Peran Pemerintah dalam Pencemaran Lingkungan

Peran Pemerintah dalam Pencemaran Lingkungan

Masalah pencemaran lingkungan alam saat ini sudah tidak terelakan lagi. Beberapa di antaranya bahkan sudah sampai pada termin dampak dari pencemaran nan terjadi. Mulai dari bala alam, endemi penyakit, hingga ketidaknyamanan hayati nan semakin hari kian terasa. Terutama di daerah perkotaan nan sudah sangat tercemar. Mulai dari pencemaran air, tanah, maupun udara. Semua membuat masalah-masalah lingkungan semakin menjadi isu nan santer dibicarakan orang, terutama anggota-anggota pencinta lingkungan hidup.

Kadang kita tak meyadari bahwa tingkah laku nan kita lakukan telah menyumbang pencemaran nan terjadi. Tahu-tahu, sungai dekat rumah kita sudah penuh dengan sampah, berbau busuk, airnya hitam, dan lain sebagainya. Kita merasa orang lain nan salah dan selalu menyalahkan orang lain nan menyebabkan pencemaran lingkungan kita. Padahal disadari atau tak disadari, kita termasuk salah satu nan berkontribusi pada pencemaran lingkungan nan terjadi. Itulah sebabnya, mari kita renungkan apa saja penyebab nan mungkin pernah kita lakukan nan menyebabkan tanah, air, dan udara kita tercemar.



Peran Pengusaha dalam Pencemaran Lingkungan

Kebanyakan pengusaha, tentunya memiliki pola berpikir hamper sama, yaitu buat mengeluarkan biaya atau kapital sekecil mungkin dan mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Kadangkala, ketika mengikuti prinsip ekonomi ini, seorang pengusaha niscaya mencari biaya produksi ataupun operasional nan semurah mungkin buat mendapatkan hasil produksi nan maksimal. Akibatnya, banyak masalah lingkungan nan diabaikan demi meraup laba sebanyak mungkin. Berikut ini ialah beberapa penyebab pencemaran lingkungan nan merupakan ulah para pengusaha nan kurang menghargai lingkungan.



Menggunakan bahan tidak ramah lingkungan dalam produksi ataupun operasional

Seringkali, bahan ramah lingkungan menjadi tak populer di kalangan pebisnis dikarenakan harganya nan jauh lebih mahal daripada bahan nan biasa. Itulah sebabnya, para pengusaha lebih memilih bahan nan tak ramah lingkungan sebab harganya lebih murah. Misalnya, penggunaan plastik berbahan polimer. Padahal, saat ini sudah ada plastik nan ramah lingkungan. Contohnya kantong plastik nan terbuat dari tepung tapioka. Kantong plastik ini akan rusak di alam dengan sendirinya hingga tak akan mencemari lingkungan.



Tidak mendaur ulang limbah produksi nan dihasilkan perusahaan

Biaya pengolahan limbah cukup mahal. Mereka juga membutuhkan para pakar buat melakukan uji laboratorium dalam memastikan air nan dikeluarkan ke luar sudah bebas dari berbagai bahan pencemar nan berbahaya. Untuk itu, dibutuhkan biaya nan tak sedikit hingga seringkali hal ini diacuhkan oleh para pengusaha. Padahal, limbah dari pabriknya bisa mencemari lingkungan alam dan penghuninya.



Peran Masyarakat dalam Pencemaran Lingkungan

Sebagai masyarakat, tentu nan harus kita pikiran ialah bagaimana caranya agar kita bisa melangsungkan hayati dengan baik. Namun, ada sebagain masyarakat nan memanfaatkan apa nan ada, tetapi tak mau terlalu susah memikirkan hal-hal kecil nan ada di sekitarnya, termasuk kebersihan dan kelestarian lingkungan. Parahnya lagi, jka sudah sampai pada titik nan betul-betul tak mempedulikan lingkungan. Berikut ini ialah beberapa Norma masyarakat nan menjadi penyebab pencemaran lingkungan alam.



Membuang sampah sembarangan

Membuang sampah sembarangan tampaknya sudah menjadi Norma jelek bagi sebagian besar masyarakat. Hingga terkadang, sampah nan sudah ditampung pun seringkali dibuang tak pada tempatnya. Ada nan di pinggiran jalan atau bahkan dibuang ke sungai. Parahnya lagi, ketika ada satu atau dua orang membuang sampah di suatu tempat, maka niscaya akan ada orang-orang berikutnya nan membuang sampah di loka nan sama. Alasannya, biasanya sebab tak disediakannya loka penampungan nan resmi di sekitar lingkungan mereka.



Terbiasa membuang limbah ke sungai

Kebiasaan ini juga termasuk Norma nan hingga saat ini masih saja terjadi. Mereka pikir ketika sampah itu sudah dibuang ke sungai, maka habis perkara. Padahal, sampah-sampah itu lama-lama semakin banyak hingga terjadi pencemaran pada lingkungan sungai tersebut. Akibatnya, terjadi pendangkalan sebab banyaknya sampah di sungai-sungai besar. Bala banjir juga sering terjadi sebab genre air tersumbat oleh sampah. Jika sudah begitu, tentu nan menderita kita juga sebagai masyarakat.



