Michael Jordan Sukses Bersama Chicago Bulls

Michael Jordan Sukses Bersama Chicago Bulls

Michael Jordan dilahirkan di New York, Amerika Perkumpulan pada 17 Februari 1963. Perjalanan karir Michael Jordan dimulai saat ia masih duduk dibangku SMA. Ia masuk ke dalam tim basket SMA dan mencoba memperoleh keberuntungannya. Rata-rata ia membuat 20 poin dalam setiap gamenya.

Seiring dalam masa pertumbuhan, tinggi Michael Jordan pun bertambah 10 cm. Total sekarang tinggi badan Michael Jordan pada saat itu ialah 190 cm. Berkat konsistensi permainan dan postur tubuh nan telah cukup buat menjadi pemain basket profesional Michael Jordan pun masuk dalam tim terbaik kejuaraan sekolah menengah di Amerika saat itu.



Michael Jordan Bermain di Universitas

Pada tahun 1981, Jordan mendapatkan beasiswa atas prestasinya bermain basket, dan ia kuliah University Carolina. Bibit-bibit basket di Amerika memang dimulai dari bangku kuliah. Dan hal itu pula nan terjadi pada Michael Jordan.

Prestasinya bersama tim universitas sungguh luar biasa. Ia rata-rata menjadi pencetak poin buat timnya dalam setiap game. Hampir setiap poin buat timnya dilakukannya sendiri. Andalannya saat itu ialah shooting yang begitu luar biasa. Selain itu kemampuan bertahannya dalam bola basket juga luar biasa.

Rata-rata ia membuat 5 rebound dalam setiap pertandingan. Posisi seorang Michael Jordan pada saat itu ialah forward . Dalam kompetisi perserikatan mahasiswa Amerika, semua panitia sepakat, bahwa Michael Jordan layak dipromosikan buat bermain di kompetisi bola basket profesional, yaitu NBA. Pada 1984, klub Chicago Bulls memilihnya buat masuk ke dalam tim.



Michael Jordan Bermain di NBA

Musim pertamanya di NBA Jordan rata-rata membuat 28 poin dalam setiap pertandingan. Hal ini membuat fans dan pengamat berdecak kagum atas prestasinya di awal musim. Ia pun masuk dalam daftar All Star NBA di musim pertamanya.

Bersama timnya Chicago Bulls, Jordan mencatatkan 38 kemenangan dan 44 kekalahan. Di musim pertamanya ia gagal membawa Chicago Bulls ke babak play off NBA. Di musim keduanya ia tampil tak konsisten, hal ini sebab cedera kaki nan dialaminya. Ia tak bermain sebanyak 64 pertandingan. Namun, Chicago Bulls sukses masuk play off. Pada babak play off ini Jordan telah sembuh dari cederanya, tetapi gagal membawa Bulls ke puncak juara.

Pada kompetisi 1986-87, rekor dicatatkan Michael Jordan. Ia mencetak 3.000 poin dalam satu musim kompetisi, serta melakukan 100 blok dan 200 kali gerakan mencuri bola. Sebuah rekor nan belum pernah ada di NBA saat itu. Tapi saat itu ia gagal membawa Chicago Bulls menjadi kampiun setelah kembali kalah dalam babak play off.

Dalam rentang waktu musim 1987-88, 1988-89 dan 1989-90, Jordan selalu membuat prestasi gemilang buat dirinya sendiri. Berbagai rekor pun dibuat, tapi timnya selalu gagal di babak play off.



Michael Jordan Sukses Bersama Chicago Bulls

Musim 199-91 mungkin ialah bagian dari kesuksesan Michal Jordan baik sebagai individu atau pun bersama tim. Chicago Bulls dibawanya meraih posisi teratas, lolos babak play off dan sukses mengalahkan Detroit Piston di final. Jordan sukses menjadi runner up pemain terbaik NBA saat itu.

Di musim 1991-92, kembali lagi rekor diciptakan Michael Jordan. Saat itu ia mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik dalam satu musim kompetisi NBA. Rata-rata ia membuat 30 poin, 6 rebound , dan 6 assist di setiap pertandingan, mengantarkan Chicago Bulls ke babak play off, dan mengalahkan Portland Trailer Blazer di Final.

Di musim inilah karakteristik khas dan karakter Jordan terlihat. Ia dapat melakukan slam dunk atau lay-up dari jeda nan sangat jauh. Michael Jordan seakan-akan terbang dari lingkaran pertahanan versus dan membuat setiap pemain nan berhadapan dengannnya tak dapat berbuat apa-apa. Hal ini kemudian membuat Jordan, dijuluki Air Jordan. Pada musim 1992-93, sekali lagi ia sukses menjadi pemain terbaik dan mengalahkan Phoenix Suns di final basket NBA.



