Tips Sukses Berhenti Merokok

Tips Sukses Berhenti Merokok

Tips menghilangkan Norma merokok banyak dicoba oleh mereka nan hendak menghentikan Norma jelek tersebut. Namun tak sedikit di antara mereka nan mengaku gagal. Alasannya, merokok sudah menjadi sebuah kebutuhan dan ada rasa kurang nyaman ketika asap nikotin tak masuk ke dalam paru-paru.

Pada dasarnya, tips menghilangkan Norma merokok hanyalah sebuah tuntunan saja. Sementara, buat proses keputusan seseorang akan berhenti merokok atau tidak, sepenuhnya ada di tangan si perokok itu sendiri. Berbagai macam tips dan saran dari pihak luar, tak akan bermanfaat dan berguna tanpa diimbangi kemauan dari sang perokok.

Meski demikian, hal tersebut bukan berarti tips menghilangkan Norma merokok tak perlu diketahui oleh para perokok. Tips tersebut justru dapat digunakan sebagai panduan, sejauh mana proses nan sudah mereka capai dalam upaya menghentikan Norma menghisap nikotin tersebut.

Selain berbagai tips, nan juga diperlukanadalah soal dukungan dari lingkungan. Seberapa kuat lingkungan perokok dalam memberikan dukungan kepada seseorang buat berhenti merokok.

Biasanya, dukungan paling berat diperoleh dari rekan sepergaulan. Karena, dari komunitas itu pulalah seseorang memulai karier merokoknya. Banyak mengkonsumsi rokok atau nan sering disebut 'candu' rokok tak hanya dapat menganggu kesehatan, tetapi juga berpengaruh jelek terhadap kecantikan. Seperti dilansir dari WebMD , berikut imbas jelek rokok terhadap kecantikan terlebih kulit :



1. Kulit Cepat Kendur

Dalam tembakau nan merupakan bahan standar primer rokok, terkandung lebih dari 4.0000 bahan kimia. Bahayanya, berbagai bahan itu memicu rusaknya kolagen dan elastisitas kulit. Konsekuensinya, kulit perokok jadi cepat kendur dan memiliki keriput nan lebih kelihatan.



2. Kulit Jadi Pucat

Merokok dapat menurunkan kandungan oksigen dan nutrisi kulit. Oleh sebab itu beberapa perokok jadi tampak lebih pucat ketimbang nan bukan perokok. Perubahan rona kulit ini dapat terjadi sejak usia muda. Pada orang nan tak merokok, sporadis terlihat disparitas rona kulit. Namun hal itu dapat terjadi lebih cepat pada perokok.



3. Membuat Paras Tampak Tua

Kulit berkerut di bawah mata ialah karakteristik perokok. Bukan hanya kulit cepat keriput, rokok juga dapat membuat kulit jadi lebih sensitif pada bahaya sinar matahari.



4. Ada Kerutan di Sekitar Bibir

Perokok menggunakan beberapa otot di sekitar bibirnya sehingga hal ini menyebabkan mereka lebih banyak memiliki kerutan di sekitar bibir ketimbang nan tak merokok. Seperti sudah dikatakan di atas, rokok juga dapat mengurangi elastisitas kulit. Sehingga garis-garis kerutan di sekitar bibir perokok pun akan semakin terlihat jelas.



Lima Tips Menghilangkan Kebiasaan Merokok

Selain dari faktor diri sendiri, ada beberapa tips menghilangkan Norma merokok nan dapat digunakan oleh mereka nan hendak mengurangi Norma mereka tersebut. Ada lima tips menghilangkan Norma merokok nan dapat dilakukan, diantaranya adalah:

  1. Jauhi lingkungan nan banyak terdapat perokok. Karena dari lingkungan seperti inilah nan akan mempersulit upaya seseorang berhenti merokok. Biasanya, orang akan merasa sungkan dan tak enak buat menolak ajakan merokok dari teman dekatnya.
  2. Gunakan permen atau makanan nan bercita rasa asin sebagai penawar apabila mulut terasa asam. Rasa asin akan berfungsi sebagai penetral rasa asam nan muncul dalam mulut nan sudah kecanduan asap nikotin.
  3. Perbanyak olah raga. Dengan olahraga akan mengurangi kandungan racun nan ada di dalam tubuh, sehingga imbas candu nan ada dapat dihilangkan.
  4. Perkuat niat dalam diri. Karena tanpa ada niat nan kuat, maka semua upaya buat menghentikan Norma merokok ini menjadi sia-sia.
  5. Buanglah semua perlengkapan merokok Anda. Baik itu berbentuk korek api, asbak maupun cerutu. Semprotkan pengharum ruangan agar bau asap rokok nan tertinggal tak lagi inheren dan menggoda Anda buat kembali ingin merasakan batang nikotin tersebut.


Tips Sukses Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok memang amat merugikan kesehatan. Bahkan, para perokok aktif sudah tahu dan sadar bahwa mereka berisiko terkena kanker paru-paru, emphysema dan agresi jantung di kemudian hari dampak merokok.

Tetapi, bila Anda sahih ingin berhenti merokok, coba beberapa langkah ini dan semoga dapat membantu Anda buat terlepas dari Norma tak sehat.



