Cara Memupuk Padi

Cara Memupuk Padi

Padi nan memiliki nama latin Oryza Sativa L merupakan tanaman pokok nan krusial bagi kehidupan manusia. Pemupukan padi ialah salah satu tahapan nan harus diperhatikan, karean cara memupuk padi nan mempengaruhi apakah tanaman padi nan ditanam menghasilkan padi nan berkualitas dengan hasil panen nan memuaskan.

Cara memupuk padi bukan hanya sekedar tahu berapa takaran pemakaian pupuk nan digunakan, namun juga harus mengetahui bagaimana cara menggunakan pupuknya. Saat ini dengan semakin majunya perkembangan teknologi dibidang pertanian dan perindustrian banyak melahirkan berbagai jenis pupuk nan memiliki disparitas dalam takaran dan cara penggunaannya.



Jenis Pupuk Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumbernya pupuk dibagi menjadi dua yaitu pupuk kimia dan pupuk organik, berikut ialah penjelasannya :

1. Pupuk Kimia

Pupuk kimia atau disebut juga dengan pupuk anorganik ialah pupuk nan dibuat dari zat-zat atau reaksi kimia. Berdasarkan jenis campuran nan digunakan pupuk kimia atau anorganik, yaitu:

  1. Pupuk tunggal, ialah pupuk nan hanya memiliki atau mengandung satu unsur hara, contohnya: pupuk ZA dan urea,
  2. Pupuk campuran ialah pupuk nan dihasilkan dari pupuk tunggal nan kemudian dilakukan pengadukan secara manual.
  3. Pupuk Beragam ialah pupuk nan mengandung unsur-unsur hara nan utama, contohnya: pupuk NPK
  4. Pupuk Beragam spesifik ialah pupuk nan berbentuk tablet dan pellet.

Kelebihan Menggunakan pupuk kimia atau anorganik lebih mudah dan praktis, unsur hara dalam pupuk lebih cepat terserap. Pemberian pupuknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan padi itu sendiri (kebutuhan unsur haranya).

Kekurangan menggunakan pupuk anorganik ialah lebih mudah menguap dan larut ke dalam air nan dapat mengakibatkan terbawa oleh genre air. Penggunaan pupuk secara monoton dapat merusak dan merugikan tanah dan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem dilingkungan sawah.

2. Pupuk Organik

Pupuk organik atau pupuk alami ialah pupuk nan dihasilkan dari makhluk hidup. Yaitu pupuk kandang, kompos dan guana. Kelebihan menggunakan pupuk organik ialah sebab berasal dari makhluk hayati makan pupuk nan diberikan dapat dengan cepat dan mudah menyerap dan lebih menyuburkan.

Kekurangan penggunaan pupuk organik ialah memungkinkan terdapat mikroba patogen nan terdapat di pupuk, dan berbahaya bagi tanaman padi. Prosesnya lebih membutuhkan waktu sebab pupuk harus melalui proses penguraian terlebih dahulu sebelum unsur haranya diserap oleh tanah.



Cara Memupuk Padi

Idealnya pemupukan padi dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu :

  1. Pemupukan dasar dilakukan pada saat sehari sebelum proses penanaman
  2. Pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman padi sudah berumur 21 hari dihitung dari waktu mulai tanam
  3. Pemupukan ketiga dilakukan pada saat padi berumur 45 hari.

Pengolahan pupuk harus dilakukan dengan seimbang antara N, P, K dan S. Cara memupuk padi dianjurkan oleh wilayah kerja penyuluhan pertanian (WKPP) dan juga anjuran dari daerah-daerah buat menggunakan N, P, K dan S, terutama pada tanaman padi. Jika masuk musim penghujan, maka pemupukan N pada lebih rendah dibandingkan dengan musim kemarau nan membutuhkan N lebih tinggi. Sedangkan pada takaran penggunaan P, K dan S ialah sama.

Sedangkan buat tanaman pangan dan pertanian , pupuk kimia atau anorganik nan digunakan ialah pupuk urea, KCl, ZA dan SP-36. Setiap jenis pupuk memiliki kegunaan nan berlainan, namun sama-sama saling melengkapi .

Cara memupuk padi atau tanaman lainnya, umumnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: Pemupukan melalui akar dan daun.

