Permintaan Kain Songket Palembang

Permintaan Kain Songket Palembang

Kain songket merupakan kain tradisional Palembang. Kain songket tak hanya cantik, tetapi juga halus dan berkualitas baik. Kerajinan tenun nan ada sejak berabad-abad nan lalu ini, dahulu merupakan simbol status sosial, nan dibuat menggunakan jalinan benang dari emas dengan motif-motif nan khas.

Itulah mengapa saat itu songket menjadi kerajinan nan sangat mahal harganya, dan hanya bisa dimiliki oleh kalangan tertentu. Tidak hanya itu, pengrajinnya pun masih sangat terbatas. Namun kini perkembangan kain songket kian mencengangkan.

Motif-motif nan menarik dengan berbagai macam jenis benang telah lahir dan berkembang. Mulai harga nan murah, hingga harga nan mahal telah tersedia. Siapapun dapat memilikinya dan merasakan sentuhan halus tangan-tangan para pengrajinnya melalui hasil tenun bersejarah tersebut.

Bahkan, kain songket Palembang kini telah dikenal di global sebagai satu kerajinan nan patut buat dikembangkan dan dilestarikan, seperti halnya batik. Pemerintah daerah di Sumatra dan para pemerhati kain songket Palembang, terus mengupayakan agar songket Palembang mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya.

Pengakuan ini krusial bagi tumbuh kembangnya kerajinan rakyat ini. Walau bagaimanapun, suatu produk nan telah mendapat pengakuan akan lebih dipilih oleh konsumen daripada produk nan belum memperoleh pengakuan.

Budayawan pemerhati songket Palembang berharap, dengan adanya pengakuan ini, kain songket dapat dikenal hingga ke mancanegara, seperti batik. Selain itu, diharapkan pula pertumbuhan pengrajin dan perkembangan motifnya akan semakin banyak.

Saat ini ada kurang lebih 71 motif hasil pengembangan ratusan tahun nan telah diajukan buat mendapat pengakuan. Pengakuan secara hukum ini diharapkan bisa melindungi kain ini dari klaim oleh negara lain, menjaga kekhasan budaya Palembang, dan melindungi para industri kecil.

Hingga kini, tercatat pertumbuhan pengrajin songket di Palembang telah mencapai 150 pengrajin, dengan tenaga kerja upahan masing-masing sekitar 5-10 orang. Para pengrajin ini umumnya ialah ibu rumah tangga nan tinggal di sekitar loka usaha tersebut.

Pertumbuhan usaha kerajinan kain ini menurut budayawan pemerhati songket di Sumatra Selatan, Ali Hanfiyah, tak lain disebabkan masih tingginya minat masyarakat Sumatra Selatan terhadap kerajinan ini. Hal ini menjadi daya dukung nan kuat bagi kerajinan songket buat bisa berkembang.

Memang sudah seharusnya kita menghargai warisan budaya Nusantara kita. Kalau bukan kita nan menghargai kerajinan songket ini, bagaimana dapat kita menjadikan songket sebagai komoditi ekspor bernilai tinggi.

Tingginya minat masyarakat terhadap songket Palembang tak terlepas dari perkembangan harga songket nan kini bervariatif. Tidak hanya masyarakat kelas atas nan bisa memilikinya, namun masyarakat kelas menengah ke bawah juga mampu menjangkaunya.



Motif Kain Songket Palembang

Kain songket Palembang memiliki kekhasan pada motifnya nan membedakannya dari kerajinan tenun sejenis. Pemilihan benang dan rona menjadi karakteristik khas tersendiri. Selama ini songket identik dengan warna-warna nan terang mencolok, sebab penggunaan benang emas, perak, maupun tembaga.

Motif-motif nan telah ada umumnya berbentuk bunga-bunga kecil nan berjejer kedap ataupun bertabur. Ke depannya, sepertinya akan muncul motif-motif baru nan lebih cantik, hingga terlihat anggun dan elegan saat dipakai.

Seorang pengrajin songket palembang nan memiliki rumah busana Tria Busana, Tria Gunawan, misalnya saat ini sedang berusaha mengembangkan songket Palembang dengan motif terbaru.

Pengusaha nan pernah mendapat penghargaan Upakarti dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, telah mempersiapkan motif-motif dengan corak terbaru. Motif-motif ini nantinya akan menggunakan benang sutera berwarna emas, terang, dan paradoksal dengan motif flora dan fauna.

Rencanya dia juga akan mengembangkan motif nan berbentuk kembang bertangkai, memiliki daun dan motif pohon secara utuh dengan tekstur nan semakin lengkap dan dinamis. Meski diakui olehnya, pembuatan motif-motif tersebut tentunya akan memakan waktu nan lebih lama dan lebih rumit, namun tentunya menjadi karya nan sangat spesial.

