Malam Pertama - Shalat Sunnah Mengharapkan Rahmah

Malam Pertama - Shalat Sunnah Mengharapkan Rahmah

Malam pertama bagi pengantin baru merupakan saat-saat nan paling mendebarkan dalam kehidupan rumah tangga. Di malam pertama suami dan istri mulai tidur bersama, seolah tiada berjarak lagi. Bagi umat Islam, ada beberapa tuntunan malam pertama nan perlu Anda ketahui.



Malam Pertama - Luruskan Niat buat Berhubungan Intim

Niat sebenarnya mudah, hanya saja sering kali kita lupakan. Di malam pertama ada baiknya suami istri mengingat lagi niat mereka dalam akad nikah. Jika malam tersebut terjadi interaksi biologis intim antara suami dan istri, niatkanlah interaksi tersebut dalam kerangka ibadah dan jangan lupa baca doa interaksi intim suami istri sebelum bercumbu.

Doa sebelum bercumbu adalah:
Bismillah Allahumma Jannibnasy Syaitan wa Jannibisy Syaithan ma Razaqtana

(Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki nan Engkau anugerahkan kepada kami)

Doa ini hendaknya dibaca saat akan mendatangi isteri, minimal saat akan melakukan interaksi suami isteri. Ini disunnah buat dibaca, berharap akan konservasi Allah Swt. Pasalnya, sangat mungkin sekali setan datang menggangu. Gangguan nan datang bermacam-macam. Misalnya, merasakan ketidakpuasan nan hiperbola atau menimbulkan hal-hal negatif terhadap pasangan.

Selain itu, kita juga berdoa kepada Allah semoga diberi anugerah rezeki anak. Berhadap juga, semoga anak nan bakal diberi rezeki di dalam kandungan isteri juga nantinya diselamatkan dari Setan. Sudah jamak diketauhi bahwa setan suka menggangu manusia dari segala sisi, termasuk saat melakukan interaksi suami isteri dan terhadap keturunan nan bakal diberikan Allah.



Malam Pertama – Berhiaslah buat Suami demi Ridho Ilahi

Meskipun berada di dalam kamar, hendaknya suami atau pun istri menghias diri. Suami merapikan rambutnya, mengenakan baju nan membuatnya semakin terlihat gagah. Istri juga mempercantik diri. Tidak perlu istri menggunakan kosmetik nan tebal, karena kosmetik hanya akan menghalangi suami dalam mencumbu istri.

Pada akhirnya baju dan perhiasan memang akan ditanggalkan sehingga keduanya hanya tertutup selembar kain saja. Namun menghias diri sangat krusial buat membangkiskan gairah cinta suami dan istri.

Di sinilah sebenarnya nan dianjurkan oleh agama berhias bagi wanita. Bukan di saat pergi menghadiri undangan. Karena Rasulullah Saw. menganjurkan laki-laki menikahi wanita nan jika melihatnya senang. Dengan wanita berhias sebelum berhubungan intim tentu saja suami senang. Suami pun bakal betah dan selalu merindukannya. Sayangnya, tidak semua wanita terkadang memahami hal ini. Mereka hanya berhias kala menenami suami keluar rumah atau menghadiri undangan.

Mestinya, setiap malam dan setiap mau melakukan interaksi suami isteri harus tetap berdandan. Artinya, jika pun suami nantinya tidak mengajak isterinya buat berhubungan intim tetap buat selalu tampil wangi dan menyenangkannya. Bila setiap malam dilakukan seperti ini suami akan selalu ingin dekat dengan isterinya.

Sang isteri mesti paham bahwa nan dilakukannya ialah sebuah pekerjaan sunnah. Pekerjaan nan memang dianjurkan agama. Bila ia berhias buat suaminya maka pahala nan didapatkannya tentu luar biasa besarnya. Sayangnya, peluang pahala nan besar ini terkadang kurang dimanfaatkan oleh wanita. Ia suka merasa acuh tidak acuh dengan kondisi nan disenangi suaminya. Padahal, membuat suami senang peluangnya buat mendapatkan surga Allah kelak sangat besar sekali.



Malam Pertama - Shalat Sunnah Mengharapkan Rahmah

Disunnahkan bagi pengantin baru buat shalat dua rakaat berdasarkan hadist nan diriwayatkan oleh Ibnu Syaibah dari Ibnu Masud. Suami menjadi imam dan istri shalat di belakangnya. Keduanya kemudian berdoa: Allahumma Barik Lii fii Ahlii dan Barik Lahum fii. Allahummajma’ Bainanaa Ma Jama’ta bi Khoirin wa Farriq Bainana idza Farroqta bi Khoirin.

Artinya, "Ya Allah berkahilah saya di dalam keluargaku dan berkahilah mereka di dalam diriku. Wahai Allah satukanlah kami dengan kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau menghendaki (kami) berpisah dengan kebaikan pula.”

Shalat sunnah ini dilakukan sebagai tanda syukur kepada Allah Swt, sebab telah mampu melalui jeratan setan. Lajang atau perawan ialah jeratan setan nan dapat membuat kita terjerumus ke dalam zina dan perbuatan zhalim lainnya. Tapi dengan menikah, zina dapat dihindari sebab Allah telah menyediakan loka nan absah dan halal buat kita.

