Tiada Kesia-siaan

Tiada Kesia-siaan

Kisah menginspirasi itu dapat berasal dari banyak sumber. Lingkungan sekitar dengan bermacam manusia dan tabiatnya, dapat menjadi sumber cerita nan menggugah. Keluarga besar nan terdiri dari 4 generasi, juga dapat menjadi inspirasi. Kumpulan inspirasi ini ada nan difilmkan, dibukukan, dikisahkan kembali oleh orang lain, dan sebagainya. Kisah nan membuat orang lain bergerak melakukan kebaikan ini memang patut disebarkan.



The Miracle of Rendah Hati

Buku tentang Ustadz Jeffrery al-Buchori telah banyak tersebar di tanah air. Buku nan berisi tentang kisah sang dai muda nan meninggal global sebab kecelakaan itu bahkan dijual di lampu merah. Orang mengambil momen ketika kematian nan tragis itu masih diberitakan dan masih disiarkan oleh sebuah stasiun televisi .

Sebelum buku tentang ustadz gaul ini beredar, telah banyak buku-buku nan berisi tentang cerita nan menginspirasi termasuk nan dikarang oleh seorang penulis bernama Heriyati. Buku nan terlahir dari proses nan diawali dengan kolaborasi dengan Re! Media, sebuah agensi penulisan, merupakan buku pertama sang penulis bertemakan ‘How to’ dengan topik motivasi.

Sebelumnya penulis nan sama telah mempunyai 6 buah buku surat keterangan bahasa Inggris dan 2 buah novel. Buku The Miracle of Rendah Hati ini memberikan perbedaan makna nan sangat berbeda dalam penulisannya. Heriyati berjumpa dengan banyak orang nan menggugah hatinya.

Salah satu orang nan sangat menginspirasi itu ialah seseorang nan sangat getol bersedekah. Sang penulis tak pernah mengira bahwa orang nan getol bersedekah itu ternyata tak kaya dan tak tinggal di sebuh rumah nan besar di kawasan elit. Ia malah tinggal di daerah pinggiran kota Palembang, di sebuah perumahan sangat sederhana. Rumah nan ditempati pun ternyata bukan rumahnya sendiri. Ia masih mengontrak di rumah nan terbuat dari batako , beratapkan asbes nan dibuat pada tahun 1990-an tersebut.

Pekerjaan sang inspirator ini pun ternyata bukan seorang pegawai atau pekerja dengan penghasilan bulanan nan tetap. Ia hanyalah pekerja serabutan. Pakaiannya sangat sederhana. Mungkin dalam seminggu ia akan mengenakan baju hari 2-3 lembar nan dipakai secara bergantian.

Di rumah nan sederhana itu, sang inspirator tak mempunyai barang mewah. Hanya ada barang nan digunakan sebagai penopang kehidupan seadanya. Tetapi kalau sudah soal sedekah, ia tak akan sungkan-sungkan membagi uangnya nan sedikit itu dengan orang lain. Apalagi kalau ada anak yatim atau janda tua nan miskin.

Pengalaman selama ini mengajarkan bahwa ternyata walaupun sang inspirator ini tak kaya, ia tak pernah merasa kekurangan. Ia tak pernah tak makan dalam walau hanya sehari. Ada saja makanan atau cara Tuhan memenuhi kebutuhannya. Wajahnya pun sangat berseri. Ia selalu berkata bahwa Rasulullah itu mengajarkan buat berwajah cerah.

Kesederhanaan ternyata memberikan pelajaran nan begitu mendalam. Jangan pernah melihat orang lain dari sisi penampilan fisik. Tidak ada nan tahu bahwa seseorang nan dianggap berada dalam status ekonomi melarat ini ternyata mempunyai ilmu agama nan cukup kuat. Ilmu inilah nan membedakan antara satu orang dengan orang nan lainnya.

Buku nan diterbitkan oleh Laskar Aksara pad atahun 2012 ini tak hanya berkisah tentang satu orang. Banyak nan dijadikan sumber kisah menginspirasi oleh sang penulis. Misalnya, bagaimana orang-orang berusaha keluar dari perasaan galau nan tak menentu. Ada beberapa tips nan diberikan, seperti mengunjungi orang di rumah sakit, mengunjungi orang-orang nan sedang tertimpa kemalangan, dan lain-lain.

