Mengoper Gigi

Mengoper Gigi

Siapa bilang belajar naik sepeda motor itu modalnya berani saja. Kalau Cuma berani tanpa pengetahuan apa-apa tentang cara menarik gas atau cara mengendalikan gas buat motor matik, sama saja dengan bunuh diri. Belajar bermotor itu juga harus belajar bagaimana mengendalikan diri. Ada orang nan mudah gugup baru dapat naik motor, ia dapat kehilangan kendali.



Pelan-Pelan Saja

Semakin banyaknya jenis motor nan mudah dikendalikan dengan harga nan murah, membuat masyarakat sangat mudah memiliki sebuah sepeda motor. Berbagai fasilitas kredit pun membuat motor seperti kacang rebus. Tidak heran kalau jalanan semakin sesak oleh kendaraan roda dua ini.

Jangan heran juga kalau banyak anak usia sekolah dasar sudah dapat naik sepeda motor . Mereka mempunyai kemampuan naik sepeda motor sebab berani mencoba. Terkadang orangtuanya tak mengizinkan. Namun, sebab ini dapat mengendarai sepeda motor, anak-anak sekolah dasar itu secara diam-diam belajar sendiri. Kapital mereka hanya nekad.

Karena kapital nekad inilah rawan sekali terjadi kecelakaan. Tidak hanya sepeda motor nan rusak, anak pun dapat langsung menghadap nan Maha Kuasa. Belum lagi kalau ternyata motor nan digunakan itu bukan milik orangtua anak nan mengalami kecelakaan tersebut. Motor rusak dan harus mengganti, anak meninggal.

Kejadian nan sangat memilukan. Jangan disangka kalau kejadian ini langka. Telah banyak buktinya dan tak harus ditambah lagi deret korbannya. Sebaiknya kalau ingin belajar mengendarai sepeda motor itu, belajar dahulu bersepeda. Nanti kalau sudah mempunyai motor sendiri dan tinggi badan telah memenuhi syarat (minimal 150 cm), baru belajar bagaimana mengendarai motor.

Belajarnya pun pelan-pelan. Pertama, belajar mengendalikan gas. Gas nan terlalu kencang kecepatannya seperti apa. Bagaimana menurunkan gas ketika akan menghentikan motor. Orangtua dapat memberikan pelajaran ini secara berkala. Anak nan akan belajar mengendarai sepeda motor itu duduk di depan dan secara perlahan belajar memainkan gas.

Kedua, anak nan bersangkutan juga belajar tentang teknik pengereman dengan rem tangan dan pengereman dengan kaki. Bagaimana kalau harus mengerem mendadak dan bagaimana cara menghemat kampas rem nan harganya cukup mahal itu. Si anak juga belajar bagaimana menggunakan rem tangan dan rem kaki secara bersamaan.

Kalau motor matik nan digunakan, ajarilah anak agar tak panik sehingga motor tetap melaju kencang padahal ingin berhenti. Selain itu, anak diajari bagaimana mengambil posisi parkir dan bagaimana memakirkan sepeda motor dengan kedua ‘standar’.

Pelajaran-pelajaran itu terlihat sepele, tetapi para pemula membutuhkannya. Mereka dapat saja otodidak dan menjadi terbiasa sering dengan semakin sering mengendarai motor. Namun, kalau sudah tahu sejak awal, tentunya pengetahuan itu akan menambah rasa percaya diri nan dalam.

Proses belajar ini dapat saja cukup lama menanti hingga anak mempunyai tingga badan cukup dan mampu mendorong sepeda motor dengan baik. Belajar mendorong sepeda motor itu bukan saja kalau terjadi apa-apa lalu motor harus didorong. Kalau tak kuat mendorong sepeda motor, artinya belum cukup kuat mengendalikan motor. Bagaimana mau memasukan sepeda motor ke dalam rumah kalau tak kuat mendorong sepeda motor.

Mendorong sepeda motor ini juga dapat menjadi olahraga nan baik bagi anak agar cepat besar dan berotot. Bagaimana dengan orang nan cukup umur nan ingin belajar bermotor? Prosesnya sama. Belajar cara mengendalikan gas. Gas ini sangat krusial agar dapat mengatur kecepatan dan mengatur emosi ketika sedang berada di jalanan.

