Artikel Pendidikan - RSBI dan Permasalahannya

Artikel Pendidikan - RSBI dan Permasalahannya

Artikel pendididkan tentang RSBI memang banyak dibahas akhir-akhir ini. Artikel pendidikan kali ini mengangkat tema RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Pendidikan ialah hal dasar buat membangun sebuah bangsa. Kita tentunya cukup bahagia ketika mendengar bahwa dana APBD sebanyak 20% dialokasikan buat pendidikan. Ini merupakan kemajuan nan cukup signifikan pada era pemerintahan SBY.

Dengan alokasi nan cukup besar itu, global pendidikan di Indonesia mudah-mudahan bisa berkembang dengan pesat. Apalagi kini muncul RSBI. Ide ini muncul dari Kementerian Pendidikan Nasional nan memajukan pendidikan Indonesia agar dapat bersaing di global dunia nan kian pesat persaingannya.



Artikel Pendidikan - Kenyataan RSBI

Namun, sayangnya, program RSBI ini menjadikan sekolah semakin mahal. Hal ini jelas bertentangan dengan dana APBD nan memberikan alokasi dana sebanyak 20% buat global pendidikan. Seharusnya menjadikan pendidikan semakin murah dan fasilitas nan diberikan semakin baik.

Tetapi pada kenyataannya, toh sekolah nan katanya RSBI itu mahal sebab sekolah memberikan fasilitas nan berbeda dengan sekolah berstandar nasional. Syahdan kabarnya, sekolah nan mempunyai program RSBI itu mempunyai kualitas nan lebih baik dalam mendidik murid-muridnya.

Salah satunya keunggulan RSBI ialah pengatar dalam setiap pelajaran nan disampaikan dalam bentuk dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, dan mengutamakan bahasa Inggris.

Barangkali, ide RSBI itu sangat bagus dan baik ditanamkan dalam kurikulum pendidikan nasional sehingga siswa-siswa kita nan mempunyai keterbatasan dalam bahasa Inggris menjadi lancar dalam bercakap-cakap dan paham menbaca soal dalam bentuk bahasa Inggris. Namun, apakah hanya itu sebatas kemampuan berbahasa saja nan menjadi unggulan RSBI.



Artikel Pendidikan - RSBI dan Bahasa Inggris

Program RSBI nan berbahasa Inggris itu sebetulnya membuat para siswa kita menjadi bangga dengan menggunakan bahasa Inggris dan budaya asing. Mereka dapat beranggapan bahwa siswa nan masuk RSBI itu ialah siswa unggulan nan merasa paling pintar sebab mereka merasa bahwa kurikulum nan diterapkan pada mereka ialah kurikulum internasional nan jauh lebih baik daripada kurikulum nasional.

Adapun anak-anak nan nan mendapat kelas berstandar nasional merasa rendah diri sengga muncul asumsi bahwa potensi budaya lokal itu jauh lebih rendah daripada mereka nan masuk kelas RSBI. Padahal, budaya lokal itu jauh lebih unggul daripada budaya internasional itu sendiri.

Seharusnya, kita sebagai bangsa nan kaya dengan kearifan budaya lokal justru meningkatkan potensi daerah nan ada, dengan cara memperdalam apa-apa nan menjadi jai diri bangsa. Salah satu contohnya ialah bahasa daerah itu sendiri nan sudah banyak dilupakan anak-anak bangsa kita.

Guru, siswa, orang tua, maupun tetangga mereka, akan menganggap siswa itu pintar kalau bahasa Inggris mendapat nilai delapan di rapor, tetapi mereka tak bangga jika ada siswa nan mendapat nilai sembilan pada pelajaran bahasa daerah.

Ini membuktikan bahwa bangsa kita tak bangga dengan jati dirinya. Kita lebih membanggakan dan mengunggulkan budaya asing nan belum tentu baik untuk kita. Padahal, orang bule atau orang asing lainnya sangat bahagia sekali menikmati kedaerahan atau budaya lokal bangsa kita nan beraneka ragam.

Banyak sekali orang asing nan mau belajar tentang budaya daerah kita. Mereka jauh-jauh dikirim dari negaranya hanya buat belajar bahasa Sunda misalnya. Tetapi kita sebagai orang Sunda sendiri tak pernah bangga menggunakan bahasa Sunda. Lalu, siapa nan harus kita persalahkan?



Artikel Pendidikan - RSBI dan Permasalahannya

Kembali pada masalah RSBI. Terkadang saat membuka kelas internasional, lalu kita meninggalkan budaya lokal. Seolah-seolah kalau kita sudah dapat berbahasa Inggris, kita sudah merasa hebat. Jika kita mau jujur pada diri kita, bahasa ialah alat komunikasi, sedangkan RSBI hanya mengedapakan bahasa. Sementara hal lainya nan lebih krusial sering dilupakan.