Satu nan harus diyakini bahwa Tuhan itu tak akan pernah ingkar janji. Ketika dikatakan bahwa Tuhan akan melipatgandakan pemberian orang-orang nan ikhlas, maka yakinlah bahw ahal itu benar. Banyak nan telah membuktikan bagaimana keikhlasan itu menbawa banyak keberkahan. Berbagai keajaiba akan ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan dapat dikatakan bahwa kerendahan hati itu akan membawa rezeki nan tak pernah disangka-sangka. Tidak hanya penulis buku itu sendiri nan telah membuktikannya, ternyata banyak pembaca nan telah membuktikan bahwa keajaiban itu memang ada dan tak perlu diragukan lagi.



Cara Merendahkan Hati

Banyak orang nan mungkin bingung bagaimana cara merendahkan hati. Kerendahan hati itu harus diasah dan tak dapat hanya berharap dapat merendahkan hati tanpa berusaha melakukan proses bagaimana mendapatkannya. Berikut ini ialah cara merendahkan hati nan mudah.

  1. Ingatlah bahwa manusia ini tak hanya begitu saja. Ada Tuhan nan menciptakannya. Untuk itu, agar tumbuh rasa syukur nan mendalam, mempelajari tuntunannya ialah satu kewajiban.
  1. Selalu ingat bahwa jangan merasa lebih baik dari orang lain dan merasa bahwa surga hanya untuknya. Tidak ada nan menjamin bahwa saat ini ia baik, sedetik kemudian ia dapat terjerumus ke dalam kenistaan.
  1. Menganggap semua orang itu berilmu agar tak dengan mudah merendahkan dan mengecilkan arti keberadaan seseorang.
  1. Keluasan ilmu itu membutuhkan hati nan lapang.
  1. Melakukan hal-hal nan dapat membukakan hati, seperti banyak membaca sumber bacaan nan baik. Banyak mendengar orang-orang nan lebih berpengalaman dan lebih berilmu akan membukakan hati bahwa sesungguhnya apa nan telah diraih itu belum ada apa-apanya.
  1. Bersahabat dengan orang nan membawa kebaikan. Pengaruh mereka akan sangat kuat. Begitu juga sebaliknya. Bergaul dengan orang kurang baik itu akan membawa derita dan matinya hati.
  1. Bersyukur dan berusaha melihat kebesaran Tuhan dalam bentuk penciptaan nan ada di dalam diri dan di sekitar dirinya.
  1. Tidak berhenti mencari apa nan dapat dilakukan buat orang lain.
  1. Merasa kurang baik ketika dalam satu hari tak memberikan pertolongan atau tak berbuat baik buat global dan isinya.


Tiada Kesia-siaan

Saat berusaha menjadi baik, tak akan melihat sesuatu nan sia-sia. Selalu mampu mendapatkan hikmah dari semua hal nan terjadi. Orang nan ilmunya terberkahi akan diberi kelapangan jalan mengamalkan ilmu itu. Maka orang nan telah menjalani hal ini seharusnya menjadi sosok nan dapat memberikan inspirasi kepada orang lain. Orang lain nan belum tentu dikenalnya saja dapat mendapatkan inspirasi darinya. Apalagi ketika ada orang nan benar-benar ingin belajar darinya.

Salah satu kunci agar menemukan rasa bagaimana merendahkan hati ialah dengan tak serakah. Keinginan buat berbagi dengan orang lain itu akan membuat orang berpikir bahwa ia tak dapat memakan semua nan ada di bumi ini seorang diri. Ia tak akan mau mengambil hak orang lain. Dalam benaknya, tak mungkin ia dapat makan melebihi porsinya. Oleh sebab itulah, berbagi ialah jalan nan paling mulia menuju kedamaian dan kerendahan hati.

Misalnya, orang nan rendah hati itu biasanya tak boros buat dirinya sendiri. Ia akan lebih memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri. Tidak heran kalau ia menjadi pusat perhatian atas kebaikan nan dilakukannya. Setiap pribadi nan rendah hati sejatinya telah mencontoh para kaum Anshar. Mereka siap berkorban demi saudaranya kaum Muhajirin. Semua itu dilandasi oleh sikap rendah hati.

Nah, agar Anda lebih paham tentang rendah hati bacalah buku The Miracle of Rendah Hati sebagai kisah menginspirasi. Semoga bermanfaat.