1. Pilih hari buat memulai berhenti merokok

Ambil kalender dan pilih waktu nan tepat buat mempersiapkan diri guna keluar dari Norma merokok. Tak ada salahnya buat memulai berhenti merokok pada hari nan Anda anggap taraf stres tak terlalu tinggi dibandingkan hari lain, seperti hari-hari di akhir pekan. Tandai kalender Anda dan mulai berkomitmenlah buat melakukannya.

Beres-beres setelah berkomitmen ternyata penting. Menyingkirkan asbak, korek barah dan rokok merupakan langkah awal demi kesuksesan menghentikan Norma merokok.



2. Prediksi situasi pemicu keinginan merokok

Cobalah buat memprediksi situasi pemicu nan akan muncul pada hari pertama saat berhenti merokok. Ada kalanya situasi eksklusif menjadi dorongan nan kuat buat kembali merokok. Kemudian tulis pada buku catatan spesifik nan telah Anda sediakan.

Lalu lihat pada minggu pertama dari keputusan buat berhenti merokok. Jika Anda bisa lulus ujian pada tujuh hari pertama, akan menjadi tanda baik buat berhenti merokok selamanya. Jika Anda menemukan pemicu lain dalam tujuh hari pertama Anda berhenti merokok, segera tulis dalam buku tersebut. Sebab, pemicu keinginan buat kembali merokok pada saat hari biasa dengan hari di akhir pekan biasanya selalu berbeda.



3. Taktik planning buat situasi pemicu Anda

Sekarang pikirkan dari setiap poin pemicu. Apa tujuan primer Anda merokok? Apa itu buat mengisi waktu? Mengurangi stres? Menjadikan Anda lebih dewasa? Sebagai contoh, katakanlah pemicunya ialah stres di loka kerja dan rokok membantu menenangkan Anda. Untuk setiap pemicu, tuliskan dua atau tiga strategi. Kemudian berkomitmen buat menggunakan taktik tersebut saat situasi terjadi.



4. Cari dukungan

Berhenti merokok akan terasa lebih mudah ketika orang terdekat Anda turut membantu dalam meluluskan niat Anda itu. Jenis dukungan nan diberikan dapat dalam bentuk tindakan dengan memastikan tak ada rokok tergeletak di sekitar rumah. Atau memberitahu Anda bahwa keluarga bangga padamu atas semua usaha nan dilakukan. Setelah Anda sukses berhenti merokok pada satu hari pertama, coba rasakan perbedaannya:

  1. Setelah 20 menit, tekanan darah dan denyut nadi kembali normal.
  2. Setelah 8 jam, taraf oksigen dalam darah kembali normal.
  3. Setelah 24 jam, paru-paru mulai membersihkan penumpukkan tar.
  4. Dan setelah 48 jam, bau dan rasa nan baik mulai meningkat.
  5. Setelah 72 jam, bernafas lebih mudah, tabung bronkial lebih rileks dan terjadi peningkatan energi.
  6. Dua hingga 12 minggu, berjalan dan berlari jauh lebih mudah. Setelah tiga sampai sembilan bulan, paru-paru memiliki ruang buat oksigen hingga 10 persen lebih banyak.
  7. Pada satu tahun, risiko agresi jantung menurun hingga setengahnya. Bahkan setelah 10 tahun, risiko kanker paru-paru juga berkurang hingga 50 persen. Dan dalam 15 tahun, risiko agresi jantung Anda sama seperti mereka nan non-perokok.


Berhenti Merokok Tangkal Menopause Dini

Wanita perokok berpotensi mengalami menopause lebih cepat daripada mereka nan tak memiliki Norma merokok. Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa menopause dini dapat mempengaruhi risiko perkembangan tulan dan penyakit jantung.

Penelitian nan dipublikasikan dalam Menopause Journal, yaitu kumpulan data dari beberapa studi sebelumnya, melibatkan 6.000 responden wanita di Amerika Serikat, Polandia, Turki, dan Iran.

Wanita nan tak merokok rata-rata mencapai menopause antara usia 46 - 51 tahun. Sementara wanita nan merokok, menopaue terjadi lebih cepat antara usia 43 - 50 tahun.

Selama menopause, indung telur berhenti memproduksi telur. Oleh sebab itu, wanita menopause tak dapat lagi hamil. Hasil penelitian membuktikan bahwa merokok memiliki interaksi nan signifikan dengan terjadinya menopause. Kami menyarankan agar wanita menghindari Norma ini.

Penelitian ini menganalisis wanita berusia 50 atau 51 tahun nan mengalami menopause terlambat atau lebih awal. Dari 43.000 responden, ternyata 43% ialah perokok. Hal ini menunjukkan jumlah nan mengalami menopause dini dibandingkan wanita non perokok.

Menurut Jennie Kline, pakar epidemiologis dari Columbia University's Mailman School of Public Health di New York, mengatakan ada dua teori mengapa merokok bisa menyebabkan menopause dini.

Merokok memiliki imbas bagaimana tubuh wanita membuat atau mengesampingkan penggunaan estrogen. Beberapa peneliti juga mempercayai bahwa komponen pada asap rokok dapat membunuh telur.

Sayangnya, tim penelitian ini tak memiliki informasi berapa lama para wanita itu merokok dan berapa banyak rokok nan dikonsumsi sehari. Jadi tim peneliti tak dapat menentukan bagaimana faktor-faktor mempengaruhi usia menopause.