Kritik Untuk Film Kartun

Kritik Untuk Film Kartun

Hiburan bagi anak-anak kini seolah semakin langka. Khususnya hiburan dalam global pertelevisian. Sebagian besar, hiburan nan diciptakan ialah buat orang dewasa. Supervisi para orang tua pun akhirnya menjadi satu hal nan tak dapat ditawar. Jika tidak, maka bukan tak mungkin hiburan justru akan berubah menjadi boomerang. Pola pikir anak jadi tak sinkron dengan usianya. Lihat saja kini, anak-anak dijamin akan lebih hafal terhadap lagu-lagu dari penyanyi dewasa daripada lagu nan memang spesifik buat anak-anak. Permasalah ini tak selalu berdampak buruk. Bagi mereka nan pandai memanfaatkan kesempatan, sedikitnya pasokan hiburan bagi anak-anak justru menjadi ladang bisnis nan baru. Salah satunya nan terkenal ialah Cartoon Network .



Pemain Lama

Cartoon Network bukan baru-baru ini hadir. Jauh sebelum global mulai dilanda krisis hiburan bagi anak-anak. Pada 1 Oktober 1992, perusahaan ini pun mulai mengudara. Sebagai sebuah jaringan televisi kabel, perusahaan ini fokus menyuguhkan dan menciptakan berbagai hiburan bagi anak-anak. Perusahaan ini didirikan oleh Turner Broadcasting. Jenis hiburan buat anak-anak nan menjadi “garapan” utamanya ialah film-film animasi.

Selain sebagai satu komitmen buat membuat anak-anak terhibur sekaligus mendapatkan ilmu pengetahuan nan dimaksudkan sebagai bekal anak-anak, perusahaan ini meyakini bahwa pangsa pasar anak-anak sangat besar. Mereka juag konfiden bahwa masing-masing orangtua sangat bahagia kalau anak-anaknya nan masih kecil berada di depan televisi menonton film nan lucu dan mendidik. Hal ini biasanya dilakukan orangtua ketika mereka sangat sibuk dan tak dapat menemani anak-anaknya bermain sambil belajar.

Ada juga orangtua atau bahkan guru nan mendapatkan inspirasi dari menonton acara nan spesifik dibuat buat anak-anak itu. Jadi, dapat dikatakan sebenarnya bahwa menonton film kartun nan berbobot ini merupakan acara keluarga nan akan mengeratkan batin antaranggota keluarga. Cerita film kartun nan lucu kadang mengharukan juga dapat membuat orangtua memulai satu diskusi dengan anak-anaknya mengenai alur kisah nan menyedihkan itu.

Tidak sporadis kisah heroik juga dapat membuat anak bersemangat buat berbuat baik. Semua kisah nan ada di sebuah film kartun memang sangat menantang buat didiskusikan dengan anak-anak. Hal ini selain sebagai cara membangun komunikasi juga memberikan pelajaran kepada anak bagaimana membuat pertanyaaan dan memaparkan jawaban nan akan membuat orang lain mengerti dengan apa nan diterangkan. Anak juga kan belajar memilih kata-kata dan juga sekaligus belajar menggunakan mobilitas tangannya agar orang nan mendengar keterangannya akan tertarik mendengarkan pemaparan tersebut dengan antusias.



Asal Mula Cartoon Network

Tahun 1980-an akhir, seorang pengusaha TV kabel, Ted Turner, mengakuisisi koleksi film-film MGM dan menayangkan film-film animasi tersebut di TV kabel miliknya, Turner Network Television. Penayangan film kartun tersebut mendapat respon nan cukup baik dari masyarakat Amerika Perkumpulan saat itu. Kehausan dan keinginan mendapatkan anak-anak nan cerdas dan berpendidikan serta tahu sopan-santun membuat para orangtua di Amerika menerima kehadiran film-film kartun nan jauh dari gambar-gambar tidak senonoh atau tingkah laku nan kurang pantas bagi perkembangan jiwa anak-anak.

Jika ingin menjadi seseorang nan sukses, jangan cukup puas sepertinya merupakan tips nan manjur. Ted Turner pun demikian. Sukses menayangkan film-film animasi nan diproduksi oleh Warner Bros pada 1948 tersebut. Turner kemudian kembali mengambil alih dan membeli hak siar penayangan dari Hanna Barbera Production. Turner juga mengambil alih hak atas Ruby-Spears Production. Koleksi film animasinya pun menjadi banyak dan beragam.

Hal itulah nan melatarbelakangi Ted Turner buat membentuk sebuah TV kabel sendiri nan spesifik menayangkan film-film koleksi hasil pengakuisisiannya. TV kabel itulah nan kemudian terkenal hingga kini, Cartoon Network . Seperti nan diketahui semua orang bahwa perusahaan nan mengkhususkan diri buat menayangkan semua film kartun ini pun menjadi “rajanya” film-film kartun.

Acara-acara nan disiarkan oleh perusahaan ialah gabungan dari berbagai film animasi nan telah ia “beli” haknya dari berbagai produsen film animasi, seperti Hanna-Berbera, Warner Bros, dan MGM nan terkenal dengan lambang singa mengaum di awal pertunjukan jika film animasi itu akan dimulai.

