Perawatan Pada Dermatitis Kontak Alergi

Perawatan Pada Dermatitis Kontak Alergi

Pakar global kesehatan memaparkan bahwa penyakit dermatitis kontak alergi disebabkan adanya kontak tubuh terhadap bahan-bahan kimia dari luar tubuh. Sedangkan tubuh tak mampu menerimanya. Reaksi alergi nan muncul ialah bentuk penolakan tubuh. Disinyalir perkembangan pasien di berbagai daerah disebabkan dari perkembangan industri kimia nan pesat di seluruh belahan dunia.

Peradangan kulit pada seseorang sebab adanya alergi pada kulit nan hipersensitif ialah salah satu pengertian dari dermatitis kontak alergi. Tidak ada batasan umur bagi penderita penyakit ini, prosentase penderita pria dan wanita juga sama. Jika dibandingkan jumlah penderita dermatitis kontak alergi tidak sebanyak dermatitis kontak iritan.

Peradangan kulit nan terjadi biasanya diakibatkan alergi kulit terhadap penggunaan parfum, sabun, atau zat kimia lainnya. Bahan kimia nan berasal dari plastik, kosmetika, tanaman, dan obat-obatan ini, biasanya tak langsung menyebabkan adanya tanda alergi pada saat mengenai kulit pertama kali.

Setelah lima sampai dengan tujuh hari lebih, barulah terjadi tanda-tanda alergi nan khusus pada kulit penderita. Jika kontak terhadap bahan alergen ini lebih lama lagi, biasanyanya akan menyebabkan munculnya dermatitis. Keparahan dari kelainan kulit dampak dermatitis kontak alergi tergantung dari daya imunitas penderita.

Bisa jadi keparahan dari reaksi alergi satu orang berbeda dengan nan lainnya meskipun penyebabnya sama. Reaksi alergi pada kulit biasanya timbul secara lambat. Umumnya, dalam waktu 24 jam baru terlihat tanda-tandanya, kecuali racun nan berasal dari jenis tumbuhan eksklusif dapat lebih cepat. Contohnya, tumbuhan oak tree atau ivy nan menghasilkan racun, masih banyak dijumpai di Indonesia.

Penyebab dermatitis kontak alergi dapat dibagi menjadi 3:

  1. Awalnya, iritasi ringan dampak terkena alergi kronis dari deterjen dan alergi bahan pelarut.
  2. Awalnya, iritasi kuat berupa alergi terhadap zat asam dan zat nan bersifat alkali.
  3. Awalnya, terkena zat nan bersifat alergen selama berulang-ulang.


Gejala Dermatitis Kontak Alergi

Jika tak tertangani dengan baik, dermatitis kontak alergi dapat mengalami infeksi ringan nan diandai dengan gejala berupa:

  1. Iritasi ringan dan alergen nan berupa bintik-bintik kecil nan meluas, terasa gatal, dan nampak bersisik.
  2. Iritasi kuat nan berupa lepuhan seperti terbakar dan luka.
  3. Respon alergi klasik nan berupa lepuhan berbatas jelas, tampak garis lurus nan mengikuti titik kontak.
  4. Reaksi alergi parah nan berupa bengkak nan khas dan lepuhan pada area nan diserang.

Gejala klinis generik nan dirasakan penderita ialah gatal nan sangat hebat. Bintik-bintik merah nan menyebar perlahan, lama kelamaan dapat meluas, pecah, dan menimbulkan luka. Bintik-bintik awalnya hanya terbatas pada loka terjadinya alergi, namun jika berkembang di loka tertentu, akan terlihatlah apa sebabnya.

Anda nan menderita dermatitis pada kulit kepalanya bisa dicurigai alergi dengan shampoo atau cat rambut nan Anda pakai. Anda nan terkena alergi pada wajahnya bisa dicurigai alergi dengan krim, sabun, bedak, dan bermacam kosmetik nan mungkin Anda pakai.

Jika berbagai penaksiran dari gejala-gejala nan muncul masih belum jelas dan meragukan, perlu diadakan inspeksi penunjang diagnosis. Uji tempel digunakan buat mengetahui kulit. Sebenarnya, kulit hipersensitif terhadap zat apa. American Academy of Allergy, Asthma, And Immunology menetapkan bahwa uji tempel ialah cara terbaik buat mengetahui penyebab dermatitis kontak alergi. Terutama buat penderita nan mengalami agresi dermatitis kontak alergi berulang.

Pelaksanaan jji tempel harus menunggu agresi dermatitis kontak alergi berhenti dulu (sembuh). Pemakaian obat kortikosteroid juga harus sudah berhenti 7 hari sebelum uji tempel dilaksanakan. Waktu uji tempel nan paling baik 3 minggu setelah dihentikan. Uji tempel dilakukan dengan dengan zat-zat nan curigai menimbulkan alergi, selain itu juga digunakan zat-zat nan sudah menjadi baku dalam uji tempel ini.

Cara melakukan uji tempel yaitu digunakannya zat bahan uji pada sepotong kain atau kertas nan ditempelkan pada kulit nan sehat. Kertas atau kain tadi biasanya diletakkan pada punggung atau lengan bagian atas, ditutup bahan rapat udara, dan direkatkan menggunakan plester.