Tria percaya, kain songket Palembang akan selalu diminati terutama nan menggunakan benang tembaga dengan rona soft seperti pada batik. Sebagai sebuah gebrakan baru, Tria mengembangkan songket Palembang dengan teknik pembatikan menggunakan semprotan pewarnaan abstrak.

Kain songket hasil karyanya telah sukses mengubah pendapat orang mengenai kain tradisional nan dianggap kaku. Tria telah sukses menciptakan songket dengan sentuhan lembut dan artistik.

Rahasianya ada pada proses pembuatannya. Kain songket produksinya menggunakan benang nan dilapisi tajin, menggunakan rajutan, dan menggunakan benang pakan metalik nan tak kaku. Inilah mengapa produk tenun songketnya lebih lembut dan elegan.

Rancangan motif terbarunya ialah songket jumputan nan terbuat dari katun, sutera, songket bordir, songket tembaga bingkai, songket tembaga awan-awan, songket tembaga jumputan, dan songket tembaga bordir. Semua karyanya merupakan pertanda eksistensial songket sebagai warisan budaya bangsa.

Tria tak pernah lupa buat mendaftarkan setiap karyanya buat mendapatkan hak paten dari badan kehakiman sebagai suatu hasil kekayaan intelektual. Sebagai sebuah konservasi atas semua karya buatannya. Sebuah sikap nan patut diikuti oleh setiap pengarajin songket.

Karena prestasi dan karya-karyanya nan anggun dan elegan, akhirnya pengusaha ini meraih penghargaan sebagai The First Royal Trophy Awards, ASEAN Collaboration On Serculture Research and Development Conference di Bangkok, Thailand, tahun 2009.

Saat ini Tria sudah mulai menggunakan alat tenun semi mesin buat efektifitas produksinya, di samping pengerjaannya menjadi lebih cepat, biayanyapun lebih murah. Hal ini akan sangat membantu meningkatkan produktivitasnya, dengan asa bila selama ini Tria hanya melayani pangsa atas, kini beliau akan memperluas segmen pasarnya buat menengah ke bawah.

Sejauh ini, motif songket Palembang nan telah mendapatkan hak patennya baru berjumlah 22 dari 71 jumlah motif nan didaftarkan. Motif-motif lain, seperti motif berante berakam, lepus bintang berakam, nago besaung limar tigo negeri tabur intan, limar tigo negeri cantik manis, lepus bintang penuh, dan limar penuh mawar bekandang masih belum terdaftar.

Semoga dalam waktu dekat motif-motif tersebut segera terdaftar di Kementrian Hukum agar tak ada negara lain nan mengklaimnya sebagai hak ciptanya kebudayaan negara tersebut. Bagaimana kita dapat menghargai bangsa kita ini, bila kita selalu diam saat hasil karya bangsa ini diakui sebagai hasil cipta negara lain?

Di sini peran aktif pemerintah akan sangat membantu dan bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan kelestarian budaya. Apalagi songket Palembang termasuk produk nan memiliki nilai jual paling tinggi di dunia.

Bayangkan berapa banyak kerugian kita tanggung bila patennya sampai direbut oleh negara lain? Belum lagi nilai sejarah nan harus terampas. Siapa nan akan merugi kalau bukan seluruh negeri ini. Satu persatu kebanggan akan terampas hingga tidak ada lagi nan kita miliki.



Permintaan Kain Songket Palembang

Permintaan songket palembang umumnya meningkat pada saat menjelang hari raya keagamaan, terutama Natal dan peringatan HUT RI. Sebab, umumnya songket hanya dipakai pada saat acara-acara spesifik saja.

Seandainya kita dapat menciptakan motif nan lebih sederhana dan kalem nan memungkinkan songket buat dikenakan pada acara-acara nan lebih santai, mungkin permintaan akan semakin meningkat. Artinya kita membutuhkan adanya inovasi-inovasi baru nan lebih dapat merangkul ke berbagai segmen.

Kebalikannya dengan batik nan dahulu dikenal sebagai baju rumahan, namun kini telah meningkat permintaannya dan sukses go internasional. Peningkatan permintaan ini diakibatkan adanya perubahan segmen pasar batik nan kini mengalami banyak penemuan dan modifikasi, sehingga bisa digunakan dalam berbagai acara resmi maupun santai.

Perlu sebuah penemuan motif dari kain songket, agar dapat diterima lebih luas di masyarakat kita. Semoga artikel ini bermanfaat menambah pengetahuan kita soal songket Palembang.