Agar Tidak Terjebak dengan Kata-Kata Gombal

Agar Tidak Terjebak dengan Kata-Kata Gombal

Hai wanita, jangan percaya dengan kata gombal nan keluar dari mulut seorang pria. Tahu tidak, seorang pria nan benar-benar mencintaimu tak akan meruntuhkan pertahananmu dengan kata-kata gombal dan manisnya. Namun, dia akan datang ke rumahmu, menemui ayahmu, dan melamarmu, lalu menikahimu.



Kata-Kata Gombal vs Kata-Kata Lembut

Kata-kata gombal memiliki disparitas nan tipis dengan kata-kata lembut. Secara lahiriah, kata-kata gombal mungkin sama dengan kata-kata lembut. Misalnya:

Kamu manis.Memang banyak nan manis, namun entah kenapa menurutku hanya kamu nan paling manis. Siapa pun juga akan tertarik denganmu, begitu pun aku. Tapi, di antara mereka hanya saya nan paling beruntung sebab dapat mendapatkanmu.

Kata-kata di atas memiliki imbas samping positif terhadap versus bicara, di antaranya:

  1. Membuat versus bicara nan notabene disebut juga dengan”target” menjadi tersanjung.
  2. Membuat versus bicara senang.
  3. Membuat versus bicara nan tadinya tak percaya diri menjadi percaya diri, dan lain-lain.

Berkata-kata manis ialah sebuah hal nan diharuskan. Selain sebab ibadah, telinga kita juga akan lebih bahagia menerima kata-kata positif daripada negatif. Namun, jelas sangat berbeda imbas samping nan dihasilkan antara kata-kata gombal dengan kata-kata lembut. Tak bisa dipungkiri bahwa banyak wanita nan selama ini telah menjadi korban dari kata-kata gombal nan keluar dari mulut laki-laki. Awalnya, menyenangkan, namun berakhir menyakitkan. Begitulah kira-kira imbas samping dari kata-kata gombal.

Tujuan dari kata-kata gombal ialah buat mendapatkan target. Kata-kata gombal sama juga dengan tipu makar buat mendapatkan apa nan diinginkan. Tak jarang, setelah sasaran didapat, “tersangka” berubah total. Bagaimana lagi, sasaran sudah dapat ditaklukkan. Berbeda dengan kata-kata lembut nan merupakan bagian dari prinsip hidup. Orang nan berkomitmen buat berkata-kata lembut pada orang lain akan sadar bahwa kata-kata nan baik ialah bagian dari iman. Tak ada tipu makar atau taktik licik sebab kepribadiannya memang lembut. Gagal atau berhasil dalam mendapatkan sasaran atau sasaran, dia akan tetap berkata-kata baik sebab pribadinya memang seperti itu.



Identifikasi Kata-Kata Gombal

Lantas, bagaimana cara mengindentifikasi kata-kata gombal dengan nan tidak? Persamaannya sungguh terlampau banyak sehingga dibutuhkan kejelian spesifik buat membedakannya.
Untuk wanita, berikut ini ialah tips mengindentifikasi kata-kata gombal, nan melunmcur dari mulut pria.

  1. Tidak hiperbola dalam memuji apalagi bila belum menjadi pasangannya nan sah. Hal wajar ketika seseorang mengagumi nan lainnya kemudian secara refleks dari mulutnya keluar kata-kata indah. Yang tak wajar ialah bila pujian nan keluar itu terlalu hiperbola atau lebay . Apalagi bila dua orang tersebut masih belum jadi siapa-siapa (pasangan halal) maka seharusnya masing-masing dapat menjaga diri dan hati agar tak menghasilkan persepsi nan aneh-aneh.
  2. Bagaimana track record -nya. Masa lalu memang tak dapat diubah, tapi dapat dipergunakan buat memprediksi kepribadian seseorang. Jangan terlalu percaya diri ketika kita mendengarkan kata- kata gombal dari orang lain (lawan jenis) apalagi bila dia terkenal memiliki banyak interaksi dengan versus jenis nan lainnya.
  3. Apakah hanya sekadar kata-kata atau direfleksikan dalam bentuk perbuatan juga? Apakah dia hanya sekadar berkata-kata atau apa nan dikatakannya direfleksikan dalam bentuk perbuatan juga? Jangan terlalu percaya ketika kata-kata gombal itu kita dengarkan apalagi bila tidak ada bukti.


Agar Tidak Terjebak dengan Kata-Kata Gombal

Apa nan dapat kita lakukan agar tak mudah terjebak dengan kata-kata gombal nan dapat menyakiti kita di kemudian hari? Berikut ini trik nya.