Penayangan film animasi pada TV kabel Cartoon Network rata-rata berdurasi 30 hingga 60 menit. Film animasi nan ditayangkan diantaranya, Droopy Dog, Tom and Jerry, dan Looney Tunes.

Semua film itu mendapatkan respon nan bagus dari para penonton. Itulah mengapa perusahaan satu ini berkembang sangat pesat hingga digilai oleh banyak orang. Ternyata, penikmatnya bukan saja anak kecil melainkan orang dewasa nan nan ingin bernostalgia lagi dengan cara menonton film-film nan tidak lekang oleh zaman itu. Cerita nan mungkin tak seru bagi orang dewasa tetapi sangat menghibur. Beda dengan anak-anak, mereka menganggap kisah dalam film kartun itu sangat menarik dan akan mampu membuat mereka tersenyum lebar atau bahkan tertawa terpingkal-pingkal.



Kritik Untuk Film Kartun

Film kartun memang menyenangkan dan juga mengandung ajaran nan baik. Tetapi ternyata tak semua film kartun seperti itu. Contohnya film Tom and Jerry. Film kartun antik satu ini sudah sangat terkenal. Tom nan seekor kucing berusaha sekuat tenaga menyantap Jerry. Namun, Jerry nan seekor tikus itu sangat cerdik dan malah membuat Tom selalu dalam kesulitan dan mendapatkan imbalan sari perbuatannya.

Apa nan terjadi selanjutnya ialah bahwa permainan nan disuguhkan oleh Tom maupun Jerry mengandung nilai-nilai kekerasan nan tak pantas ditonton oleh anak-anak. Karena mereka menonton film kartun, ditakutkan bahwa mereka mengira tak menjadi masalah melakukan hal nan sama seperti nan dilakukan oleh Tom dan Jerry ketika berusaha saling mencelakai.

Kalau anak-anak telah terpapar tayangan kekerasan, maka maksud orangtua buat memberikan nilai-nilai luhur kehidupan menjadi tak terwujud. Hal ini memang sepatutnya dibicarakan dalam kedap tersendiri oleh pihak perusahaan. Para penonton dapat mengirimkan surat keberatan kepada pihak pembuat film dan penyebar film tersebut. Jangan sampai hal-hal nan tak baik terjadi. Cukup sudha aksi penembakan nan dilakukan oleh seseorang nan menamakan dirinya The Joker.

Laki-laki cerdas ini memang sangat tertutup. Sebelum akhirnya ia menembak wafat puluhan orang dan membuat puluhan nan lainnya mengalami luka-luka. Tidak mungkin ada orang waras nan akan melakukan hal seperti itu. Pelaku dinyakakan sakit mental. Dia memang telah mempersiapkan segala sesuatunya sebelum mulai bereaksi. Benar-benar bukan buat ditiru.

Namun, hal itu dapat saja terjadi kalau para orantua Indonesia tak peduli dengan hal ini. Film kartun itu sangat pendek dan kepedulian semua orang akan membuat adanya pemilihan atau pemutaran film kartun nan tak sembarangan. Ketelitian ini juga memberikan akibat positif bagi perkembangan jiwa para penontonnya. Pemirsa cilik itu tidak akan menemukan adegan nan belum pantas mereka lihat.



Dukungan Insan pembuat Kartun

Pada perkembangannya, Cartoon Network juga mendapat banyak dukungan dari para produsen film-film animasi. Dari 1996 hingga 1999, perusahaan ini memiliki beberapa daftar film animasi. Di antaranya, Dexter’s Laboratory nan tayang tahun 1996. Johnny Bravo dan Cow and Chicken nan tayang tahun 1997. The Powerpuff Girls nan tayang tahun 1998. Mike, Lu, & Og dan Courage the Cowardly nan tayang pada 1999.

Khususnya buat kisah The Powerpuff Girls, pemirsa anak-anak Indonesia sangat antusias menirukannya. Cukup lama juga bahwa kartun satu ini tayang di televisi. Tetapi sepertinya kini, kartun satu ini telah diganti dengan nan lain. Perkembangan global telah juga mengubah perkembangan film-film kartun. Semua insan pembuat film kartun tidak segan memilih tema-tema nan cukup modern dan sinkron dengan zamannya.

Hingga kini, selama beberapa tahun perjalanannya di global bisnis hiburan bagi anak-anak, perusahaan ini telah menghasilkan banyak sekali karakter film animasi. Film-film animasi tersebut dikelompokkan menjadi beberapa kategori dan serial.

Kategori film kartun klasik. Kategori ini diwakili oleh film-film, seperti Looney Tunes , Tom and Jerry , dan The Flinstones . Kategori film animasi “detektif”. Filmnya, seperti Scooby Doo . Kategori film anime, seperti Naruto dan Pokemon . Kategori pahlawan super nan berdasarkan cerita komik, seperti Superman, Batmen, X-Men, Ben 10 , dan Fantastic Four , Serial Pink Panther . Serial Tom and Jerry , Serial Looney Tunes .

Itulah sedikit kiprah Cartoon Network bagi anak-anak dunia.