. Kalau anak sudah terbiasa makan makanan kaya lemak dan tinggi kalori, maka Norma ini akan menurun ke generasi berikutnya dan akan begitu seterusnya.

Sebenarnya makanan bergizi ada di tengah-tengah kita. Juga sebenarnya tak susah pula buat menghidangkan makanan nan bergizi buat keluarga Anda sebab makanan nan bergizi ada di sekitar kita.

World Vision telah mengenalkan pengolahan pangan lokal nan disebut ‘M3’ pada tahun 2007. ‘M3’ itu singkatan dari Mudah, Murah, dan Menyeluruh, nan maksudnya mudah didapatkan, harganya murah, dan di dalamnya terdapat semua gizi nan dibutuhkan dalam tubuh, seperti karbohidrat, lemak, protein, lemak, dan vitamin.

Di dalam program M3 tak hanya makanan bergizi buat anak-anak kita saja, akan tetapi program ini juga bertujuan buat meningkatkan pencerahan terhadap masyarakat bahwa betapa pentingnya peranan ibu-ibu buat menghidangkan makanan nan bergizi buat keluarganya. Ada banyak makanan nan sehat dan bergizi nan bisa kita dapatkan di alam ini.

Makanan-makanan tersebut di atas sebenarnya bisa kita peroleh dengan mudah jika kita berusaha. Banyak orang nan ingin memiliki gizi baik, salah satunya dengan memakan makanan nan bergizi. Tapi, kebanyakan orang juga makanan bergizi itu hanyalah makanan buat orang nan taraf ekonominya menengah ke atas, tak bagi mereka nan keadaan ekonominya menengah ke bawah.

Bagi mereka makan makanan nan bergizi tidaklah penting, nan krusial bagi mereka ialah bagaimana mereka bisa mengisi perut mereka dengan makan makanan nan higienis setiap hari.

Seperti contoh pada mahasiswa, nan khususnya mahasiswa nan merantau. Jika Anda mendengar kata ‘mahasiswa’, apa nan langsung ada di pikiran Anda? Cerdaskah? Cerdas dari sisi apa dahulu? Akademik, organisasi, atau dalam managemen keuangan?

Tentu saja nan sering terdapat dibenak Anda bahwa mahasiswa itu sering mengirit uang kiriman dari orang tuanya dan makan sehari-harinya pun dikorbankan dengan sarapan gorengan atau bahkan tak sarapan, siang dan malam hanya makan mie instan nan kita semua telah banyak mengetahui bahwa kandungan mie instan itu kurang bagus buat tubuh manusia, yaitu mengandung bahan pengawet dan juga dapat digunakan buat keperluan kuliahnya.

Oleh sebab itu, tak sporadis kita mendengarkan bahwa penyakit maag ialah penyakit mahasiswa sebab mereka hanya menginginkan makanan nan berlabel bergizi saja. Akan tetapi, mereka mengirit-irit uangnya buat keperluan lain atau mungkin menabung buat biaya kerja, bagi mereka nan kuliah sambil bekerja.

Hakikat makanan bergizi ialah makanan nan memenuhi kebutuhan seorang individu buat beraktivitas sehari-hari. Asupan makanan paripurna nan mengandung lemak, protein, mineral, karbohidrat, vitamin nan seimbang. Ekuilibrium ini akan membentuk tubuh nan sehat dan selalu siap tempur menghadapi masalah kehidupan.

Masing-masing individu memerlukan kebutuhan makanan bergizi nan bhineka dalam jenis makanan nan tak sama. Misalnya, seorang bayi usia satu bulan, lebih memerlukan ASI ibunya dari pada beef steak nan lebih diperlukan oleh ayah si bayi. Cukup mudah bukan? Mulailah dari sekarang. Pencegahan penyakit jauh lebih baik dari pada mengobati. Semoga bermanfaat.