Macam-macam Bakteri

Macam-macam Bakteri

Macam-macam bakteri nan ada di global ini ternyata tak selamanya merugikan. Macam-macam bakteri nan dikenal luas oleh masyarakat rata-rata memang berkonotasi buruk. Lalu apakah Anda pernah mendengar istilah bakteri baik? Ya, bakteri nan bersifat baik itu memang baik buat tubuh. Bakteri baik atau probiotik banyak dicampur dalam berbagai produk minuman.

Membayangkan bakteri dengan konotasi baik mungkin akan sulit. Tetapi tak setelah Anda merasakan manfaatnya. Di pasaran, Anda akan mudah menemui minuman nan mengandung bakteri baik. Bakteri baik tersebut merupakan varian dari macam-macam bakteri nan ada.

Manfaat Macam Macam Bakteri

Bakteri baik nan merupakan bagian dari macam-macam baketri ini memang baik bagi tubuh, terutama buat sistem pencernaan. Mereka membantu lambung mengolah berbagai asupan makanan dalam tubuh. Dengan begitu, bakteri baik tersebut dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan serat. Mengingat fungsinya nan cenderung sama. Manfaat lainnya.

  1. Bakteri baik nan dicampurkan dalam minuman biasanya akan ikut sedikit mengubah rasa. Rasa asam akan dominan ditimbulkan dari sebuah minuman nan telah dicampurkan dengan bakteri baik. Seperti susu fermentasi dan yoghurt. Meskipun memengaruhi rasa, bakteri baik nan merupakan varian dari macam-macam bakteri itu memiliki peran nan cukup baik. Misalnya, lebih dari 400 jenis bakteri hayati dalam sistem pencernaan manusia. Banyak dari jenis bakteri bakteri baik - mereka membantu sistem pencernaan buat melakukan tugasnya. Bakteri baik, seperti acidophilus dan Bifidobacterium, juga bisa mencegah penyakit dengan membuat sebuah lingkungan nan tak menguntungkan bagi bakteri kurang diinginkan.
  2. Bakteri baik bisa melakukan beberapa hal buat meningkatkan kesehatan. Ini membantu buat memecah pati tanaman dan makanan lain bahwa tubuh manusia memiliki kesulitan mencerna. Hal ini memungkinkan tubuh buat mengubah makanan menjadi energi berlebih. Bakteri baik juga membantu tubuh buat mengubah kalori menjadi lemak ekstra. Akhirnya bisa dipahami gagasan bahwa kesamaan seseorang terhadap obesitas mungkin sebagian disebabkan oleh jenis bakteri dalam saluran pencernaan nya.
  3. Tubuh manusia tak membuat vitamin K dengan sendirinya. Bakteri membuatkannya, termasuk vitamin krusial lainnya, Bakteri juga membantu tubuh kita buat memecah obat dan karsinogen, nan bisa menyebabkan kanker. Ini bukan satu-satunya cara bahwa bakteri membantu buat mencegah kanker, namun. Mereka juga membantu dinding saluran pencernaan buat memperbaharui diri, menghilangkan sel nan rusak nan bisa menyebabkan kanker.


Macam-macam Bakteri

Bakteri ialah makhluk hayati bersel tunggal dan bentuknya sangat kecil sehingga tak tampak oleh mata telanjang. Ada macam-macam bakteri nan sukses dikenali dengan menggunakan mikroskop. Jumlahnya merupakan nan terbesar dari jumlah makhluk hayati di bumi.
Kata bakteri lebih sering dikaitkan dengan penyakit atau gangguan kesehatan pada makhluk hidup. Padahal, tak sepenuhnya demikian. Memang benar, ada macam-macam bakteri nan menjadi penyebab timbulnya penyakit pada manusia, namun tak sedikit pula bakteri nan justru memberi manfaat.

Sebagai makhluk hidup, bakteri memerlukan makan minum dan melakukan proses metabolisme. Bardasarkan caranya memperoleh makanan, macam-macam bakteri dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: bakteri heterotrof dan bakteri autotrof.

Macam-macam bakteri nan ada di global ini secara generik dibagi menjadi dua. Yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof. Macam-macam bakteri tersebut memiliki perbedaan. Meskipun sama-sama bakteri, kedua bakteri itu memiliki habitat serta “cara hidup” nan berbeda.



1. Bakteri Heterotrof

Salah satu dari bermacam bakteri nan disebutkan diatas tadi ialah bakteri jenis heterotrof. Ada jenis bakteri nan tak dapat membuat makanan sendiri dan mengandalkan sumber makanan dari jasad makhluk hayati lain, baik nan masih hayati maupun nan sudah mati. Bakteri semacam ini disebut bakteri heterotrof.

Sebagian bakteri heterotrof sangat bermanfaat bagi manusia sebab menguraikan sisa-sisa makanan, sampah, dan bangkai-bangkai binatang. Bahkan, keberadaan bakteri tersebut memberi pengaruh pada kesuburan tanah sebab mampu menyediakan nitrogen dan memperbaharui unsur hara tanah. Inilah bagian dari bakteri nan dikenal juga dengan istilah bakteri baik.

