Aneka Bahan-bahan Makanan Tambahan

Aneka Bahan-bahan Makanan Tambahan

Pernahkah Anda berpikir tentang bahan-bahan makanan nan terdapat dalam makanan kemasan nan terjual bebas di pasaran? Apabila Anda mencoba buat melihat di bagian belakang kemasan tersebut, terdapat beberapa jenis nama nan tampaknya bukan seperti bahan makanan dan sangat asing bagi orang awam.

Lantas, apakah kemudian Anda berpikir mengenai imbas negatif nan bisa ditimbulkan oleh bahan-bahan makanan tersebut? Dalam artikel ini kami akan membahas beberapa bahan-bahan makanan dalam makanan kemasan.

Maksud dan tujuannya bukan buat menjatuhkan satu atau beberapa produsen makanan kemasan tersebut, namun agar masyarakat kita dapat lebih cerdas dan berhati-hati, dalam memilih apa nan terbaik bagi diri dan keluarga, serta orang-orang nan mereka cintai. Sebelum membeli makanan kemasan, kita dapat lebih cermat dan hati-hati, setelah kita tahu lebih dalam berbagai imbas negatif dari berbagai macam bahan kimia tambahan.

Penggunaan bahan makanan tambahan pada makanan, sebenarnya sudah diatur oleh pemerintah. Peraturan ini tertuang dalam PP 28 tahun 2004 nan mengatur tentang Gizi dan Mutu serta Keamanan dalam makanan. Dalam PP tersebut di antaranya mengatur bagaimana penggunaan bahan makanan tambahan dalam makanan kemasan. Produsen makanan nan menggunakan bahan kimia tambahan, harus menggunakan bahan-bahan nan diizinkan peredarannya.

Penggunaan tambahan bahan kimia dalam makanan kemasan, sebenarnya dibolehkan asalkan kadarnya harus sinkron dan tak melebihi batas ambang kesehatan. Hal ini perlu dikontrol dengan ketat, mengingat kelebihan dosis penggunaan bahan kimia tambahan ini, bila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan.



Aneka Bahan-bahan Makanan Tambahan

Bahan tambahan makanan, sebenarnya ada nan alami, selain bahan tambahan kimia. Namun para produsen makanan, biasanya lebih memilih bahan kimia ketimbang bahan alami dengan berbagai macam pertimbangan.

Diantara berbagai macam bahan tambahan makanan nan bersifat kimia, diantaranya seperti nan akan digambarkan berikut ini.

1. High Fructose Corn Syrup (HFCS)

HFCS ialah sebuah senyawa kimia nan mencegah leptin (senyawa alami dalam tubuh nan memproses asupan makanan) untuk memberikan frekuwensi kepada tubuh bahwa asupan makanan kita sudah cukup. Bahan ini umumnya terdapat dalam minuman kemasan, aneka bumbu instant, dan sereal.

HFCS dalam bahasa sederhananya ialah sirup jagung nan kaya akan fruktosa. Syahdan taraf kemanisan dari sirup ini dapat 6 kali lipat lebih manis dibanding taraf kemanisan tebu.

Jadi para produsen makanan kemasan menjadikan HFCS sebagai bahan makanan agar kita tak akan pernah merasa kenyang atau cukup terhadap jenis makanan tersebut. Karena tak pernah merasa kenyang itulah, membuat konsumsinya dapat berlebihan. Dan imbas buruknya dalam jangka panjang ialah obesitas atau kegemukan, dan membuat kadar insulin Anda meningkat.

2. Monosodium Glutamate (MSG)

MSG ialah satu jenis bahan makanan nan banyak terdapat pada hampir setiap jenis makanan kemasan, bahkan makanan olahan seperti nasi goreng ataupun sop. MSG berguna buat membuat kita adiktif terhadap makanan tersebut sehingga membuat kita mau lagi dan lagi.

MSG disebut pula excitotoxin yang bisa menyebabkan sel otak kita merasa gembira sebab pengaruh adiktifnya. Dan dalam kemasan biasanya tersembunyi dengan nama-nama nan asing, nan tak banyak orang mengenalnya.

Makanan nan ditambahkan bahan MSG, biasanya menjadikan rasanya lebih gurih, lebih terasa lezat dan sedap. Dan tentu saja membuat orang nan mengkonsumsinya merasakan sensasi kelezatan nan lain dibandingkan, misalnya makanan alami nan tanpa bahan campuran kimia.

MSG ialah homogen kimia garam halus nan diolah secara kimiawi. Dalam strata eksklusif zat ini dapat menyebabkan sakit kepala, agresi jantung, bahkan kerusakan sel otak secara permanen.

Hal itu dapat terjadi bila taraf konsumsinya sangat tinggi dan dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Dan ironisnya lagi, justru zat kimia nan satu ini terdapat dalam banyak makanan kemasan nan dikonsumsi setiap hari.

3. Sodium Nitrite

Sodium nitrite bertindak sebagai garam dan berguna juga sebagai pewarna makanan. Bahan makanan ini bisa digunakan dalam produk daging kemasan sebagai penambah rasa dan juga menambah imbas rona daging nan lebih menarik.

Bahan tambahan makanan ini biasa dikenal sebagai pengawet makanan. Penambahan dalam kadar rendah dan sinkron ukuran, sebenarnya tak membahayakan bagi kesehatan.

Dalam kadar rendah, Sodium Nitrite relative kondusif dikonsumsi dan tak menyebabkan imbas karsinogenik, yaitu imbas nan menyebabkan kanker. Dan masih dalam kadar rendah, bahan ini dapat memberikan imbas relaksasi sebab bisa melebarkan pembuluh darah, sehingga darah menjadi lancar.

