Ironi Penciptaan Manusia

Ironi Penciptaan Manusia

Monster ialah mahluk nan sangat menyeramkan dan menakutkan. Makhluk menyeramkan ini identik dengan tubuhnya nan besar, suaranya nan menggelegar, dan sifatnya nan jahat. Dalam berbagai cerita, si makhluk aneh ini ialah sosok nan sangat dibenci anak-anak juga orang dewasa.

Pada zaman dahulu, monster dipercaya menghuni pulau-pulau nan tidak pernah terjamah. Sisi-sisi rumah nan tidak pernah dibersihkan, atau penghuni rumah nan kosong. Pada zaman dahulu pula, makhluk aneh ini ialah jelmaan dari orang-orang aneh nan terlahir atas kemarahan para dewa. Sebuah mitologi nan sebenarnya tidak masuk akal.

Namun, seiring perkembangan zaman, sosok makhluk menyeramkan ini mulai akrab dalam kehidupan sehari-hari, bahkan beberapa film, mereka dibuat sebagai sosok nan konyol, lucu dan juga bodoh. Sehingga banyak orang terpingkal-pingkal melihatnya. Salah satu kebodohan dan kelucuannya bisa dilihat pada sebuah Film animasi bernama monster Inc.



Lucunya Monster Inc

Monster Inc ialah sebuah perusahaan raksasa dan loka tinggal para makhluk itu nan dimana kehidupan mereka hanya bisa hayati jika dialiri oleh teriakan ketakutan anak-anak manusia. Ibarat Anda para manusia nan tak dapat hayati tanpa pasokan listrik dari PLN.

Oleh sebab itu, banyak sekali makhluk aneh nan bekerja pada perusahaan tersebut nan bertugas buat menakuti anak-anak. Jika malam tiba, mereka langsung bertugas menyusup di bawah loka tidur atau muncul tiba-tiba dari balik lemari pakaian dan meneriakkan suara-suara nan menyeramkan nan menyebabkan anak-anak tersebut lantas berteriak histeris penuh ketakutan.

Adalah James P. Sullivan seorang monster “senior” nan pintar membuat anak-anak ketakutan penuh histeris, hingga ia dihormati oleh seluruh penduduk kotanya. Suatu hari Sulley nan tidak lain ialah nama kecil James P Sullivan tidak sengaja diikuti seorang anak kecil bernama Boo. Anak ini kemudian menimbulkan banyak kekacauan dalam dunianya, hingga akhirnya Sulley sukses membongkar semua kebusukan nan terjadi di kantornya.

Keadaan pun berbalik, suara-suara jeritan anak-anak berubah menjadi suara nan menyenangkan, dan suara menyenangkan itulah nan akhirnya menjadi pembangkit energi listrik negeri para makhluk aneh tersebut.

Film produksi Pixar ini sukses menyedot para penikmat cerita animasi, selain tak jemu buat ditonton, film ini sukses membangkitkan emosi para penontonnya, selain tak membosankan film ini juga mengajarkan cinta kasih dengan sesama, dan juga mengajarkan anak buat tak takut dengan hantu dan gelap, selain itu mengajarkan bahwa tak semua orang dursila itu tak pantas buat ditemani. Film nan disutradarai Pete Docter ini mendapat pendapatan hingga US $525 dari seluruh penontonnya diseluruh dunia.

Film ini sering ditayangkan juga di televisi Indonesia jika hari libur panjang datang. Cerita animasi ini sangat menyenangkan, dan dapat juga sebagai bahan didikan buat anak-anak.



Kisah Frankenstein

Frankenstein ialah sesosok makhluk aneh menyeramkan nan menjadi karakter primer dalam sebuah novel nan berjudul The Modern Promtheus atau lebih dikenal dengan judul Frankenstein karya Marry Shelley.



Ironi Penciptaan Manusia

Dalam novel nan terbit tahun 1818, makhluk tersebut sebenarnya tak punya nama. Dia hanya potongan-potongan mayat nan dikumpulkan seorang dokter pakar forensik nan membuat sebuah penelitian buat menghidupkan manusia nan sudah mati. Dokter tersebut bernama Victor Frankenstein. Oleh sebab itu, si makhluk aneh sendiri menyebut dirinya dengan Frankenstein sebab ia tak tahu siapa namanya.

Sebetulnya makhluk bernam Frankenstein itu tak digambarkan sebagai tokoh dursila atau simbol kejahatan nan meneror warga. Makhluk tersebut hanya sosok mayat hayati nan mencari jati dirinya, sebab dia tak diciptakan Tuhan tapi diciptakan oleh seorang dokter. Oleh sebab itu, novel ini meledak di pasaran bahkan masih cetak ulang sampai sekarang. Novel ini merupakan pemberontakan terhadap kaum modern nan sudah meragukan Tuhan.

