Kisah Unta dalam Al-Quran

Kisah Unta dalam Al-Quran

Unta , hewan ini terkenal sekali sebagai icon padang pasir. Terang saja hewan nan satu ini jadi icon, sebab memang hewan ini diciptakan spesifik buat mengarungi padang pasir. Diciptakan dengan bulu nan tebal, dua punuk (walau ada juga unta dengan satu punuk) memiliki bantalan pada kuku kakinya, sampai pada lubang hidungnya nan besar, semua ialah keistimewaan unta nan menguntungkan binatang gurun ini buat beradaptasi dengan lingkungannya.

Binatang nan satu ini memang memiliki desain nan andal guna menghadapi kerasnya gurun pasir. Jadi, bukan hal nan aneh bila unta memiliki majemuk kelebihan spesifik nan membuatnya dapat bertahan di tengah gurun pasir nan ganas dan keras. Yuk, kita berkenalan dengan binatang andal nan satu ini!



Keistimewaan Unta

Unta, sejak zaman dahulu, di wilayah gurun, alias wilayah asia timur atau lebih dikenal sebagai timur tengah, dijadikan alat kendaraan. Selain sebab unta kuat dipakai melakukan perjalanan jauh oleh para khalifah, unta pun dapat menanggung beban berat beratus kilogram di punuknya dan melakukan perjalanan selama berhari-hari tanpa ada masalah.

Hal ini disebabkan struktur tubuh unta, terlebih punuknya memang didesain buat menanggung beban. Kulitnya nan tebal pun berguna buat menahan teriknya panas daerah gurun. Unta mampu berjalan berhari-hari tanpa makan dan minum, sebab punuknya berfungsi sebagai bungker makanan bagi kehidupan binatang ini.

Unta meminum air sebanyak 130 liter nan kemudian akan disimpannya sebagai persediaan dalam bentuk lemak dan air di dalam punuknya. Ditambah lagi di dalam hidungnya terdapat lendir nan membuatnya mudah menyaring udara nan kering dan menjadikan butiran air di udara digunakan buat dirinya.

Unta pun memiliki struktur tubuh nan unik. Bagaimana tak unik. Bayangkan, unta mampu menggunakan penghematan penggunaan air di dalam tubuhnya dengan memaksimalkan pengaliran urea ke dalam tubuhnya secara berulang-ulang.

Pada tubuh manusia biasa, ataupun hewan lainnya, menggunakan urea ke dalam darah akan mengakibatkan keracunan, sebab urea ialah ampas nan disaring tubuh melalui ginjal, ataupun saringan sejenis. Namun, pada unta , tampaknya sistem nan biasa tak berlaku.

Tubuh unta pun mengolah enzim elbumin buat menghilangkan perasaan haus pada binatang nan satu ini, hingga unta tak akan merasa haus selama berhari-hari walau pun tak minum. Tubuh binatang berpunuk ini pun secara drastis akan menurunkan taraf penggunaan air sehingga penghematan pun terjadi.

Seolah keistimewaannya tak berhenti, binatang padang pasir ini dilengkapi dengan punuk nan merupakan loka persediaan makanannya. Di dalam punuk terdapat lemak nan dapat dijadikan cadangan makanan, selain itu lemak tersebut juga mencegah penggunaan air nan terlalu banyak.

Tidak cukup sampai di situ saja keistimewaan hewan berpunuk ini. Hewan unta sekali makan dapat menghabiskan tiga puluh sampai lima puluh kilogram dan mampu bertahan hayati dengan hanya makan seadanya ataupun tak makan dalam tempo sebulan. Tidaklah heran, dari zaman dahulu unta sudah dijadikan alat perjalanan jauh bagi para mushafir dan juga khalifah.

Masih tentang si hewan padang pasir ini. Unta ternyata dapat bertahan di tengah terpaan badai dikarenakan dia tak mudah kelilipan pasir. Ini disebabkan sebab bulu matanya nan berbentuk rangkap dan lengket, sehingga dapat menahan laju pasir nan seringkali beterbangan di gurun.

Bahkan unta pun bisa menutup hidungnya guna menghindari pasir masuk ke dalam rongga pernapasannya. Terakhir, lihatlah telapak kaki unta nan berukuran besar. Melebihi bagian atasnya agar unta ini bisa berjalan tanpa terperosok ke dalam gurun pasir nan lembut dan mudah menjadi pasir isap. Ditambah dengan kulit sekitar telapak kaki nan tebal nan mampu menahan panas pasir di gurun.



Kisah Unta dalam Al-Quran

Yang teristimewa di dalam al-Quran, ada tercantum tentang penciptaan unta sebagai mukjijat dari Nabi Sholeh. Ini bisa dilihat pada AlQuran. Penceritaan tersebut memakan 72 ayat. Salah satu surat nan mengisahkan tentang unta dan Nabi Sholeh ialah surat Al-A