Bakteri heterotrof sendiri dapat dibedakan menjadi bakteri nan berbeda, yaitu: bakteri saprofit dan bakteri parasit.

a. Bakteri Saprofit

Macam-macam bakteri memang memiliki kekhasan tersendiri, begitupun dengan bakteri. Bakteri ini tak dapat membuat makanan sendiri dan mengambil makanan dari makhluk hayati nan sudah mati. Bakteri inilah nan menguraikan sampah, bangkai, dan kotoran. Sehingga dapat dikatakan bahwa bakteri ini ialah bakteri pembersih, karena mereka membersihkan sisa-sisa kehidupan.

Beberapa contoh bakteri saprofit:

  1. Bakteri eschericia coli. Bakteri ini hayati pada usus besar manusia, dan memakan sisa-sisa makanan nan tak dicerna oleh usus halus. Keberadaan bakteri ini sangat membantu pencernaan makanan.
  2. Bakteri lactobacillus garicus, hayati pada cairan susu dan berperan mengasamkan susu menjadi yoghurt.
  3. Bakteri methanobacterium omelanskii, biasanya hayati pada lumpur nan ada di dasar sungai, danau, atau laut. Bakteri ini berperan aktif mengubah merkuri anorganik menjadi merkuri organik. Bakteri ini bermanfaat melarutkan logam berat nan mungkin tersimpan dalam tubuh ikan.
  4. Bakteri methanobacterium ruminatum, ialah bakteri nan menguraikan asam cuka menjadi metana.
  5. Bakteri thiobacillus debitrificans, ialah bakteri nan hayati di dalam tanah, dan menguraikan nitrat menjadi N2. Bakteri ini merugikan sebab melakukan proses denitrifikasi nan menyebabkan tanah kurang subur.

b. Bakteri Parasit

Macam-macam bakteri nan tergabung dalam jenis bakteri heterotrof saja sudah memiliki disparitas nan cukup banyak. Terlihat dari disparitas antara kedua bakteri heterotrof sebagai berikut. Berbeda dengan bakteri saprofit nan mengambil makanan dari makhluk hayati nan sudah mati, bakteri parasit hayati pada tubuh makhluk hayati lain dan mengambil makanan darinya. Bakteri ini biasanya merugikan inangnya dan sering menimbulkan penyakit.

Beberapa contoh bakteri parasit:

  1. Bakteri salmonella thypi nan hayati pada usus halus dan dapat menyebabkan penyakit tifus.
  2. Bakteri clostridium tetani nan hayati pada sel darah dan dapat menimbulkan penyakit tetanus.
  3. Bakteri mycobacterium tubercolosis nan hayati pada saluran pernapasan dan menyebabkan penyakit radang paru-paru.
  4. Bakteri mycobacterium leprae nan hayati pada saluran pencernaan dan menyebabkan penyakit disentri.
  5. Bakteri pseudomonas cattleyeae nan hayati pada tanaman anggrek.


2. Bakteri Autotrof

Salah satu dari macam-macam bakteri lainnya ialah bakteri autotrof. Berbeda dengan bakteri heterotrof, bakteri autotrof tak menggantungkan makanan dari makhluk hayati lain sebab bakteri ini mampu membuat makanannya sendiri. Bakteri semacam ini memanfaatkan energi dari reaksi kimia eksklusif atau cahaya matahari buat membuat makanan.

Karena itu, berdasarkan asal energi nan digunakan dalam membuat makanan, bakteri ini dapat dikelompokkan menjadi bakteri nan berbeda, yaitu:

a. Bakteri Kemoautotrof

Salah satu bakteri dari macam-macam bakteri autotrof ini ialah bakteri kemoautotrof. Bakteri kemoautotrof ialah bakteri nan menggunakan donasi reaksi kimia eksklusif dalam membuat makanan. Contoh reaksi kimia nan digunakan ialah proses oksidasi senyawa tertentu.
Beberapa contoh bakteri kemoautotrof, misalnya:

  1. Bakteri methanogenik, nan biasanya hayati di tepi rawa. Dalam metabolismenya, bakteri ini menghasilkan metana dari karbon dioksida dan hidrogen. Bakteri ini juga hayati pada rumen sapi, dan mampu bertahan dalam suhu tinggi hingga 98 derajat celcius.
  2. Bakteri nitrobacter sp, nan digunakan dalam proses pengolahan limbah cair perusahaan tekstil.
  3. Bakteri belerang, ialah bakteri nan mengoksidasi senyawa belerang dan digunakan dalam proses pengolahan limbah.

b. Bakteri Fotoautotrof

Macam-macam bakteri lainnya nan termasuk dalam jenis bakteri autotrof ialah bakteri fotoautotrof. Bakteri fotoautotrof ialah bakteri nan memiliki klorofil dan menggunakan energi matahari dalam proses pembuatan makanan. Proses tersebut menyerupai proses fotosintesis pada tumbuhan hijau. Mereka memerlukan oksigen dalam proses pembuatan makanannya.

Berdasarkan cara memenuhi kebutuhan atas oksigen, bakteri ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: bakteri aerob dan bakteri anaerob.

  1. Bakteri aerob mengambil oksigen dari udara bebas. Biasanya, bakteri semacam ini memiliki kemampuan memecah gula menjadi air, karbondioksida, dan energi. Misalnya: bakteri Nitrosomonas.
  2. Bakteri anaerob tak bergantung pada udara bebas buat mendapatkan oksigen. Bahkan, beberapa di antaranya dapat bertahan hayati tanpa oksigen sama sekali. Beberapa jenis bakteri anaerob misalnya: bakteri lactobacillus bulgaricus dan bakteri clostridium tetani.