Michael Jordan Sempat Mundur dari Basket

Pada tahun 1993, Jordan mundur sementara dari bola basket, sebab kematian ayahnya dan hasratnya buat bermain bola basket sudah mulai hilang. Pada 1994, Jordan bermain buat sebuah klub kecil baseball di Chicago.Tapi pada 1995, Jordan memutuskan kembeli ke basket dan bermain buat Chicago Bulls.

Pada musim itu ia membuat 30 poin di setiap pertandingan dan membawa Chicago Bulls ke babak play off. Setelah kembali ke basket, secara berturut pada musim 1995-96, 1996-97, 197-98, Jordan meraih penghargaan sebagai pemain terbaik, pemain bertahan terbaik, dan membawa Chicago Bulls menjadi kampiun NBA tiga kali berturut-turut. Akan tetapi pada tahun 2000, Jordan akhirnya benar-benar pensiun.

Setelah pensiun, Jordan akhirnya menjadi direktur olah raga klub bola basket Wahington Wizards, jabatan nan dipegangnya sampai saat ini.



Kehidupan Michael Jordan Setelah Pensiun dari Global Basket

Michael Jordan gantung sepatu alias mengundurkan diri dari global basket NBA maupun Internasional pada 2003. Pengunduran diri tersebut dilakukan setelah dua tahun membela klub ibu kota, Washington Wizards. Setelah pensiun dari global basket NBA Amerika nan telah membesarkan namanya, Michael "Air" Jordan pun meluangkan waktunya buat menjadi seorang pebisnis pada bidang properti. Selain bisnis pada bidang properti, pemain bernomor punggung 23 pada saat membela Chicago Bulls ini pun tercatat sebagai pemilik klub Basket Charlotte Bobcats.



Kehidupan Pribadi Michael Jordan

Pada 1985, Michael Jordan berjumpa dengan Juanita Vanoy. Selang 4 tahun kemudian, Michael Jordan dan Juanita Vanoy akhirnya menikah pada 2 September 1989. Pernikahan itu berlangsung di Little White Chape, Las Vegas.

Pernikahan Michael Jordan dan Juanita Vanoy dikaruniai tiga orang anak. Nama ketiga anak hasil penikahan tersebut ialah Jeffrey, Marcus, dan Jasmine. Akan tetapi, kehadiran anak tidaklah membuat rumah tangga Michael Jordan dan Juanita Vanoy tetap bertahan dan harmonis. Akhirnya, setelah 17 tahun membangun biduk rumah tangga, mereka pun resmi bercerai. Bahkan, Michael Jordan dan Juanita Vanoy sama-sama mengakui bahwa mereka sudah tinggal terpisah sejak Februari 2006.



Michael Jordan - Nomor Punggung 23 dan Sepatu Air Jordan

Selama berkarir dalam global basket profesional NBA bersama Chicago Bulls, Michael Jordan mengenakan kaos basket bernomor punggung 23. Ya, 23 memang identik dengan sang legenda Michael Jordan. Dengan nomor punggung 23, Michael Jordan membawa Chicago Bulls merajai kancah basket NBA pada era 1990-1998. Gaya khas slam dunk Michael Jordan pun menginpirasi perusahaan olahraga, nike buat membuat sepatu nan bermerek Air Jordan.



Michael Jordan Kembali ke Global Basket

Michael Jordan, legenda hayati NBA, kembali menunjukkan keajaiban nan dimilikinya dengan bermain basket lagi. Itulah nan terlihat dalam sesi latihan bersama klubnya. Michael Jordan nan sudah enam kali merasakan cinicn kampiun NBA ini sering berlatih bersama para pemain klub NBA miliknya, Charlotte Bobcats. Michael Jordan tak hanya member instruksi, melainkan juga ikut beradu kekuatan fisik dengan pemian lainnya.

Kehadiran Michael Jordan, sang ikon NBA pada masa 1990-an ini memacu para pemain Bobcats bergerak dan bermain lebih cepat. Hal ini tak semata-mata sebab Michael Jordan menginspirasi mereka, tetapi Michael Jordan juga nan membayar gaji para pemain. Michael Jordan mulai bergabung dengan Bobcats pada 2006 dan beberapa tahun kemudian Jordan sudah mempunyai mayoritas saham klub tersebut.