Cara Membuat Sertifikat

Cara Membuat Sertifikat

Contoh sertifikatsangat diperlukan dalam membuat penghargaan bagi para peserta suatu acara, baik perlombaan maupun seminar atau acara resmi lainnya. Sertifikat dianggap sebagai pengganti penghargaan lainnya, atau pelengkap penghargaan lain seperti piala, medali, atau plakat.

Namun, sertifikat justru lebih memiliki ‘nilai jual’ dibandingkan jenis penghargaan lainnya. Untuk melamar suatu pekerjaan, mengajukan berbagai macam beasiswa, atau mengajukan pelaksanaan lainnya kita membutuhkan contoh sertifikat bukan jenis penghargaan lainnya.

Bahkan, buat mengajukan pinjaman pada bank pun terkadang dibutuhkan berbagai macam contoh sertifikat sebagai agunan pelunasan dari pihak peminjam. Jenis sertifikat sendiri sebetulnya bermacam-macam. Ada sertifikat penghargaan dan ada pula sertifikat nan menunjukkan bukti hak atau kepemilikan kita atas suatu barang atau apapun.



Contoh Sertifikat Bukti Penghargaan dan Pendidikan

Salah satu contoh sertifikat nan paling kita kenal ialah sertifikat sebagai bukti penghargaan nan menunjukkan bahwa kita pernah mengikuti suatu ajang, acara, atau bahkan menjadi pemenang dalam suatu perlombaan. Dalam suatu acara, selalu terdapat kepanitiaan baik nan jumlahnya sedikit maupun banyak, bergantung pada jenis acara nan diselenggarakan. Namun, acara jenis apapun selalu memberikan sertifikat sebagai bukti penghargaan bagi para peserta atau bahkan pengisi acara tersebut.

Sebagai contoh, sebuah acara diskusi atau seminar sehari mengenai pendidikan mendatangkan berbagai mahasiswa dan pelajar di seluruh Jawa Barat sebagai peserta, sedangkan pembicara nan menjadi panelis ialah dua orang dosen dari universitas nan berbeda, satu orang moderator dari pihak mahasiswa, serta satu pemerhati pendidikan.

Untuk itu, nan berhak mendapatkan sertifikat ialah seluruh peserta diskusi atau seminar, ketiga orang panelis, dan satu orang moderator. Ada pula acara nan biasa diselenggarakan oleh para remaja, seperti ajang mencari band indie, atau ajang mencari talenta lainnya nan juga menarik banyak massa sebagai peserta dan penontonnya.

Para peserta biasanya akan dipungut biaya sebagai kelengkapan administrasi dalam mengikuti acara tersebut sehingga walaupun tak memenangkan kompetisi, para peserta tersebut berhak mendapatkan konsumsi, beberapa cinderamata dari panitia, serta sertifikat penghargaan.

Contoh sertifikat jenis ini biasanya bisa digunakan saat mengajukan pelaksanaan di global entertainment atau global lain nan sinkron dengan penghargaan nan kita dapatkan. Misalnya saja, sertifikat menyanyi akan dapat digunakan buat mengajukan pelaksanaan beasiswa ke sekolah musik.

Contoh sertifikat pendidikan akan bisa digunakan buat mengajukan pelaksanaan saat melamar pekerjaan ke forum pendidikan.Ada juga jenis sertifikat spesifik nan hanya akan didapatkan jika kita sudah mengikuti pendidikan selama waktu nan ditentukan. Misalnya, sertifikat pendidikan dari SD – Universitas nan biasa kita sebut dengan ijazah.

Namun, ada juga sertifikat jenis ini nan digunakan dalam pendidikan formal selain sekolah, seperti sertifikat kurus komputer, sertifikat kursus bahasa asing, atau sertifikat ISO. Sertifikat pendidikan seperti itu biasanya menuntut kita buat mengikuti pelatihan terlebih dahulu selama beberapa waktu, sinkron dengan ketentuan nan telah disepakati pihak peserta dengan pihak penyelenggara.



Contoh Sertifikat Bukti Kepemilikan

Contoh sertifikat lain nan biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari ialah sertifikat nan menunjukkan bukti kepemilikan kita atas sesuatu. Misalnya, sertifikat hak atas tanah nan terdiri atas Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sertifikat Hak atas Satuan Rumah Susun (SHSRS), dan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU).