Penggunaan dalam kadar nan tinggi, dan apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat berefek karsinogenik, atau dapat menyebabkan kanker. Dan bahan ini termasuk salah satu zat kimia penyebab kanker paling tinggi bagi manusia.

Hal itu terjadi sebab sekarang manusia hampir setiap hari mengkonsumsi makanan nan mengandung bahan pengawet ini. Meskipun sedikit, dan kadarnya rendah nan dicantumkan dalam kemasan, namun lambat laun bahan itu menumpuk dalam tubuh. Dan pada akhirnya menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit.

4. Pemanis Protesis (aspartame, sucralose, saccharin)

Aspartame, sucralose, dan saccharin ialah beberapa bahan makanan sebagai pemanis buatan. Pemanis protesis ini sangat populer dalam industri makanan. Jenis bahan makanan ini banyak terdapat pada permen karet, minuman kemasan ataupun minuman soda.

Dalam beberapa minuman kemasan banyak kita jumpai label "sugar free&" atau bebas gula. Anda harus cermat dan teliti dalam melihat hal ini. Jangan terpengaruh dengan label " sugar free &" dalam kemasan sebab sebenarnya jenis makanan ini juga bertindak sebagai zat adiktif dalam makanan.

Jadi jangan beranggapan, sebab adanya label "sugar free&" dalam kemasan, kita dapat terbebas dari imbas negatif nan ditimbulkan oleh pengkonsumsian gula. Karena ada sebagian asumsi bahwa pemanis protesis lebih sehat daripada gula biasa.

Dengan selalu mengkonsumsi makanan nan mengandung bahan pemanis protesis ini dengan sendirinya akan membuat tubuh Anda menjadi gemuk. Dan dalam waktu lama akan beresiko menimbulkan aneka penyakit nan berbahaya. Resiko nan dapat timbul antara lain terserang penyakit diabetes, dan terkena obesitas.

Untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut, kita harus lebih dapat membatasi diri dalam mengkonsumsi bahan makanan nan mengandung pemanis buatan. Jangan sampai berlebihan. Lebih baik gunakan gunakan gula biasa. Atau dapat saja Anda mengganti gula dengan pemanis alami seperti madu.

5. Minyak Nabati

Penggunaan minyak botani dewasa ini sangat populer. Minyak botani biasa terdapat dalam minyak goreng kemasan. Kita dapat dengan mudah menemukan produk minyak goreng kemasan di supermarket atau pun di warung-warung sederhana.

Penggunaan minyak botani dipakai sebagai alternatif dalam penggunaan lemak tidak jenuh dalam industri minyak goreng. Dan sekarang sudah sangat familiar di kalangan konsumen. Bahkan ada asumsi kalau minyak botani lebih sehat daripada minyak hewani.

Minyak botani diproses menggunakan rekayasa genetik modern. Biasanya diolah dari minyak kedelai dan jagung. Kemudian minyak botani ini ditambahkan ke dalam minyak goring. Proses dalam rekayasa ini biasanya dikenal dengan istilah hidrogenasi .

Minyak hidrogenasi ini kedengarannya sangat modern dan sangat bagus bagi kesehatan. Namun kebanyakan orang nan belum mengerti dengan istilah itu, memandangnya merupakan solusi bagi kesehatan.

Sekarang banyak nan salah paham tentang asumsi minyak kemasan itu lebih sehat daripada minyak curah biasa. Atau asumsi minyak botani lebih sehat disbanding minyak hewani. Padahal hasil penelitian para ahli menunjukkan hal nan berbeda.

Meskipun minyak botani diproses dari bahan tumbuh-tumbuhan, namun setelah dikonsumsi dalam tubuh, akan bersifat seperti minyak hewani. Dewasa ini dari hasil penelitian para pakar, ditemukan hasil bahwa ternyata mengkonsumsi minyak botani hidrogenasi dalam kadar tinggi tak baik bagi kesehatan. Karena minyak botani bisa memicu peningkatan asam lemak jenuh, dan dapat miningkatkan kadar kolesterol dalam pembuluh darah.

Bahan-bahan Makanan Yang Dilarang

Sekarang ini di pasaran dapat dengan mudah dijumpai aneka makanan nan sangat menarik. Menarik dalam segi rona nan lebih mencolok, atau menarik dalam segi rasa nan lebih enak dan lezat.

Penggunaan bahan tambahan makanan selain nan dipaparkan di atas, ternyata ada bahan lain nan dikategorikan dilarang dalam penggunaaannya. Namun faktanya bahan itu masih ada di pasaran, dan banyak digunakan oleh para produsen makanan.

Bahan-bahan makanan itu dilarang penggunaannya sebab berbahaya bagi kesehatan. Seperti menyebabkan kanker, stroke, agresi jantung, dan lain-lain. Adapun bahan-bahan nan dilarang, namun masih beredar luas di pasaran, antara lain: formalin, pewarna sintetis atau pewarna tekstil, dan borak. Ketiga jenis bahan ini nan paling sering digunakan pengolahan makanan.

Akhirnya semua tergantung Anda dalam menyikapi beredarnya aneka macam makanan nan berbahaya bagi kesehatan. Mulailah bertindak secara lebih cerdik dalam memilih makanan nan sehat, selektif dalam memilih bahan-bahan makanan nan baik bagi kesehatan Anda dan orang-orang nan Anda cintai.