Artis Cantik nan Seronok

Artis Cantik nan Seronok

Fenomena banyaknya seniman artis cantik nan menempuh jalan pintas buat menggapai kepopulerannya. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Sebab, jika hal tersebut dibiarkan, dapat jadi negeri ini dipenuhi sosok-sosok nan suka jalan pintas.

Seperti nan diketahui, sosok seniman telah menjadi satu icon bagi masyarakat. Jika mereka melakukan kesalahan dalam kehidupannya, maka hal tersebut bisa menjadi ancaman tersendiri bagi eksistensi bangsa besar ini.

Artis itu sosok nan mendapatkan simpati dan ikut merasakan dari masyarakat. Apapun nan mereka lakukan niscaya bisa menjadi bomming dalam kehidupan masyarakat. Jika nan dilakukan para seniman itu baik, maka hal tersebut bisa mendorong masyarakat buat berbuat baik pula.

Namun, bagaimana jika nan dilakukan para seniman tersebut ialah hal-hal negatif? Apalagi jika nan melakukan ialah artis-artis cantik nan lebih mudah memikat masyarakat daripada nan biasa-biasa saja.

Lembaga sensor film merupakan institusi terkait dalam pengkondisian ini. Dengan adanya forum ini, maka artis-artis cantik nan terlibat dalam sebuah proyek perfilman bisa ditekan sehingga tak secara vulgar memamerkan auratnya.

Hal ini sangat krusial agar bangsa nan besar ini tak kehilangan karakternya. Sudah terlalu lama rakyat Indonesia telah kehilangan karakter bangsa dan berharap hal tersebut tak berlanjut terus. Jika tetap saja berlanjut, maka tak lama lagi bangsa ini akan kehilangan bukti diri dirinya. Dan, jika hal tersebut terjadi, maka sama artinya hayati di bawah kungkungan kaki penjajah.



Saatnya Perang Terhadap Keseronokan

Jika membicarakan masalah keseronokan artis-artis cantik, maka sebenarnya sama saja dengan membicarakan eksistensi pribadi. Keseronokan salah satu aspek nan sangat diperhatikan dalam kehidupan. Apalagi jika keseronokkan tersebut terkait dengan seniman artis cantik.

Beberapa dasa warsa global perfilman, tak pernah lepas dari aspek keseronokkan ini. Anda tak bisa memungkiri bahwa bumbu keseronokan merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen film di negeri ini.

Film-film nan pemainnya terdiri dari artis-artis cantik seringkali mampu menuai hasil nan lumayan, bahkan berhasil saat disajikan buat masyarakat.

Rupanya pengalaman tersebut terus dijadikan sebagai patokan para produser sehingga setiap film nan diproduksi selalu diberi bumbu keseronokkan melalui artis-artis cantik tersebut. Memang, dengan bumbu tersebut, maka ketertarikan masyarakat buat melihat film tersebut sangat fantastis. Anda tak mengetahui siapa nan sebenarnya membutuhkan hal tersebut.

Tentunya hal tersebut merupakan satu sikap nan kurang bersahabat dalam konteks upaya memperbaiki nilai hayati bangsa ini. Bahwa, sebenarnya kehidupan bangsa ini sudah mempunyai pola nan sedemikian rupa sehingga segalanya tertata secara apik dan mencerminkan masyarakat nan beradab.

Kalaupun ada artis-artis cantik seharusnya mereka diberikan peran nan lebih baik. Bukan malah mengeksploitasi kecantikan artis-artis cantik tersebut.

Sudah saatnya Anda memerangi keseronokkan nan terjadi dalam global perfilman. Bahkan, sekarang ini, hampir semua jenis film berhiaskan atau bermuatan seronok seperti ini. Bahkan buat film-film horror nan seharusnya memberikan kesan seram kepada penonton tak sepi dari artis-artis cantik nan berpenampilan seronok.

Ada banyak film nan seronok tersebut, walaupun sebenarnya film tersebut bukan termasuk aliran film biru. Mereka memang tak membalut buat film biru atau setengah biru, tetapi bumbu nan ada di dalam film tersebut jelas-jelas mengarah pada aliran film tersebut. Seniman seniman cantik nan dipasang dalam film tersebut berpenampilan seronok dan vulgar.



Asahlah Belati Forum Sensor Film

Sebenarnya, sebelum film dipasarkan ke masyarakat harus melalui pintu forum sensor film. Di forum sensor inilah dilakukan evaluasi dan pengeditan akhir dari film nan diproduksi. Para petugas di forum ini mempunyai kewajiban dan bertanggung jawab atas hasil editannya, atau sensorannya.