Sertifikat-sertifikat tersebut memiliki status hukum nan kuat sebagai bukti kepemilikan nan absah serta sebagai syarat jika kita hendak mendirikan bangunan di atas tanah nan kita miliki tersebut. Sertifikat Hak Milik (SHM) merupakan sertifikat nan menunjukkan bahwa kita memiliki kekuasaan penuh atas tanah atau bangunan tanpa batas waktu tertentu. Dengan sertifikat ini juga kita dapat mengajukan pinjaman kepada Bank sinkron dengan ketentuan nan berlaku.

Sementara itu, Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) ialah surat kepemilikan atas tanah nan di atasnya didirikan bangunan. Sertifikat jenis ini biasanya memiliki batas waktu eksklusif nan membuat kita harus mendaftarkan diri buat peningkatan hak milik sinkron dengan ketentuan nan berlaku. Sertifikat Hak atas Satuan Rumah Susun (SHRS) ialah contoh sertifikat nan dimiliki oleh para pemilik rumah nan dibangun bersama-sama (rumah susun).

Sifatnya nan personal hanya berlaku pada rumah nan ditinggali saja, sedangkan tanah dan barang lain nan terdapat di sekitar rumah susun menjadi milik bersama (masyarakat rumah susun). Contoh sertifikat yang telah disebutkan tersebut sangat krusial buat dimiliki oleh seseorang sebab tanpa surat tersebut, kita dapat saja diusir dari loka tinggal kita sebab dianggap tak memiliki hak atas tanah atau bangunan nan kita tinggali tersebut.

Selain sertifikat hak atas tanah dan bangunan, sertifikat lain nan menunjukkan hak atau kepemilikan juga dapat kita dapatkan apabila kita hendak membuka usaha makro atau membuka praktik (bagi dokter, bidan, atau pengacara). Sertifikat ini biasa disebut Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU). Sertifikat tersebut dibutuhkan sebagai izin dan hak paten atas usaha nan akan kita jalankan sehingga tak akan ada pihak lain nan dapat mengambil hak atas nama perusahaan, jenis usaha, dan hal lain nan berhubungan dengan jenis usaha nan kita buka.

Namun, sebelum kita mendapatkan contoh sertifikat nan telah disebutkan itu, kita juga harus memenuhi baku mekanisme sebelum sertifikat diterbitkan, yakni dengan menyertakan bukti-bukti dan syarat-syarat eksklusif atas kepemilikan tanah, bangunan, atau hak lain nan kita miliki pada kekuatan hukum nan absah (akta notaris).

Selain beberapa sertifikat nan telah disebutkan, ada juga jenis sertifikat nan bukan merupakan bukti penghargaan ataupun bukti kepemilikan atas tanah ataupun usaha. Sertifikat tersebut hanya dapat didapatkan apabila kita menjadi nasabah salah satu bank.

Sertifikat nan dimaksud ialah sertifikat deposito, yakni produk bank nan hampir mirip dengan deposito nan dapat digunakan sebagai instrumen utang atau pertukaran peminjaman uang dari pihak bank kepada pihak investor dengan jangka waktu sinkron syarat dan ketentuan nan berlaku.

Dengan sertifikat deposito, investor akan mendapatkan kembang nan telah disepakati sebelumnya, serta dapat mencairkan dana nan dimiliki atau bahkan menjual serta memindahtangankan sertifikat tersebut.



Cara Membuat Sertifikat

Sementara itu, buat membuat contoh sertifikat sendiri kita membutuhkan beberapa bahan agar sertifikat nan diberikan berkualitas baik. Jika sebelumnya kita biasa membeli atau memesan sertifikat dari suatu rumah produksi, sekarang kita dapat membuat sendiri contoh sertifikat dengan langkah-langkah, antara lain sebagai berikut.

  1. Pilihlah kertas manila (ukuran tebal) dengan ukuran panjang x lebar nan diinginkan.

  2. Jika ingin mengikuti baku pembuatan sertifikat, pilihlah nan berukuran A4.

  3. Pilihlah rona kertas nan cerah, seperti putih, krem, atau rona lain nan tak akan menutupi rona logo atau cap nan akan digunakan.

  4. Printlah gambar desain nan sudah dibuat pada kertas tersebut.

  5. Contoh sertifikat sudah siap dibagikan

Setelah mengetahui beberapa informasi mengenai berbagai contoh sertifikatyang dapat kita dapatkan, jangan lupa bahwa apapun bentuk acara, pendidikan, serta barang nan kita miliki haruslah disertai dengan sertifikat sebagai bukti absah dengan status hukum nan kuat mengenai penghargaan atau hak nan kita miliki tersebut.