Hidup di mana saja, nan krusial murah

Ini terjadi sebab tuntutan keadaan. Sulit buat menyalahkan jika berhubungan dengan keadaan. Ketiadaan loka tinggal membuat mereka terpaksa hayati di kolong-kolong jembatan atau di pinggiran sungai. Kesulitan perekonomian nan mereka hadapi memaksa mereka buat mencari loka di mana pun agar dapat tetap bertahan. Akibatnya, limbah industri rumah tangga jelas langsung dibuang ke lingkungan entah itu ke sungai atau di rongga di bawah rumah jembatan. Belum lagi, kardus-kardus bekas nan mereka dikumpulkan buat loka tinggal mereka.



Adanya kebutuhan hayati nan mendesak

Maksudnya ialah ketika mereka tak punya waktu buat mengurusi sampah, maka akhirnya sampah menumpuk di loka nan tak semestinya. Sebetulnya, jika ada inisiatif dari ketua RT setempat, sampah dari tiap rumah keluarga dapat diorganisir agar dibuang ke suatu loka penampungan di kelurahan setempat buat dibuang ke TPS nan sudah disediakan pemerintah di tiap daerah.



Lingkungan bukan menjadi prioritas primer dalam hidup

Hal ini berkaitan dengan persaingan hayati dan kebutuhan hayati nan semakin meningkat dari hari ke hari. Sehingga membuat sebagian masyarakat lebih fokus terhadap perekonomian dan urusan-urusan lainnya. Masalah lingkungan alam bukan prioritas utama, bahkan tak pernah terpikirkan dalam kehidupan keseharian kita. Itulah sebabnya, kebiasaan-kebiasaan jelek nan menjadi penyebab pencemaran lingkungan menjadi hal nan sepele.



Peran Pemerintah dalam Pencemaran Lingkungan

Dalam hal ini, pemerintah berperan dalam berbagai kebijakan nan dicanangkan. Adaya ketidaktegasan dalam pemberian hukuman terhadap pencemar lingkungan alam ini membuat semua pihak merasa tak perlu patuh pada apa nan telah diatur atau ditetapkan oleh pemerintah. Dengan begitu, setiap anggaran nan ada hanya dianggap sebagai suatu formalitas saja. Itulah sebanya semua tetap tak dapat terkendali. Berikut beberapa peran pemerintah sebagai salah satu kontribitor pencemaran lingkungan alam.



Tidak cepat tanggap akan situasi dan kondisi di lingkungan masyarakat

Pemerintah nan lamban memerhatikan kondisi masyarakat dalam hal pencemaran lingkungan ini membuat permasalahan menjadi semakin menumpuk dan memburuk. Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi nan baik, mulai dari RT dan RW hingga ke taraf nan lebih tinggi buat menanggulangi berbagai permasalahan nan muncul nan berhubungan dengan isu pencemaran lingkungan nan terjadi di lingkungan mereka. Dengan demikian, pemerintah bisa memberi solusi nan tepat agar keadaan tak semakin memburuk.



Rencana nan tak sinkron dengan realisasi

Berbagai planning sudah dibuat pemerintah. Namun terkadang, realisasinya nan lamban atau bahkan tak terselisasikan. Oleh sebab itu, masyaraat hanya menunggu dengan tak pernah ada solusi atau peyelesaian dari masalah pencemaran nan terjadi di lingkungan alam. Planning nan bagus sekalipun jika tak terealisasi, maka hasilnya ialah nihil. Ini juga perlu dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.



Kurang tegas dalam membuat anggaran tentang lingkungan alam

Ketidaktegasan pemerintah dalam membuat peraturan, ditambah kurangnya supervisi dalam aplikasi peratuan, mengakibatkan tak adanya rasa takut dan kepatuhan pada peraturan nan dibuat. Hukuman nan diberikan seringkali tidak membuat orag gentar hingga melakukan lagi kesalahan nan sama, sekalipun itu sudah jelas-jelas dilarang.



Adanya oknum pemerintahan nan mudah disuap

Bukan misteri lagi, bahwa oknum pemerintah tak semuanya jujur. Banyak di antaranya nan menerima suap buat melegalkan suatu tindakan. Akibatnya, dengan mudah seorang pengusaha bisa lolos membentuk sebuah industri tanpa pengolahan limbah. Akhirnya nan terjadi ialah pencemaran lingkungan di sekitar kawasan industri tersebut. Mencemari air, tanah, atau udara sebagai hasil dari proses produksi nan dilakukannya.



Tips Menanggulangi Penyebab Pencemaran Lingkungan
  1. Adanya pencerahan dari kita pribadi.
  2. Adanya penyadaran dari pihak-pihak nan memiliki kewenangan dalam mengatasi penyebab dari pencemaran lingkungan alam nan terjadi.
  3. Adanya kolaborasi nan sinergis antara masyarakat, pemerintah, maupun aparat dan para pengusaha dalam memberantas penyebab pencemaran lingkungan nan terjadi.
  4. Buat peraturan nan jelas, tegas, dan hukuman nan berat buat para pelaku sinkron dengan kadar pencemaran nan dilakukannya.
  5. Peningkatan kesejahteraan rakyat dengan menggerakkan industri kreatif pengolahan limbah atau daur ulang.
  6. Menyediakan rumah nan layak buat orang nan layak mendapatkannya.
  7. Memajukan perekonomian di daerah buat mengurang urbanisasi.