Tentunya dalam hal ini mereka tak boleh tebang pilih dalam mengedit atau mensensor film tersebut. Bukan berarti, jika ada artis-artis cantik nan tampil, maka mereka membiarkan begitu saja. Apalagi jika kru film nan ikut memberikan masukan nan mempengaruhi hasil kerja lembaga. Sungguh sangat disayangkan jika hal tersebut terjadi.

Dengan memperhatikan kondisi tersebut, maka sudah seharusnya petugas di forum sensor bisa bersikap obyektif dan tak timbang rasa lagi.

Guntingnya harus diasah, begitu juga perasaan hatinya. Jangan sebab adegan artis-artis cantik, maka mereka meloloskan scene film tersebut. Justru jika ada adegan artis-artis cantik nan seronok, maka bagian tersebut harus di”gunting” tanpa ampun.

Sudah terlalu lama orang-orang tenggelam dalam kenyataan lepasnya adegan seronok artis-artis cantik dalam film nasional ini. Bagian-bagian nan seharusnya kena sensor, ternyata lolos begitu saja. Tetapi, ada satu kondisi perlu diantisipasi, yaitu adanya pemanfaatan “guntingan” sensor dan dirangkai menjadi film berdurasi pendek.

Jenis film ini seharusnya tak boleh beredar di masyarakat, tetapi tak tahu, mengapa bisa beredar luas di masyarakat. Oleh sebab itulah, artis-artis cantik seharusnya ikut menjaga keberadaannya.



Artis Cantik nan Seronok

Ada beberapa contoh seniman nan dapat dibilang selalu menonjolkan keseronokannya, baik dalam film, busana nan dikenakan, serta tingkah laku. Mungkin Anda setuju dengan pendapat aku terhadap artis-artis cantik seronok di bawah ini nan sering memperlihatkan aurat mereka.



Nikita Mirzani

Entah apa nan ada dipikiran wanita satu ini, dari waktu ke waktu dia selalu membuat sensasi. Namanya mulai dikenal ketika dia mengaku telah menjadi korban penyiksaan oleh Kiki vokalis The Potter. Saat itu, Nikita mengaku bahwa dirinya sengaja disiram air panas oleh Kiki.

Semenjak saat itu, Nikita sering hadir di infotainment dengan membawa cerita nan lebih banyak dan bervariasi. Dari segi berbusana sehari-hari memang dia biasa-biasa saja, kadang terlihat seksi, kadang juga biasa saja.

Namun beberapa waktu belakangan ini, banyak sekali foto nan menampilkan keseronokannya beredar di media. Dalam foto tersbeut, Nikita sedang dalam keadaan memakai bikini dengan tubuh basah kuyup, terlihat bagian dadanya terlalu terbuka sehingga memperlihatkan tato nan ada di dadanya.

Belum lagi fotonya bersama dengan seorang pria. Di foto tersebut, terlihat dia dan pria itu tak memakai sehelai benang pun. Paling parah ialah saat foto memperlihatkan bagian dada dipegang dan ditutupi oleh tangan si pria tersebut.

Lain foto, lain pula film. Ada beberapa film nan pernah dibintangi oleh dia. Film horor ialah aliran nan dia bintangi. Sama seperti kebanyakan film horor nan ada, tema film nan dibintangi oleh Nikita ialah horor “seronok”. Kenapa dikatakan demikian? Oleh sebab banyak sekali adegan dimana sang tokoh wanita menggunakan baju terbuka dan terlalu mengumbar.



Julia Perez

Nama Julia Perez memang sudah lebih dahulu terkenal dibandingkan dengan Nikita Mirzani. Keseronokan dirinya juga sudah sangat lama dikenal. Julia sering sekali menggunakan pakaian ketat yang seksi sehingga memperlihatkan dadanya nan besar.

Selain itu, di video klip Julia Perez nan berjudul “Belah Duren”, ia juga menggunakan baju nan sangat terbuka. Dari judulnya saja sudah tergambar bahwa lagu ini seronok. Namun, dibalik keseronokan baju nan sering ia kenakan, Julia Perez ialah sosok nan baik hati.

Julia dikenal dengan sifatnya nan sangat baik hati, tak sombong, dan tak jaim alias jaga imej. Julia Perez selalu tampil apa adanya, dengan sifat dan gaya bicaranya nan sering ceplas-ceplos. Sifat ramah juga selalu dia tunjukkan, lihat saja jika dia sedang diwawancarai oleh wartawan, dengan bahagia hati dia akan memberikan jawaban sambil memberikan lelucon dengan gayanya nan khas.

Itulah, dua orang seniman nan sering dicap seronok sebab penampilan mereka. Lalu, apakah sebenarnya nan dicari oleh para seniman wanita dengan menampilkan kemolekan tubuhnya? Untuk mendapatkan banyak fans, mencari sensasi, menjadi bahan warta acara gosip, atau buat dipuji sebab estetika tubuhnya?