Sistem dan Sifat Perhitungan Suku Bunga

Sistem dan Sifat Perhitungan Suku Bunga



Definisi Suku Bunga

Tahukah Anda mengenai definisi suku kembang ? Orang nan tak bergerak di bidang keuangan atau ekonomi seringkali bingung mengartikan maksud dari suku kembang sebab ternyata terdiri dari bermacam-macam arti, sistem, maupun sifat.

Secara sederhana, kembang bisa diartikan sebagai bentuk imbalan jasa atau kompensasi atas pinjaman nan diberikan oleh suatu pihak. Barang, biasanya berupa uang, nan dipinjam seringkali disebut sebagai pokok utang. Maka dari itu, persentase dari pokok utang nan dibayarkan sebagai balas jasa disebut suku bunga.

Dalam hubungannya dengan perbankan, definisi suku kembang ada 2, yaitu sebagai berikut.

  1. Suku kembang simpanan merupakan taraf kembang nan diberikan bank sebagai balas jasa sebab nasabah mempercayakan uangnya buat disimpan atau ditabung di bank nan bersangkutan.
  2. Suku kembang pinjaman merupakan taraf suku kembang nan dikenakan oleh bank kepada kreditor nan meminjam uang dari bank.

Hal-hal nan mempengaruhi besarnya suku kembang nan ditetapkan oleh bank ialah sebagai berikut.

  1. Kebijakan pemerintah.
  2. Jangka waktu pinjaman.
  3. Target laba nan diharapkan.
  4. Kebutuhan dana nan tersedia.
  5. Persaingan antarbank.
  6. Reputasi perusahaan.
  7. Kualitas jaminan.
  8. Daya saing produk.
  9. Adanya agunan pihak ketiga.
  10. Adanya interaksi baik.


Sistem dan Sifat Perhitungan Suku Bunga

Berikut ini ialah sistem perhitungan suku bunga.

  1. Sistem kembang flat . Sistem perhitungan suku kembang nan mengacu pada pokok hutang awal, angsuran pokok hutang dan kembang tetap sama setiap bulannya. Misalnya, angsuran tiap bulan Rp1000,00, terdiri dari pokok hutang Rp750,00 dan kembang Rp250,00. Sistem ini biasanya dipakai buat angsuran barang-barang konsumsi, seperti peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, atau mobil.
  2. Sistem kembang efektif. Sistem perhitungan suku kembang nan mengacu pada pokok hutang tersisa, porsi angsuran pokok dan bunganya berbeda setiap bulan. Meskipun jumlah angsurannya tetap, porsi kembang pada sistem ini di masa-masa awal akan sangat besar, sedangkan porsi hutang pokok akan sangat kecil. Sistem perhitungan ini ialah kebalikan dari sistem flat.

Sifat perhitungan suku kembang ialah sebagai berikut.

  1. Fixed. Perhitungan suku kembang nan bersifat tetap selama periode eksklusif atau selama masa kredit.
  2. Floating. Perhitungan suku kembang nan bersifat mengambang, bisa berubah setiap saat bergantung kondisi pasar.

Dalam praktiknya di lapangan, biasanya sistem dan sifat perhitungan suku kembang mengalami kombinasi-kombinasi. Misalnya, kombinasi sistem flat dan fixed atau sistem efektif dan floating . Kombinasi flat-fixe, artinya sistem kembang akan memakai sistem flat dan bersifat fixed atau tetap selama masa kredit.