Setelah 48 jam, baru dibuka dan dianalisis hasilnya. Hasil nan positif dapat berupa kemerahan pada kulit nan disebabkan pelebaran pembuluh kapiler dan disertai bentuk nan menonjol. Namun, penaksiran tetap dilakukan dengan analisis nan cermat nan meliputi gejala klinik, inspeksi fisik penderita, dan inspeksi tambahan nan dapat menunjang diagnosis.



Perawatan Pada Dermatitis Kontak Alergi

Perawatan nan dapat diberikan pada penderita dermatitis kontak alergi ialah sebagai berikut:

  1. Sebaiknya, Anda mengurangi kontak dengan bahan nan membuat Anda mengalami alergi, sebagai bentuk pencegahan terulangnya alergi. Hal ini dapat mengurangi kelainan kulit nan timbul.
  2. Jika sudah terjadi iritasi, jangan digaruk ataupun ditambah alerginya dengan memberi obat nan tak tepat.
  3. Jika terpaksa harus kontak dengan bahan-bahan kimia nan bersifat alergen terhadap tubuh Anda, gunakan pelindung. Misalnya, kaos tangan plastik saat mencuci dengan deterjen ataupun sepatu boat.
  4. Untuk bintik kemerahan nan basah dapat dikompres dengan air garam.
  5. Gunakan obat anti inflamasi topikal.
      1. Untuk area nan berbintik-bintik merah dan saat tubuh sempat berinteraksi dengan alergen maka gunakan obat nan mengandung kortikosteroid. Tapi ingat, hanya buat kasus nan berat dan digunakan dalam waktu nan singkat.
      2. Jika terjadi lepuhan, gunakan anthihistamin dan larutan burrow.
      3. Antibiotika dapat digunakan jika ada tanda-tanda infeksi sekunder.

      Obat tradisional nan dapat digunakan ialah sebagai berikut:

      1. Rebusan daun sirih

      Rebusan daun sirih nan dapat bersifat antiseptik dapat digunakan sebagai pembersih daerah nan terserang dermatitis sebelum diobati dengan obat oles. Anda dapat merebus sekitar 15 lembar daun sirih dengan 2 liter air. Jika sudah mendidih dan warnanya berubah, air rebusan daun sirih nan masih suam-suam kuku dapat digunakan buat membersihkan daerah nan terkena dermatitis kontak alergi.

      2. Salep biji mahkota dewa

      Salep nan terbuat dari biji mahkota dewa dapat menjadi alternatif obat oles. Oleh para pakar herbalis dipercaya lebih manjur dari obat kimia. Cara membuat sale poles biji mahkota dewa sebagai berikut :

        1. Kumpulkan 25 biji mahkota dewa nan sudah dikeluarkan dari cangkangnya. Jemur hingga kering kira-kira 2 hari jika matahari tengah terik.
        2. Sangrai (goreng tanpa minyak) biji nan sudah kering tadi hingga masak.
        3. Tumbuk biji nan telah disangrai hingga menjadi tepung.
        4. Campur tumbukan biji dengan minyak tawon.
        5. Oleskan secara teratur ke kulit nan terkena dermatitis kontak alergi minimal 3 kali sehari

          3. Gamat oles

          Gamat oles nan berasal dari hasil mengekstrak teripang bahari dapat digunakan. Penelitian tentang gamat begitu marak di era tahun 2000-an. Ekstrak gamat nan biasanya dikemas dengan gel ternyata berkhasiat mengurangi peradangan nan terjadi dampak infeksi ataupun alergi. Hanya saja meskipun tradisional, harga gamat masih dinilai cukup mahal meskipun manfaatnya bagus.

          4. Air kelapa muda

          Air kelapa muda selama ini dipercaya sebagai pembersih racun. Dengan meminum air kelapa muda, proses detoksifikasi atau pengeluaran racun nan menyebabkan alergi lebih cepat.

          5. Habbatussauda atau jintan hitam

          Mengkonsumsi habbatussauda akhir-akhir ini sangat dipercaya mampu meningkatkan daya imunitas tubuh. Orang nan memiliki daya imunitas tinggi tak akan mudah sakit dan kuat menghadapi alergen.

          6. Rebusan teh mahkota dewa

          Rebusan teh mahkota dewa juga cukup baik buat menghilangkan alergi. Jika Anda tak sedang hamil, rebusan teh mahkota dewa cukup bagus khasiatnya. Anda dapat membeli teh mahkota dewa instan. Anda tinggal merebus 15 lembar irisan teh mahkota dewa nan berasal dari irisan buah dan cangkang mahkota dewa nan telah dikeringkan dengan 2 gelas air. Karena rebusannya terasa pahit, Anda dapat menambahkan gula ataupun madu saat meminumnya.

          Jika di rumah terdapat pohon mahkota dewa, Anda dapat mengiris buahnya tipis-tipis, lalu menjemurnya hingga kering sebelum direbus. Hati-hati jika mengeringkan sendiri, hindarkan mencederai biji. Karena biji mahkota dewa bersifat racun dan memabukkan jika tertelan. Jadi, tak boleh dikonsumsi. Biji mahkota dewa hanya dapat dimanfaatkan sebagai obat oles.

          Berbagai alternatif pengobatan dermatitis kontak alergi di atas semoga ada nan cocok bagi Anda.