Selain itu, shalat sunnah nan dilakukan juga sebagai tanda permohonan kepada Allah agar rumah tangga nan dibina mendapatkan rahmah darinya. Mendapatkan afeksi dari Allah Swt. Tak ada nan berarti di global ini tanpa afeksi dari Allah. Karena itu, ajaklah pasangan Anda buat selalu shalat berjamaah. Bukan hanya shalat sunnah setelah menikah saja nan dilakukan, tapi juga dalam shalat-shalat nan lainnya.

Jika ada nan menilai ini perbuatan bidah, tidak perlu dipikirkan. Karena apa nan dilakukan ialah kebaikan. Mengajak isteri shalat berjamaah ialah perbuatan baik. Sedikitpun di dalamnya tak ada kemusyrikan. Masalah hadis nan menganjurkan di nilai dhaif, itu hanya terjadi pada perawinya saja. Tapi apakah kita tak meyakini bahwa itu ialah perkataan Rasulullah? Bukankah melakukan shalat sunnah ialah pekerjaan nan disukai Allah dan rasul-Nya? Selama tak melakukan nan dimurkai dan perbuatan nan menyebabkan syirik tidak perlu risi dengan klaim-klaim bid’ah. Intinya beribadah kepada Allah dan memohon mendapatkan rahmat dari-Nya.



Malam Pertama - Suami Berdoa buat Istri

Setelah shalat sunnah, suami hendaklah meletakkan tangan kanannya pada kening istri menyebut nama Allah, kemudian berdoa: Allahumma Innii Asaluka Min Khoiriha wa Khoiri Ma Jabaltaha Alaihi. Wa Audzu bika Min Syarri wa Syarri Ma Jabaltaha Alaih.

Artinya, "Wahai Allah sesungguhnya saya memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari apa nan Engkau berikan kepadanya serta Aku berlindung kepada-Mu daripada keburukannya dan keburukan nan Engkau berikan kepadanya..”

Lakukanlah doa ini kepada isteri. Tak hanya dibaca pada saat malam pertama, pada saat-saat nan lain juga. Bila teringat, rajinlah membaca doa tersebut kepada isteri. Seharusnya para suami tidak perlu heran kenapa isterinya menjadi orang suka marah, cerewet dan sebagainya. Barangkali mereka tidak pernah membacakan doa nan berisi kebaikan ini kepada isterinya.

Padahal, membaca doa buat mendapatkan kebaikan dari apa nan dimiliki ialah suatu hal nan baik. Termasuk saat telah memiliki isteri. Sebagai nakhoda rumah tangga suami sangat berperan meminta kepada Allah agar diberikan kebaikan pada dirinya dan keluarganya. Kebaikan nan membawa rumah tangganya benar-benar menjadi rumah tangga nan sakinah mawaddah wa rahmah .



Malam Pertama - Suami Bersikap Lemah Lembut

Suami tak perlu terburu-buru. Seorang perempuan nan menjadi istri ada kalanya mendengar cerita bahwa interaksi biologis di malam pertama terkadang menyakitkan bagi seorang perawan. Maka dari itu tak perlu memaksa istri buat melakukan interaksi badan jika ia belum siap.

Jika istri sudah siap, hendaklah suami mencumbu istri terlebih dahulu sampai ia dan organ reproduksinya siap buat dicampuri. Salah satu tandanya ialah organ intim istri basah dengan cairan semacam pelumas. Namun bila istri belum siap dan terkesan takut, ada baiknya suami bersabar dan mencoba lagi di esok hari atau malam-malam berikutnya.

Untuk melakukan malam pertama, sejatinya suami memang mesti memiliki kesabaran. Terlebih lagi suami nan memiliki nafsu besar. Ia mesti sabar dengan penuh kesabaran. Terlebih lagi melihat isterinya nan masih malu-malu saat tidur bersamanya. Tentu saja ia malu, sebab selama ini ia tidak pernah tidur bersama versus jenis. Kini, ia harus melakukannya. Belum lagi dalam hal interaksi suami isteri. Tentu saja kegugupannya lebih besar lagi.

Selain itu, tidak sedikit laki-laki menonton film atau membaca buku tentang interaksi suami isteri, ketika ia melihat isterinya pasif, maka suami tidak boleh marah. Pasalnya, tidak semua wanita suka membaca atau menonton hal nan berbau porno. Maka dari itu, kesabaran suami sangat dibutuhkan. Plus, jika pun suami tahu ia mesti membimbingnya.

Di malam pertama, jika seorang wanita mendapatkan suami nan sudah pernah menikah, jangan pernah menanyakan bagaimana interaksi suami isteri dengannya dibanding dengan mantan isterinya dahulu. Hindarilah menanyakan hal-hal nan tak ada interaksi dengan kondisi Anda dengan suami. Meski suami, barangkali, telah pernah melakukan interaksi suami isteri sebelumnya, anggap saja lupa bahwa ia pernah melakukannya.

Intinya, malam pertama ialah malam Anda dengan suami Anda. Jangan masukkan hal-hal lain nan bisa membuat rumah tangga Anda menjadi tak baik. Semoga bermanfaat.