  1. Pemupukan nan dilakukan dengan cara memberikan pupuk melalui daun. Cara pemupukan melalui daun dilakukan dengan cara pupuk terlebih dahulu dilarutkan ke dalam air, kemudian disemprotkan dengan alat penyemprot . Ada beberapa hal nan harus diperhatikan sebelum menyemprotkan tanaman yaitu: larutan pupuk harus dibuat dengan konsentrasi rendah, atau dapat dengan melihat anjuran pemakaian nan terdapat pada kemasan. Pupuk diberikan sebaiknya dalam kondisi mataharai nan tak begitu panas, dan jangan dilakukan pada saat musim penghujan.
  2. Pemupukan nan dilakukan dengan cara memberikan pupuk melalui akar. Pemberian pupuk ini dapat dengan menggunakan pupuk dengan jenis apapun juga dan diberikan pada padi melalui akar, dengan tujuan memberikan kebutuhan tanaman yaitu mengisi tanah dengan hara. Hal ini dapat menyebabkan tanaman padi nan tumbuh diatasnya dapat menghasilkan panen nan memuaskan. Pemupukan melalui akar dapat dilakukan dengan cara :

a. Disebar (broad casting)

Cara penyebaran pupuk dengan cara broad casting ialah dengan menyebarkan pupuk secara merata pada tanah-tanah disekitar tanaman padi, dapat dilakukan pada waktu proses mengeruk tanah atau pembajakan. Kelebihan mengggunakan cara ini adalah:

  1. Padi memiliki akar nan berada di posisi dangkal atau tak jauh dari permukaan tanah.
  2. Kesuburan tanah nisbi lebih baik.
  3. Karena dilakukan dengan cara penyebaran, maka membutuhkan pupuk lebih banyak dengan takaran lebih tinggi.
  4. Pupuk akan larut ke dalam tanah dengan jumlah besar, hal ini menguntungkan sebab jika daya larutnya rendah maka pupuk nan diambil oleh tanaman sedikit.

Cara pemberian pupuk dengan cara disebarkan, bukan hanya buat tanaman padi saja, namun juga dapat buat tanaman jenis kacang-kacangan dan tanaman lainnya nan memiliki jeda tanam rapat. Namun cara pemupukan dengan cara menyebarkannya tak luput dari bahaya dan kerugian, yaitu: bisa merangsang pertumbuhan gulma (rumput nan mengganggu tanaman padi) sehingga dapat mengakibatkan pengikatan unsur hara eksklusif di dalam tanah meningkat lebih tinggi.

b. Pupuk ditempatkan di antara barisan

Cara pemberian pupuk dengan cara menempatkannya di antara barisan padi, dilakukan dengan cara menaburkan pupuk nan kemudian ditutup kembali dengan tanah. Pemberian pupuk buat tanaman tanaman dilakukan dengan cara menaburkannya dengan mengelilingi tanaman dengan posisi dan jeda nan tegak lurus kemudian ditutupi oleh tanah.

Laba menggunakan pemupukan dengan menempatkannya diantara barisan ialah ialah pupuk nan digunakan nisbi sedikit dengan takaran nan tak terlalu banyak. Jeda tanam nan dipupuk dengan jeda tanaman lainnya harus memiliki jeda nan sedang dengan barisan penanaman nan jarang,

Cara pemupukan dengan cara ini tak lepas dari kerugian, misalnya: tanah menjadi kurang subur, perkembangan akar tanaman menjadi sedikit, dikhawatirkan terjadi pengikatan unsur hara nan dilakukan oleh tanah dengan jumlah nan sangat besar.

c. Penempatan pupuk di dalam lubang

Cara pemupukan dengan menempatkannya di dalam lubang ialah dengan cara membuat lubang tepat disamping batang dengan jeda kurang lebih sekitar 10 m, pupuk kemudian dibenamkan dan ditutupi kembali oleh tanah.

Sedangkan buat jenis tanaman tahunan pupuk dimasukkan ke dalam lubang nan mengelilingi tanaman dengan jeda nan tegak lurus dan terjauh, kemudian ditutup kembali dengan tanah.

Cara memupuk padi nan lain dapat dengan beberapa cara lainnya yaitu : dengan menaburkannya pupuk secara merata , pemupukan tanaman padi ada juga nan dengan menjepitkannya dan ditaruh ditiap seperempat tanaman padi, hal ini dilakukan agar tanaman padi dapat menyebar. Jika padi ditanam dengan sistem jajar legowo maka cara memupuk padi dilakukan hanya di bagian nan terdapat padinya saja.