Proses belajar itu mungkin saja dapat dipercepat. Berlatihlah di lapangan nan cukup luas. Jangan lapangan nan berumput tebal sebab akan agak sulit meluncur dengan lancar. Pilihlah lapangan nan tak mempunyai rumput. Kalau ada stadium olahraga atau taman dengan jalanan nan mulus, sepertinya belajar mengendarai motor di situ, lebih enak.

Berlatih juga seolah sedang menghadapi ujian buat mengambil SIM alias Surat Izin Mengemudi. Belajar berbelok di tikungan tajam sambil membunyikan klakson juga penting. Mengatur rem dengan kecepatan eksklusif juga harus dilakukan. Belajar berjalan di antara mobil dan truk juga sesuatu nan patut dicoba. Di jalanan nantinya, sepeda motor ini harus dapat meliuk-liuk dengan mulus di sela-sela mobil, truk, dan tronton nan besar. Tidak sporadis juga masuk ke jalan tikus nan tak kalah sempit dan berpapasan dengan kendaraan lain.

Kalau mudah gugup dan tak berusaha menguasai diri, kecelakaan dapat saja terjadi. Untuk menghindari kecelakaan nan tak perlu inilah, belajar mengendarai motor ini membutuhkan proses nan agak lama. Jangan terburu-buru. Telah banyak nan meninggal di jalanan. Kalau terjadi kecelakaan dan ternyata tak meninggal, urusannya pun banyak. Jangan mudah menyerahkan sepeda motor kepada anak-anak atau orang nan belum terlalu mahir bersepeda motor.



Mengetahui Rambu-Rambu

Rambu-rambu lalu lintas harus diketahui. Kapan boleh menyalip kendaraan lain dan kapan tak boleh mendahului. Misalnya, kalau garis-garis di jalanan itu terputus, artinya boleh memotong kendaraan lain. Sebaliknya kalau marka jalan malah tak terputus, artinya tak boleh memotong. Mungkin jalanan berbahaya atau licin atau telah mendekati lampu lalu lintas.

Jika terjadi serempetan di jalan, dengan pengetahuan tentang marka jalan ini, artinya dapat membela diri. Selain itu, belajar juga fungsi dari kaca nan ada di jalanan nan sering sebut dengan ‘mata kucing’. Mata kucing ini biasanya di letakkan di loka dengan belokan tajam. Belajar melihat pada mata kucing ini akan dapat menyelamatkan nyawa. Buktinya ialah tak banyak pengendara motor nan mempedulikannya.

Marka jalan lainnya nan patut diketahui ialah rambu-rambu berwarna kuning nan ada di sepanjang jalan. Pengetahuan tentang marka jalan ini sangat krusial ketika akan mengambil SIM.

Jadi sebelum menghadapi ujian mengambil SIM, mental dan jiwa telah siap. Berkendara nan kondusif juga perlu diketahui. Bagaimana memilih helm nan tepat dengan berat dan fungsi nan pas. Terkadang ada helm nan kurang nyaman dipakai. Cara memilih helm nan tepat akan sangat menyenangkan.

Touring bersama teman-teman akan menjadi sesuatu nan tidak terlupakan. Inilah nan membuat orang nan belum mampu berkendara sepeda motor, ingin segera dapat melakukannya. Sepeda motor ini dapat membawa pengendaranya ke loka nan jauh dan menyenangkan. Cukup sulit menjelajah banyak wilayah kalau tak dapat bermotor. Ada banyak loka nan mudah dijangkau dengan sepeda motor dan bukan dengan mobil.



Mengoper Gigi

Mengoper gigi buat sepeda motor jenis manual itu terkadang menjadi satu masalah tersendiri. Jangan heran kalau nan baru belajar bersepeda motor, harus dapat melakukan hal ini dengan baik. Agak mengebut boleh, namun, kalau naik daerah berbukit saja tak bisa, rasanya tetap harus belajar lagi. Jangan sampai terjadi kecelakaan. Sekali terjatuh di sepeda motor biasanya malah menjadi trauma dan lama tak mengendarai sepeda motor.

Meskipun pada dasarnya Anda dapat belajar mengendarai motor di loka nan luas seperti, lapangan, atau komplek perumahan, ada baiknya jika Anda juga mengikuti pelatihan sepeda motor resmi nan saat ini menjamur dimana-mana. Keterampilan nan Anda peroleh dari kursus tersebut akan bermanfaat pada saat di jalan.