  1. Jangan terlalu mudah percaya dengan kata-kata manis apalagi nan berlebihan. Seperti nan dituliskan sebelumnya bahwa laki-laki nan suka mengeluarkan kata-kata gombal biasanya memiliki 1001 macam cara buat menaklukkan sasaran dan sasarannya. Itu sebabnya, jangan terlalu mudah percaya bila dengan kata-kata manis. Anggap saja sebuah apresiasi nan wajar kita dapatkan. Namun jangan sampai kita masukkan ke dalam hati. Ada nan bilang bahwa laki-laki dan wanita itu berbeda. Laki-laki suka coba-coba atau iseng, sedangkan wanita sangat mengandalkan perasaannya. Saat laki-laki berkata “Kamu cantik!” dapat jadi dia hanya iseng. Namun, saat wanita berkata “Kamu tampan!” biasanya nan dikatakan itu memang sahih adanya. Sayangnya, wanita nan memang secara naluriah suka dengan pujian, kadang terjebak dengan kata-kata gombal nan menyesatkan. Itu sebabnya mulai sekarang bersikaplah selektif dalam menilai pernyataan-pernyataan nan ke luar dari mulut versus jenis.
  2. Jangan menanggapi kata-kata gombal dari versus jenis nan sudah memiliki pasangan. Tak sporadis kata-kata gombal juga diucapkan oleh laki-laki nan sudah memiliki pasangan (istri). Bila ini terjadi, jangan sampai ditanggapi, walau hanya sekali. Sekalipun mungkin hati kita ingin condong, tapi yakinlah hal itu ialah godaan nan dapat menyesatkan. Logikanya, bagaimana mungkin kita menanggapi sesuatu nan tak mungkin kita miliki. Menurut pakar, perselingkuhan laki-laki dan wanita tidak akan pernah terjadi bila wanita tersebut tak menanggapi. Sedahsyat atau sehebat apa pun kata-kata gombal nan keluar dari mulut laki-laki nan sudah beristri, bila si wanita sama sekali dingin dan tak menanggapi, maka laki-laki penggoda itu akan malu dan pada akhirnya mundur dengan sendirinya. Begitu pula sebaliknya.
  3. Jagalah hati. Selalu ada hadiah bagi siapa pun nan dapat mengendalikan amarahnya termasuknya hatinya. Itu sebabnya, agar tak terpengaruh dengan kata-kata gombal, maka selalu jagalah hati kita. Bila ada nan berkata manis atau memuji, sebaiknya memang tak kita masukkan dalam hati. Anggap saja sebagai sebuah kewajaran. Tidak ada makna apa-apa.


Pengaruh Kata-Kata Gombal Terhadap Kehidupan

Mungkin kita tidak sadar bahwa kata-kata gombal sangat berpengaruh pada kehidupan kita di masa depan. Apa saja pengaruhnya?

  1. Kita menjadi orang nan sangat bergantung pada orang lain (pujian). Dapat jadi sebab terlalu sering dipuji dengan kata-kata gombal, kita menjadi sangat bergantung dan haus akan pujian. Orang nan hidupnya sangat haus dengan pujian dapat menjadi tak tenang dan menderita. Misalnya, kita selalu dipuji “cantik”, lalu pujian tersebut kita masukkan dalam hati. Percaya diri nan kita miliki begitu hiperbola sehingga kita melakukan apa pun agar kita tetap dibilang “cantik”. Ketika tidak ada satu pun orang nan berkata bahwa kita “cantik”, maka kita melakukan segala daya upaya agar mereka berkata “cantik”.
  2. Kita benci terhadap setiap laki-laki. Ada seorang wanita nan sangat membenci semua laki-laki nan ada di global ini, kecuali ayahnya. Bagi wanita tersebut, semua laki-laki ialah pembohong dan tidak ada nan baik. Setelah ditelusuri, ternyata wanita tersebut memang sudah sering dikecewakan oleh laki-laki melalui kata-kata gombal mereka. Apa nan kemudian terjadi? Karena sering dikecewakan, wanita itu jadi beranggapan semua laki-laki ialah pembohong dan suka menipu dengan kata-kata gombal mereka. Padahal tentu saja pendapat tersebut salah. Bagaimana pun juga, laki-laki dan wanita diciptakan buat saling berpasang-pasangan buat saling melengkapi dan bukan saling menghujat.

Bila kita ialah wanita, mari menjadi wanita nan kuat dengan tak mudah terlena oleh kata-kata gombal dari kaum pria.