Adanya RSBI memang belum memenuhi asa semua pihak. Bahkan, banyak nan mengeluh sebab mahalnya biaya sekolah di kelas RSBI. Lalu, mereka harus ikut UN pula. Padahal, bukankah RSBI itu mengikuti baku kurikulum internasional, sedangkan UN ialah kurikulum baku nasional. Jelas, hal ini bertentangan dengan kurikulum itu sendiri.

Parahnya lagi, anak nan ikut RSBI nilai UN-nya jauh lebih rendah daripada anak nan mengikuti kurikulum nasional. Jadi, buat apa ada kelas RSBI kalau tak menciptakan anak nan benar-benar berkualitas.

Kumpulan Artikel Pendidikan Tentang RSBI

Selain artikel pendidikan tentang RSBI nan telah dibahas sebelumnya, masih banyak lagi artikel pendidikan nan juga berhubungan dengan RSBI, yaitu sebagai berikut.

  1. Artikel pendidikan tentang alasan primer Sekolah Bertaraf Internasional harus dibubarkan. Artikel pendidikan ini berisi klarifikasi kenapa sekolah bertaraf internasional harus dihentikan. Sekolah bertaraf inernasional dianggap salah konsep sehingga merusak bahasa serta mutu pendidikan. Program ini tak sinkron dan harus secepatnya dihentikan, salah satu alasannya sebab program ini tak dimulai dengan riset lengkap terlebih dahulu sehingga konsepnya buruk.
  1. Artikel pendidikan nan bertemakan Sekolah Bertaraf Internasional ialah sebuah pembohongan publik. Artikel pendidikan ini menyebutkan bahwa Sekolah Bertaraf Internasional dianggap sudah mengeluarkan persepsi nan salah kepada para orangtua, siswa, dan juga masyarakat, yaitu sekolah nan akan menuju sekolah internasional. Padahal sebenarnya sebuah sekolah internasional tak akan terwujud dan justru akan menurunkan kualitas sekolah itu sendiri.
  1. Artikel pendidikan tentang dilakukannya penilaian keberadaan RSBI. Dalam artikel pendidikan ini dibahas bahwa Kementerian Pendidikan Nasional akan mengevaluasi total terkait kebijakan dan penyelenggaraan rintisan sekolah bertaraf internasional nan sudah berlangasung sejak 2006. Jika terbukti banyak terjadi penyimpangan, mungkin saja pemerintah akan mengubah status Sekolah Bertaraf Internasional menjadi sekolah reguler lagi.
  1. Artikel pendidikan seputar peruntukkan SBI. Artikel pendidikan ini membahas polemik, yaitu buat apa dan buat siapa SBI. Seperti kita ketahui, siswa-siswa Sekolah Bertaraf Inernaional sebagian besar berasal dari kalangan atas. Ini ialah sebuah ketidakadilan.
  1. Artikel pendidikan tentang buruknya kualitas Sekolah Bertaraf Internasional. Artikel pendidikan ini membahas seputar buruknya kualitas SBI sehingga sering diplesetkan sebagai “Sekolah Banyak Iuran”. SBI dianggap sebuah pemborosan dan hanya ingin memperoleh laba materi semata.
  1. Artikel pendidikan tentang SBI dan hubungannya dengan negara maju. Artikel pendidikan ini membahas sedikit tentang Jepang nan menjadi negara maju tanpa memiliki sekolah bertaraf internasional. Jadi hal nan harus ditingkatkan ialah kualitas guru, bukan mengubah status sekolah.
  1. Artikel pendidikan tentang label Sekolah Bertaraf Internasional. Artikel pendidikan ini membahas seputar kewaspadaan memilih Sekolah Bertaraf Internasional. Pada umumnya, para orangtua menganggap label internasional sebagai kualitas sekolah. Padahal belum tentu seperti itu. Oleh sebab itu, para orangtua harus hati-hati memilih ekolah bertaraf Internasional. Telitilah terlebih dahulu, misalnya melihat kurikulumnya, praktiknya, dan lain-lain.
  1. Artikel pendidikan tentang akibat Sekolah Bertaraf Internasional. Artikel pendidikan ini membahas seputar akibat dari istilah “bertaraf internasional”, seperti pemakaian kurikulum asing, materi ajar, dan lain-lain.
  1. Artikel pendidikan tentang kritik terhadap Sekolah Bertaraf Internsional. Artikel pendidikan ini berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah nan tak mewakili tujuan mencerdaskan kehidupan seluruh bangsa. Tapi, nan ada hanyalah mencerdaskan kehidupan sebagian rakyat atau bangsa, terutama kelas atas.

Itulah kumpulan rangkuman artikel pendidikan nan berkaitan dengan RSBI.