Novel ini merupakan sebuah bertentangan dengan harapan dari penciptaan manusia. Sejak zaman modern, yaitu sekitar awal abad 18, manusia mulai meninggalkan Tuhan sebab segala rahasia penciptaan alam bisa dijawab dengan ilmu pengetahuan. Novel karya Marry Shelley ini ialah novel nan menceritakan perkembangan ilmu pengetahuan bahwa manusia dapat bersikap sebagai Tuhan dengan menciptakan manusia lain dengan menghidupkan orang mati.



Kisah Novel Frankenstein

Dalam novel tersebut diceritakan ada seorang dokter nan bernama Victor Frankenstein nan sangat cerdas dan sudah mendapat berbagai penghargaan di bidang kedokteran. Ia berencana membuat sebuah kejutan pada dunia, bahwa ia dapat menciptakan manusia. Namun bukan dengan sistem kloning seperti zaman sekarang, sebab istilah kloning saat itu belum ada.

Victor Frankenstein kemudian menggali beberapa mayat, lalu disatukan menjadi satu bagian nan utuh buat dia hidupkan, seperti kisah nabi Isa nan membangkitkan orang mati. Namun bukan dengan mukjizat Tuhan, tapi dengan teknologi. Inilah salah satu penyangkalan mukjizat Tuhan dalam novel tersebut. Bahwa manusia ateis seperti Victor Frankenstein bisa menghidupkan orang mati.

Setelah mayat terkumpul menjadi satu bagian nan utuh dalam bentuk manusia, Vicktor Frankenstein pun beraksi. Dia menggunakan segala kemapuannya buat menghidupkan mayat tersebut. Dia lalu menciptakan sebuah tabung nan diberi cairan eksklusif kemudian diberi genre listrik nan diambil dari tenaga petir. Terbukti, mayat nan bentuk oleh Victor Franskeintein itu hidup.

Namun sayang, Victor Frankenstein sendiri tak tahu harus diapakan makhluk ciptaannya itu, bahkan dia tak tahu siapa sebenarnya makhluk nan sukses dia ciptakan. Padahal manusia butuh identitas, butuh masa lalu, butuh jati diri. Sementara makhluk aneh tersebut menuntut Victor mencari tahu siapa dirinya.

Novel ini benar-benar novel nan membuat kita meneteskan air mata, sebab si makhluk aneh nan diciptakan Viktor Frankenstein itu benar-benar kesepian dan diasingkan masyarakat. Dia sangat jelek rupa. Dia bukanlah manusia, tapi mirip manusia. Dan nan lebih menyedihkan lagi, dia tak tahu siapa dirinya dan tak tahu buat apa dia datang ke dunia.

Makhluk bernama Frankenstein ini sebenarnya tak jahat, malah global nan menjahatinya tanpa ampun. Dia ditolak di mana-dimana, dia ditakuti seolah dia akan berbuat jahat. Dia punya hati dan punya otak, tapi dia tak punya perasaan dan tak punya pikiran.

Inilah inti dari novel tersebut, bahwa manusia tetap mempunyai kemampuan nan terbatas meski ia sudah bisa menciptakan manusia lain, tapi dia tak dapat memberi bukti diri dan tak dapat memberi sejarah pada manusia ciptaannya. Jadi semuanya harus dikembalikan pada Tuhan nan Mahatahu dan Maha Tak Terbatas.

Namun, sepertinya novel maupun film mengenai Frankenstein ini tak cocok buat menjadi tontonan anak-anak. Sudah seharusnya tontonan anak-anak ialah nan ceria dan memiliki banyak pesan moral, bukan cerita mengenai makhluk aneh ini.

Jika anak-anak menonton film dengan tema seperti ini, dikhawatirkan mereka akan menjadi anak penakut. Lebih parah lagi jika mereka ingin meniru apa nan dilakukan oleh si profesor dalam menciptakan makhluk asing nan dapat menjadi berbahaya tersebut.

Kisah Frankestein ini seperti menjadi kisah nan abadi. Ceritanya bukan hanya berkembang dalam film tapi juga di masyarakat. Mungkin bagi masyarakat di bumi Amerika atau Eropa, sosok makhluk ini benar-benar nyata. Dengan terkenalnya novel ini, dalam setiap seremoni Halloween, kostum Frankenstein menjadi salah satu kostum nan digunakan para masyarakat Eropa dan Amerika nan merayakannya.

Bagaimana dengan film-film tentang makhluk aneh tersebut. Walau ada beberapa cerita nan tak menyeramkan, sangat diharapkan agar orang tua dapat memilih tontonan nan mendidik bagi anak-anak. Pesan moral dan karakter tokoh harus benar-benar dipilih agar anak-anak tak meniru perbuatan negatif para tokoh nan diciptakan.

Selamat menonton film kesayangan Anda.